Kong Hu Cu atau Konfusius nama lahir Kong Qiu adalah seorang guru atau cendekiawan yang terkenal dan juga filsuf sosial Tiongkok. Filsafahnya mementingkan moralitas pribadi dan pemerintahan, dan menjadi populer karena asasnya yang kuat pada sifat-sifat tradisonal Tionghoa. Oleh para pemeluk agama Konghucu, ia diakui sebagai utusan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Penggambaran Konfusius oleh Wu Daozi, abad ke-8 M | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama asal | 孔子 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lahir | Kong Qiu ca 551 BCE Zou, Lu (sekarang Qufu, Shandong) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Meninggal | ca 479 BCE (aged 71–72) Sungai Si, Lu | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kawasan | Filsafat Tionghoa | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Aliran | Konfusianisme | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Mahasiswa penting | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Minat utama | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Bagian dari seri dalam |
| Konfusianisme |
|---|

Kong Hu Cu atau Konfusius (Hanzi: 孔夫子、孔子; Pinyin: Kǒng fūzǐ, kǒngzǐ, ca 551–ca 479 SM) nama lahir Kong Qiu adalah seorang guru atau cendekiawan yang terkenal dan juga filsuf sosial Tiongkok. Filsafahnya mementingkan moralitas pribadi dan pemerintahan, dan menjadi populer karena asasnya yang kuat pada sifat-sifat tradisonal Tionghoa. Oleh para pemeluk agama Konghucu, ia diakui sebagai utusan.
Pengaruh Kong Hu Cu terhadap sejarah Tiongkok sangat besar. Ajarannya telah menyebar ke Jepang, Korea dan Vietnam, khususnya melalui agama Konghucu, doktrin yang dikembangkan murid-muridnya dan para komentator. Ajarannya bahkan mencapai Dunia Barat sebagai Neo-Konfusianisme dan kemudian sebagai Konfusianisme Baru. Dari masa dinasti kuno hingga masa kini, ajaran Konghucu telah melekat ke dalam tatanan sosial dan gaya hidup rakyat Tiongkok.[1]
Buku Analek adalah sebuah karya singkat yang berisi diskusi dan pembicaraannya dengan murid-muridnya. Karyanya tersebut disusun setelah ia wafat yang berisi inti-inti ajarannya.
Kong Hu Cu adalah putra bungsu Shu Liang He. Ia mempunyai 9 kakak perempuan dan seorang kakak laki-laki yang cacat kaki bernama Meng-bi. Ibunya bernama Yan Zheng Zai. Ia lahir pada tanggal 27 September 551 SM di Negara Lu, Kota Zou Yi, Desa Chang Ping di lembah Kong Song (kini Qu Fu, Provinsi Shandong). Ia diduga memiliki garis keturunan dari para Adipati Song yang merupakan mantan keluarga kerajaan Dinasti Shang yang mendahului Dinasti Zhou.[2][3][4][5] Catatan tradisional tentang kehidupan Konfusius menceritakan bahwa kakek Kong He telah memigrasikan keluarganya dari Song ke Lu.[6] Tidak semua sejarawan moderen menyetujui keterkaitan Konghucu dengan para raja Dinasti Shang.[7]
Nama kecilnya adalah Qiu yang berarti bukit alias Zong Ni artinya putra kedua dari bukit Ni, dia menikah dengan putri Negeri Song yang bermarga Qi Guan. Dari pernikahan ini mendapat seorang putra yang diberi nama Li yang berarti ikan gurami alias Bo Yu. Diberi nama demikian karena pada saat kelahiran putranya, Raja Muda Negeri Lu yang bernama Lu Zhao Gong sedang mengiriminya ikan gurami. Selain Li, Kong Hu Cu masih mempunyai dua orang putri yang seorang menjadi istri Gong Ye Chang, muridnya.
Karya-karya dari Kong dapat dibedakan menjadi dua pengelompokkan, pertama merupakan hasil suntingan terhadap beberapa karya-karya dari periode-periode sebelumnya. Kedua, yang berisi tentang ujaran-ujaran Kong kepada murid-muridnya.
