Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Jaguar

Jaguar adalah spesies kucing besar dan satu-satunya anggota yang masih hidup dari genus Panthera yang berasal dari Amerika. Dengan panjang tubuh hingga 1,85 m dan berat mencapai 158 kg (348 pon), spesies ini merupakan spesies kucing terbesar di Amerika dan terbesar ketiga di dunia. Rambutnya yang memiliki pola khas menampilkan warna kuning pucat hingga cokelat muda yang dipenuhi bintik-bintik yang beralih menjadi roset pada bagian sisi tubuh, meskipun bulu hitam melanistik juga ditemukan pada beberapa individu. Gigitan jaguar yang kuat memungkinkannya menembus karapas kura-kura dan kura-kura darat, serta menggunakan metode pembunuhan yang tidak biasa: ia menggigit langsung menembus tengkorak mangsa mamalia di antara kedua telinganya untuk memberikan serangan mematikan pada otak.

kucing besar
Diperbarui 22 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jaguar
Untuk produsen mobil, lihat Mobil Jaguar. Untuk kegunaan lain, lihat Jaguar (disambiguasi).

Jaguar
Rentang waktu:
Pleistosen Awal – kini (~850.000–0 SS)[1]
Status konservasi

Hampir Terancam  (IUCN 3.1)[2]
CITES Apendiks I (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Subordo: Feliformia
Famili: Felidae
Subfamili: Pantherinae
Genus: Panthera
Spesies:
P. onca
Nama binomial
Panthera onca
(Linnaeus, 1758)
Subspesies
  • Panthera onca onca
  • †Panthera onca augusta
  • †Panthera onca mesembrina
  Daerah sebaran saat ini

  Daerah sebaran sebelumnya

Sinonim[3]
  • Felis augustus (Leidy, 1872)
  • Felis listai (Roth, 1899)
  • Felis onca Linnaeus, 1758
  • Felis onca subsp. boliviensis Nelson & Goldman, 1933
  • Felis onca subsp. coxi Nelson & Goldman, 1933
  • Felis onca subsp. ucayalae Nelson & Goldman, 1933
  • Felis veronis Hay, 1919
  • Iemish listai (Roth, 1899)
  • Panthera augusta (Leidy, 1872)
  • Panthera onca subsp. augusta (Leidy, 1872)
  • Uncia augusta (Leidy, 1872)

Jaguar (Panthera onca) adalah spesies kucing besar dan satu-satunya anggota yang masih hidup dari genus Panthera yang berasal dari Amerika. Dengan panjang tubuh hingga 1,85 m (6 ft 1 in) dan berat mencapai 158 kg (348 pon), spesies ini merupakan spesies kucing terbesar di Amerika dan terbesar ketiga di dunia. Rambutnya yang memiliki pola khas menampilkan warna kuning pucat hingga cokelat muda yang dipenuhi bintik-bintik yang beralih menjadi roset pada bagian sisi tubuh, meskipun bulu hitam melanistik juga ditemukan pada beberapa individu. Gigitan jaguar yang kuat memungkinkannya menembus karapas kura-kura dan kura-kura darat, serta menggunakan metode pembunuhan yang tidak biasa: ia menggigit langsung menembus tengkorak mangsa mamalia di antara kedua telinganya untuk memberikan serangan mematikan pada otak.

Leluhur jaguar modern diperkirakan memasuki Amerika dari Eurasia selama Pleistosen Awal melalui jembatan darat yang pernah melintasi Selat Bering. Saat ini, daerah sebaran jaguar membentang dari Amerika Serikat Barat Daya melintasi Meksiko dan sebagian besar Amerika Tengah, Hutan hujan Amazon, hingga ke selatan menuju Paraguay dan bagian utara Argentina. Hewan ini menghuni berbagai jenis lahan hutan dan terbuka, tetapi habitat pilihannya adalah hutan daun lebar lembap tropis dan subtropis, lahan basah, dan kawasan berpepohonan. Jaguar mahir berenang dan sebagian besar merupakan predator puncak yang soliter, oportunistik, serta gemar menyergap mangsanya. Sebagai spesies kunci, jaguar memainkan peran penting dalam menstabilkan ekosistem dan mengendalikan populasi mangsa.

Jaguar terancam oleh hilangnya habitat, fragmentasi habitat, perburuan liar untuk perdagangan bagian tubuh, serta pembunuhan akibat konflik manusia-satwa liar, terutama dengan para peternak di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Spesies ini telah terdaftar sebagai spesies Hampir Terancam dalam Daftar Merah IUCN sejak tahun 2002. Populasi liarnya diperkirakan telah menurun sejak akhir tahun 1990-an. Wilayah prioritas untuk konservasi jaguar mencakup 51 Unit Konservasi Jaguar (JCU), yang didefinisikan sebagai wilayah luas yang dihuni oleh setidaknya 50 ekor jaguar yang berkembang biak. JCU tersebut berlokasi di 36 wilayah geografis yang terbentang dari Meksiko hingga Argentina.

