Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Radang

Radang atau inflamasi adalah respons dari suatu organisme terhadap patogen dan gangguan mekanis dalam jaringan, berupa rangkaian reaksi yang terjadi pada tempat jaringan yang mengalami cedera, seperti karena terbakar atau terinfeksi. Radang merupakan salah satu dari respons utama sistem imun terhadap infeksi dan iritasi. Radang distimulasi oleh faktor kimia yang dilepaskan oleh sel yang berperan sebagai mediator radang di dalam sistem imun untuk melindungi jaringan sekitar dari penyebaran infeksi.

respons dari suatu organisme terhadap patogen dan gangguan mekanis dalam jaringan, berupa rangkaian reaksi yang terjadi pada tempat jaringan yang mengalami cedera
Diperbarui 29 Maret 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Radang
Radang pada kulit

Radang atau inflamasi (bahasa Inggris: inflammationcode: en is deprecated ) adalah respons dari suatu organisme terhadap patogen dan gangguan mekanis dalam jaringan, berupa rangkaian reaksi yang terjadi pada tempat jaringan yang mengalami cedera, seperti karena terbakar atau terinfeksi. Radang merupakan salah satu dari respons utama sistem imun terhadap infeksi dan iritasi. Radang distimulasi oleh faktor kimia (histamin, bradikinin, serotonin, leukotrien, dan prostaglandin) yang dilepaskan oleh sel yang berperan sebagai mediator radang di dalam sistem imun untuk melindungi jaringan sekitar dari penyebaran infeksi.

Radang mempunyai tiga peran penting dalam perlawanan terhadap infeksi:[1]

  • memungkinkan penambahan molekul dan sel efektor ke lokasi infeksi untuk meningkatkan performa makrofag.
  • menyediakan rintangan untuk mencegah penyebaran infeksi
  • mencetuskan proses perbaikan untuk jaringan yang rusak.

Respons peradangan dapat dikenali dengan nyeri, bengkak, demam, panas, merah, yang disebabkan karena terjadi perubahan pada pembuluh darah di area infeksi:

  • pembesaran diameter pembuluh darah, disertai peningkatan aliran darah di daerah infeksi. Hal ini dapat menyebabkan kulit tampak bengkak kemerahan dan penurunan tekanan darah terutama pada pembuluh kecil.
  • aktivasi molekul adhesi untuk merekatkan endotelia dengan pembuluh darah.
  • kombinasi dari turunnya tekanan darah dan aktivasi molekul adhesi, akan memungkinkan sel darah putih bermigrasi ke endotelium dan masuk ke dalam jaringan. Proses ini dikenal sebagai ekstravasasi.

Bagian tubuh yang mengalami peradangan memiliki tanda-tanda sebagai berikut:

  • tumor atau membengkak
  • calor atau menghangat
  • dolor atau nyeri
  • rubor atau memerah
  • functio laesa atau daya pergerakan menurun

dan kemungkinan disfungsi organ atau jaringan.

Mediator

Nama Diproduksi Diskripsi
Bradikinin Sistem Kinin Protein vaso-aktif yang bisa menginduksi vasodilatasi, meningkatkan permeabilitas vaskular, menyebabkan otot polos berkontraksi, dan menginduksi nyeri.
C3 Sistem komplemen Cleaves to produce C3a and C3b. C3a stimulates histamine release by mast cells, thereby producing vasodilation. C3b is able to bind to bacterial cell walls and act as an opsonin, which marks the invader as a target for phagocytosis.
C5a Sistem Komplemen Stimulates histamine release by mast cells, thereby producing vasodilation. It is also able to act as a chemoattractant to direct cells via chemotaxis to the site of inflammation.

Menstimulasi pelepasan histamin oleh sel mast,

Faktor XII (Hageman Factor) liver A protein that circulates inactively, until activated by collagen, platelets, or exposed basement membranes via conformational change. When activated, it in turn is able to activate three plasma systems involved in inflammation: the kinin system, fibrinolysis system, and coagulation system.
Membrane attack complex Sistem Komplemen A complex of the complement proteins C5b, C6, C7, C8, and multiple units of C9. The combination and activation of this range of complement proteins forms themembrane attack complex, which is able to insert into bacterial cell walls and causes cell lysis with ensuing death.
Plasmin Sistem Fibrinolisis Able to break down fibrin clots, cleave complement protein C3, and activate Factor XII.
Thrombin Sistem Koagulasi Cleaves the soluble plasma protein fibrinogen to produce insoluble fibrin, which aggregates to form a blood clot. Thrombin can also bind to cells via the PAR1receptor to trigger several other inflammatory responses, such as production of chemokines and nitric oxide.

Penyebab

Fisik: terbakar, cedera

Biologis: infeksi

Kimia: toksin, alkohol

Referensi

  1. ↑ (Inggris) Janeway, Charles A.; Travers, Paul; Walport, Mark; Shlomchik, Mark (2001). Immunobiology. Garland Science. Diakses tanggal 2010-03-10. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Section 2-4.
  • l
  • b
  • s
Sistem imun dan Metabolisme
Sistem imun
Kekebalan
Selular
Adaptif
Bawaan
Makropinositosis
Fagositosis
Kemotaksis
Humoral
Komplemen
Klasik
Alternatif
Lektin
Laju endap darah
Radang
Alergi
I  · II  · III  · IV
Ekstravasasi
Adhesi sel
Lisis
Apoptosis
Protein fase akut
Koagulasi
Aglutinasi
Metabolisme
Lintasan metabolisme  · Homeostasis

Lihat pula

  • Daftar istilah berakhiran -itis (Daftar radang yang berakhiran dengan -itis)
  • Adrenomedulin
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Ensiklopedia Ukraina Modern
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Mediator
  2. Penyebab
  3. Referensi
  4. Lihat pula
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026