Kreosot adalah kategori bahan kimia berkarbon yang terbentuk melalui penyulingan berbagai tar dan pirolisis bahan yang berasal dari tumbuhan seperti kayu, atau bahan bakar fosil. Kreosot biasanya digunakan sebagai bahan pengawet atau antiseptik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Kreosot adalah kategori bahan kimia berkarbon yang terbentuk melalui penyulingan berbagai tar dan pirolisis bahan yang berasal dari tumbuhan seperti kayu, atau bahan bakar fosil. Kreosot biasanya digunakan sebagai bahan pengawet atau antiseptik.[2]
Beberapa jenis kreosot secara historis digunakan sebagai perawatan untuk komponen struktur kayu di laut dan di luar ruangan untuk mencegah pembusukan (misalnya jembatan dan bantalan rel kereta api, lihat gambar). Sampelnya dapat ditemukan secara umum di dalam cerobong asap, tempat batubara atau kayu terbakar dalam kondisi yang bervariasi, menghasilkan jelaga dan asap tar. Kreosot adalah bahan kimia utama yang bertanggung jawab atas stabilitas, aroma, dan rasa khas daging asap. Namanya berasal dari bahasa Yunani κρέας (kreas, artinya "daging") dan σωτήρ (sōtēr, artinya "pengawet").[3]
Dua jenis utama yang dikenal dalam industri adalah kreosot tar batu bara dan kreosot tar kayu. Varietas tar batubara, yang memiliki sifat lebih kuat dan lebih beracun, terutama telah digunakan sebagai pengawet untuk kayu. Kreosot tar batubara juga dulunya digunakan sebagai eskarotik untuk membakar jaringan kulit ganas, dan dalam kedokteran gigi untuk mencegah nekrosis, sebelum sifat karsinogeniknya diketahui.[4][5]