Kedatangan Kedua Kristus atau Parousia adalah kepercayaan Kristen dan Islam tentang kembalinya Yesus Kristus dari Surga ke bumi sebagaimana yang diajarkan dalam Eskatologi Kristen. Peristiwa ini dinubuatkan di dalam nubuat Mesianik alkitabiah. Nubuatan ini mencakup kebangkitan semua orang yang benar di hadapan-Nya, setelah penghakiman terakhir terhadap orang yang hidup dan yang mati, dan pendirian penuh Kerajaan Allah di bumi atau "Era Mesianik". Pandangan tentang kedatangan Kristus untuk kedua kali ini bervariasi di antara Denominasi Kristen.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bagian dari seri tentang |

Kedatangan Kedua Kristus atau Parousia adalah kepercayaan Kristen dan Islam tentang kembalinya Yesus Kristus dari Surga ke bumi sebagaimana yang diajarkan dalam Eskatologi Kristen. Peristiwa ini dinubuatkan di dalam nubuat Mesianik alkitabiah. Nubuatan ini mencakup kebangkitan semua orang yang benar di hadapan-Nya, setelah penghakiman terakhir terhadap orang yang hidup dan yang mati, dan pendirian penuh Kerajaan Allah di bumi atau "Era Mesianik". Pandangan tentang kedatangan Kristus untuk kedua kali ini bervariasi di antara Denominasi Kristen.
Dalam eskatologi Islam, Yesus (ʿĪsā ibn Maryam) juga diyakini akan kembali pada akhir zaman. Menurut kepercayaan Islam, ia akan turun dari Surga untuk mengalahkan mesias palsu (al-Masih ad-Dajjal), memulihkan keadilan, dan menegaskan kembali monoteisme. Kepulangannya dianggap sebagai salah satu tanda utama Hari Penghakiman, dan ia dipandang sebagai nabi yang dihormati, bukan dewa, dalam teologi Islam.[1]
Beberapa terminologi atau istilah digunakan untuk menyebut Kedatangan Kristus yang kedua kalinya:
Dalam Perjanjian Baru, kata bahasa Yunani ἐπιφάνεια (épiphéneia, "kemunculan") digunakan lima kali untuk merujuk kepada kedatangan Kristus kembali.[2]
Novum Testamentum Graece (naskah Perjanjian Baru bahasa Yunani) menggunakan istilah parousia (παρουσία, artinya "kedatangan", "ketibaan" atau "kehadiran") 24 kali, 17 di antaranya berkenaan dengan Kristusmeaning "arrival", "coming", .[3] Kata ini juga digunakan enam kali untuk beberapa tokoh: Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus (1 Korintus 16:17), Titus (2 Korintus 7:6–7) dan Paulus (2 Korintus 10:10; Filipi 1:26; Filipi 2:12) dan satu kali untuk "kedatangan si pendurhaka" (2 Tesalonika 2:9)
Etimologi kata Yunani parousia dikaitkan dengan kata para ("di sebelah") dan ousia ("kehadiran"). Dalam bahasa Inggris "parousia" selalu bermakna khusus untuk agama Kristen.[4]
Dalam kitab Kisah Para Rasul tercatat:[5]
Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
— Kisah Para Rasul 1:9-11
Tanda-tanda lain: