Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kosakata Sino-Jepang

Kosakata Sino-Jepang atau kango adalah kosakata asal bahasa Tionghoa yang dijadikan kata serapan dalam bahasa Jepang, atau kata-kata yang dibuat di Jepang dengan menggabungkan aksara kanji. Kata-kata dari bahasa Tionghoa semuanya dibaca menurut bacaan Kanji (on'yomi) untuk masing-masing karakter. Nama lain untuk kango adalah kanjigo . Selain dalam bahasa Jepang, kosakata dari bahasa Tionghoa juga dikenal dalam bahasa Korea dan bahasa Vietnam yang sama-sama dipengaruhi budaya kanji.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kosakata Sino-Jepang atau kango (漢語code: ja is deprecated , kata bahasa Tionghoa) adalah kosakata asal bahasa Tionghoa yang dijadikan kata serapan dalam bahasa Jepang, atau kata-kata yang dibuat di Jepang dengan menggabungkan aksara kanji (wasei kango). Kata-kata dari bahasa Tionghoa semuanya dibaca menurut bacaan Kanji (on'yomi) untuk masing-masing karakter. Nama lain untuk kango adalah kanjigo (漢字語code: ja is deprecated ). Selain dalam bahasa Jepang, kosakata dari bahasa Tionghoa juga dikenal dalam bahasa Korea dan bahasa Vietnam yang sama-sama dipengaruhi budaya kanji.

Kosakata Sino-Jepang merupakan salah satu dari tiga kategori kosakata dalam bahasa Jepang modern selain kosakata asli Jepang (wago atau yamato kotoba), kosakata dari bahasa asing (gairaigo), dan kata hibrida (konshugo). Kata-kata asli Jepang misalnya: yama (やま), kawa (かわ), sakura (さくら), kotoba (ことば) yang semuanya adalah kun'yomi. Kosakata Sino-Jepang hampir semua terdiri dari kata benda, misalnya: gengo (言語code: ja is deprecated , bahasa), kasen (河川code: ja is deprecated , sungai-sungai), dōbutsu (動物code: ja is deprecated , hewan).

Selain itu, bahasa Jepang mengenal kosakata yang berasal dari penggabungan aksara kanji (wasei kango), misalnya: shizen (自然code: ja is deprecated , alam), bungaku (文学code: ja is deprecated , sastra), enzetsu (演説code: ja is deprecated , pidato), tetsugaku (哲学code: ja is deprecated , filsafat), dan koten (古典code: ja is deprecated , klasik). Kata-kata asli Jepang seperti ohone (おほね, lobak) dan hinokoto (ひのこと, kebakaran) memiliki padanan dalam wasei kango: 大根 (daikon) dan 火事 (kaji).

Sejarah

Kata-kata bahasa Tionghoa diperkirakan pertama kali dikenal orang Jepang sekitar abad 1 Masehi, atau mungkin sejak lama sebelumnya. Dalam Nihon Shoki (720 M) dijelaskan bahwa introduksi bahasa Tionghoa secara sistematis berlangsung sekitar tahun 400 M setelah buku-buku berbahasa Tionghoa dibawa cendekiawan Korea yang pergi ke Jepang.[1] Aksara Tionghoa dalam bentuk kanbun dipakai untuk menulis dokumen resmi dan karya sastra, sehingga secara bertahap kosakata bahasa Tionghoa terserap ke dalam bahasa Jepang. Setelah Restorasi Meiji, kebudayaan Barat mengalir masuk ke Jepang. Penerjemahan dilakukan secara besar-besaran untuk konsep abstrak dan benda-benda yang baru dikenal, misalnya: kagaku (科学code: ja is deprecated , ilmu), shakai (社会code: ja is deprecated , masyarakat), hikōki (飛行機code: ja is deprecated , pesawat terbang), dan jidōsha (自動車code: ja is deprecated , mobil).