Jaguar menempati posisi penting dalam mitologi masyarakat adat benua Amerika, termasuk dalam mitologi Aztek dan peradaban Maya.

Etimologi

Kata "jaguar" kemungkinan diturunkan dari kata dalam bahasa Tupi-Guarani yaguaracode: und is deprecated yang berarti 'binatang buas yang menaklukkan mangsanya dalam sekali lompatan'.[4][5] Karena nama jaguar juga berlaku untuk hewan lain, masyarakat adat di Guyana menyebutnya jaguaretécode: gyn is deprecated , dengan penambahan akhiran eté, yang berarti "binatang sejati".[6] Nama spesiesnya "Onca" berasal dari nama dalam bahasa Portugis onçacode: pt is deprecated yang merujuk kucing berbintik yang lebih besar daripada lynx; bnd. ounce.[7] Kata "panther" berasal dari bahasa Latin klasik panthēracode: la is deprecated , yang diambil dari bahasa Yunani kuno πάνθηρcode: grc is deprecated (pánthēr).[8]

Di Amerika Utara, kata ini diucapkan dengan dua suku kata, sebagai /ˈdʒæɡwɑːr/, sedangkan dalam bahasa Inggris Britania, kata ini diucapkan dengan tiga suku kata, sebagai /ˈdʒæɡjuːər/.[9][10]

Taksonomi dan evolusi

Taksonomi

Pada tahun 1758, Carolus Linnaeus mendeskripsikan jaguar dalam karyanya Systema Naturae dan memberinya nama ilmiah Felis onca.[11]

Pada abad ke-19 dan ke-20, beberapa spesimen tipe jaguar membentuk dasar bagi deskripsi subspesies.[3] Pada tahun 1939, Reginald Innes Pocock mengakui delapan subspesies berdasarkan asal geografis dan morfologi tengkorak spesimen-spesimen tersebut.[12] Pocock tidak memiliki akses ke spesimen zoologi yang memadai untuk mengevaluasi status subspesies mereka secara kritis, tetapi menyatakan keraguan mengenai status beberapa di antaranya. Peninjauan kemudian terhadap karyanya menyarankan bahwa hanya tiga subspesies yang harus diakui. Deskripsi P. o. palustris didasarkan pada sebuah tengkorak fosil.[5]

Menjelang tahun 2005, sembilan subspesies dianggap sebagai taksa yang valid:[3]

  • P. o. onca (Linnaeus, 1758) adalah jaguar dari Brasil.[11]
  • P. o. peruviana (De Blainville, 1843) adalah tengkorak jaguar dari Peru.[13]
  • P. o. hernandesii (Gray, 1857) adalah jaguar dari Mazatlán di Meksiko.[14]
  • P. o. palustris (Ameghino, 1888) adalah mandibula jaguar fosil yang digali di Sierras Pampeanas di Distrik Córdova, Argentina.[15]
  • P. o. centralis (Mearns, 1901) adalah tengkorak jaguar jantan dari Talamanca, Kosta Rika.[16]
  • P. o. goldmani (Mearns, 1901) adalah kulit jaguar dari Yohatlan di Campeche, Meksiko.[16]
  • P. o. paraguensis (Hollister, 1914) adalah tengkorak jaguar jantan dari Paraguay.[17]
  • P. o. arizonensis (Goldman, 1932) adalah kulit dan tengkorak jaguar jantan dari sekitar Cibecue, Arizona.[18]
  • P. o. veraecrucis (Nelson dan Goldman, 1933) adalah tengkorak jaguar jantan dari San Andrés Tuxtla di Meksiko.[19]

Reginald Innes Pocock menempatkan jaguar dalam genus Panthera dan mengamati bahwa hewan ini berbagi beberapa fitur morfologis dengan macan tutul (P. pardus). Oleh karena itu, ia menyimpulkan bahwa keduanya berkerabat paling dekat satu sama lain.[12] Hasil penelitian morfologis dan genetik menunjukkan variasi klinal utara–selatan antarpopulasi, tetapi tidak ada bukti adanya diferensiasi subspesies.[20][21] Analisis DNA terhadap 84 sampel jaguar dari Amerika Selatan mengungkapkan bahwa aliran gen antarpopulasi jaguar di Kolombia tinggi pada masa lalu.[22] Sejak 2017, jaguar dianggap sebagai takson monotipik,[23] walaupun Panthera onca onca modern masih dibedakan dari dua subspesies fosil, Panthera onca augusta dan Panthera onca mesembrina. Namun, studi tahun 2024 menunjukkan bahwa validitas penetapan subspesies pada P. o. augusta dan P. o. mesembrina masih belum terselesaikan, karena baik jaguar fosil maupun yang masih hidup menunjukkan variasi yang cukup besar dalam morfometri.[24]

