Megalopolis atau kota besar adalah sekelompok area metropolitan yang dianggap sebagai area perkotaan yang berkelanjutan melalui sistem transportasi umum, ekonomi, sumber daya, ekologi, dan sebagainya. Mereka cukup terintegrasi sehingga mengoordinasikan kebijakan sangat berharga, meskipun kota-kota konstituen tetap mempertahankan identitas masing-masing. Konsep megapolitan menjadi sangat berpengaruh karena memperkenalkan pemikiran baru dalam skala yang lebih besar tentang pola dan pertumbuhan perkotaan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Megalopolis [1] (Megapolis, Megalopolitan, Megapolitan, Megaregion,[2] bahasa Inggris: megalopolis; /ˌmɛɡəˈlɒpəlɪs/) atau kota besar adalah sekelompok area metropolitan yang dianggap sebagai area perkotaan yang berkelanjutan melalui sistem transportasi umum, ekonomi, sumber daya, ekologi, dan sebagainya.[2][3] Mereka cukup terintegrasi sehingga mengoordinasikan kebijakan sangat berharga, meskipun kota-kota konstituen tetap mempertahankan identitas masing-masing.[2] Konsep megapolitan menjadi sangat berpengaruh karena memperkenalkan pemikiran baru dalam skala yang lebih besar tentang pola dan pertumbuhan perkotaan.[4]
Istilah megalopolis, kadang-kadang juga dieja megapolis, dideskripsikan berasal dari Yunani — yang dilaporkan oleh para filsuf kuno, berkaitan dengan world of ideas oleh Jean Gottmann, profesor ilmu politik di Universitas Paris, dan anggota dari Institut Studi Lanjutan di Princeton, yang pada akhir 1950-an dan awal 1960-an menyutradarai "A Study of Megalopolis" untuk The Twentieth Century Fund.[5]
Secara khusus, istilah tersebut memiliki definisi geografis yang lebih awal sejak tahun 1832, ketika artinya adalah "sebuah kota metropolis," yaitu, "kompleks perkotaan yang sangat besar dan berpenduduk padat", yang tercatat berasal dari bahasa Yunani; mégascode: grc is deprecated , yang artinya "besar", dan póliscode: grc is deprecated , memiliki arti "kota".[6][7] Online Etymology Dictionary mencatat bahwa istilah itu digunakan "pada zaman klasik sebagai julukan kota-kota besar (Athena, Sirakusa, Alexandria)", yaitu, untuk kota-kota besar pada masa itu, dan itu adalah "nama bekas kota di Arkadia".[6]
Jean Gottmann, dalam studi ekstensifnya, menerapkan istilah megalopolis pada analisis daerah pesisir timur laut Amerika Serikat yang mengalami urbanisasi, khususnya dari Boston, Massachusetts hingga ke Washington, D.C. (sekarang sering disebut sebagai Northeast Corridor – Koridor Timur Laut).[5][8] Dia memilih istilah megalopolis dalam konsultasi dengan ahli klasik, mencatat penggunaan sebelumnya "dengan arti yang sangat berbeda" (selain oleh orang dahulu), oleh Lewis Mumford sehubungan dengan kecenderungan umum dalam sejarah dan geografi "menuju kota-kota besar").[5] [Mumford, dalam The Culture of Cities (1938), menggambarkan formasi mereka sebagai tahap pertama dalam perkembangan kota yang berlebihan dan penurunan sosial.[9]]
Pada tahun 1994, William S. Ellis dan para redaktur dari National Geographic, menulis tentang kota Boston, menegaskan bahwa Gottmann sejak tahun 1961 menggunakan istilah northeast untuk megalopolis adalah penggunaan khusus pertama dari istilah tersebut dengan arti halus dari penggabungan beberapa wilayah perkotaan menjadi wilayah yang lebih besar.[10] Yoav Hagler, menulis pada tahun 2009 untuk Proyek Amerika 2050 dari Regional Plan Association (RPA) dan demikian pula dalam memperkenalkan istilah tersebut secara historis, menyatakan megalopolis sebagai pendahulu dari istilah pilihan RPA untuk contoh Amerika Serikat, yaitu "megaregion".[2] Secara pedagogis, istilah "supercity" telah ditawarkan sebagai sinonim untuk kedua istilah tersebut.[3]
Menurut asisten profesor Universitas Sirakusa; Lydia Kallipoliti (dan murid-muridnya, mengutip dari Volker Welter's – Biopolis: Patrick Geddes and the City of Life), istilah megalopolis diciptakan oleh Patrick Geddes dalam bukunya tahun 1915, Cities in Evolution,[11][12][13] dan bahwa itu kemudian digunakan oleh Oswald Spengler dalam bukunya tahun 1918, The Decline of the West.[14]

