Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ensefalitis Jepang

Ensefalitis Jepang adalah infeksi otak yang disebabkan oleh virus ensefalitis Jepang. Virus ini memiliki periode inkubasi selama 2 hingga 26 hari. Hanya 1 dari 250 infeksi virus ini yang berkembang menjadi ensefalitis. Walaupun infeksi biasanya tidak menyebabkan gejala atau hanya sedikit gejala, kadang-kadang terjadi radang pada otak. Jika hal ini terjadi, maka gejalanya dapat meliputi sakit kepala, muntah, demam, dan kejang. Gejala-gejala ini dapat muncul 5 hingga 15 hari setelah infeksi.

Wikipedia article
Diperbarui 8 September 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ensefalitis Jepang
Ensefalitis Jepang
Nama lainEnsefalitis Jepang B
Persebaran geografis Ensefalitis Jepang
SpesialisasiPenyakit menular
GejalaSakit kepala, demam, muntah, kejang[1]
Awitan umum5 hingga 15 hari setelah infeksi[1]
PenyebabVirus ensefalitis Jepang (disebarkan oleh nyamuk)
Metode diagnostikUji darah atau cairan serebrospinal[2]
PencegahanVaksin ensefalitis Jepang, menghindari gigitan nyamuk[2]
PengobatanPerawatan suportif[1]
Frekuensi68.000[2]
Kematian17.000[2]

Ensefalitis Jepang adalah infeksi otak yang disebabkan oleh virus ensefalitis Jepang.[3] Virus ini memiliki periode inkubasi selama 2 hingga 26 hari.[4] Hanya 1 dari 250 infeksi virus ini yang berkembang menjadi ensefalitis.[5] Walaupun infeksi biasanya tidak menyebabkan gejala atau hanya sedikit gejala, kadang-kadang terjadi radang pada otak.[3] Jika hal ini terjadi, maka gejalanya dapat meliputi sakit kepala, muntah, demam, dan kejang. Gejala-gejala ini dapat muncul 5 hingga 15 hari setelah infeksi.[1]

Virus ensefalitis Jepang disebarkan oleh nyamuk, khususnya yang berjenis Culex.[2]Beberapa spesies nyamuk lokal yang membantu penyebaran penyakit ini adalah Culex vishnui di India, Culex gelidus di Indonesia, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam, dan Culex fuscocephala di Malaysia, Sri Lanka, Thailand, dan Taiwan.[6] Babi dan burung liar menjadi sarang virus ini. Penyakit ini biasanya terjadi di luar kota. Diagnosis dilakukan melalui uji darah atau cairan serebrospinal.[2]

Penyakit ini dapat dicegah melalui vaksin ensefalitis Jepang atau dengan menghindari gigitan nyamuk.[2] Jika sudah terinfeksi, tidak ada penanganan khusus dan hanya dilakukan perawatan suportif di rumah sakit.[1] Masalah permanen dapat muncul pada setengah pasien yang berhasil pulih.[2]

Penyakit ini menjangkiti kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat. Sekitar 3 miliar orang tinggal di daerah penyebaran penyakit ini. Terdapat sekitar 68.000 setiap tahunnya, dengan jumlah korban yang berkisar pada angka 17.000. Penyakit ini sendiri pertama kali dideskripsikan pada tahun 1871.[2]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 5 "Symptoms and Treatment". CDC (dalam bahasa American English). Agustus 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Juni 2017. Diakses tanggal 29 Oktober 2017.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Japanese encephalitis". World Health Organization. Desember 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Juli 2017. Diakses tanggal 29 Oktober 2017.
  3. 1 2 "Japanese Encephalitis". CDC (dalam bahasa American English). Agustus 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Mei 2017. Diakses tanggal 29 Oktober 2017.
  4. ↑ Moloney, Rachael M.; Kmush, Brittany; Rudolph, Kara E.; Cummings, Derek A. T.; Lessler, Justin (7 May 2014). "Incubation Periods of Mosquito-Borne Viral Infections: A Systematic Review". The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. 90 (5): 882–891. doi:10.4269/ajtmh.13-0403. PMC 4015582. PMID 24639305.
  5. ↑ Simon, LV; Kruse, B (January 2018). Encephalitis, Japanese. PMID 29262148.
  6. ↑ Encyclopedia of entomology. Capinera, John L. (Edisi 2nd ed). Dordrecht: Springer. 2008. ISBN 978-1-4020-6359-6. OCLC 288440300. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki

Artikel Terkait

Ensefalitis Saint Louis

Ensefalitis Saint Louis adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus ensefalitis Saint Louis. Virus ensefalitis Saint Louis berkerabat dengan virus

Vaksin ensefalitis Jepang

Vaksin ensefalitis Jepang merupakan vaksin yang memberi perlindungan dari penyakit ensefalitis Jepang. Vaksin ini memiliki tingkat kemanjuran lebih dari

Zoonosis

Penyakit infeksi yang menular dari hewan vertebrata ke manusia dan sebaliknya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026