Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pengujian penetrasi kerucut

Pengujian penetrasi kerucut adalah metode yang digunakan untuk menentukan sifat rekayasa geoteknik tanah dan delineasi stratigrafi tanah. Pengujian ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1950-an di Laboratorium Mekanika Tanah di Delft, Belanda untuk menyelidiki tanah lunak. Berdasarkan sejarah ini, pengujian ini sering kali juga disebut sebagai "pengujian kerucut Belanda". Saat ini, CPT menjadi salah satu metode penyelidikan tanah yang paling sering digunakan dan diterima di seluruh dunia.

Wikipedia article
Diperbarui 9 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pengujian penetrasi kerucut
Truk CPT yang dioperasikan oleh USGS.
Simbol yang digunakan dalam gambar teknik.
Versi penyederhanaan penetrometer kerucut.

Pengujian penetrasi kerucut (dikenal juga sebagai pengujian penetrometer kerucut, sondir, atau CPT) adalah metode yang digunakan untuk menentukan sifat rekayasa geoteknik tanah dan delineasi stratigrafi tanah. Pengujian ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1950-an di Laboratorium Mekanika Tanah di Delft, Belanda untuk menyelidiki tanah lunak. Berdasarkan sejarah ini, pengujian ini sering kali juga disebut sebagai "pengujian kerucut Belanda". Saat ini, CPT menjadi salah satu metode penyelidikan tanah yang paling sering digunakan dan diterima di seluruh dunia.

Metode pengujian terdiri dari penekanan kerucut terinstrumentasi, dengan ujung kerucut mengarah ke bawah, ke dalam tanah pada laju yang terkontrol (laju yang diterima di antara 1,5 -2,5 cm/s). Resolusi CPT dalam delineasi lapisan stratigrafi bergantung pada dimensi ujung kerucut, dengan ujung kerucut tipikal memiliki luas penampang 10 atau 15 cm², atau diameter berturut-turuf 3,6 dan 4,4 cm. Penetrometer subtraksi ultraminiatur sangat awal (luas penampang 1 cm²) telah dikembangkan dan digunakan pada program perancangan tanah/struktur sistem peluncur peluru kendali balistik (MGM-134 Midgetman) pada 1984 di Earth Technology Corporation, Long Beach, California.

Sejarah dan pengembangan

Hasil pengujian penetrasi kerucut: tahanan dan friksi di sebelah kiri, rasio friksi (%) di sebelah kanan.

Penggunaan awal CPT terutama digunakan untuk menentukan data sifat geoteknik tanah berupa daya dukung tanah. Penetrometer kerucut awal melibatkan pengukuran mekanis sederhana dari tahanan penetrasi total untuk menekan alat dengan ujung kerucut ke dalam tanah. Metode lain digunakan untuk memisahkan tahanan total terukur ke dalam beberapa komponen yang dibangkitkan oleh ujung kerucut ("friksi ujung") dan friksi dibangkitkan oleh rangkaian batang. Selimut friksi ditambahkan untuk mengkuantifikasi komponen friksi ini dan membantu menentukan kekuatan kohesi tanah pada tahun 1960-an.[1] Pengukuran elektronik dimulai pada 1948 dan disempurnakan lebih lanjut pada awal 1970-an.[2] Kerucut elektronik CPT paling modern saat ini menggunakan transduser tekanan dengan filter untuk mengumpulkan data tekanan air pori. Filter biasanya terletak di ujung kerucut (disebut posisi U1), tepat di belakang ujung kerucut (posisi U2, paling umum), atau di belakang selimut friksi (posisi U3). Data tekanan air pori membantu menentukan stratigrafi dan utamanya digunakan untuk mengoreksi nilai friksi ujung dari efek ini. Pengujian CPT yang juga mengumpulkan data piezometer disebut pengujian CPTU. Peralatan pengujian CPT dan CPTU secara umum memajukan kerucut menggunakan pompa hidrolik yang dipasang pada kendaraan sangat stabil atau menggunakan angkur sekrup sebagai tolakan gaya. Satu keuntungan CPT dibandingkan pengujian penetrasi standar (SPT) adalah memiliki profil parameter tanah yang lebih kontinu, dengan data dicatat pada interval tipikal 20 cm, tetapi dapat dilakukan dengan interval sebesar 1 cm.