Megalopolis sering disebut dengan Megapolis. Keduanya berasal dari μέγας (mégas) yang dalam bahasa Yunani memiliki arti "besar" dan πόλις (pólis) yang memiliki arti "kota", sehingga secara keseluruhan memiliki arti "kota besar". Secara harfiah, megalopolis dalam bahasa Yunani adalah kota yang sangat besar karena awalan megalo- menunjukkan ukuran yang besar.[15] Megalopolis juga adalah sebuah kota Yunani Kuno terbentuk oleh Liga Arkadia dengan menyatukan komunitas-komunitas kecil.
Megalopolis, yang dikenal juga dengan sebutan megaregion atau dalam bahasa Indonesia disebut megapolitan, adalah jaringan kota yang terkelompok. Jean Gottmann menjelaskan bahwa megalopolis harus memiliki populasi sebanyak 25 juta jiwa.[16] Doxiadis kemudian menjelaskan bahwa megalopolis kecil harus memiliki populasi sebanyak 10 juta jiwa.[17][18][19] Proyek Amerika 2050, sebuah program dari Asosiasi Rencana Regional, mencatat ada 11 megaregion di Amerika Serikat dan Kanada.[20] Kemudian megaregion di Amerika Serikat diselidiki pada laporan Juli 2005 oleh Robert E. Lang dan Dawn Dhavale dari Institut Politeknik dan Universitas Negeri Virginia.[21] Artikel selanjutnya oleh Lang dan Nelson menggunakan 20 daerah megapolitan dan mengelompokkannya ke dalam 10 megaregion.[22]
Koridor transportasi darat yang saling terhubung, seperti rel kereta api dan jalan tol, menjadi faktor yang membantu dalam perkembangan megalopolis. Menggunakan koridor transportasi tersebut untuk melakukan perjalanan di area lingkup megalopolis, yang secara tidak formal disebut dengan megalooping. Istilah megalooping tersebut diciptakan oleh Davide Gadren dan Stefan Berteau.[23]
| Nama megalopolis | Populasi dalam jutaan 2011 |
Populasi dalam jutaan 2025 (diproyeksikan) |
Populasi persen pertumbuhan 2011 - 2025 (diproyeksikan) |
Kota-kota besar | Artikel terkait |
|---|---|---|---|---|---|
| Kota Quebec – Koridor Windsor | 18.4 | 21 | 14,1% | Hamilton, Kingston, Kitchener, London, Mississauga, Montreal, Oshawa, Ottawa, Peterborough, Kota Quebec, Toronto, Trois-Rivières, Vaughan, Windsor | Ontario Selatan |
| Calgary – Koridor Edmonton | 2.7 | 4 | 48,1% | Calgary, Edmonton, Red Deer, St. Albert, Airdrie | Wilayah Calgary, Wilayah Ibu Kota Edmonton, Alberta Tengah |

| Nama megalopolis | Populasi dalam jutaan 2015 |
Populasi dalam jutaan 2025 (diproyeksikan) |
Populasi persen pertumbuhan 2000 - 2025 (diproyeksikan) |
Kota-kota besar | Artikel terkait |
|---|---|---|---|---|---|
| Bajío | 11 | ? | ? % | León, Querétaro, Aguascalientes, Celaya, Irapuato, San Juan del Río, Salamanca | Bajío |
| Megalopolis Kota Meksiko | 28 | ? | ? % | Kota Mexico, Puebla, Cuernavaca, Toluca, Pachuca, Tula, Tlaxcala, Cuautla, Tulancingo | Megalopolis Kota Meksiko |
Catatan: Tijuana, Meksiko adalah bagian dari megalopolis California Selatan.


Unsur daerah perkotaan dari setiap megalopolis didasarkan pada perhitungan oleh Asosiasi Rencana Regional (ARR) yang merupakan organisasi Amerika Serikat. Definisi terhadap megalopolis Danau Besar adalah beberapa wilayah metropolitan Kanada dan Amerika Serikat, tapi tidak semua pusat kota besar berada di Koridor Windsor-Quebec. Perlu dicatat bahwa Houston menjadi bagian dari dua megalopolis yang berbeda yaitu Pantai Teluk dan Segitiga Texas.[20][28]

| Nama megalopolis | Populasi tahun 2013 |
Kota-kota besar | Kota-kota lain |
|---|---|---|---|
| Buenos Aires Raya | 13.641.973 | Buenos Aires; Merlo, Buenos Aires; Quilmes; Banfield, Buenos Aires | Lanús; Hurlingham, Buenos Aires; dan Avellaneda |

