Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Chrysomya bezziana

Chrysomya bezziana, juga dikenal sebagai lalat ulat sekrup Dunia Lama, adalah spesies lalat yang bersifat parasit obligat pada mamalia sehingga ia membutuhkan inang untuk menyelesaikan tahapan perkembangannya. Nama spesies ini diambil dari ahli entomologi Italia, Mario Bezzi.

spesies serangga
Diperbarui 24 Agustus 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Chrysomya bezziana
Chrysomya bezziana Suntingan nilai di Wikidata

Larva dan lalat dewasa Chrysomya bezziana
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumArthropoda
KelasInsecta
OrdoDiptera
FamiliCalliphoridae
GenusChrysomya
SpesiesChrysomya bezziana Suntingan nilai di Wikidata
Villeneuve, 1914
Artikel takson sembarang

Chrysomya bezziana, juga dikenal sebagai lalat ulat sekrup Dunia Lama (bahasa Inggris: New World screwworm fly), adalah spesies lalat yang bersifat parasit obligat pada mamalia sehingga ia membutuhkan inang untuk menyelesaikan tahapan perkembangannya. Nama spesies ini diambil dari ahli entomologi Italia, Mario Bezzi.

Lalat ini tersebar luas daerah tropis di Dunia Lama, seperti di wilayah tropis Afrika, India, beberapa negara di Timur Tengah, Asia Tenggara dan Papua Nugini.[1] Lalat dewasa berwarna hijau metalik atau biru dengan bagian wajah berwarna kuning, sementaranya bentuk larva cenderung halus dan tidak memiliki tonjolan tubuh yang jelas kecuali pada segmen terakhir.[2]

Lalat ini memakan bahan organik yang membusuk, sedangkan larvanya memakan jaringan hidup mamalia berdarah panas, tidak seperti larva lalat lainnya yang banyak memakan jaringan nekrotik yang telah mati. Penyakit akibat infestasi larva lalat disebut miasis. Karena larvanya mampu mengakibatkan kerusakan jaringan secara permanen, C. bezziana mendapatkan banyak perhatian dari publik. Pengendalian penyakit dilakukan dengan mencegah kolonisasi lalat dan mengobati infestasi larva yang sedang berlangsung.

