Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional adalah pemimpin lembaga nonkementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Posisi ini dibentuk di pemerintahan presiden Soekarno pada tahun 1947 dengan nama Kepala Badan Perancang Ekonomi, pertama kali dijabat oleh Adnan Kapau Gani.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional | |
|---|---|
| Ditunjuk oleh | Presiden Indonesia |
| Pejabat perdana | Adnan Kapau Gani |
| Dibentuk | 1947 |
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (disingkat Kepala Bappenas) adalah pemimpin lembaga nonkementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Posisi ini dibentuk di pemerintahan presiden Soekarno pada tahun 1947 dengan nama Kepala Badan Perancang Ekonomi, pertama kali dijabat oleh Adnan Kapau Gani.[1]
Di tahun yang sama pada bulan April 1947, lembaga ini berubah menjadi Panitia Pemikir Siasat Ekonomi, yang dimana Mohammad Hatta ditunjuk sebagai Ketua dan dibantu oleh 3 wakil ketua. Pada dekade 1950an lembaga ini berubah sebanyak 4 kali, yakni Dewan Perancang Negara di tahun 1952, Dewan Ekonomi dan Perencanaan pada tahun 1956, Dewan Ekonomi dan Pembangunan pada tahun 1957, dan Dewan Perancangan Nasional pada tahun 1958. Djuanda Kartawidjaja menjabat sebanyak 2 kali dalam pergantian lembaga.[1]
Mulai tahun 1963 hingga sekarang, lembaga ini bernama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, disingkat Bappenas, dan dipimpin pertama kali oleh Soeharto Sastrosoeyoso dengan nama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Pada 1971, posisi Kepala Bappenas ini digabungkan dengan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (Menneg PPN), dijabat oleh Widjojo Nitisastro. Kemudian pada tahun 1998 di Kabinet Pembangunan VII digabungkan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Industri, sedangkan posisi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional dihapuskan.
Pada Mei 1998 hingga Oktober 1999 di Kabinet Reformasi Pembangunan, posisi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional diadakan kembali dan digabungkan posisi Kepala Bappenas. Pada Oktober 1999 di Kabinet Persatuan Nasional, posisi Menneg PPN kembali dihapuskan, Bappenas tetap eksis dan dipimpin oleh Djunaedi Hadisumarto di luar kabinet.[2][3]
Kemudian di tahun 2001 pada Kabinet Gotong Royong, posisi Kepala Bappenas kembali dimasukkan dalam jajaran kabinet dan disandingkan kembali dengan posisi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional.
Saat ini telah ada 24 pejabat yang pernah menduduki posisi ini. Berikut adalah daftar orang yang pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
| No | Foto | Nama | Dari | Sampai | Keterangan | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Badan Perancang Ekonomi | ||||||
| 1 | Adnan Kapau Gani | 19 Januari 1947 | 12 April 1947 | [ket. 1] | ||
| Panitia Pemikir Siasat Ekonomi | ||||||
| 2 | Mohammad Hatta | 12 April 1947 | 1952 | [ket. 2] | ||
| Dewan Perancang Negara | ||||||
| 3 | Djuanda Kartawidjaja | 7 Januari 1952 | 6 Juni 1956 | [ket. 3] | ||
| Dewan Ekonomi dan Perencanaan | ||||||
| 4 | Ali Sastroamidjojo | 6 Juni 1956 | 24 Agustus 1957 | [ket. 4] | ||
| Dewan Ekonomi dan Pembangunan | ||||||
| (3) | Djuanda Kartawidjaja | 24 Agustus 1957 | Belum diketahui | [ket. 5] | ||
| 5 | Ali Budiardjo | Belum diketahui | 1958 | [1] | ||
| Dewan Perancangan Nasional | ||||||
| 6 | Mohammad Yamin | 23 Oktober 1958 | 17 Oktober 1962 | [ket. 6] | ||
| Badan Perencanaan Pembangunan Nasional | ||||||
| 7 | ![]() |
Soeharto Sastrosoeyoso | 13 November 1963 | 23 Mei 1966 | [ket. 7] | |
| 8 | Sumanang | 23 Mei 1966 | 3 Agustus 1966 | |||
| 9 | Roeslan Abdoelgani | 3 Agustus 1966 | 8 Juni 1967 | [1] | ||
| 10 | Widjojo Nitisastro | 8 Juni 1967 | 9 September 1971 | [1][4] | ||
| 9 September 1971 | 19 Maret 1983 | [ket. 8] | ||||
| 11 | Johannes Baptista Sumarlin | 19 Maret 1983 | 21 Maret 1988 | [ket. 9] | ||
| 12 | Prof. Dr. Saleh Afiff |
21 Maret 1988 | 17 Maret 1993 | |||
| 13 | Ginandjar Kartasasmita | 17 Maret 1993 | 14 Maret 1998 | |||
| 14 Maret 1998 | 21 Mei 1998 | [ket. 10] | ||||
| 14 | ![]() |
Boediono | 23 Mei 1998 | 20 Oktober 1999 | [ket. 11] | |
| 15 | Djunaedi Hadisumarto[2] | 29 Oktober 1999 | 10 Agustus 2001 | [ket. 12] | ||
| 16 | Kwik Kian Gie | 10 Agustus 2001 | 20 Oktober 2004 | [ket. 13] | ||
| 17 | Sri Mulyani Indrawati | 21 Oktober 2004 | 5 Desember 2005 | |||
| 18 | ![]() |
Paskah Suzetta | 5 Desember 2005 | 20 Oktober 2009 | ||
| 19 | Armida Salsiah Alisjahbana | 22 Oktober 2009 | 20 Oktober 2014 | [ket. 14] | ||
| 20 | Drs. Andrinof Achir Chaniago, M.Si. |
27 Oktober 2014 | 12 Agustus 2015 | |||
| 21 | Sofyan Djalil | 12 Agustus 2015 | 27 Juli 2016 | |||
| 22 | Bambang Brodjonegoro | 27 Juli 2016 | 20 Oktober 2019 | |||
| 23 | Suharso Monoarfa | 23 Oktober 2019 | 20 Oktober 2024 | |||
| 24 | Rachmat Pambudy | 21 Oktober 2024 | Petahana | |||