Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Keruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny

Pada 29 September 2025, bagian musala tiga lantai di area Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur runtuh. Kejadian ini terjadi ketika para santri sedang melakukan shalat Ashar berjamaah. Pada 7 Oktober 2025, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melaporkan 67 korban tewas, 103 korban cedera, dan 7 bagian tubuh korban yang diperkirakan bagian dari 2 korban lain. Menurut BNPB, keruntuhan tersebut merupakan bencana non-alam dengan korban jiwa terbanyak di Indonesia pada tahun 2025.

keruntuhan bangunan di Indonesia pada tahun 2025
Diperbarui 16 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Keruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny
Keruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny
Pemandangan udara keruntuhan gedung pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo
TanggalSeptember 29, 2025; 6 bulan lalu (2025-09-29)
Waktuca 15:00 WIB (UTC+7)
LokasiBuduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia
Koordinat7°25′41″S 112°43′26.5″E / 7.42806°S 112.724028°E / -7.42806; 112.724028
PenyebabKegagalan konstruksi[1]
Tewas67
Cedera103[a]

Pada 29 September 2025, bagian musala tiga lantai di area Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur runtuh. Kejadian ini terjadi ketika para santri sedang melakukan shalat Ashar berjamaah.[2] Pada 7 Oktober 2025, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melaporkan 67 korban tewas, 103 korban cedera,[a] dan 7 bagian tubuh korban yang diperkirakan bagian dari 2 korban lain.[3][4] Menurut BNPB, keruntuhan tersebut merupakan bencana non-alam dengan korban jiwa terbanyak di Indonesia pada tahun 2025.[5]

Latar belakang

Pondok Pesantren Al-Khoziny

Pondok Pesantren Al-Khoziny atau dikenal sebagai Pesantren Buduran, merupakan salah satu pondok pesantren yang telah lama berdiri. Ponpes ini didirikan secara resmi pada tahun 1927 di tanah milik KHR Mohammad Abbas Khozin, meskipun catatan menunjukkan bahwa para santri telah belajar di sana sejak tahun 1920. Pesantren ini dikenal dengan tradisi salafnya, termasuk kajian intensif kitab kuning dan metode pengajaran sorogan serta bandongan. Seiring waktu, pesantren ini telah berkembang hingga mencakup jenjang pendidikan formal dan telah mengembangkan lembaga pendidikan tinggi yang berafiliasi.[6]

Konstruksi

Sebelum keruntuhan, gedung tersebut dalam tahap pengerjaan cor lantai empat dan dikerjakan oleh para santri. Sejumlah narasumber di lokasi mengatakan, para santri kerap diminta untuk menjadi kuli untuk melakukan pembangunan musala yang sudah dibangun sejak 9 bulan yang lalu itu secara cuma-cuma. Selain itu, para santri biasanya juga melakukan tugas pembangunan fasilitas ponpes Al-Khoziny sebagai bentuk hukuman.[7]

Menurut BNPB, Bangunan musala Ponpes Al-Khoziny ambruk karena diduga tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Sementara Basarnas menduga bahwa bangunan tersebut ambruk karena pondasi tidak kuat menopang beban. Sedangkan pengasuh ponpes membenarkan bahwa bangunan tersebut sedang dalam tahap renovasi.[8]

Keruntuhan

Pada 29 September 2025, pukul 15.00 WIB, ketika keruntuhan terjadi, para santri tengah melangsungkan salat Asar berjamaah pada lantai dua yang difungsikan sebagai musala, gedung itu diketahui sempat bergoyang sesaat, kemudian saat santri masuk rakaat salat kedua, bagian ujung musala ambruk dan merembet ke bagian lain gedung dan kemudian runtuh.[9] Menurut santri berusia 16 tahun, Nanang Saiful Rizal, peristiwa tersebut terjadi pada saat rakaat ketiga; "terdengar suara seperti bambu jatuh, lalu terasa seperti gempa," dan hampir seketika, bangunan itu mulai runtuh.[10] Santri lainnya, Muhammad Rijalul Qoib (13), mengatakan ia mendengar suara seperti truk menuangkan beton pada lantai paling atas, lalu tanpa penambahan atau pengaturan bertahap, beban tersebut diberikan sepenuhnya dan bagian tengah bangunan runtuh terlebih dahulu. Putra (13), seorang korban selamat, menceritakan pengalamannya saat tertimpa reruntuhan bangunan:

Banyak batu berjatuhan, bambu-bambu penyangga juga ikut ambruk

dan ia terbanting hingga punggungnya terhimpit oleh sepotong atap logam. Dia terjebak, tidak bisa bergerak banyak, di bawah kegelapan dan debu.[11] Korban yang lain di tengah saf terlempar ke dalam reruntuhan: debu memenuhi udara, komponen struktural runtuh dengan cepat, dan kepanikan langsung ketika para santri mencoba untuk menjauh dari zona runtuh.

