Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gambut

Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk; oleh sebab itu, kandungan bahan organiknya tinggi. Tanah yang terutama terbentuk di lahan-lahan basah ini disebut dalam bahasa Inggris sebagai peat; dan lahan-lahan bergambut di berbagai belahan dunia dikenal dengan aneka nama seperti bog, moor, muskeg, pocosin, mire, dan lain-lain. Istilah gambut sendiri diserap dari bahasa daerah Banjar.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gambut
Untuk kegunaan lain, lihat Gambut (disambiguasi).
Bog, lahan bergambut di Transilvania

Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk; oleh sebab itu, kandungan bahan organiknya tinggi.[1] Tanah yang terutama terbentuk di lahan-lahan basah ini disebut dalam bahasa Inggris sebagai peat; dan lahan-lahan bergambut di berbagai belahan dunia dikenal dengan aneka nama seperti bog, moor, muskeg, pocosin, mire, dan lain-lain. Istilah gambut sendiri diserap dari bahasa daerah Banjar.

Sebagai bahan organik, gambut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Volume gambut di seluruh dunia diperkirakan sejumlah 4 triliun m³, yang menutupi wilayah sebesar kurang-lebih 3 juta km² atau sekitar 2% luas daratan di dunia, dan mengandung potensi energi kira-kira 8 miliar terajoule.[2]

Agihan geografis

Deposit gambut tersebar di banyak tempat di dunia, terutama di Rusia, Belarusia, Ukraina, Irlandia, Finlandia, Estonia, Skotlandia, Polandia, Jerman utara, Belanda, Skandinavia, dan di Amerika Utara, khususnya di Kanada, Michigan, Minnesota, Everglades di Florida, dan di delta Sungai Sacramento-San Joaquin di Kalifornia. Kandungan gambut di belahan bumi selatan lebih sedikit, karena memang lahannya lebih sempit; tetapi gambut dapat dijumpai di Selandia Baru, Kerguelen, Patagonia selatan/Tierra del Fuego dan Kepulauan Falkland.

Sekitar 60% lahan basah di dunia adalah gambut; dan sekitar 7% dari lahan-lahan gambut itu telah dibuka dan dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian dan kehutanan. Manakala kondisinya sesuai, gambut dapat berubah menjadi sejenis batu bara setelah melewati periode waktu geologis.

Pembentukan gambut

Pemanenan tanah gambut di Frisia Timur, Jerman

Gambut terbentuk tatkala bagian-bagian tumbuhan yang luruh terhambat pembusukannya, biasanya di lahan-lahan berawa, karena kadar keasaman yang tinggi atau kondisi anaerob di perairan setempat. Tidak mengherankan jika sebagian besar tanah gambut tersusun dari serpih dan kepingan sisa tumbuhan, daun, ranting, pepagan, bahkan kayu-kayu besar, yang belum sepenuhnya membusuk. Kadang-kadang ditemukan pula, karena ketiadaan oksigen bersifat menghambat dekomposisi, sisa-sisa bangkai binatang dan serangga yang turut terawetkan di dalam lapisan-lapisan gambut.

Lazimnya di dunia, disebut sebagai gambut apabila kandungan bahan organik dalam tanah melebihi 30%; akan tetapi hutan-hutan rawa gambut di Indonesia umumnya mempunyai kandungan melebihi 65% dan kedalamannya melebihi dari 50cm. Tanah dengan kandungan bahan organik antara 35–65% juga biasa disebut muck.[1]

Pertambahan lapisan-lapisan gambut dan derajat pembusukan (humifikasi) terutama bergantung pada komposisi gambut dan intensitas penggenangan. Gambut yang terbentuk pada kondisi yang teramat basah akan kurang terdekomposisi, dan dengan demikian akumulasinya tergolong cepat, dibandingkan dengan gambut yang terbentuk di lahan-lahan yang lebih kering. Sifat-sifat ini memungkinkan para klimatolog menggunakan gambut sebagai indikator perubahan iklim pada masa lampau. Demikian pula, melalui analisis terhadap komposisi gambut, terutama tipe dan jumlah penyusun bahan organiknya, para ahli arkeologi dapat merekonstruksi gambaran ekologi pada masa purba.