Berikut ini penjelasan dari masing-masing yang termasuk dalam kelompok pertama, yaitu:
Dan karya-karya yang tergolong dalam kelompok kedua adalah sebagai berikut:

Buku Analek adalah sebuah karya singkat yang berisi diskusi dan pembicaraannya dengan murid-muridnya.[8][9] Karyanya tersebut disusun setelah ia wafat yang berisi inti-inti ajarannya. Pengikutnya beserta cucunya, Zisi, melanjutkan penyebaran ajaran Konghucu setelah Konghucu wafat.[10] Upaya ini menyebarkan cita-cita Konfusianisme kepada para pelajar yang kemudian menjadi pejabat di banyak istana kerajaan di Tiongkok, sehingga memberikan Konfusianisme ujian pertama yang berskala luas terhadap dogmanya.[11]
Dua di antara pengikut Konghucu yang kemudian terkenal menekankan aspek yang sangat berbeda dari ajarannya. Berabad-abad setelah kematiannya, Mencius (孟子) dan Xunzi (荀子) keduanya menyusun ajaran penting yang menguraikan ide-ide mendasar yang terkait dengan Konfusius dengan cara yang berbeda. Mencius (abad ke-4 SM) mengartikulasikan kebaikan bawaan dalam diri manusia sebagai sumber intuisi etis yang membimbing orang menuju rén, yì, dan lǐ, sementara Xunzi (abad ke-3 SM) menggarisbawahi aspek realistis dan materialistis dari pemikiran Konfusianisme, menekankan bahwa moralitas ditanamkan dalam masyarakat melalui tradisi dan pada individu melalui pelatihan. Belakangan, tulisan-tulisan mereka, bersama dengan Analects dan teks-teks inti lainnya menjadi korpus filosofis Konfusianisme.[12]
Radikalisme ini dikembangkan seiring dengan perkembangan Legalisme yang kerap disebut sebagai antitesis Konghucu, dimana Legalisme berpendapat bahwa kemanusiaan dan kebenaran saja tidak cukup dalam pemerintahan, dan bahwa para penguasa harus bergantung pada tata negara, hukuman, dan hukum.[13] Selisih kesepahaman antar kedua pemikiran tersebut memanas pada 223 SM setelah Dinasti Qin menyatukan Tiongkok. Li Si, seorang pengikut Legalisme menyarankan Qin Shi Huang untuk mengabaikan rekomendasi Konfusianisme untuk memberikan wilayah kekuasaan yang serupa dengan Dinasti Zhou sebelumnya yang menurutnya bertentangan dengan gagasan Legalis yang memusatkan negara di sekitar penguasa.
Ajaran Konghucu menyebar secara bebas pada masa Dinasti Han dan Tang. Pada masa Kaisar Wu dari Han, hasil karya Konghucu dijadikan sebagai filsafat resmi negara dan ajarannya diujiankan untuk ujian calon pegawai negeri sipil pada 140 SM dan diberlakukan hampir tidak pernah tidak dilakukan sampai ke abad ke-19.
Aliran Buddhisme Tibet memercayai bahwa Konghucu mendapatkan kesuciannya dengan berguru kepada Buddha Mañjuśrī. Aliran Ahmadiyаh memercayai bahwa Konghucu adalah salah satu Nabi dan rasul dalam Islam, begitu pula Lao Zi dan beberapa filsafat terkemuka Tiongkok lainnya.[14]
Konghucu diabadikan sebagai nama asteroid, yakni Asteroid 7853 "Confucius" oleh Persatuan Astronomi Internasional.[15]
Beberapa filsufus dari Dunia Barat juga dipengaruhi oleh Konghucu, seperti Niels Bohr,[16][17][18] Benjamin Franklin,[19][20][21] Allen Ginsberg,[22][23][24] Thomas Jefferson,[25][26][27] Gottfried Leibniz, Robert Cummings Neville, Alexander Pope,[28][29] Ezra Loomis Pound, François Quesnay, Friedrich Schiller,[30][31][32] Voltaire,[33][34][35] dan Christian Wolff.
