Kereta api Angkutan Baja Coil merupakan angkutan kereta api barang yang hasil kerjasama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan PT Krakatau Bandar Samudera dalam mengangkut Produk yang dihasilkan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berupa lembaran baja gulung (coil) dari pabriknya di Kota Cilegon hingga ke Kalimas, Surabaya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Beberapa atau seluruh referensi dari artikel ini mungkin tidak dapat dipercaya kebenarannya. |
| Kereta api Angkutan Barang Baja Coil | |
|---|---|
| Ikhtisar | |
| Sistem | Kereta api barang |
| Status | Beroperasi |
| Lokal | Daerah Operasi I Jakarta |
| Terminus | Cilegon Kalimas |
| Layanan | 2 |
| Operasi | |
| Dibuka | 2010 |
| Pemilik | |
| Operator | KAI Logistik |
| Depo | Sidotopo (SDT), Untuk Lokomotif Jakarta Gudang (JAKG), Untuk Rangkaian Kereta |
| Rangkaian | CC 206 |
| Data teknis | |
| Panjang lintas | 903 km (rute Cilegon-Kalimas) |
| Lebar sepur | 1067 mm |
| Kecepatan operasi | 50 s.d. 75 km/jam |
Kereta api Angkutan Baja Coil merupakan angkutan kereta api barang yang hasil kerjasama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan PT Krakatau Bandar Samudera dalam mengangkut Produk yang dihasilkan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berupa lembaran baja gulung (coil) dari pabriknya di Kota Cilegon hingga ke Kalimas, Surabaya.
Pengangkutan Baja Coil dengan Kereta api sebenarnya sangat menguntungkan perusahaan itu sendiri karena dirasa lebih cepat. Jika menggunakan truk, perjalanan ditempuh hingga 7 hari perjalanan. Sedangkan jika menggunakan KA, waktu tempuhnya hanya 3 hari sudah sampai ke tujuan pelanggan. Praktis, PT Krakatau Bandar Samudera dapat mendistribusikan komoditasnya dengan volume yang jauh lebih banyak daripada sebelumnya. Dengan menggunakan Gerbong datar berkapasitas 42 ton sebanyak 20 gerbong, Krakatau Steel bisa mengangkut 600 ton baja, yang setara 15 trailer container ukuran 40 ton.