Sekitar 60 persen dari entri kamus Jepang Genkai (1859) adalah kosakata dari bahasa Tionghoa.[1] Institut Nasional Bahasa Jepang mengadakan penelitian terhadap kosakata yang dipakai dalam majalah-majalah Jepang terbitan 1956. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kosakata dari bahasa Tionghoa jauh melebihi jumlah kosakata asli Jepang. Kosakata bahasa Jepang terdiri dari 36,7% kosakata asli Jepang, 47,5% kosakata dari bahasa Tionghoa, 9,8% kosakata asal bahasa asing, dan kosakata hibrida 6,0%.[2]

Hasil penelitian serupa oleh institut yang sama pada tahun 1994 menunjukkan pemakaian kosakata asli Jepang dan kosakata dari bahasa Tionghoa yang semakin menurun. Kosakata asli Jepang hanya sekitar 25,7%, kosakata dari bahasa Tionghoa 34,2%, kosakata asal bahasa asing 33,8%, dan kosakata hibrida 6,4%.[3]

Kamus Jepang Shinsen Kokugo Jiten edisi 8 tahun 2002 berisi 73.181 entri yang terdiri dari kosakata asli Jepang: 24.708 entri (33,8%), kosakata dari bahasa Tionghoa: 35.928 entri (49,1%), kosakata asal bahasa asing: 6.415 entri (8,8%), dan kosakata hibrida: 6.130 entri (8,4%).[4]

Referensi

  1. 1 2 Shibatani, Masayoshi (1990). The Languages of Japan. Cambridge University Press. hlm. 142-145. ISBN 0-5213-6918-5.
  2. ↑ Gendai Zasshi Kyūjusshu no Yōgo Yōji (現代雑誌九十種の用語用字). 国立国語研究所.
  3. ↑ "Gendai Zasshi 2.000.000-ji Gengo Chōsa Goi-hyō (現代雑誌200万字言語調査語彙表)". Diakses tanggal 2009-11-18.[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Kyōsuke Kindaichi; et al., ed. (2002). Shinsen Kokugo Jiten (新選国語辞典). Tokyo: Shogakukan.