Para keturunan Konghucu kerap dicari dan dihormati oleh setiap pemerintahan kekaisaran dengan gelar bangsawanan dan posisi pemerintahan. Mereka dihormati dengan gelar marquis sebanyak 35 kali sejak Kaisar Gaozu dari Han, dan kemudian dengan gelar adipati sebanyak 42 kali dari Dinasti Tang sampai Dinasti Qing. Kaisar Xuanzong dari Tang memberikan gelar "Adipati Wenxuan" kepada Kong Suizhi, keturunan generasi ke-35 Konghucu. Pada 1055, Kaisar Syencung dari Song untuk pertama kalinya menganugerahi gelar "Adipati Yansheng" kepada Kong Zongyuan, generasi ke-46.
Ada beberapa keturunan Konghucu yang cukup terkenal dalam sejarah, mulai dari Kong Rong, seorang panglima perang pada masa Akhir Dinasti Han yang merupakan keturunan generasi ke-20, Kong Yingda, seorang filsafat dan penyair pada masa Dinasti Sui dan Tang yang merupakan keturunan generasi ke-32, H.H. Kung, Perdana Menteri Republik Tiongkok yang merupakan keturunan generasi ke-75 Konghucu dan Minzy, penyanyi dari Korea Selatan yang memiliki hubungan ke Konghucu melalui Kong Shao, seorang keturunan generasi ke-54 Konghucu[36] yang berimigrasi ke Dinasti Goryeo pada saat Tiongkok dikuasai oleh Dinasti Yuan.[36] Saat ini, keluarga Konghucu pada garis utama dipimpin oleh Kung Tsui-chang yang bertindak sebagai Pejabat Sakral untuk Konfusius di Taiwan. Banyak di antara mereka masih menetap di Qufu hingga kini.
Keluarga Konfusius, Kong, memiliki silsilah terpanjang yang tercatat di dunia saat ini. Silsilah keluarga ayah-anak, kini memasuki generasi ke-83,[37] relah dicatat sejak meninggalnya Konfusius. Menurut Panitia Penyusunan Silsilah Konfusius (CGCC), Konfusius memiliki sekitar 2 juta keturunan yang diketahui dan terdaftar, dan ada sekitar 3 juta total.[38] Di antara mereka, puluhan ribu keluarganya menetap di luar negeri.[38] Pada abad ke-14, seorang keturunan hijrah ke Korea, dimana pada masa kini ada sebanyak 34,000 orang yang memiliki hubungan keturunan.[38] Salah satu cabang laki-laki Konghucu melarikan diri ke Taiwan setelah Perang Saudara Tiongkok pada 1940an dan kemudian menetap di Taiwan.[38] Ada juga keturunan Konghucu yang mualaf setelah menikahi wanita beragama Islam, di Dachuan, Gansu pada 1800an,[39] dan pada 1715 di Xuanwei, Yunnan.[40] Kebanyakan keturunan Konghucu Islam berasal dari pernikahan Ma Jiaga (馬甲尕code: zh is deprecated ), seorang wanita muslim, dengan Kong Yanrong (孔彥嶸code: zh is deprecated ), keturunan generasi ke-59 dan umumnya berasal dari etnis Hui dan Dongxiang.[41][42][43][44] Versi terbaru silsilah keluarga Konghucu kemudian diperbarui dengan memasukan anggota keluarga yang memeluk agama Islam.[45] Kong Dejun (孔德軍code: zh is deprecated ) merupakan seorang ulama terkemuka dan Arabis dari Qinghai, merupakan seorang keturunan generasi ke-77 Konghucu.
Edisi kelima dan terbaru dari silsilah Konfusius dicetak oleh CGCC. Ini diresmikan dalam sebuah upacara di Qufu pada 24 September 2009. Dalam versi silsilah keluarga ini, untuk pertama kalinya keturunan wanita dimasukan.[46]
Kata kebajikan yang dikenang Konghucu/Konfusius:
Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam tindakan.
Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh.
Bagian ini kosong. Anda bisa membantu dengan melengkapinya. (Agustus 2024) |