Luyo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kecamatan agraris yang memiliki potensi pertanian dan warisan budaya lokal yang kuat, termasuk situs sejarah Allamungan Batu. Menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Polewali Mandar, Kecamatan Luyo memiliki luas wilayah sekitar 273,09 km² dan jumlah penduduk sebanyak 33.814 jiwa berdasarkan Sensus Penduduk 2020.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Luyo | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Barat | ||||
| Kabupaten | Polewali Mandar | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | - | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | - jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 76.04.10 | ||||
| Kode BPS | 7602031 | ||||
| Luas | - km² | ||||
| Kepadatan | - jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | - | ||||
| |||||
Luyo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kecamatan agraris yang memiliki potensi pertanian dan warisan budaya lokal yang kuat, termasuk situs sejarah Allamungan Batu. Menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Polewali Mandar, Kecamatan Luyo memiliki luas wilayah sekitar 273,09 km² dan jumlah penduduk sebanyak 33.814 jiwa berdasarkan Sensus Penduduk 2020.[1]
Kecamatan Luyo terletak di bagian tengah Kabupaten Polewali Mandar. Wilayahnya terdiri dari dataran dan perbukitan ringan yang mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan. Iklim tropis dengan curah hujan yang relatif merata sepanjang tahun membuat daerah ini cocok untuk pertanian tanaman pangan dan perkebunan seperti kakao.[2]
Secara administratif, Kecamatan Luyo dibagi menjadi beberapa desa dan/atau kelurahan yang masing-masing memiliki pemerintahan desa. Pemerintah kecamatan bertugas sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten dalam mengoordinasikan pelayanan publik serta pelaksanaan pembangunan di tingkat desa.[3]
Publikasi Kecamatan Luyo Dalam Angka yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Polewali Mandar menyajikan data demografi, sosial, ekonomi, dan infrastruktur wilayah berdasarkan statistik resmi.[4]
Perekonomian masyarakat Kecamatan Luyo mayoritas bergerak di sektor pertanian. Komoditas utama meliputi padi, jagung, serta tanaman perkebunan seperti kakao yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama masyarakat. Selain itu, sektor perdagangan kecil, jasa, dan usaha mikro turut berkembang seiring aktivitas ekonomi lokal.[5]
Pembangunan infrastruktur di Kecamatan Luyo terus dilakukan, termasuk perbaikan jalan penghubung antar desa serta penyediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Terdapat sekolah menengah kejuruan seperti SMKN Luyo yang melayani pendidikan vokasi di wilayah tersebut.[6]
Salah satu warisan budaya dan sejarah penting di Kecamatan Luyo adalah situs yang dikenal sebagai Allamungan Batu. Situs ini merupakan bukti adanya perjanjian adat kuno antara federasi kerajaan di Tanah Mandar, yaitu Pitu Ulunna Salu (tujuh kerajaan di hulu sungai) dan Pitu Ba'bana Binanga (tujuh kerajaan di wilayah pesisir). Perjanjian tersebut melahirkan komitmen persatuan dan kerja sama antarwilayah Mandar dalam menghadapi ancaman dari luar.[7]
Menurut dokumen resmi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Allamungan Batu terletak di Dusun Luyo, Desa Luyo, dan telah direkomendasikan sebagai situs cagar budaya tingkat kabupaten.[8]
Media pemerintah daerah juga memberitakan bahwa situs Allamungan Batu menjadi pusat kegiatan budaya, seperti Expo Assitalliang, yang bertujuan mengenalkan dan melestarikan sejarah lokal kepada generasi muda.[9]
Selain warisan sejarah, masyarakat Kecamatan Luyo aktif menyelenggarakan kegiatan sosial dan budaya, seperti pesta rakyat dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang berfungsi sebagai sarana penguatan kebersamaan dan pengembangan UMKM lokal.[10]