Tiang pondasi diduga tidak mampu menahan beban pengecoran, sehingga bangunan runtuh hingga ke lantai dasar.[12] Keruntuhan terjadi tak lama setelah proses pengecoran lantai empat pondok pesantren yang dilakukan pada pagi harinya.[13]

Upaya penyelamatan

Beberapa lembaga penyelamat dimobilisasi segera setelah runtuhnya bangunan. Lebih dari 400 personel dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, PMI, relawan, dan lembaga terkait lainnya bekerja siang dan malam dalam shift 24 jam.[14] Damkar Surabaya juga mengerahkan unit Penyelamatan Tugas Berat, yang dilengkapi peralatan khusus seperti "kamera pertama" dan "detektor kehidupan" yang dapat mendeteksi korban di ruang sempit atau gelap di bawah reruntuhan.[15] Pencarian ini sangat mendesak karena puluhan siswa diyakini terjebak, banyak di antaranya berusia sekitar 12 hingga 19 tahun.[16]

Salah satu kisah upaya penyelamatan dilakukan dengan gagah berani oleh Kapten CKM dr. Aaron Franklyn Soaduon Simatupang (31 tahun), dokter TNI AD yang sedang dinas di RSUD Sidoarjo, langsung berlari ke lokasi. Tanpa alat berat, ia melihat celah gelap selebar 50 cm, panjang 10 meter, penuh besi tajam dan risiko ambruk lagi. Tanpa pikir dua kali, dr. Aaron merayap masuk hanya bawa senter kepala dan tas medis kecil. Di dalam kegelapan, ia menemukan Nur Ahmad (16 tahun), santri kelas X, kaki kanannya hancur terjepit beton, tangan kirinya putus separuh, napasnya tinggal 10 %. Dengan penerangan seadanya, dr. Aaron melakukan amputasi darurat di tempat itu juga[17]

Tim penyelamat bekerja sepanjang waktu, termasuk di malam hari. Mereka menggali puing-puing, memanggil nama-nama korban, dan menggunakan peralatan, sensor, serta drone penginderaan termal untuk mencoba mendeteksi korban selamat.[18] Bantuan seperti oksigen, makanan, air, dan infus diberikan kepada mereka yang dapat dijangkau melalui celah-celah kecil di bawah reruntuhan.[19] Tim penyelamat juga melakukan penilaian untuk memutuskan kapan dan di mana mesin berat seperti derek dapat dikerahkan dengan aman.[20]

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban reruntuhan

Salah satu tantangan utama dalam operasi ini adalah risiko keruntuhan lebih lanjut atau pergeseran puing-puing. Petugas penyelamat sering menekankan bahwa getaran atau tekanan dari alat berat dapat memperburuk situasi. Oleh karena itu, meskipun alat berat (crane, ekskavator) telah disiagakan, penggunaannya ditunda hingga dinilai aman dan setelah mendapatkan persetujuan dari keluarga korban hilang.[21] Kesulitan lainnya adalah beberapa korban terjebak di ruang yang sangat sempit, seperti di dekat kolom utama, kolom samping, dan di bawah pelat lantai yang tertekan akibat beban, sehingga hanya menyisakan rongga kecil. Akses ke titik-titik ini membutuhkan lorong-lorong seperti terowongan, kamera khusus, dan penggalian manual yang cermat.[22]

