Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Madya

Madya adalah salah satu tingkatan bahasa yang digunakan dalam unggah-ungguh bahasa Jawa versi lama. Bahasa ini menggunakan kata madya dengan awalan dan akhiran ngoko.

tingkatan bahasa dalam bahasa Jawa
Diperbarui 27 April 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini ditujukan sebagai artikel untuk topik tingkatan bahasa dalam bahasa Jawa. Untuk kosakata dalam bahasa Jawa, lihat kata madya dan kata krama madya.

Madya (aksara Jawa: ꦩꦢꦾ, pengucapan bahasa Jawa: [mad̪jɔ]; sekarang disebut sebagai krama madya) adalah salah satu tingkatan bahasa yang digunakan dalam unggah-ungguh bahasa Jawa versi lama.[1] Bahasa ini menggunakan kata madya dengan awalan dan akhiran ngoko.[2]

Menurut unggah-ungguh bahasa Jawa versi lama, madya berada di antara ngoko dan krama. Sebelumnya, madya dibagi menjadi tiga: madya ngoko, madyantara, dan madya krama.[2][3] Pada unggah-ungguh bahasa Jawa versi baru, madya tidak dicantumkan lagi; tidak berdiri sendiri seperti ngoko dan krama. Meskipun demikian, madya masih digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kini, madya kadang-kadang dianggap sebagai bagian dari bahasa krama yang tidak halus[2] dan tidak baku, maka disebut sebagai krama madya.

Pembagian

Unggah-ungguh bahasa Jawa versi lama: madya ada di antara ngoko dan krama.

Sebelumnya, madya dibagi menjadi tiga: madya ngoko, madya krama, dan madyantara. Namun, beberapa buku tidak bersependapat dengan penguraian madya krama dan madyantara.

Catatan: pada contoh di bawah, kata ngoko dicetak tebal dan digarisbawahi, kata krama dicetak tebal, sedangkan kata krama inggil digarisbawahi.

Madya ngoko

Madya ngoko adalah bahasa madya yang menggunakan kata madya dan kata ngoko dengan awalan dan akhiran ngoko.[2][3][4][5] Kata ganti orang kedua menggunakan kata dika, sedangkan kata ganti orang pertama menggunakan kata kula. Penggunaan madya ngoko biasanya dipakai pada pembicaraan antara pedagang kepada pedagang.[3] Di bawah ini adalah contoh kalimat yang menggunakan madya ngoko.

  1. Mang madhang sega abang.[5]
  2. Dika kok sajak kesusu ngajak mulih kula. Onten preluné napa, ta?[3]
  3. Dika napa arep mangan iwak wedhus?[4]

Madya krama

Madya krama adalah bahasa madya yang menggunakan kata madya dan kata krama dengan awalan dan akhiran ngoko (Pendapat 1).[4][5] Ada pendapat lain bahwa madya krama juga memuat kata krama inggil (Pendapat 2).[2][3] Penggunaan madya krama biasanya dipakai pada pembicaraan antara perempuan kepada suaminya.[3] Di bawah ini adalah contoh kalimat yang menggunakan madya krama.

  1. Mang nedha sekul abrit.[5] (Pendapat 1)
  2. Pakné, wanci ngèten kok empun ajeng tindak teng kantor. Napa kathah padamelan?[3] (Pendapat 2)
  3. Samang napa ajeng nedha ulam menda?[4] (Pendapat 1)

Madyantara

Madyantara adalah bahasa madya yang menggunakan kata madya, kata krama, kata krama inggil dengan awalan dan akhiran ngoko (Pendapat 1).[4][5] Ada pendapat lain bahwa madyantara hanya memuat kata madya dan kata krama (Pendapat 2).[2] Pendapat lainnya lagi mengatakan bahwa madyantara sama dengan madya ngoko, hanya berbeda pada kata ganti orang kedua yang menggunakan kata mang, samang, atau sampéyan pada madyantara (Pendapat 3).[3] Penggunaan madyantara biasanya dipakai pada pembicaraan antara perempuan kepada suaminya,[5] priyayi kecil kepada priyayi kecil, dan priyayi kepada saudaranya yang berpangkat lebih rendah.[3] Di bawah ini adalah contoh kalimat yang menggunakan madyantara.

  1. Mang dhahar sekul abrit.[5] (Pendapat 1)
  2. Sampéyan rak empun duwé tumbak sing luwih apik, ta?[3] (Pendapat 2)
  3. Sampéyan napa kersa dhahar ulam ménda?[4] (Pendapat 1)

Lihat pula

  • Ngoko
  • Krama
  • Kata madya

Rujukan

Catatan kaki

  1. ↑ Suwadji 2013, hlm. 12-13.
  2. 1 2 3 4 5 6 Suwadji 2013, hlm. 12.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Padmosoekotjo 1953, hlm. 13-15.
  4. 1 2 3 4 5 6 Prajapustaka 1925, hlm. 5-6.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 "Antya basa lan basa antya". Sasadara. 9 Agustus 1903.

Daftar pustaka

  • Padmosoekotjo, S. (1953). Ngéngréngan Kasusastran Djawa I. Yogyakarta: Toko Buku Hien Ho Sing.
  • Prajapustaka, Mas Ngabèi (1925). Kawruh Basa. Yogyakarta: N. V. Mardi Mulya.
  • Suwadji (2013). Ngoko Krama. Yogyakarta: Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. ISBN 9786027777620. OCLC 890814963.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Madya.
  • Pedoman Umum Ejaan Bahasa Jawa (PUEBJ)
  • Leksikon bahasa Jawa di Sastra.org
  • Bausastra Jawa oleh W.J.S. Poerwadarminta
  • Kamus bahasa Indonesia-Jawa
  • Kamus bahasa Jawa-Inggris di SEAlang Projects
  • l
  • b
  • s
Bahasa Jawa
Penulisan
  • Buda
  • Carakan
  • Cacarakan
  • Kawi
  • Latin
  • Pegon
  • Rikasara
Aksara Jawa
Tingkatan
Bahasa
  • Ngoko
    • lugu
    • alus
  • Krama
    • lugu
    • alus
Kosakata
  • Ngoko
  • Krama-ngoko
  • Krama
    • krama madya
  • Krama inggil
    • krama andhap
Dialek
Bagian Barat
  • Banten
  • Indramayu
  • Cirebon
Bagian Tengah
  • Banyumas
  • Kedu
  • Mataram (standar)
  • Mataraman
Pesisiran
  • Tegal
  • Pekalongan
  • Semarang
  • Muria
Bagian Timur
  • Jombang
Arekan
  • Surabaya
  • Malang
Bahasa terkait
  • Bagongan
  • Jawa Kuno
    • Kawi (kesusastraan)
  • Osing
  • Suriname
  • Tengger
Topik terkait
  • Angka
  • Jawanisme
  • Sastra Jawa
  • Kongres
    • bahasa
    • aksara
  • Wikipedia
  • Blok Unicode

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pembagian
  2. Madya ngoko
  3. Madya krama
  4. Madyantara
  5. Lihat pula
  6. Rujukan
  7. Catatan kaki
  8. Daftar pustaka
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Bahasa Jawa

bahasa Austronesia

Bahasa Jawa Mataraman

bagian dari rumpun bahasa Austronesia

Bahasa Jawa Banyumasan

salah satu dialek dari bahasa Jawa Ngapak yang dituturkan oleh etnis Jawa Ngapak asal Banyumas

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026