Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kecelakaan helikopter Pegunungan Meratus 2025

Kecelakaan helikopter BK117 D3 Pegunungan Meratus 2025 adalah kecelakaan pesawat yang terjadi pada tanggal 1 September 2025. Sebuah helikopter BK117 D3 milik perusahaan Eastindo Air dengan registrasi PK-RGH mengalami hilang kontak dan jatuh di kawasan hutan lereng Pegunungan Meratus, tepatnya di Gunung Belumutan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kecelakaan ini menewaskan seluruh delapan orang yang berada di dalamnya, termasuk dua awak dan enam penumpang.

Wikipedia article
Diperbarui 12 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kecelakaan helikopter BK117 D3 Pegunungan Meratus 2025
Ringkasan peristiwa
Tanggal1 September 2025
RingkasanKecelakaan pesawat (dalam investigasi)
LokasiLereng Gunung Belumutan, Pegunungan Meratus, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Indonesia
03°05′06″S 115°37′39″E / 3.08500°S 115.62750°E / -3.08500; 115.62750[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Kecelakaan_helikopter_Pegunungan_Meratus_2025&params=03_05_06_S_115_37_39_E_type:event_scale:50000 <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">03°05′06″S</span> <span class=\"longitude\">115°37′39″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\">&#xfeff; / &#xfeff;</span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">3.08500°S 115.62750°E</span><span style=\"display:none\">&#xfeff; / <span class=\"geo\">-3.08500; 115.62750</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBA\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt4\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBQ\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwBg\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&amp;pagename=Kecelakaan_helikopter_Pegunungan_Meratus_2025&amp;params=03_05_06_S_115_37_39_E_type:event_scale:50000\" class=\"external text\" id=\"mwBw\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCA\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCQ\"><span class=\"latitude\" id=\"mwCg\">03°05′06″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwCw\">115°37′39″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDQ\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDg\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwDw\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEA\">3.08500°S 115.62750°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEg\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwEw\">-3.08500; 115.62750</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFA\"/></span>"}' id="mwFQ"/>
Penumpang6
Awak2
Tewas8
Selamat0
Jenis pesawatBK117 D3
OperatorEastindo Air
RegistrasiPK-RGH
AsalBandar Udara Gusti Syamsir Alam, Kotabaru, Kalimantan Selatan
TujuanBandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Kecelakaan helikopter BK117 D3 Pegunungan Meratus 2025 adalah kecelakaan pesawat yang terjadi pada tanggal 1 September 2025. Sebuah helikopter BK117 D3 milik perusahaan Eastindo Air dengan registrasi PK-RGH mengalami hilang kontak dan jatuh di kawasan hutan lereng Pegunungan Meratus, tepatnya di Gunung Belumutan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.[1] Kecelakaan ini menewaskan seluruh delapan orang yang berada di dalamnya, termasuk dua awak dan enam penumpang.[2]

Kronologi

Helikopter lepas landas dari Bandar Udara Gusti Syamsir Alam di Kotabaru pada pukul 07.46 WIB menuju Bandar Udara Tjilik Riwut di Palangka Raya dengan perkiraan waktu tiba pukul 09.15 WIB.[3] Kontak terakhir dengan menara pengawas tercatat pada pukul 07.54 WIB, saat helikopter berada pada jarak 10 nautical mile dari Kotabaru dan ketinggian 3.000 kaki.[3] Helikopter kemudian dinyatakan hilang kontak.

Pencarian intensif dilakukan oleh Tim Basarnas gabungan. Pada tanggal 3 September 2025 pukul 14.45 WITA, bangkai helikopter berhasil ditemukan oleh tim pencari darat di lereng Gunung Belumutan, dengan koordinat 03° 5’6” LS – 115° 37’39.07” BT.[1] Lokasi jatuhnya helikopter berada di medan yang sangat terjal dengan kemiringan mencapai 75 derajat dan ditutupi vegetasi hutan lebat.[1] Seluruh korban ditemukan telah meninggal dunia.

Korban

Helikopter mengangkut dua awak dan enam penumpang. Berikut adalah daftar korban:[3]

  • Awak:
    • Capt. Haryanto (Pilot)
    • Eng Hendra (Engineer)
  • Penumpang:
    • Mark Werren (Warga Negara Australia)
    • Yudi Febrian
    • Andys Rissa Pasulu
    • Santha Kumar (Warga Negara India)
    • Claudine Quito (Warga Negara Brasil)
    • Iboy Irfan Rosa

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyatakan bahwa para korban merupakan anggota tim survei dari sebuah perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang sedang melakukan pengukuran di wilayah Kalimantan.[4]

Evakuasi dan Identifikasi

Proses evakuasi jenazah dari lokasi kecelakaan yang ber-medan berat membutuhkan usaha yang sulit dan waktu hingga tanggal 4 September 2025.[2] Selanjutnya, proses identifikasi korban dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Hoegeng Imam Santoso, Banjarmasin.[2][3] Identifikasi melibatkan pemeriksaan DNA untuk beberapa korban akibat kondisi jasad.[3]