Pada 1 Oktober 2025, gempa bumi berkekuatan 6,0 magnitudo melanda wilayah Sumenep, Jawa Timur, sekitar 200 kilometer dari Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo. Peristiwa seismik ini secara signifikan menghambat operasi penyelamatan yang sedang berlangsung di pondok pesantren yang runtuh tersebut. Menurut Mohammad Syafii, Kepala Basarnas, gempa bumi telah memadatkan puing-puing, sehingga mengurangi ruang bagi korban yang terjebak. Ia mencatat bahwa celah antar puing yang awalnya selebar 50 sentimeter kini hanya 10 sentimeter, sehingga meningkatkan kesulitan akses bagi para korban selamat.[23] Gempa bumi ini juga meningkatkan kekhawatiran tentang integritas struktural bangunan yang tersisa, karena getaran dari gempa berpotensi menyebabkan keruntuhan lebih lanjut. Tim penyelamat harus sangat berhati-hati saat mengoperasikan alat berat, seperti derek dan ekskavator, untuk menghindari cedera tambahan bagi korban dan tim penyelamat.[24]

Setelah beberapa hari pasca-runtuhnya bangunan, operasi penyelamatan telah beralih fokus dari upaya menemukan korban selamat menjadi mengevakuasi korban meninggal, setelah para pejabat meyakini bahwa "masa emas" (biasanya sekitar 72 jam setelah keruntuhan) telah berlalu. Saat itu, tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan belum terdeteksi oleh peralatan canggih yang digunakan.[25] Tim kemudian bekerja untuk membersihkan puing-puing dengan aman, mengoordinasikan penggunaan alat berat dengan mengutamakan keselamatan, dan memastikan korban dapat dievakuasi dan diberikan perawatan atau pemakaman yang layak.[26]

PT Paiton Energy bersama PT POMI segera mengirim tim tanggap darurat untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban di bawah koordinasi BASARNAS, BNPB, dan ESDM Siaga Bencana. Selain Paiton Energy, sejumlah perusahaan seperti PT Freeport Indonesia, Amman Mineral, Bumi Suksesindo, dan ASTRA turut berpartisipasi dalam operasi kemanusiaan tersebut sebagai bentuk solidaritas lintas sektor.[27]

Korban

Proses evakuasi dan peninjauan lokasi insiden robohnya pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo

Secara keseluruhan, merujuk laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) total korban yang terjebak sebanyak 167 orang, dengan rincian 67 orang tewas, dan 158 korban telah ditemukan selamat.[28][29] Dari korban selamat itu sebanyak 14 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, 89 orang diperbolehkan pulang dan satu orang dirujuk ke rumah sakit di Mojokerto.[30] Koordinator Misi SAR, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan bahwa proses evakuasi korban membutuhkan waktu lama. Hal ini dikarenakan tim SAR gabungan harus lebih dulu mengangkat dan menghancurkan material reruntuhan bangunan.[31]

Reaksi

Lokal

KH Abdus Salam Mujib, pengasuh pesantren, menanggapi tragedi tersebut secara terbuka dengan menyatakan penyesalan, menyatakan kejadian tersebut sebagai bagian dari kehendak Tuhan, dan meminta kesabaran dari keluarga korban.[32] Ia juga menjelaskan bahwa musholla tersebut berada pada tahap akhir pengecoran beton, sebuah proses yang telah berlangsung selama sekitar sembilan hingga sepuluh bulan, dan menegaskan bahwa lantai atas belum digunakan untuk kegiatan rutin.[33]

{{Cite news |date=29 September 2025 |title=Pengasuh Al Khoziny Sidoarjo soal Gedung Ambruk: Takdir Allah |url=https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250929211340-20-1279032/pengasuh-al-khoziny-sidoarjo-soal-gedung-ambruk-takdir-allah |access-date=5 October 2025 |work=CNN Indonesia}}</ref>\n"}},"i":0}}]}' id="mw4Q"/>

Ya saya kira ini takdir dari Allah, jadi semuanya harus bisa bersabar. Dan mudah-mudahan juga diberi diganti oleh Allah yang lebih baik. Diberi pahala yang sangat-sangat, apa ya, nggak bisa mengutarakan dan mudah-mudahan dibalas kebaikan oleh Allah SWT yang lebih dari musibah ini.[34]

Dalam sambutannya, Mujib juga menyatakan bahwa upaya penyelamatan yang sedang berlangsung merupakan prioritas utama pesantren, dan bahwa kegiatan pendidikan dan keagamaan di lembaga tersebut akan dihentikan sementara.[35]

Domestik

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dukacita yang mendalam atas tragedi tersebut. Prabowo menyampaikan belasungkawa melalui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letnan Jenderal Suharyanto. Beliau menyampaikan simpati yang mendalam kepada para korban dan keluarga mereka, serta mendesak mereka untuk tetap bersabar dan berharap di masa sulit ini.[36]

