Sindrom reproduksi dan respirasi babi adalah penyakit menular pada babi, terutama berusia muda, yang menyebabkan gangguan reproduksi pada induk babi dan gangguan pernapasan pada anak babi. Tanda klinis yang dijumpai di antaranya demam, penurunan nafsu makan, lesu, sesak napas, dan sianosis pada telinga. Babi yang bunting dapat mengalami keguguran, janin dapat lahir dalam kondisi mati, atau lahir dalam keadaan lemah dan mengalami gangguan pernapasan berat. Penyakit ini belum dapat diobati dengan efektif.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. |
| Sindrom reproduksi dan respirasi babi | |
|---|---|
| Nama lain | Porcine epidemic abortion and respiratory syndrome, swine infertility and respiratory syndrome, penyakit telinga-biru babi (blue-ear pig disease) |
| Babi dengan telinga berwarna biru, salah satu tanda klinis PRRS | |
| Spesialisasi | Penyakit menular |
| Penyebab | Virus PRRS (Betaarterivirus suid 1) |
| Metode diagnostik | Uji serologis (ELISA, SN, FAT), PCR |
| Diagnosis banding | Demam babi klasik, septisemia epizotik, streptokokosis |
Sindrom reproduksi dan respirasi babi (bahasa Inggris: porcine reproductive and respiratory syndrome, disingkat PRRS) adalah penyakit menular pada babi, terutama berusia muda, yang menyebabkan gangguan reproduksi pada induk babi dan gangguan pernapasan pada anak babi.[1] Tanda klinis yang dijumpai di antaranya demam, penurunan nafsu makan, lesu, sesak napas, dan sianosis pada telinga. Babi yang bunting dapat mengalami keguguran, janin dapat lahir dalam kondisi mati, atau lahir dalam keadaan lemah dan mengalami gangguan pernapasan berat. Penyakit ini belum dapat diobati dengan efektif.