Manufaktur peranti penyelidik penetrometer kerucut dan sistem perolehan data di antaranya Hogentogler (telah diakuisisi oleh Vertek Division, Applied Research Associates),[3][4] GeoPoint Systems BV,[5] dan Pagani Geotechnical Equipment.[6]

Sifat pengujian lapangan tambahan

Selain kerucut mekanik dan elektornik, sejumlah peralatan yang tergabung CPT lainnya telah dikembangkan selama bertahun-tahun untuk menyediakan informasi bawah tanah tambahan. Salah satu alat canggih yang umum ditambahkan selama pengujian CPT adalah perangkat geofon untuk mengumpulkan kecepatan gelombang geser dan gelombang tekan seismik. Data ini membantu menentukan modulus geser dan rasio Poisson di setiap interval melalui kolom tanah untuk menganalisis likuefaksi tanah dan kekuatan tanah saat regangan kecil. Rekayasawan menggunakan kecepatan gelombang geser dan modulus geser untuk menentukan perilaku tanah di bawah beban getaran dan regangan kecil. Peralatan tambahan seperti fluoresensi diinduksi laser, fluoresensi sinar-X,[7] konduktivitas/resistivitas tanah,[8] pH, suhu, serta peralatan dan kamera membran antarmuka untuk merekam citra video juga semakin meningkat kecanggihannya yang digunakan bersama dengan peralatan CPT.

Peralatan tambahan bersama CPT yang digunakan di Britania Raya, Belanda, Jerman, Belgia, dan Prancis adalah kerucut piezometer yang digabungkan dengan magnetometer triaksial. Peralatan ini digunakan untuk melakukan percobaan yang memastikan pengujian, lubang bor, dan tiang, tidak mengenai persenjataan belum meledak (UXO) atau gagal meledak. Magnetometer di dalam kerucut mendeteksi material yang mengandung besi sebesar 50 kg atau lebih di dalam radius hingga sekitar 2 m dari alat bergantung pada material, orientasi, dan kondisi tanah.

Standar dan penggunaan

CPT untuk penggunaan geoteknik distandardisasi pada 1986 di dalam Standar ASTM D3441 (versi terbaru diterbitkan pada 2016). ISSMGE menyediakan standar internasional untuk CPT dan CPTU. Kemudian, ASTM membahas penggunaan CPT pada berbagai karakterisasi lingkungan tapak dan aktivitas pemantauan air tanah.[9][10][11] Untuk penyelidikan tanah geoteknik, CPT lebih populer dibandingkan dengan SPT sebagai metode penyelidikan tanah karena peningkatan akurasi, kecepatan pengujian, profil tanah yang lebih kontinu, dan mengurangi biaya dibanding metode pengujian tanah lainnya. Kemampuan untuk mempercanggih peralatan pengujian lapangan tambahan menggunakan anjungan pengeboran CPT tekan langsung, seperti peralatan seismik yang telah dijelaskan sebelumnya, mempercepat proses pengambilan data.

