Bondowoso adalah ibu kota Kabupaten Bondowoso yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian dari Kabupaten Bondowoso. Bondowoso juga merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bondowoso | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten | Bondowoso |
| Pemerintahan | |
| • Camat | rahmatullah S.sos,M.si |
| Luas | |
| • Total | 22,97 km2 (8,87 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 78.620 jiwa |
| • Kepadatan | 3.423/km2 (8,870/sq mi) |
| Kode pos | 68211 - 68219 |
| Kode Kemendagri | 35.11.11 |
| Desa/kelurahan | 4 desa 7 kelurahan |



Bondowoso adalah ibu kota Kabupaten Bondowoso yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian dari Kabupaten Bondowoso. Bondowoso juga merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
| Utara | Kecamatan Tegalampel dan Kecamatan Taman Krocok |
| Timur | Kecamatan Tenggarang dan Kecamatan Grujugan |
| Selatan | Kecamatan Grujugan |
| Barat | Kecamatan Curahdami |
Wilayah ini berbatasan dengan kecamatan Tenggarang yang dipisahkan oleh aliran Kali Sampean yang bermuara di wilayah Panarukan.[2]
Ada 11 kelurahan yang ada di kecamatan ini, yakni:
Penduduk asli atau suku yang mendiami provinsi Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Bondowoso adalah suku Jawa, demikian juga di kecamatan Bondowoso. Meski demikian, penduduk dari suku lain juga ada yang tinggal di kecamatan ini, termasuk suku Madura, kemudian suku Bawean, Tengger, Osing, Samin, dan beberapa suku lainnya dari berbagai daerah di Indonesia juga beberapa tinggal di sini.[3]
Selain bahasa resmi nasional yakni bahasa Indonesia, bahasa yang umumnya atau banyak digunakan di tempat ini adalah bahasa Jawa, dan juga beberapa penutur bahasa lainnya seperti Madura, dan lainnya.[4]
Bahasa Jawa yang digunakan di Jawa Timur, bukan bahasa Jawa baku karena dalam pergaulan sehari-hari umumnya menggunakan bahasa Jawa kasar (Ngoko). Bahasa Jawa resmi dibedakan atas tiga tingkatan pemakaian bahasa, yaitu ngoko, madya, dan Krami (Krama). Bahasa ngoko dipakai untuk orang yang sudah saling kenal dan akrab, juga kepada orang lain yang lebih muda usianya maupun lebih rendah derajat sosialnya (Ngoko Lugu dan Ngoko Ngandap). Bahasa Krami digunakan untuk berbicara dengan orang yang belum akrab, atau lebih tua, dan memiliki status sosial lebih tinggi. Kemudian bahasa Madya muncul sebagai variasi pemakaian antara bahasa Ngoko dan Krami.[4]
Sementara bahasa Madura terbagi menjadi dialek Kangean, Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Probolinggo, Bondowoso, dan Situbondo. Dalam pemakaiannya, bahasa Madura juga mengenal tiga tingkatan yaitu Enja’iya (bahasa kasar), Enghi-enten (bahasa tengahan), dan Enghi-bhunten (bahasa halus).[4]
Tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan Bondowoso sebanyak 78.620 jiwa, dengan kepadatan 3.423 jiwa/km². Kemudian, persentasi penduduk kecamatan Bondowoso berdasarkan agama yang dianut yakni Islam 95,61%, kemudian Kekristenan 3,96% di mana Protestan 2,70% dan Katolik 1,26%. Sebagian lagi menganut agama Buddha 0,28% dan Hindu 0,15%.[1]