Nasaruddin Umar, selaku Menteri Agama Indonesia, menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan secara langsung mengunjungi lokasi di Sidoarjo untuk menilai kerusakan dan bertemu dengan keluarga korban. Ia menegaskan bahwa keruntuhan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian dalam pengawasan pembangunan pesantren, madrasah, dan fasilitas pendidikan keagamaan, dengan menekankan perlunya mengintegrasikan standar teknis dan keselamatan yang lebih ketat. Ia mengumumkan rencana Kementerian untuk berkoordinasi dengan pekerjaan umum dan instansi terkait guna mengembangkan kriteria bangunan pesantren yang lebih jelas, dan ia menyuarakan harapan agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.[37]

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus hadir dalam mendampingi proses identifikasi korban, memberikan pendampingan kepada keluarga, serta memastikan pemulihan psikologis bagi para santri yang terdampak. Ia juga menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas musibah tersebut, seraya mendoakan agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memantau ketersediaan logistik di lokasi kejadian dan memastikan seluruh bantuan bagi para korban terus tersalurkan tanpa kendala.[38]

Tri Rismaharini, mantan Menteri Sosial dan mantan Wali Kota Surabaya, mengunjungi lokasi bencana dan bertemu dengan keluarga para santri untuk menyampaikan empati dan keprihatinannya. Beliau menyampaikan kata-kata penghiburan, mengingatkan mereka untuk tetap tegar dan sabar, serta mendesak agar proses pencarian dan penyelamatan ditangani dengan sangat hati-hati mengingat kondisi reruntuhan yang tidak stabil.[39] Tri Rismaharini menyarankan penggunaan alat penyangga struktur berbentuk T dan penggalian parit di sekitar reruntuhan bangunan untuk mengendalikan limpasan atau akumulasi air, yang dapat memengaruhi keselamatan atau menghambat akses tim penyelamat.

Subandi, Bupati Sidoarjo, mengawali pidatonya dengan menyampaikan dukacita yang mendalam atas tragedi tersebut, menyatakan bahwa pemerintahannya akan memastikan upaya evakuasi dan pencarian akan terus berlanjut hingga selesai. Beliau mengunjungi rumah sakit yang merawat para santri yang terluka dan bergabung dengan para pejabat di lokasi, berkomitmen bahwa segala upaya akan dilakukan untuk menemukan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.[40] Ia juga membahas perizinan dan kegagalan keselamatan yang menjadi penyebab runtuhnya pesantren tersebut, dengan mencatat bahwa struktur pesantren tersebut tidak memiliki izin bangunan yang diperlukan dan banyak pesantren yang mengabaikan kewajiban ini.[41] Subandi menjanjikan audit komprehensif: ia menginstruksikan agar seluruh 129 pesantren di Sidoarjo diperiksa ulang, bekerja sama dengan para ahli teknis dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, untuk memastikan konstruksi di masa depan memenuhi standar keselamatan dan hukum.[42]

Lembaga Swadaya Terlibat

Kecelakaan dari runtuhnya pondok pesantren ini mengundang banyak perhatian dari berbagai lembaga swadaya masyarakat. Berbagai organisasi sosial, keagamaan, dan kemanusiaan di seluruh negeri dan daerah menanggapi keruntuhan bangunan musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Kabupaten Sidoarjo. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah salah satu organisasi yang secara langsung terlibat dalam masalah ini. BAZNAS RI menghabiskan waktu di lokasi bencana untuk membantu proses penanganan darurat dan pemulihan awal setelah bencana melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Selain itu, BAZNAS memberikan bantuan dana sebesar Rp300 juta untuk memenuhi kebutuhan korban, penyintas, dan tanggap darurat di pesantren. Keterlibatan BAZNAS menunjukkan betapa pentingnya LSM berbasis zakat dalam menangani bencana sosial yang menimpa lembaga pendidikan[43].

