Pesantren Salaf, Pesantren Salafi, atau Pesantren Salafiyah adalah sebutan bagi pondok pesantren yang mengkaji kitab-kitab kuning. Pesantren salaf identik dengan pesantren tradisional (klasik) yang berbeda dengan pesantren modern dalam hal metode pengajaran dan infrastrukturnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Bagian dari seri |
| Pendidikan di Indonesia |
|---|
|
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains & Teknologi Kementerian Agama Kementerian Sosial |
Pesantren Salaf, Pesantren Salafi, atau Pesantren Salafiyah adalah sebutan bagi pondok pesantren yang mengkaji kitab-kitab kuning (kitab kuno). Pesantren salaf identik dengan pesantren tradisional (klasik) yang berbeda dengan pesantren modern dalam hal metode pengajaran dan infrastrukturnya.
Pada dasarnya, pesantren salaf adalah bentuk asli dari lembaga pesantren itu sendiri. Sejak munculnya pesantren, format pendidikan pesantren adalah bersistem salaf. Kata salaf dibelakang kata 'pesantren' merupakan bahasa Arab yang berarti terdahulu, klasik, kuno, tradisional, atau bisa juga diartikan bahwa pesantren tersebut selalu menjunjung dan mengamalkan ajaran orang-orang salaf melalui kitab-kitab kuning.
Seiring berkembangan zaman, tidak sedikit pesantren salaf yang beradaptasi dan mengkombinasikan sistem pembelajaran modern. Dalam klasifikasi tipe pesantren di lingkungan Kemenag, disebut sebagai pesantren kombinasi. Kementerian Agama RI membagi tiga tipe pesantren, yaitu Pesantren Salafiyah, Pesantren Khalafiyah (Ashriyah) dan Pesantren Kombinasi.
Metode belajar mengajar di pesantren salaf terbagi menjadi dua yaitu metode sorogan-wetonan/ sorogan-bandongan dan metode klasikal. Metode sorogan (talaqqi) adalah sistem belajar mengajar di mana santri membaca kitab yang dikaji di depan ustadz atau kyai. Sedangkan sistem wetonan/ bandongan (halaqah) adalah kyai membaca kitab yang dikaji sedang santri menyimak, mendengarkan dan memberi ma'na (terjemah lafadz-perlafadz beserta posisi lafadz dari segi i'rab) pada kitab tersebut.
Metode sorogan dan wetonan/ bandongan merupakan metode klasik dan paling tradisional yang ada sejak pertama kali lembaga pesantren didirikan dan masih tetap eksis dan dipakai sampai saat ini. Adapun metode klasikal adalah metode sistem kelas yang tidak berbeda dengan sistem modern. Hanya saja bidang studi yang diajarkan mayoritas adalah keilmuan agama.
1) Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo.
2) Pondok Pesantren Darussalam Labuhan Haji, Aceh ,
3) Pondok Pesantren Qodamul Musthofa Pekalongan, Jawa Tengah,
4) Pondok Pesantren Langitan Tuban, Jawa Timur,
5) Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur,
6) Pondok Pesantren Ploso Kabupaten Kediri, Jawa Timur,
7) Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Jawa Timur,
8) Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah,
9) Pondok Pesantren MIS Sarang, Rembang, Jawa Tengah,
10) Pondok Pesantren MUS Sarang, Rembang, Jawa Tengah,
11) Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah,
12) Pondok Pesantren Cidahu, Pandeglang, Banten,
dan pondok pesantren salaf lain yang berada di bawah naungan RMI NU.