Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Marsialapari

Marsialapari adalah kegiatan gotong royong bergiliran sebagai prinsip hidup yang khas dari Suku Angkola. Tradisi Marsialapari ini adalah tradisi saling bantu-membantu, dan bekerjasama dalam mengerjakan sawah. Tradisi ini merupakan budaya dan bentuk kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal, pada umumnya.

Wikipedia article
Diperbarui 19 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Marsialapari
Penerapan marsialapari saat memanen padi

Marsialapari adalah kegiatan gotong royong bergiliran sebagai prinsip hidup yang khas dari Suku Angkola.[1] Tradisi Marsialapari ini adalah tradisi saling bantu-membantu, dan bekerjasama dalam mengerjakan sawah. Tradisi ini merupakan budaya dan bentuk kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal, pada umumnya.[2]

Etimologi

Marsialapari berasal dari kata Alap dan Ari.Alap artinya Ambil sedangkan kata Ari artinya Hari ditambah awalan kata kerja Marsi, dalam bahasa Indonesia Marsi sama dengan Saling, Sehingga, marsialapari dalam bahasa Indonesia adalah saling mengambil hari; sederhananya arti marsialapari adalah gotong royong bergiliran. Contoh marsialapari yang dilakukan oleh 4 orang: pada hari pertama mereka gotong royong di sawah si A, besoknya mereka gotong royong di tempat si B, besoknya lagi di tempat C, dan seterusnya hingga semua mendapat giliran.

Kegiatan marsialapari umumnya dilakukan pada waktu menanam, memanen padi, pekerjaaan di ladang dan horja atau pesta.[3]

Lihat pula

  • Gordang Sambilan
  • Markusip
  • Marpangir
  • Onang-onang
  • Ungut-ungut
  • Marmoncak

Referensi

  1. ↑ "Marsialapari Budaya Mandailing yang Layak Dicontoh". apakabarsidimpuan.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-13. Diakses tanggal September 12, 2015.
  2. ↑ "Mengenal Tradisi Marsialapari, Gotong Royong Masyarakat Mandailing". medan.kompas.com. Diakses tanggal 7 Des. 2025.
  3. ↑ "MARSIALAPARI TRADISI GOTONG ROYONG MASYARAKAT MANDAILING » Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh". kemdikbud.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-02-21. Diakses tanggal September 12, 2015.
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
  • l
  • b
  • s
Filsafat Indonesia
Jawa & Sansekerta
  • Astabrata
  • Bhinneka Tunggal Ika
  • Empan papan
  • Ing ngarsa sung tuladha
  • Jer basuki mawa béya
  • Gotong royong
  • Manunggaling kawula gusti
  • Memayu hayuning bawana
  • Mikul dhuwur, mendhem jero
  • Ngalah, ngalih, ngamuk
  • Ngunduh wohing pakarti
  • Nrima ing pandum
  • Ojo dumeh
  • Pancasila
  • Rawe-rawe rantas
  • Samadya
  • Sawang sinawang
  • Sura dira jayaningrat
Sunda
  • Cageur, bageur, bener, pinter, singer
  • Nyaah ka indung
  • Silih asah, silih asih, silih asuh
  • Someah hade ka semah
Bali
  • Tri hita karana
  • Tri kaya parisudha
Minangkabau
  • Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah
  • Anak dipangku, kamanakan dibimbiang
  • Hidup segan mati tak mau
  • Telunjuk lurus kelingking berkait
Batak
  • Anakkon hi do hamoraon di au
  • Dalihan na tolu
  • Hamoraon, hagabeon, hasangapon
  • Marsialapari
  • Ugamo Malim
Bugis - Makassar
  • Siri’ na pacce
  • Lempu' na getteng
Banjar
  • Waja sampai kaputing
Madura
  • Lebbi bagus pote tollang
Minahasa
  • Mapalus
Melayu
  • Budi dan bahasa
  • Lempar batu sembunyi tangan
  • Malu itu adalah iman
  • Udang di balik batu
Dayak
  • Belom Bahadat
  • Handep
  • Huma betang
  • Tiwah
Sasak
  • Tarekat Wetu Telu
Lainnya
  • Salam Lintas Agama
  • Hukum kekekalan penderitaan
Lihat pula: Daftar Filsuf Indonesia & Kearifan lokal Indonesia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Lihat pula
  3. Referensi

Artikel Terkait

Pancasila

Ideologi resmi Indonesia

Salam Lintas Agama

ucapan salam khas enam agama di Indonesia

Sumpah Palapa

Sumpah Gajah Mada, patih kerajaan Majapahit, untuk menyatukan Nusantara

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026