Investigasi

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengambil alih proses investigasi untuk menentukan penyebab kecelakaan. Kotak hitam (black box) helikopter berhasil ditemukan dan diserahkan kepada KNKT.[2] Investigasi dilakukan sesuai dengan standar internasional ICAO Annex 13 dan melibatkan perwakilan dari pabrikan helikopter dan mesinnya, mengingat helikopter BK117 merupakan produk kerja sama dan mesinnya berasal dari Inggris atau Jerman.[4]

Lihat Pula

  • Daftar kecelakaan dan insiden pesawat terbang di Indonesia
  • Airbus Helicopters BK117
  • Eastindo Air
  • Komite Nasional Keselamatan Transportasi

Referensi

  1. 1 2 3 "Saksi ungkap temuan bangkai Helikopter BK117 D3 jatuh di hutan Kalsel". Antara News. 4 September 2025. Diakses tanggal 9 September 2025.
  2. 1 2 3 4 "KNKT Selidiki Penyebab Kecelakaan Helikopter BK 117-D3 di Hutan Meratus". Media Indonesia. 8 September 2025. Diakses tanggal 9 September 2025.
  3. 1 2 3 4 5 "Polri Identifikasi 8 Korban Kecelakaan Helikopter Eastindo Air". Tempo.co. 6 September 2025. Diakses tanggal 9 September 2025.
  4. 1 2 "Korban Jatuhnya Helikopter BK117-D3 di Pegunungan Meratus Anggota Tim Survei PT HTI". MetroTVNews.com. 6 September 2025. Diakses tanggal 9 September 2025.
  • l
  • b
  • s
Kecelakaan dan insiden penerbangan di Indonesia
1950-an
hingga
1980-an
  • KLM Penerbangan 844 (Juli 1957)
  • Garuda Indonesia Penerbangan 708 (Februari 1967)
  • Kecelakaan Vickers Viscount Samudra Hindia 1971 (November 1971)
  • Pan Am Penerbangan 812 (April 1974)
  • Garuda Indonesia Penerbangan 150 (September 1975)
  • Kecelakaan Garuda Fokker F28 1979 (Juli 1979)
  • Garuda Indonesia Penerbangan 206 (Maret 1981)
  • British Airways Penerbangan 9 (Juni 1982)
  • Garuda Indonesia Penerbangan 035 (April 1987)
1990-an
  • Mandala Airlines Penerbangan 660 (Juli 1992)
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 5601 (Oktober 1992)
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 724 (Juli 1993)
  • Dirgantara Air Service Penerbangan 5940 (Desember 1996)
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 106 (April 1997)
  • Sempati Air Penerbangan 304 (Juli 1997)
  • Garuda Indonesia Penerbangan 152 (September 1997)
  • SilkAir Penerbangan 185 (Desember 1997)
2000-an
  • Dirgantara Air Service Penerbangan 3130 (November 2000)
  • Garuda Indonesia Penerbangan 421 (Januari 2002)
  • Lion Air Penerbangan 583 (November 2004)
  • Mandala Airlines Penerbangan 91 (September 2005)
  • Adam Air Penerbangan 574 (Januari 2007)
  • Adam Air Penerbangan 172 (Februari 2007)
  • Garuda Indonesia Penerbangan 200 (Maret 2007)
  • Mimika Air Penerbangan 514 (April 2009)
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 9760 (Agustus 2009)
2010-an
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 836 (April 2010)
  • Qantas Penerbangan 32 (November 2010)
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 8968 (Mei 2011)
  • Nusantara Buana Air Penerbangan 823 (September 2011)
  • Kecelakaan Sukhoi Superjet Gunung Salak (Mei 2012)
  • Lion Air Penerbangan 904 (April 2013)
  • Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 6517 (Juni 2013)
  • Indonesia AirAsia Penerbangan 8501 (Desember 2014)
  • Trigana Air Service Penerbangan 267 (Agustus 2015)
  • Aviastar Penerbangan 7503 (Oktober 2015)
  • Batik Air Penerbangan 7703 (April 2016)
  • Lion Air Penerbangan 610 (Oktober 2018)
2020-an
  • Sriwijaya Air Penerbangan 182 (Januari 2021)
  • Kecelakaan SAM Air (Juni 2023)
  • Kecelakaan SAM Air (Oktober 2024)
  • Kecelakaan helikopter BK117 D3 (September 2025)
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kronologi
  2. Korban
  3. Evakuasi dan Identifikasi
  4. Investigasi
  5. Lihat Pula
  6. Referensi

Artikel Terkait

Daftar kecelakaan dan insiden pesawat penumpang di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

2025

tahun kalender

Indonesia dalam tahun 2025

2025-09-18. "Polri Identifikasi 8 Korban Kecelakaan Helikopter Eastindo Air". Tempo. 2025-09-06. Diakses tanggal 2025-09-18. "Polisi dan Militer Tembakan Gas

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026