Sebagai lembaga masyarakat Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), terutama melalui struktur organisasinya di tingkat daerah, terutama PWNU Jawa Timur dan lembaga afiliasinya seperti LAZISNU dan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI NU). LAZISNU mengkoordinasikan bantuan kemanusiaan dari warga NU dan masyarakat umum, mendampingi keluarga korban, dan memberikan dukungan logistik bagi santri dan pengelola pesantren. Sementara itu, RMI NU berfungsi sebagai penghubung kelembagaan pesantren dalam proses mitigasi dan pemulihan pascakejadian. Dalam situasi ini, peran NU menunjukkan peran ormas keagamaan yang tidak hanya melakukan dakwah tetapi juga berfungsi sebagai pilar persatuan sosial dan kemanusiaan[44].

Sebaliknya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan tanggapan secara normatif dan moral. MUI mendorong evaluasi menyeluruh terhadap persyaratan keamanan bangunan pesantren di Indonesia dan menyampaikan doa bersama dan shalat gaib untuk para korban. MUI berperan penting dalam membentuk wacana masyarakat tentang keselamatan lembaga pendidikan keagamaan dan tanggung jawab pengelola pesantren terhadap keamanan santri, meskipun tidak terlibat secara langsung dalam memberikan bantuan materi di lapangan[45].

Tanggapan datang dari aktor sosial-politik selain organisasi keagamaan. Melalui Struktur kepengurusan wilayah Jawa Timur, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengirimkan kader, relawan, dan legislatornya untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban keruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa organisasi politik juga dapat bertindak sebagai aktor sosial dalam konteks bencana. Namun, perpaduannya lebih fokus pada ajakan solidaritas dan mobilisasi relawan daripada intervensi teknis langsung[46].

Catatan

  1. 1 2 Termasuk 27 korban luka berat dan 76 korban luka ringan.[3]