Referensi

  1. ↑ Begemann, H. K. S (1965). "The Friction Jacket Cone as an Aid in Determining the Soil Profile" (PDF). 6th International Conference on Soil Mechanics and Foundation Engineering. I. Montreal, Quebec, Kanada: 17–20.
  2. ↑ De Reister, Jacobus (1971). "Electric Penetrometer for Site Investigations". Journal of the Soil Mechanics and Foundations Division. 97 (2): 457–472. doi:10.1061/JSFEAQ.0001552.
  3. ↑ "CPT Equipment". Hogentogler & Co., Inc. Diarsipkan dari asli tanggal March 4, 2016.
  4. ↑ "CPT Cones and Data Acquisition Systems - Vertek CPT". Applied Research Associates, Inc. 2016.
  5. ↑ "Geopoint.nl". Geopoint Systems BV. 2016.
  6. ↑ "CPT - Cones and Acquisition Systems". Pagani Geotechnical Equipment. 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-22. Diakses tanggal 2023-01-10.
  7. ↑ "Home | Chemistry Division". chemistry.nrl.navy.mil. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-21. Diakses tanggal 20 April 2015.
  8. ↑ Strutynsky, A.I.; Sandiford, R.; Cavaliere, D. (1991). "Use of Piezometric Cone Penetration Testing with Electrical Conductivity Measurements (CPTU-EC) for Detection of Hydrocarbon Contamination in Saturated Granular Soils". Current Practices in Ground Water and Vadose Zone Investigations. Standar Pengujian dan Material Amerika Serikat: 169–182. doi:10.1520/STP19127S. ISBN 978-0-8031-1462-3.
  9. ↑ ASTM D606-17 - Standard Practice for Using the Electronic Piezocone Penetrometer Tests for Environmental Site Characterization and Estimation of Hydraulic Conductivity. West Conshohocken, PA: Standar Pengujian dan Material Amerika Serikat. 2017. doi:10.1520/D6067_D6067M-17.
  10. ↑ ASTM D6001-20 - Standard Guide for Direct-Push Groundwater Sampling for Environmental Site Characterization. West Conshohocken, PA: Standar Pengujian dan Material Amerika Serikat. 2020. doi:10.1520/D6001_D6001M-20.
  11. ↑ Strutynsky, A.I.; Sainey, T. (1992). "Use of the Piezometric Cone Penetration Test and Penetrometer Groundwater Sampling for Volatile Organic Contaminant Plume Detection". Current Practices in Ground Water and Vadose Zone Investigations. Standar Pengujian dan Material Amerika Serikat: 199–214. doi:10.1520/STP19129S. ISBN 978-0-8031-1462-3.