Pada kondisi yang tepat, gambut juga merupakan tahap awal pembentukan batu bara. Gambut bog yang terkini, terbentuk di wilayah lintang tinggi pada akhir Zaman Es terakhir, sekitar 9.000 tahun yang silam. Gambut ini masih terus bertambah ketebalannya dengan laju sekitar beberapa milimeter setahun. Namun gambut dunia diyakini mulai terbentuk tak kurang dari 360 juta tahun silam; dan kini menyimpan sekitar 550 Gt karbon.[3]

Gambut sebagai sumber energi

Gambut itu lunak dan mudah untuk ditekan. Bila ditekan, kandungan air dalam gambut bisa dipaksa untuk keluar. Bila dikeringkan, gambut bisa digunakan sebagai bahan bakar sumber energi. Gambut adalah bahan akar penting di negara-negara di mana pohon langka seperti Irlandia dan Skotlandia, secara tradisional gambut digunakan untuk memasak dan pemanas rumah tangga. Secara modern, gambut dipanen dalam sekala industri dan dipakai untuk bahan bakar pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga gambut terbesar ada di Finlandia (Toppila Power Station) sebesar 190 MW.[4]

Gambut di Indonesia

Luas lahan gambut di Sumatra diperkirakan berkisar antara 7,3–9,7 juta hektare atau kira-kira seperempat luas lahan gambut di seluruh daerah tropika. Menurut kondisi dan sifat-sifatnya, gambut di sini dapat dibedakan atas gambut topogen dan gambut ombrogen.[1]

Gambut topogen ialah lapisan tanah gambut yang terbentuk karena genangan air yang terhambat drainasenya pada tanah-tanah cekung di belakang pantai, di pedalaman atau di pegunungan. Gambut jenis ini umumnya tidak begitu dalam, hingga sekitar 4 m saja, tidak begitu asam airnya dan relatif subur; dengan zat hara yang berasal dari lapisan tanah mineral di dasar cekungan, air sungai, sisa-sisa tumbuhan, dan air hujan. Gambut topogen relatif tidak banyak dijumpai.[1]

Gambut ombrogen lebih sering dijumpai, meski semua gambut ombrogen bermula sebagai gambut topogen. Gambut ombrogen lebih tua umurnya, pada umumnya lapisan gambutnya lebih tebal, hingga kedalaman 20 m, dan permukaan tanah gambutnya lebih tinggi daripada permukaan sungai di dekatnya. Kandungan unsur hara tanah sangat terbatas, hanya bersumber dari lapisan gambut dan dari air hujan, sehingga tidak subur. Sungai-sungai atau drainase yang keluar dari wilayah gambut ombrogen mengalirkan air yang keasamannya tinggi (pH 3,0–4,5), mengandung banyak asam humus dan warnanya coklat kehitaman seperti warna air teh yang pekat. Itulah sebabnya sungai-sungai semacam itu disebut juga sungai air hitam.[1]

Gambut ombrogen kebanyakan terbentuk tidak jauh dari pantai. Tanah gambut ini kemungkinan bermula dari tanah endapan mangrove yang kemudian mengering; kandungan garam dan sulfida yang tinggi di tanah itu mengakibatkan hanya sedikit dihuni oleh jasad-jasad renik pengurai. Dengan demikian lapisan gambut mulai terbentuk di atasnya. Penelitian di Sarawak memperlihatkan bahwa gambut mulai terbentuk di atas lumpur mangrove sekitar 4.500 tahun yang lalu;[5] pada awalnya dengan laju penimbunan sekitar 0,475 m/100 tahun (pada kedalaman gambut 10–12 m), tetapi kemudian menyusut hingga sekitar 0,223 m/100 tahun pada kedalaman 0–5 m[6] Agaknya semakin tua hutan di atas tanah gambut ini tumbuh semakin lamban akibat semakin berkurangnya ketersediaan hara.

Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dibangun di atas lahan gambut ombrogen.