Lihat pula

  • Kosakata dari bahasa Belanda dalam bahasa Jepang
  • Kosakata dari bahasa Portugis dalam bahasa Jepang
  • Wasei-eigo
  • l
  • b
  • s
Bahasa Jepang
Bahasa
di Jepang
Rumpun
bahasa Japonik
  • Bahasa Proto-Japonik
  • Bahasa Jepang
    • Dataran
    • Hachijo
  • Rumpun bahasa Ryukyu
    • Proto Ryukyu
    • Amami
    • Okinawa
    • Miyako
    • Yaeyama
    • Yonaguni
  • Bahasa Japonik Semenanjung
Varietas・Dialek
  • Dialek Jepang Timur
    • Hokkaido
    • Tōhoku
    • Kantō
    • Tōkai–Tōsan
  • Dialek Hachijo
  • Dialek Jepang Barat
    • Hokuriku
    • Kinki
    • Shikoku
    • Chūgoku
    • Umpaku
  • Dialek Kyūshū
    • Hōnichi
    • Hichiku
    • Satsugū
  • Dialek Ryukyu
    • Amami
    • Okinawa
    • Miyako
    • Yaeyama
    • Yonaguni
  • Sankago
  • Karago
  • Matagi kotoba
  • Hama kotoba
  • Dialek baru
    • Wilayah metropolitan Tokyo
    • Kansai
    • Karaimo-hyōjungo
    • Ton-futsūgo
    • Uchinaa Yamatu-guchi
  • Bahasa baku/Bahasa umum
  • Istilah penyiaran
Pelafalan
  • Fonologi bahasa Jepang
  • Aksen
    • Kelas kata
  • Onbin
  • Yotsugana
    • Zūzū-ben
Tata bahasa
  • Tata bahasa Jepang modern
  • Kata ganti orang pertama
  • Kata ganti orang kedua
  • Keigo
Isōgo
  • Danseigo
  • Joseigo
  • Onee kotoba
  • Rōjingo
  • Yōjigo
  • Yakuwarigo
  • Yasashī nihongo
Slang
  • Argot
  • Zūjago
  • Sakasa kotoba
    • Tōgo
    • Kaibun
  • Wakamono kotoba
    • Baito keigo
    • Gyarugo
    • KY-go
    • Bentuk "ssu"
  • Neologisme
  • Singkatan
  • Arkaisme
  • Gyaru-moji
  • Slang internet
    • AA
    • Istilah 2channel
    • Kusachūgo
  • Umpatan
    • Istilah terlarang dalam penyiaran
    • Istilah bermasalah dalam penyiaran
    • Penghinaan
    • Istilah diskriminatif
Sejarah
  • Klasifikasi bahasa Japonik
    • Zaman Jomon
  • Bahasa di Yamataikoku
  • Bahasa Jepang Kuno
    • Dialek Tōgoku Kuno
  • Bahasa Jepang Pertengahan Awal
    • Perubahan bunyi kolom "ha" bahasa Jepang
  • Bahasa Jepang Pertengahan Akhir
    • Nyōbō kotoba
  • Bahasa Jepang Modern Awal
    • Kuruwa kotoba
  • Bahasa Jepang modern
  • Hayari kotoba
  • Ketidakaturan dalam bahasa Jepang
Klasifikasi
  • Wago
    • Yamato kotoba
  • Kango
  • Gairaigo
Pijin・Kreol
  • Kyowa-go
  • Heitai Shinago
  • Bahasa Inggris Bonin
  • Bahasa Pidgin Jepang Yokohama
  • Bahasa Kreol Jepang Yilan
Bahasa
sekitar
  • Bahasa Ainu
  • Bahasa Uilta
  • Bahasa Nivkh
  • Bahasa Korea
    • Perbedaan
    • Korea Zainichi
  • Bahasa Puyŏ
  • Bahasa Han
  • Bahasa Gaya
  • Bahasa Silla
  • Bahasa Tanra
  • Rumpun bahasa Altai
  • Bahasa Isyarat Jepang
  • Bahasa isyarat yang sesuai dengan bahasa Jepang
  • Bahasa Isyarat Amami Oshima
  • Bahasa Isyarat Miyakubo
Aksara
  • Sistem penulisan bahasa Jepang
  • Aksara Han
    • Jepang
  • Washū
  • Kana
  • Hiragana
  • Katakana
  • Penggunaan kana modern
  • Ortografi kana historis
  • Ortografi kana khusus dari masa awal
  • Hentaigana
  • Gōryakugana
  • Manyōgana
  • Jindai moji
    • Daftar
  • Kaidā moji
  • Genbun itchi
    • Bahasa Jepang Klasik
  • Penulisan horizontal dan vertikal dalam aksara Asia Timur
  • Romaji
Budaya
bahasa
  • Sastra Jepang
  • Permainan kata
  • Emoji
    • Mekuragoyomi
    • Eshingyō
    • Budaya
    • Telepon seluler
  • Emotikon
Terkait
penelitian
  • Kokugaku
  • Linguistik Jepang
  • Teori bahasa Jepang
  • Reformasi aksara Jepang
  • Pendidikan bahasa Jepang
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Jepang

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Referensi
  3. Lihat pula

Artikel Terkait

Kosakata Tionghoa-Korea

Kosakata Sino-Korea atau Hanja-eo (Hangul: 한자어code: ko is deprecated ; Hanja: 漢字語code: ko is deprecated ) merujuk kepada kosakata Korea yang berasal dari

Kosakata dari bahasa asing dalam bahasa Jepang

Kosakata dari bahasa asing dalam bahasa Jepang atau gairaigo (外来語code: ja is deprecated , kata dari bahasa asing) adalah kata serapan dari bahasa asing

Cina (kata)

Tengah dan Asia Tenggara, dan juga memengaruhi Eropa Barat. Kosakata ini masuk ke Jepang pada awal abad ke-9 melalui penyebaran agama Buddha. Setelah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026