Terdapat 4 megaregion utama di Kolombia:
| Nama megalopolis | Populasi pada tahun 2015 | Populasi pada tahun 2030 (diproyeksikan) | Kota-kota besar |
|---|---|---|---|
| Bogota National Capital Metropolis | 17.000.000 | 26.500.000 | Bogotá, Soacha, Facatativá, Chía, Tunja, Fusagasugá, Zipaquirá, Madrid, Funza, Cajicá, Ubaté, Sibaté, Guaduas, Villa de Leyva dan Tocancipá |
| Sabuk Pasifik | 9.000.000 | 14.000.000 | Medellín, Cali, Bello, Pereira, Manizales, Armenia, Itagüí, Yumbo, dan Palmira |
| Wilayah Atlantik Timur Laut | 6.000.000 | 10.500.000 | Barranquilla, Cartagena, Santa Marta, Ciénaga, Malambo, Baranoa dan Turbaco |
| Sabuk Santander | 3.000.000 | 5,200,000 | Bucaramanga, Cúcuta, Ocaña, dan Pamplona |
Sumber lainnya[31] menunjukkan bahwa terdapat megaregion lain yang perlu dipertimbangkan:
| Nama megalopolis | Populasi tahun 2013 |
Kota-kota besar | Kota-kota lain |
|---|---|---|---|
| Megalopolis Lima-Callao | 10.523.796 | Lima dan Callao | Cono Norte, Cono Sur, dan Cono Este |
| Nama megalopolis | Populasi Tahun 2013 |
Kota-kota besar | Kota-kota lain |
|---|---|---|---|
| Megalopolis Caracas-Valencia | +9.000.000 | Caracas, Valencia, dan Maracay | Cagua, Maiquetía, dan Guatire |


Pada bulan Juli 2012, Economic Intelligence Unit membawa sebuah laporan yang berjudul; Supersized cities: China's 13 megalopolises, yang menunjukkan 13 megalopolis di Tiongkok yang mulai bermunculan, dan menyoroti tren demografis dan pendapatan yang membentuk perkembangan megalopolis tersebut.

Jepang terdiri dari berbagai megalopolis yang saling tumpang tindih. Megalopolis Sabuk Taiheiyō sendiri mencakup Tokyo Raya dan megapoles Keihanshin.

Supercity Wilayah Barat Kolombo (megapolis) dengan area seluas 3.687 km2 dan total populasi lebih dari 7 juta jiwa. Wilayah ini direncanakan untuk menjadi megacity yang luas dan modern dengan zona khusus untuk finansial, perdagangan, industri, pendidikan, logistik, transportasi, kesehatan, olahraga, aktivitas, dan layanan rekreasi yang setara dengan tingkat internasional.

Karachi terdiri dari enam distrik munisipalitas. Dengan total populasi sebanyak 24 juta jiwa berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan pada tahun 2011.
Lembah Kathmandu meliputi Kathmandu, Lalitpur, Bhaktapur, Kirtipur, Madhyapur Thimi, Banepa, Panauti, dan Dhulikhel.
| Peringkat | Nama megalopolis | Negara | Populasi dalam jutaan |
Kota-kota besar |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Jawa | 145 [41] | Serang, Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, Sukabumi, Cimahi, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Madiun, Kediri, Blitar, Mojokerto, Surabaya, Batu, Malang, Pasuruan, Probolinggo | |
| 2 | Mega Manila | 40+ | Manila, Calamba, Angeles, Baguio, Batangas, Dagupan, Olongapo, Bacoor | |
| 3 | Thailand Tengah | 25+ | Bangkok, Ayuthaya, Pattaya | |
| 4 | Zona Ekonomi Tenggara | 16+ | Đồng Nai, Bình Dương, Kota Ho Chi Minh, Provinsi Bà Rịa – Vũng Tàu, Long An, Tiền Giang |

Mega Manila terdiri dari 4 wilayah:
(Pusat Regional) San Fernando – Manila – Calamba – Calapan
(semua angka diekstrapolasi dari akhir tahun 2014–2015,[44] hingga pertengahan tahun 2016)

| Nama
Megalopolis |
Populasi
dalam jutaan |
Kota Besar |
|---|---|---|
| Wilayah Sydney | 5,77[49] | Sydney Raya (termasuk Central Coast dan Blue Mountains), Newcastle, Danau Macquarie, dan Illawarra |
| Area Teluk Port Philip | 4,98[50] | Melbourne Raya (termasuk Semenanjung Mornington), Geelong Raya, Melton, dan Victoria |
| Queensland Tenggara | 3,52[50] | Brisbane, Gold Coast, Tweed Heads, Logan City, Redland City, Wilayah Teluk Moreton, Sunshine Coast, Noosa, Ipswich, Lembah Lockyer, Toowoomba, dan Somset |
As metropolitan regions continued to expand throughout the second half of the 20th century their boundaries began to blur, creating a new scale of geography now known as the megaregion. Interlocking economic systems, shared natural resources and ecosystems, and common transportation systems link these... The challenge of identifying... emerging regions has been undertaken... The most recent iteration... has been developed by Regional Plan Association (RPA) in partnership with the Lincoln Institute of Land Policy. Eleven such megaregions have been identified... that would make cooperative integrated planning advantageous... Th[e] tradition of geographers and planners attempting to enhance the value of geographic definitions to meet the needs of new generations continued with the first identification of a scale larger than the metro regions by French geographer Jean Gottmann in his 1961 book Megalopolis. This "Megalopolis" referred specifically to the Northeastern United States ... Regional Plan Association also identified this emerging Northeast Megaregion in the 1960s.
Patrick Geddes coined this term in the early twentieth century...Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link) Note, this work makes other original, untested claims, including that the term is now no longer relevant, insofar as digital aspects of business have (fully) made physical geographical descriptions "outdated".Templat:Dubious inline For the further information regarding the date of, and attribution of this work to Kallipoliti et al., see this link.