Referensi

  1. ↑ Najibah, Izzatun (1 Oktober 2025). Rastika, Icha (ed.). "Penyebab Mushala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk: Kegagalan Konstruksi". KOMPAS.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2025.
  2. ↑ Najibah, Izzatun (30 September 2025). Hartik, Andi (ed.). "Sejumlah Santri Masih Terjebak di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo". KOMPAS.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2025.
  3. 1 2 "Tanggap Darurat Sidoarjo". tanggap.sidoarjokab.go.id. Diakses tanggal 7 Oktober 2025.
  4. ↑ Dirgantara, Adhyasta (7 Oktober 2025). Carina, Jessi (ed.). "BNPB: Semua Korban Ponpes Al Khoziny Telah Ditemukan, Total 61 Jenazah dan 7 Body Part". KOMPAS.com. Diakses tanggal 7 Oktober 2025.
  5. ↑ "Tragedi Ponpes Al Khoziny Jadi Bencana Non-Alam dengan Korban Terbanyak". Jpnn.com. 2025-10-06. Diakses tanggal 2025-10-06.
  6. ↑ Press, The Associated (2025-09-30). "At least 3 students dead, dozens buried in rubble after school collapse in Indonesia". https://www.knoe.com. Diakses tanggal 2025-10-05.
  7. ↑ Anggadia Muhammad (1 Oktober 2025). "Mushola Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk Ungkap Dugaan Pelanggaran Pengurus Ponpes". Beritajatim.com. Diakses tanggal 4 Oktober 2025.
  8. ↑ "Sejumlah Fakta Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo". MetrotvNews. 4 Oktober. Diakses tanggal 4 Oktober 2025.
  9. ↑ Fina Nailur Rohmah (2 Oktober 2025). "Ambruknya Ponpes Al Khoziny: Antara Konstruksi, Izin, dan Lalai". Tirto.id. Diakses tanggal 4 Oktober 2025.
  10. ↑ Aminudin, Muhammad. "Detik-detik Mencekam Santri Selamat dari Ambruknya Ponpes di Sidoarjo". detikjatim. Diakses tanggal 2025-10-05.
  11. ↑ Suparno. "Putra Ceritakan Detik-detik Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk". detikjogja. Diakses tanggal 2025-10-05.
  12. ↑ M Nurhadi (2 Oktober 2025). "Proyek Ponpes Al Khoziny dari Tahun 2015-2024 Terekam, Tiang Penyangga Terlalu Kecil?". Suara.com. Diakses tanggal 4 Oktober 2025.
  13. ↑ "Penyebab Ponpes di Sidoarjo Ambruk Versi BNPB". Detik.com. 30 September 2025. Diakses tanggal 4 Oktober 2025.
  14. ↑ antaranews.com (2025-10-03). "BNPB: 400 lebih personel SAR bekerja siang malam di Ponpes Al Khoziny". Antara News. Diakses tanggal 2025-10-05.
  15. ↑ Widiyana, Esti. "Damkar Surabaya Turunkan Mobil HDR Bantu Evakuasi Ponpes Al-Khoziny". detikjatim. Diakses tanggal 2025-10-05.
  16. ↑ "Death toll rises to 13 as rescuers search for trapped Indonesian students". Reuters. 2025-10-03. Diakses tanggal 2025-10-05.
  17. ↑ "kisah penyelamatan di ponpes al khoziny Aaron_Franklyn_Soaduon_Simatupang - Mencari Video". www.bing.com. Diakses tanggal 2025-11-13.
  18. ↑ Television, Channels (2025-10-01). "Two Pulled From Indonesia School Collapse As Rescuers Race Against Time". Channels Television. Diakses tanggal 2025-10-05.
  19. ↑ antaranews.com (2025-10-01). "Sidoarjo's Al Khoziny School collapse: Rescue teams race to save kids". Antara News. Diakses tanggal 2025-10-05.
  20. ↑ Az-Zahra, Fadya Majida. "Alat Berat Tak Dipakai Evakuasi Ponpes Ambruk di Sidoarjo, Ini Alasannya". detikjatim. Diakses tanggal 2025-10-05.
  21. ↑ "Indonesia school collapse death toll rises to 36, search for bodies continues". Reuters. 2025-10-05. Diakses tanggal 2025-10-05.
  22. ↑ antaranews.com (2025-10-01). "Basarnas finds 15 victim spots under rubble of Khoziny boarding school". Antara News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-05.
  23. ↑ Marsi, Federica. "Rescuers race to save survivors of Indonesia school collapse as quake hits". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-05.
  24. ↑ "Indonesia earthquake slows efforts to rescue those trapped by school collapse". Reuters (dalam bahasa Inggris). 2025-10-01. Diakses tanggal 2025-10-05.
  25. ↑ "No more signs of life in Indonesia school collapse, with 59 still missing: Rescuers". CNA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-05.
  26. ↑ "Basarnas Resmi Tutup Operasi Pencarian Korban Ambruk Ponpes Al Khoziny". CNBC Indonesia. 8 Oktober 2025. Diakses tanggal 8 Oktober 2025.
  27. ↑ "Solidaritas Tanpa Sekat, Paiton Energy hingga Freeport Bersatu Evakuasi Korban di Ponpes Al Khoziny". TIMES Indonesia. 30 September 2025. Diakses tanggal 2025-10-07.
  28. ↑ "Korban Tewas Insiden Ponpes Al Khoziny Jadi 60 Orang". Tempo.co. 2025-10-06. Diakses tanggal 2025-10-07.
  29. ↑ "Korban Tewas Ponpes Ambruk Jadi 45 Orang, 2 Diantaranya Potongan Tubuh". CNN Indonesia. 2025-10-05. Diakses tanggal 2025-10-05.
