Keluaran 15 adalah pasal kelima belas Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa. Pasal ini berisi kisah perjalanan orang Israel keluar dari tanah Mesir.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Keluaran 15 | |
|---|---|
Gambar sebuah gulungan Taurat modern, terbuka pada halaman yang memuat "Kidung Laut" (Keluaran 15:1-19) jelas dengan penataan khusus. Teacher's Edition: The Holy Bible. New York: Henry Frowde, Publisher to the University of Oxford, 1896. | |
| Kitab | Kitab Keluaran |
| Kategori | Taurat |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Lama |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 2 |
Keluaran 15 (disingkat Kel 15) adalah pasal kelima belas Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1] Pasal ini berisi kisah perjalanan orang Israel keluar dari tanah Mesir.[2]
Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,
Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Transliterasi:
Referensi silang: Yesaya 12:2.
Tuhan yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir, bukan hasil perjuangan orang Israel. Mereka telah melihat bagaimana semua dewa-dewa Mesir, atau sembahan orang Mesir, dibungkam, dan dibuat sepenuhnya menjijikkan, dengan sepuluh tulah, yang rupanya memang terutama ditujukan untuk menjatuhkan mereka.[9]
Miryam disebut "nabiah" karena ia digerakkan oleh Roh nubuat dan mengucapkan amanat dari Allah kepada umat itu (lihat Bilangan 12:2,6; bandingkan Hakim–hakim 4:4; 2 Raja–raja 22:14; Yesaya 8:3; Lukas 2:36).[11] Tarian-tarian diiringi rebana adalah salah satu cara memuji Tuhan.[12]
Kidung Laut atau Nyanyian Laut (bahasa Ibrani: שירת היםcode: he is deprecated , Shirat HaYam, juga dikenal sebagai Az Yashir Moshe; bahasa Inggris: Song of the Seacode: en is deprecated ) adalah sebuah sajak nyanyian yang tercatat pada ayat 1-18 pasal ini, yang diberi judul "Nyanyian Musa dan Israel". Diikuti dengan kidung pendek di ayat 20 dan 21 yang dinyanyikan oleh Miryam dan para perempuan Israel. Kidung ini pertama kali dinyanyikan oleh orang Israel setelah mereka melewati Laut Merah (Laut Teberau) dengan selamat dan orang-orang Mesir yang mengejar mereka ditenggelamkan dalam laut.
Nyanyian ini merupakan satu dari hanya dua bagian dalam Taurat yang ditulis dengan tata letak (layout) yang berbeda dari kolom sederhana seperti biasanya. Layout-nya mirip dengan susunan batu bata di tembok (lihat gambar di Sefer Torah atau "Gulungan Kitab Taurat"), di mana kata-kata yang ditempatkan berseling melambangkan dua tembok air dari laut yang terbelah ketika orang Israel menyeberangi Laut Merah. Bagian lain yang ditulis dengan tata letak yang berbeda adalah "Nyanyian Musa" pada Kitab Ulangan pasal 32 yang merupakan bagian pembacaan parsyah Ha'azinu dalam tradisi Yahudi.
Nyanyian ini merayakan kemenangan Allah di Laut Teberau atas kuasa-kuasa Mesir; merupakan pujian dan ucapan syukur kepada Allah atas keagungan, kekuatan militan, dan kesetiaan kepada umat-Nya. Pembebasan dari Mesir melambangkan dan menubuatkan kemenangan umat Allah atas Iblis dan antikristus pada hari-hari terakhir; karena itu salah satu nyanyian orang tertebus dinamakan "nyanyian Musa" (Wahyu 15:3).[11]