Referensi

  1. ↑ Sutherst, R.W.; Spradbery, J.P.; Maywald, G.F. (1989). "The potential geographical distribution of the Old World screw-worm fly, Chrysomya bezziana". Medical and Veterinary Entomology. 3 (3): 273–280. doi:10.1111/j.1365-2915.1989.tb00228.x. ISSN 0269-283X.
  2. ↑ "Filth Flies: Significance, Surveillance and Control in Contingency Operations". AFPMB. Maret 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Maret 2009.
  • l
  • b
  • s
Hama dan penyakit hewan karantina (HPHK)
HPHK Golongan I
Penyakit prion
  • Penyakit sapi gila
  • Skrapi
Penyakit viral
  • Adenokarsinoma paru domba
  • Anemia infeksius kuda
  • Arteritis viral kuda
  • Artritis dan ensefalitis kambing
  • Cacar domba dan cacar kambing
  • Cacar kuda genital
  • Cacar unta
  • Demam babi Afrika
  • Demam berdarah Krimea–Kongo
  • Demam lembah rift
  • Ensefalitis lembah murray dan demam nil barat
  • Ensefalitis virus nipah
  • Ensefalomielitis burung
  • Ensefalomielitis kuda (timur, barat, venezuela)
  • Ensefalomielitis teskovirus
  • Enteritis viral bebek
  • Flu babi
  • Flu burung patogenisitas tinggi
  • Flu kuda
  • Gastroenteritis menular babi
  • Hepatitis viral bebek
  • Infeksi Hendravirus
  • Maedi-visna
  • Miksomatosis
  • Penyakit domba nairobi
  • Penyakit hemoragik kelinci
  • Penyakit kuda Afrika
  • Penyakit kulit berbenjol
  • Penyakit mulut dan kuku
  • Penyakit virus ebola
  • Penyakit virus marburg
  • Penyakit vesikular
  • Penyakit vesikular babi
  • Pseudorabies
  • Rhinopneumonitis kuda
  • Rhinotrakeitis kalkun
  • Sampar ruminansia kecil
  • Sampar sapi
  • Sindrom reproduksi dan respirasi babi
Penyakit bakterial
  • Agalaksia menular
  • Aktinomikosis sapi
  • American foulbrood
  • Bruselosis kambing dan bruselosis domba
  • Epididimitis domba
  • European foulbrood
  • Heartwater
  • Ingus jahat
  • Ingus tenang
  • Kampilobakteriosis
  • Metritis kuda menular
  • Pleuropneumonia kambing menular
  • Pleuropneumonia sapi menular
  • Rhinitis atropik babi
  • Septisemia Yersinia pseudotuberkulosis
  • Tularemia
Penyakit parasitik
  • Akarapisosis lebah madu
  • Dourin
  • Infestasi lalat sekrup Dunia Baru (miasis)
  • Infestasi kumbang sarang lebah kecil
  • Infestasi Tropilaelaps lebah madu
  • Leismaniasis
  • Trikomoniasis
  • Varroosis lebah madu
HPHK Golongan II
Penyakit viral
  • Anemia ayam infeksius
  • Bronkitis infeksius
  • Cacar unggas
  • Demam babi klasik
  • Demam kataral malignan
  • Diare ganas/penyakit mukosal sapi
  • Ensefalitis Jepang
  • Flu burung patogenisitas rendah
  • Laringotrakeitis infeksius
  • Leukosis limfoid
  • Leukosis sapi enzootik
  • Orf
  • Penyakit gumboro
  • Penyakit Jembrana
  • Penyakit lidah biru
  • Penyakit Marek
  • Penyakit Newcastle
  • Penyakit parvovirus anjing
  • Rabies
  • Rhinotrakeitis sapi infeksius/vulvovaginitis pustular infeksius
  • Sindrom kekerdilan ayam
  • Sindrom penurunan telur
Penyakit bakterial
  • Antraks
  • Bruselosis
  • Dermatofilosis
  • Disentri babi
  • Erisipelas
  • Kolera unggas
  • Leptospirosis
  • Listeriosis
  • Mikoplasmosis burung (penyakit respirasi kronis, sinovitis infeksius)
  • Paratuberkulosis
  • Psitakosis
  • Radang paha
  • Septisemia epizotik
  • Tifoid unggas
  • Tuberkulosis
  • Tuberkulosis burung
  • Tuberkulosis sapi
Penyakit fungal
  • Pebrin
  • Ringworm
  • Selakarang
Penyakit parasitik
  • Anaplasmosis
  • Anaplasmosis sapi
  • Babesiosis
  • Babesiosis sapi
  • Ekinokokosis
  • Infestasi lalat sekrup Dunia Lama (miasis)
  • Kaskado
  • Mange (skabies, demodikosis)
  • Piroplasmosis kuda
  • Sistiserkosis
  • Sistiserkosis babi
  • Theileriosis
  • Trikinosis
  • Tripanosomosis
Pengidentifikasi takson
Chrysomya bezziana
  • Wikidata: Q3675989
  • BOLD: 32675
  • CoL: 5YPRY
  • EoL: 709798
  • EPPO: CHRMBE
  • GBIF: 5064144
  • iNaturalist: 657663
  • IRMNG: 10103876
  • ISC: 88417
  • NCBI: 69364
  • Open Tree of Life: 855154

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Serangga

kelas hewan dalam filum Artropoda

Serangga penyerbuk

perilaku serangga penyerbuk. Sebanyak 70% dari 250.000 spesies tumbuhan memerlukan bantuan serangga untuk melakukan penyerbukan. Satu spesies tumbuhan

Serangga sisik

kira-kira 8,000 spesies serangga sisik. Kadang-kadang serangga sisik dijumpai hidup secara simbiosis dengan semut. Famili utama serangga sisik antara lain:

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026