Lihat pula

  • Alih fungsi lahan gambut
  • Lahan basah

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Anwar, J., S.J. Damanik, N. Hisyam, A.J.Whitten. 1984. Ekologi Ekosistem Sumatra. Gadjah Mada Univ. Press. Jogyakarta. Hal 245-251
  2. ↑ World Energy Council (2007). "Survey of Energy Resources 2007" (PDF). Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2008-09-10. Diakses tanggal 2008-08-11.
  3. ↑ International Mire Conservation Group (2007-01-03). "Peat should not be treated as a renewable energy source" (PDF). Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2007-06-10. Diakses tanggal 2007-02-12.
  4. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-16. Diakses tanggal 2011-10-04.
  5. ↑ Wilford, G.E. 1960. Radiocarbon age determinations of Quaternary sediments in Brunei and north east Sarawak. British North Borneo Geol. Survey Ann. Rep.
  6. ↑ Anderson, J.A.R. 1964. The structure and development of peat-swamps of Sarawak and Brunei. J. Trop. Geog. 18:7–16.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Peat.
Lihat entri gambut di kamus bebas Wikikamus.
  • International Peat Society Diarsipkan 2014-09-23 di Wayback Machine.
  • International Mire Conservation Group Diarsipkan 2010-01-10 di Wayback Machine.
  • Gardening without peat Diarsipkan 2004-04-05 di Wayback Machine., info dari Kebun Raya Kew di London
  • Peat-free gardens Diarsipkan 2009-05-27 di Wayback Machine., dari RSPB
  • Massive peat burn is speeding climate change Diarsipkan 2015-04-30 di Wayback Machine. dari New Scientist
  • Cutover and Cutaway bogs Diarsipkan 2006-06-02 di Wayback Machine. dari IPCC
  • King Class Torf Diarsipkan 2008-07-21 di Wayback Machine. di Turki
  • l
  • b
  • s
Rekayasa geoteknik
Rekayasa geoteknik lepas pantai
Penyelidikan dan
instrumentasi
Lapangan (in situ)
  • Pengeboran inti
  • Pengujian penetrasi kerucut
  • Pendugaan geo-elektrik
  • Pengujian permeabilitas
  • Pengujian beban
    • Statis
    • Dinamis
    • Statnamik
  • Pengukuran tekanan pori
    • Piezometer
    • Sumur
  • Pendugaan ram
  • Pengeboran kontrol batuan
  • Pendugaan tekanan putar
  • Pendugaan berat putar
  • Pengurutan sampel
  • Pengujian pelat sekrup
  • Pemantauan deformasi
    • Inklinometer
    • Pencatatan konsolidasi
  • Pengujian geser baling
  • Pendugaan sederhana
  • Pengujian penetrasi standar
  • Pendugaan total
  • Parit uji coba
  • Batuan dasar terlihat
  • Pengujian densometer nuklir
  • Eksplorasi geofisika
  • Pencatatan sonik antarlubang
  • Pengujian keutuhan tiang
  • Analisis persamaan gelombang
Pengujian laboratorium
  • Klasifikasi tanah
  • Batas Atterberg
  • Rasio daya dukung California
  • Pengujian geser langsung
  • Hidrometer
  • Pengujian pemadatan Proctor
  • Nilai-R
  • Analisis saringan
  • Pengujian geser triaksial
  • Pengujian oedometer
  • Pengujian konduktivitas hidrolik
  • Pengujian kadar air
Tanah
Jenis
  • Lempung
  • Lanau
  • Pasir
  • Kerikil
  • Gambut
  • Geluh
  • Loess
Sifat
  • Konduktivitas hidrolik
  • Kadar air
  • Rasio kosong
  • Massa jenis ruah
  • Tiksotropi
  • Dilatansi Reynolds
  • Sudut tenang
  • Sudut geser
  • Kohesi
  • Porositas
  • Permeabilitas
  • Simpanan jenis
  • Kuat geser
  • Sensitivitas
Struktur (Interaksi)
Fitur alami
  • Topografi
  • Vegetasi
  • Relief
  • Tanah atas
  • Muka air tanah
  • Batuan dasar
  • Tanah dasar
  • Tanah bawah
Pengerjaan tanah
  • Struktur penopang
    • Dinding penahan tanah
    • Gabion
    • Pembekuan tanah