  30. ↑ "Korban Ambruknya Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Satu Santri Dirawat Intensif di RS Mojokerto". Radar Mojokerto.jawapos.com. 4 Oktober 2025. Diakses tanggal 4 Oktober 2025.
  31. ↑ "Gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo runtuh – Korban meninggal mencapai 14 orang". BBC. 4 Oktober 2025. Diakses tanggal 4 Oktober 2025.
  32. ↑ Devi, Aprilia. "Ponpes Al Khoziny Minta Maaf ke Wali Santri: Ini Takdir dari Allah". detikjatim. Diakses tanggal 2025-10-05.
  33. ↑ Devi, Aprilia. "Kata Pengasuh Ponpes Al Khoziny Soal Penyebab Bangunan Ambruk". detikjatim. Diakses tanggal 2025-10-05.
  34. ↑ "Pengasuh Al Khoziny Sidoarjo soal Gedung Ambruk: Takdir Allah". CNN Indonesia. 29 September 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  35. ↑ "Musibah Mushala Ambruk, Berikut Pernyataan Pengasuh Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo". NU Online. Diakses tanggal 2025-10-05.
  36. ↑ Rohman, M. Saiful. "Presiden Prabowo Prihatin Atas Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Buduran Sidoarjo - Radar Sidoarjo". Radar Sidoarjo. Diakses tanggal 2025-10-05.
  37. ↑ antaranews.com (2025-09-30). "Indonesia moves to strengthen school safety after Sidoarjo tragedy". Antara News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-05.
  38. ↑ Amaluddin (7 Oktober 2025). "Khofifah: Kini Fokus Identifikasi Santri Ponpes Al Khoziny di RS Bhayangkara". MetroTV. Diakses tanggal 2025-10-07.
  39. ↑ "Viral Risma Tenangkan Orang Tua Santri Ponpes Al Khoziny, Kurang Puas dengan Proses Evakuasi". iNews. 3 October 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  40. ↑ Rohman, M. Saiful. "Bupati Sidoarjo Subandi Sampaikan Duka Mendalam untuk Santri Korban Tragedi Al Khoziny, Pastikan Evakuasi hingga Tuntas - Radar Sidoarjo". Bupati Sidoarjo Subandi Sampaikan Duka Mendalam untuk Santri Korban Tragedi Al Khoziny, Pastikan Evakuasi hingga Tuntas - Radar Sidoarjo. Diakses tanggal 2025-10-05.
  41. ↑ TV, Metro. "Bupati Sidoarjo Ungkap Gedung Ponpes Al-Khoziny Tidak Miliki Izin Bangunan". https://www.metrotvnews.com. Diakses tanggal 2025-10-05.
  42. ↑ "Bupati Sidoarjo Janji Evaluasi Konstruksi Semua Pondok Pesantren dan Budaya Gotong-Royong Santri Ngecor". Diakses tanggal 2025-10-05.
  43. ↑ Jatim, Humas BAZNAS (2025-01-10). "Kerahkan BTB ke Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny, BAZNAS RI Salurkan Bantuan Rp300 Juta". BAZNAS Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-27.
  44. ↑ Agency, ANTARA News. "RMI NU Jatim bantah eksploitasi santri dan bantuan di Al Khoziny". ANTARA News Jawa Timur. Diakses tanggal 2025-12-27.
  45. ↑ antaranews.com (2025-10-07). "MUI respons kasus Ponpes Al Khoziny, dorong evaluasi gedung pesantren". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-27.
  46. ↑ "Ketua PKS Jatim Minta Legislator dan Relawan Terjun Bantu Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo". pks.id. Diakses tanggal 2025-12-27.
  • l
  • b
  • s
Bencana alam dan kerusuhan di Indonesia tahun 2025
Bencana alam
Banjir dan
longsor
  • Banjir dan longsor Pekalongan
  • Banjir Jabodetabek
  • Banjir dan longsor Sukabumi
  • Banjir Bali
  • Banjir dan longsor Sumatra 2025
Gempa bumi
  • Tapanuli Utara
  • Sarmi
  • Poso
  • Sumenep
Gunung meletus
  • Letusan Gunung Semeru
Siklon tropis
    Siklon Senyar
    Kecelakaan
    Kapal
    • KMP Tunu Pratama Jaya
    Kendaraan
    bermotor
    • Kecelakaan bus Padang Panjang
    • Kecelakaan bus Probolinggo
    Lain-lain
    • Keracunan massal program Makan Bergizi Gratis
    • Ledakan amunisi Garut
    • Longsor tambang batu Cirebon
    • Keruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny
    • Kebakaran Kampung Adat Waruwora
    • Kebakaran Gedung Terra Drone
    Kerusuhan
    • #IndonesiaGelap
      • Pati
      • Agustus–September
      • Bentrokan Bandung
    • Pembantaian Yahukimo
    • Bentrokan Kalibata
    Lain-lain
    • Pengeboman SMA Negeri 72 Jakarta
    ◀ 2024 - 2026 ▶

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Latar belakang
    2. Pondok Pesantren Al-Khoziny
    3. Konstruksi
    4. Keruntuhan
    5. Upaya penyelamatan
    6. Korban
    7. Reaksi
    8. Lokal
    9. Domestik
    10. Lembaga Swadaya Terlibat
    11. Catatan
    12. Referensi

    Artikel Terkait

    Indonesia dalam tahun 2025

    Indonesia dalam tahun 2025 menyajikan serangkaian peristiwa yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2025. 1 Januari Presiden Prabowo Subianto mengumumkan

    Hercules (gangster)

    ketua gang asal Indonesia dan tokoh masyarakat

    Indonesian Idol (musim 13)

    musim seri televisi

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026