Marsialapari adalah kegiatan gotong royong bergiliran sebagai prinsip hidup yang khas dari Suku Angkola. Tradisi Marsialapari ini adalah tradisi saling bantu-membantu, dan bekerjasama dalam mengerjakan sawah. Tradisi ini merupakan budaya dan bentuk kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal, pada umumnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Marsialapari adalah kegiatan gotong royong bergiliran sebagai prinsip hidup yang khas dari Suku Angkola.[1] Tradisi Marsialapari ini adalah tradisi saling bantu-membantu, dan bekerjasama dalam mengerjakan sawah. Tradisi ini merupakan budaya dan bentuk kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal, pada umumnya.[2]
Marsialapari berasal dari kata Alap dan Ari.Alap artinya Ambil sedangkan kata Ari artinya Hari ditambah awalan kata kerja Marsi, dalam bahasa Indonesia Marsi sama dengan Saling, Sehingga, marsialapari dalam bahasa Indonesia adalah saling mengambil hari; sederhananya arti marsialapari adalah gotong royong bergiliran. Contoh marsialapari yang dilakukan oleh 4 orang: pada hari pertama mereka gotong royong di sawah si A, besoknya mereka gotong royong di tempat si B, besoknya lagi di tempat C, dan seterusnya hingga semua mendapat giliran.
Kegiatan marsialapari umumnya dilakukan pada waktu menanam, memanen padi, pekerjaaan di ladang dan horja atau pesta.[3]