    • Tanah distabilkan secara mekanis
    • Penyuntikan bertekanan
    • Dinding lumpur
    • Pemakuan tanah
    • Kabel pengikat
  • Pengembangan lahan
  • Tempat pembuangan akhir
  • Penggalian
  • Parit
  • Tanggul
  • Pemotongan
  • Jalan lintas
  • Terasering
  • Gali dan tutup
  • Gali uruk
  • Timbunan
  • Urugan tanah
  • Reklamasi daratan
  • Tubuh baan
  • Pengendalian erosi
  • Struktur tanah
  • Hidroton
  • Batu pecah
  • Geosintetik
    • Geotekstil
    • Geomembran
    • Geosintetik penapis lempung
    • Pengekangan seluler
  • Infiltrasi
Fondasi
  • Dangkal
  • Dalam
Mekanika
Gaya
  • Tegangan efektif
  • Tekanan air pori
  • Tekanan lateral tanah
  • Tekanan timbunan
  • Tekanan prakonsolidasi
Fenomena/masalah
  • Ibun abadi
  • Pengangkatan ibun
  • Konsolidasi
  • Pemadatan
  • Gempa bumi
    • Respons spektra
    • Bahaya seismik
    • Gelombang geser
  • Analisis tanah longsor
    • Analisis stabilitas
    • Mitigasi
    • Klasifikasi
    • Kriteria geser
    • Stabilisasi pelat
  • Daya dukung tanah
  • Distribusi tegangan dalam tanah
Perangkat lunak analisis numerik
  • SEEP2D
  • STABL
  • SVFlux
  • SVSlope
  • UTEXAS
  • Plaxis
Bidang terkait
  • Geologi
  • Geokimia
  • Petrologi
  • Rekayasa gempa
  • Geomorfologi
  • Ilmu tanah
  • Hidrologi
  • Hidrogeologi
  • Biogeografi
  • Material bumi
  • Arkeologi
  • Ilmu pertanian
    • Agrologi
  • l
  • b
  • s
Hasil hutan non-kayu
Hewan dan Produk hewan
  • Rambut hewan
  • Madu
  • Hewan buruan
Buah buni dan Buah pohon
  • Huckleberry
  • Bluberi
  • Garcinia gummi-gutta
Sayuran dan akar
  • Jamur
    • chantarelle
    • matsutake
    • morels
  • Paku
  • Madhuca longifolia
  • Sagu
    • enau
    • gebang
    • rumbia
  • Sassafras
    • root beer
  • Ginseng
Buah geluk dan rempah-rempah
  • Pimenta dioica
  • Daun salam
  • Pinang
  • Lada
  • Kacang brasil
  • Kayu manis
  • Cengkih
  • Sterculia lychnophora
  • Pala
  • Kacang pinus
  • Vanila
Minyak nabati dan malam
  • Copernicia prunifera
  • Lemak kakao
  • Eukaliptol
  • Minyak kayu putih
  • Madhuca longifolia
  • Minyak sawit
    • Minyak inti kelapa sawit
  • Vitellaria paradoxa
  • Melaleuca alternifolia'
Ekstraksi resin
  • Kemenyan sumatra
  • Birch-tar
  • Kapur barus
  • Kreosot
  • Kemenyan arab
  • Garcinia gummi-gutta
  • Pistacia lentiscus
  • Myrrh
  • Tar pinus
  • Pitch
  • Gondorukem
  • Terpentin
  • Pernis
Getah, gom, lateks.
  • Birch syrup
  • Chicle
    • chewing gum
  • Gom arab
  • Getah perca
  • Kino
  • Sirup mapel
  • Gula kelapa
  • Nira/Tuak
    • akpeteshie
    • ogogoro
  • Karet
Lainnya
  • Kulit kayu Birch
    • Bir Birch
  • Gabus
  • Paku
  • Pakan
  • Gambir
  • Kina
  • Lumut daun
  • Pewarna alami
    • jernang
    • pacar kuku
  • Gambut
  • Rotan
  • Lak
  • Genus bertan-bertanan
  • Daun Diospyros melanoxylon
  • Kulit kayu Dedalu
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Agihan geografis
  2. Pembentukan gambut
  3. Gambut sebagai sumber energi
  4. Gambut di Indonesia
  5. Lihat pula
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Lumut daun

lumut gambut atau Sphagnum sp. menutup paling tidak 30% permukaan daratan di bumi, dengan kerapatan tertinggi terdapat di kutub utara. Gambut pada lapisan

Hutan gambut

Hutan gambut adalah sejenis hutan basah berdaun lebar yang menempati tanah yang terendam air sehingga mencegah dedaunan dan kayu terdekomposisi sepenuhnya

Gambut, Banjar

kecamatan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026