Dalam kesarjanaan Kristen, Kitab Tanda-Tanda adalah nama yang umumnya diberikan kepada bagian utama pertama dalam Injil Yohanes, dari 1:19 hingga akhir dari Pasal 12. Kitab ini berada setelah kidung pujian bagi Sang Firman dan sebelum Kitab Kemuliaan. Kitab ini dinamai demikian karena tujuh peristiwa penting yang umumnya dipanggil sebagai "tanda-tanda" atau "mukjizat", yang dicatat dalam kitab ini.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bagian dari serial artikel tentang |
| Yohanes dalam Alkitab |
|---|
| Kesusastraan Yohanes |
| Kepengarangan |
| Kesusastraan terkait |
| Lihat pula |
Dalam kesarjanaan Kristen, Kitab Tanda-Tanda adalah nama yang umumnya diberikan kepada bagian utama pertama dalam Injil Yohanes, dari 1:19 hingga akhir dari Pasal 12. Kitab ini berada setelah kidung pujian bagi Sang Firman dan sebelum Kitab Kemuliaan. Kitab ini dinamai demikian karena tujuh peristiwa penting yang umumnya dipanggil sebagai "tanda-tanda" atau "mukjizat", yang dicatat dalam kitab ini.[1]
Terdapat pandangan kesarjanaan yang luas bahwa Injil Yohanes dapat dibagi menjadi empat bagian: sebuah pendahuluan (Yohanes 1:1–18), Kitab Tanda-Tanda (1:19 – 12:50), Kitab Kemuliaan (atau Pengagungan) (13:1 – 20:31) dan sebuah penutup (pasal 21).[1]
Yohanes 20:30: Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, 31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.[2]
Hal ini adalah petunjuk dari penulis Injil Yohanes bahwa tanda-tanda tersebut dipilah, yang membuat mereka ditelaah sebagai sebuah rangkaian tujuh tanda.
Ketujuh tanda dalam Injil Yohanes adalah:[3][4]
Ketujuh tanda ini dilihat oleh beberapa sarjana dan teolog sebagai bukti dari adanya teologi penciptaan baru dalam Injil Yohanes, kebangkitan Yesus disiratkan sebagai tanda kedelapan, menunjukkan satu minggu berisi penciptaan lalu sebuah penciptaan baru yang dimulai dari kebangkitan.[6]
Beberapa penulis tidak setuju dengan daftar tujuh tanda ini. John Marsh dan Stephen Smalley, di antaranya, telah mengusulkan tujuh tanda pertama (menganggap berjalan di atas air sebagai bagian dari memberi makan 5000 orang daripada sebuah tanda yang terpisah), dan bahwa tanda ketujuh adalah penyaliban Yesus dan penampakan kepada Tomas pasca-kebangkitan (Yohanes 20:26–29).[7][8]
Anthony T. Selvaggio menggantikan berjalan di atas air dengan membersihkan Bait Allah karena Yohanes 2:18 juga menggunakan kata "tanda".[9]
Lainnya, seperti John Hutchinson[10] dan E. W. Bullinger, telah menekankan serangkaian delapan tanda yang berakhir pada mukjizat hasil tangkapan 153 ekor ikan dalam Yohanes 21:1-14.[11]
This section of the Gospel of John is characterized by seven "signs"