Megalosaurus adalah sebuah genus dinosaurus theropoda karnivor besar yang telah punah dari Jurassic Kala Tengah di wilayah selatan Inggris. Meskipun fosil dari wilayah lain pernah diatribusikan ke dalam genus ini, satu-satunya sisa fosil Megalosaurus yang dapat dipastikan berasal dari Oxfordshire dan berasal dari akhir Jurassic Tengah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Megalosaurus Rentang waktu: Pertengahan Jurasik–Akhir Jurasik | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Ordo: | Saurischia |
| Subfamili: | Megalosaurinae Buckland, 1825 |
| Genus: | Megalosaurus Buckland, 1824 |
| Spesies tipe | |
| †Megalosaurus bucklandii William Buckland | |
| Spesies | |
| |
Megalosaurus (berarti “kadal besar”, dari Yunani μέγαςcode: grc is deprecated , megascode: grc is deprecated , yang berarti ‘besar’, ‘tinggi’, atau ‘agung’ dan σαῦροςcode: grc is deprecated , sauroscode: grc is deprecated , yang berarti ‘kadal’) adalah sebuah genus dinosaurus theropoda karnivor besar yang telah punah dari Jurassic Kala Tengah (tahap Bathonian, sekitar 166 juta tahun yang lalu) di wilayah selatan Inggris. Meskipun fosil dari wilayah lain pernah diatribusikan ke dalam genus ini, satu-satunya sisa fosil Megalosaurus yang dapat dipastikan berasal dari Oxfordshire dan berasal dari akhir Jurassic Tengah.
Genus ini pertama kali dideskripsikan secara ilmiah pada tahun 1824 dan merupakan dinosaurus non-aves pertama yang diberi nama. Pada tahun 1827, Gideon Mantell memasukkan Megalosaurus dalam survei geologi Inggris tenggara dan menamai spesiesnya sebagai Megalosaurus bucklandii.[1]
Hingga kini, belum pernah ditemukan kerangka lengkap Megalosaurus, sehingga banyak aspek mengenai bentuk tubuh dan biologinya masih belum pasti. Para naturalis awal mengira hewan ini merupakan kadal raksasa dengan panjang hingga 20 meter. Namun, pada tahun 1842, Richard Owen menyimpulkan bahwa panjang tubuhnya kemungkinan tidak melebihi sekitar 9 meter. Owen juga menafsirkan posturnya sebagai hewan bertungkai tegak, meskipun pada masa itu ia masih dianggap berjalan dengan empat kaki.
Pemahaman selanjutnya menunjukkan bahwa seluruh dinosaurus theropoda bersifat bipedal, berjalan dengan dua kaki. Penemuan dinosaurus awal dari akhir Trias Tengah, seperti Eoraptor yang berumur sekitar 231 juta tahun, memperkuat pandangan bahwa dinosaurus sejak awal berevolusi sebagai hewan bipedal.[2] Hanya kelompok dinosaurus tertentu yang bertubuh sangat besar, seperti sauropoda dan dinosaurus berzirah, yang kemudian berevolusi menjadi hewan berkaki empat.[3]
Sebagai theropoda besar, Megalosaurus diperkirakan merupakan predator di lingkungannya, dengan gigi-gigi bergerigi yang cocok untuk memangsa hewan bertulang belakang lain. Namun, karena keterbatasan data fosil, rincian mengenai mangsa spesifik, strategi berburu, serta perilaku reproduksi (seperti penjagaan sarang atau perawatan anak) tidak dapat dipastikan dan tetap bersifat spekulatif.

Pada saat pertama kali dideskripsikan pada awal abad ke-19, Megalosaurus belum dikenali sebagai dinosaurus, karena istilah Dinosauria baru diperkenalkan oleh Richard Owen pada tahun 1842.[4] William Buckland menafsirkan Megalosaurus sebagai reptil raksasa mirip kadal dan menganggapnya sebagai hewan kuadrupedal. Namun, Buckland telah menyadari bahwa tungkai belakang hewan ini tidak menyebar ke samping seperti reptil modern, melainkan lebih tegak, berdasarkan bentuk kepala tulang paha yang ia pelajari.[5]
Dalam publikasi tahun 1824, Buckland mengulang perkiraan ukuran dari Georges Cuvier yang menyatakan bahwa Megalosaurus dapat mencapai panjang sekitar 12 meter. Kesalahan klasifikasi semakin diperbesar ketika tulang paha berukuran sangat besar (yang kemudian diketahui berasal dari Iguanodon) ikut diasosiasikan dengan Megalosaurus. Akibatnya, Buckland sempat memperkirakan panjang maksimum hewan ini hingga sekitar 18–21 meter, sebelum penafsiran tersebut direvisi.[5]
Perubahan besar dalam pemahaman terjadi pada tahun 1841–1842 ketika Richard Owen menolak model “kadal raksasa” dan mengusulkan bahwa Megalosaurus, bersama dengan Iguanodon dan Hylaeosaurus, merupakan reptil dengan postur tegak dan tingkat organisasi yang lebih tinggi. Owen memperkirakan panjang tubuh Megalosaurus sekitar 9 meter dan mengelompokkan ketiga hewan tersebut ke dalam Dinosauria, menjadikan Megalosaurus sebagai salah satu dinosaurus pertama yang secara resmi diakui.[4]

Rekonstruksi publik awal yang paling terkenal dibuat pada awal 1850-an oleh Benjamin Waterhouse Hawkins di Crystal Palace Park dengan arahan Owen. Patung ini menggambarkan Megalosaurus sebagai hewan kuadrupedal bertubuh besar dengan tonjolan seperti punuk di punggung, mencerminkan pemahaman ilmiah pada masanya. Tonjolan tersebut kemungkinan terinspirasi oleh tulang belakang berduri tinggi yang saat itu dikaitkan dengan Megalosaurus, tetapi kini diketahui berasal dari genus lain, Becklespinax.[6][7]
Anggapan bahwa theropoda karnivor besar bersifat kuadrupedal mulai ditinggalkan pada paruh kedua abad ke-19, terutama setelah penemuan theropoda yang lebih lengkap seperti Compsognathus dan Eustreptospondylus, serta temuan theropoda besar di Amerika Utara. Sejak itu, Megalosaurus dipahami sebagai dinosaurus theropoda bipedal, sejalan dengan pemahaman modern tentang kelompok ini.[6]