Bibliografi

  • Lunne, T.; Robertson, P.K.; Powell, J.J.M. (1997). Cone Penetration Testing in Geotechnical Practice (Edisi 1). CRC Press. doi:10.1201/9781482295047.
  • Meigh, A.C. (1987). Cone Penetration Testing - Methods and Interpretation (Edisi Revised). Oxford: Butterworth-Heinemann. ISBN 978-1483108605.
  • ASTM D3441-16 - Standard Test Method for Mechanical Cone Penetration Testing of Soils. West Conshohocken, PA: Standar Pengujian dan Material Amerika Serikat. 2016. doi:10.1520/D3441-16.
  • ASTM D5778-20 - Standard Test Method for Electronic Friction Cone and Piezocone Penetration Testing of Soils. West Conshohocken, PA: Standar Pengujian dan Material Amerika Serikat. 2020. doi:10.1520/D5778-20.
  • "International Reference Test Procedure for CPT and CPTU". Twelfth European Conference on Soil Mechanics and Geotechnical Engineering {Proceedings). 3. Amsterdam: International Society of Soil Mechanics and Geotechnical Engineering (ISSMGE). 1999. ISBN 9058090477.
  • Mayne, Paul; Auxt, Jay A.; Mitchell, James K.; Yilmaz, Recep (4–5 Oktober 1995). "U.S. National Report on CPT" (PDF). Proceedings, International Symposium on Cone Penetration Testing, Vol. 1 (CPT '95). Linköping, Sweden: Swedish Geotechnical Society. hlm. 263–276. Diakses tanggal 26 September 2011.
  • l
  • b
  • s
Rekayasa geoteknik
Rekayasa geoteknik lepas pantai
Penyelidikan dan
instrumentasi
Lapangan (in situ)
  • Pengeboran inti
  • Pengujian penetrasi kerucut
  • Pendugaan geo-elektrik
  • Pengujian permeabilitas
  • Pengujian beban
    • Statis
    • Dinamis
    • Statnamik
  • Pengukuran tekanan pori
    • Piezometer
    • Sumur
  • Pendugaan ram
  • Pengeboran kontrol batuan
  • Pendugaan tekanan putar
  • Pendugaan berat putar
  • Pengurutan sampel
  • Pengujian pelat sekrup
  • Pemantauan deformasi
    • Inklinometer
    • Pencatatan konsolidasi
  • Pengujian geser baling
  • Pendugaan sederhana
  • Pengujian penetrasi standar
  • Pendugaan total
  • Parit uji coba
  • Batuan dasar terlihat
  • Pengujian densometer nuklir
  • Eksplorasi geofisika
  • Pencatatan sonik antarlubang
  • Pengujian keutuhan tiang
  • Analisis persamaan gelombang
Pengujian laboratorium
  • Klasifikasi tanah
  • Batas Atterberg
  • Rasio daya dukung California
  • Pengujian geser langsung
  • Hidrometer
  • Pengujian pemadatan Proctor
  • Nilai-R
  • Analisis saringan
  • Pengujian geser triaksial
  • Pengujian oedometer
  • Pengujian konduktivitas hidrolik
  • Pengujian kadar air
Tanah
Jenis
  • Lempung
  • Lanau
  • Pasir
  • Kerikil
  • Gambut
  • Geluh
  • Loess
Sifat
  • Konduktivitas hidrolik
  • Kadar air
  • Rasio kosong
  • Massa jenis ruah
  • Tiksotropi
  • Dilatansi Reynolds
  • Sudut tenang
  • Sudut geser
  • Kohesi
  • Porositas
  • Permeabilitas
  • Simpanan jenis
  • Kuat geser
  • Sensitivitas
Struktur (Interaksi)
Fitur alami
  • Topografi
  • Vegetasi
  • Relief
  • Tanah atas
  • Muka air tanah
  • Batuan dasar
  • Tanah dasar
  • Tanah bawah
Pengerjaan tanah
  • Struktur penopang
    • Dinding penahan tanah
    • Gabion
    • Pembekuan tanah
    • Tanah distabilkan secara mekanis
    • Penyuntikan bertekanan
    • Dinding lumpur
    • Pemakuan tanah
    • Kabel pengikat
  • Pengembangan lahan
  • Tempat pembuangan akhir
  • Penggalian
  • Parit
  • Tanggul
  • Pemotongan
  • Jalan lintas
  • Terasering
  • Gali dan tutup
  • Gali uruk
  • Timbunan
  • Urugan tanah
  • Reklamasi daratan
  • Tubuh baan
  • Pengendalian erosi
  • Struktur tanah
  • Hidroton
  • Batu pecah
  • Geosintetik
    • Geotekstil
    • Geomembran
    • Geosintetik penapis lempung
    • Pengekangan seluler
  • Infiltrasi
Fondasi
  • Dangkal
  • Dalam
Mekanika
Gaya
  • Tegangan efektif
  • Tekanan air pori
  • Tekanan lateral tanah
  • Tekanan timbunan
  • Tekanan prakonsolidasi
Fenomena/masalah
  • Ibun abadi
  • Pengangkatan ibun
  • Konsolidasi
  • Pemadatan
  • Gempa bumi
    • Respons spektra
    • Bahaya seismik
    • Gelombang geser
  • Analisis tanah longsor
    • Analisis stabilitas
    • Mitigasi
    • Klasifikasi
    • Kriteria geser
    • Stabilisasi pelat
  • Daya dukung tanah
  • Distribusi tegangan dalam tanah
Perangkat lunak analisis numerik
  • SEEP2D
  • STABL
  • SVFlux
  • SVSlope
  • UTEXAS
  • Plaxis
Bidang terkait
  • Geologi
  • Geokimia
  • Petrologi
  • Rekayasa gempa
  • Geomorfologi
  • Ilmu tanah
  • Hidrologi
  • Hidrogeologi
  • Biogeografi
  • Material bumi
  • Arkeologi
  • Ilmu pertanian
    • Agrologi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah dan pengembangan
  2. Sifat pengujian lapangan tambahan
  3. Standar dan penggunaan
  4. Referensi
  5. Bibliografi

Artikel Terkait

Pencairan tanah

fenomena geologis yang terjadi ketika tanah yang padat bertingkah sebagai cairan

Ibun abadi

tanah yang beku secara abadi (atau selama sekurang-kurangnya dua tahun)

Senapan gajah

Senjata api kaliber besar untuk berburu hewan besar

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026