Kabupaten Polewali Mandar adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Ibu kotanya berada di Kecamatan Polewali. Jumlah penduduk di Polewali Mandar pada pertengahan tahun 2024 adalah 490.029 jiwa, dan kabupaten ini menjadi kabupaten dengan penduduk terbanyak di provinsi Sulawesi Barat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Polewali Mandar | |
|---|---|
Pantai Palippis | |
| Motto: Sipamandaq (Mandar) Saling Memperkuat | |
![]() Peta | |
| Koordinat: 3°24′S 119°18′E / 3.4°S 119.3°E / -3.4; 119.3 | |
| Negara | |
| Provinsi | Sulawesi Barat |
| Tanggal berdiri | 4 Juli 1959 |
| Dasar hukum | UU No. 29 Tahun 1959 |
| Hari jadi | 29 Desember 1959 |
| Ibu kota | Polewali |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | Samsul Mahmud |
| • Wakil Bupati | Andi Nursami Masdar |
| • Sekretaris Daerah | Nursaid Mustafa |
| Luas | |
| • Total | 2.022,30 km2 (780,81 sq mi) |
| Populasi (30 Juni 2024) | |
| • Total | 490.029 |
| • Kepadatan | 240/km2 (630/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • Bahasa | Indonesia, Mandar, Mamasa, Pattae', Jawa, Bugis, Pattinjo |
| • IPM | sedang[2] |
| Zona waktu | UTC+08:00 (WITA) |
| Kode BPS | |
| Kode area telepon | 0428 |
| Pelat kendaraan | DC xxxx C*/N* |
| Kode Kemendagri | 76.04 |
| APBD | Rp 1,640,228,000,000,- (2022) |
| DAU | Rp 955,943,291,000,- |
| Situs web | polmankab |
Kabupaten Polewali Mandar adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Ibu kotanya berada di Kecamatan Polewali. Jumlah penduduk di Polewali Mandar pada pertengahan tahun 2024 adalah 490.029 jiwa, dan kabupaten ini menjadi kabupaten dengan penduduk terbanyak di provinsi Sulawesi Barat.[1]
Sebelum dinamai Polewali Mandar, daerah ini bernama Kabupaten Polewali Mamasa disingkat Polmas yang secara administratif berada dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Setelah daerah ini dimekarkan dengan berdirinya Kabupaten Mamasa sebagai kabupaten tersendiri, maka nama Polewali Mamasa pun diganti menjadi Polewali Mandar. Nama Kabupaten ini resmi digunakan dalam proses administrasi pemerintahan sejak tanggal 1 Januari 2006 setelah ditetapkan dalam bentuk PP No. 74 Tahun 2005, tanggal 27 Desember 2005 tentang perubahan nama Kabupaten Polewali Mamasa menjadi Kabupaten Polewali Mandar.
Sementara Kesatuan Hukum Adat Pitu Ulunna Salu (Tujuh Kerajaan di Hulu Sungai) yang terletak di wilayah pegunungan berada di Onder Afdeling Mamasa yang meliputi:
Kabupaten Polewali Mandar adalah salah satu di antara 5 (lima) Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat yang terbentuk berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran bekas Daerah Swatantra (Afdeling) Mandar yang menjadi 3 kabupaten atau daerah tingkat II yang dimekarkan berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 1959, yaitu:
Berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pembentukan 22 Kabupaten/Kota Baru di seluruh wilayah provinsi, dua di antara kabupaten/kota itu adalah Kota Palopo dan Kabupaten Mamasa. Mamasa merupakan hasil pemekaran dari Daerah Tingkat II Polewali Mamasa, sehingga kedua onder afdeling Polewali dan Mamasa dimekarkan menjadi dua kabupaten terpisah, yaitu: Kabupaten Polewali Mamasa dan Kabupaten Mamasa.
Kabupaten Polewali Mandar secara geografis terletak antara 2°40’00”-3°32’00” LU dan 118°40’27”-119°32’27” BT.
| Utara | Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Majene |
| Timur | Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan |
| Selatan | Laut |
| Barat | Kabupaten Majene |
Luas wilayah Polewali Mandar adalah 2.022,30 km² dan secara administrasi kepemerintahan, Polewali Mandar terbagi menjadi 16 kecamatan.
Bupati Polewali Mandar untuk periode 2025-2030 dijabat oleh Samsul Mahmud, dan wakil bupati dijabat oleh Andi Nursami Masdar. Mereka memenangkan pemilihan umum bupati Polewali Mandar 2024, dan dilantik oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara Jakarta.[3]
| No | Bupati | Mulai jabatan | Akhir Jabatan | Wakil Bupati | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 9 | Samsul Mahmud | 20 Februari 2025 | Petahana | Andi Nursami Masdar | ||
Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Polewali Mandar dalam dua periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |
|---|---|---|
| 2014–2019 | 2019–2024 | |
| PPP | ||
| Demokrat | ||
| PKPI (termasuk PKP) | ||
| PAN | ||
| PKB | ||
| PKS | ||
| PDI-P | ||
| Golkar | ||
| Gerindra | ||
| Hanura | ||
| NasDem | (baru) 2 | |
| Perindo | (baru) 1 | |
| Jumlah Anggota | ||
| Jumlah Partai | ||
Kabupaten Polewali Mandar terdiri dari 16 kecamatan, 23 kelurahan, dan 173 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 517.677 jiwa dengan luas wilayah 1.775,65 km² dan sebaran penduduk 291 jiwa/km².[4][5]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Polewali Mandar, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri | Kecamatan | Jumlah Kelurahan | Jumlah Desa |
Status | Daftar Desa/Kelurahan |
|---|---|---|---|---|---|
| 76.04.15 | Allu | 1 | 7 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 76.04.13 | Anreapi | 1 | 4 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 76.04.06 | Binuang | 1 | 9 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 76.04.12 | Balanipa | 1 | 10 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 76.04.16 | Bulo | 9 | Desa | ||
| 76.04.02 | Campalagian | 1 | 17 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 76.04.11 | Limboro | 1 | 10 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 76.04.10 | Luyo | 1 | 10 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 76.04.08 | Mapilli | 1 | 11 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 76.04.14 | Matakali | 1 | 6 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 76.04.09 | Matangnga | 1 | 6 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 76.04.04 | Polewali | 9 | - | Kelurahan | |
| 76.04.07 | Tapango | 1 | 13 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 76.04.01 | Tinambung | 1 | 7 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 76.04.05 | Tutar | 1 | 12 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 76.04.03 | Wonomulyo | 1 | 13 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| TOTAL | 23 | 144 |
Tahun 2004 penduduk berjumlah 360.382 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 0,58% per tahun. Jumlah penduduk tersebut terbagi dalam 77.157 rumah tangga. Kecamatan Campalagian merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, yaitu 49.400 jiwa (13,37%) sedangkan yang terkecil adalah Kecamatan Matangnga, 4.761 jiwa (1,32%). Kepadatan penduduk rata-rata di Polewali Mandar sebesar 178 jiwa per km2.
Salah satu upaya pemerintah daerah dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan SDM melalui pendidikan adalah realisasi program wajib belajar 9 tahun. Melalui program ini diharapkan tercipta sumber daya manusia yang siap mengembangkan diri untuk bersaing pada era globalisasi. Polewali Mandar senantiasa berupaya menciptakan masyarakat terdidik. Hal ini dapat diamati, antara lain melalui peningkatan jumlah saran di sekolah tingkat dasar maupun tingkat menengah. Setiap tahun, jumlah murid/siswa dari TK hingga tingkat perguruan tinggi mengalami peningkatan.