Evolusi

Tengkorak fosil P. o. augusta

Garis keturunan Panthera diperkirakan telah berdivergensi secara genetik dari leluhur bersama Felidae sekitar 9,32 hingga 4,47 juta tahun yang lalu hingga 11,75 hingga 0,97 juta tahun yang lalu.[25][26][27] Beberapa analisis genetik menempatkan jaguar sebagai spesies saudari bagi singa, yang berdivergensi 3,46 hingga 1,22 juta tahun yang lalu,[25][26] namun studi lain menempatkan singa lebih dekat dengan macan tutul.[28][29]

Garis keturunan jaguar tampaknya bermula di Afrika dan menyebar ke Eurasia pada 1,95–1,77 juta tahun yang lalu. Spesies jaguar yang masih hidup sering dianggap sebagai keturunan dari Panthera gombaszogensis Eurasia. Leluhur jaguar memasuki benua Amerika melalui Beringia, jembatan darat yang pernah melintasi Selat Bering,[30][31] Beberapa penulis membantah hubungan erat antara P. gombaszogensis (yang terutama dikenal dari Eurasia) dan jaguar modern.[32] Fosil tertua dari jaguar modern (P. onca) ditemukan di Amerika Utara dengan penanggalan antara 850.000 hingga 820.000 tahun yang lalu.[1] Hasil analisis DNA mitokondria terhadap 37 jaguar menunjukkan bahwa populasi saat ini berevolusi antara 510.000 dan 280.000 tahun yang lalu di bagian utara Amerika Selatan dan kemudian mengolonisasi kembali Amerika Utara dan Tengah setelah kepunahan jaguar di sana selama Pleistosen Akhir.[20]

Dua subspesies jaguar yang telah punah diakui dalam catatan fosil: P. o. augusta dari Amerika Utara dan P. o. mesembrina dari Amerika Selatan.[33]

Hubungan filogenetik jaguar yang diperoleh melalui analisis
DNA inti:[25]
Felidae

Felinae

Pantherinae
Panthera

Singa (P. leo)

Jaguar

Macan tutul (P. pardus)

Harimau (P. tigris)

Macan tutul salju (P. uncia)

Neofelis

DNA mitokondria:[27]
Felidae

Felinae

Pantherinae
Panthera

Singa

Macan tutul

Macan tutul salju

Jaguar

Harimau

Neofelis

Deskripsi

Tengkorak jaguar
Ilustrasi citah, macan tutul, dan jaguar
Seekor jaguar hitam. Jaguar melanistik seperti ini dan juga macan tutul melanistik, umumnya dikenal sebagai macan kumbang

Jaguar adalah hewan yang kekar dan berotot. Ia merupakan kucing terbesar asli Amerika dan terbesar ketiga di dunia, yang ukurannya hanya kalah dari harimau dan singa.[5][34][35] Tinggi bahunya berkisar antara 57 hingga 81 cm (22,4 hingga 31,9 in).[36][37] Ukuran dan beratnya sangat bervariasi bergantung pada jenis kelamin dan wilayah: berat di sebagian besar wilayah biasanya berada dalam kisaran 56–96 kg (123–212 pon). Pejantan yang sangat besar tercatat memiliki berat hingga 158 kg (348 pon).[38][39] Betina terkecil dari Amerika Tengah memiliki berat sekitar 36 kg (79 pon). Hewan ini memiliki dimorfisme seksual, dengan betina biasanya 10–20% lebih kecil daripada pejantan. Panjang dari hidung ke pangkal ekor bervariasi dari 112 hingga 185 m (367 ft 5 in hingga 606 ft 11 in). Ekornya memiliki panjang 45 hingga 75 cm (18 hingga 30 in) dan merupakan yang terpendek dari semua kucing besar.[38] Kakinya yang berotot lebih pendek daripada kaki spesies Panthera lain dengan berat badan yang serupa.[40]

Ukuran tubuh cenderung meningkat dari utara ke selatan. Jaguar di Cagar Biosfer Chamela-Cuixmala di pesisir Pasifik Meksiko tengah memiliki berat sekitar 50 kg (110 pon).[41] Jaguar di Venezuela dan Brasil berukuran jauh lebih besar, dengan berat rata-rata sekitar 95 kg (209 pon) pada jantan dan sekitar 56–78 kg (123–172 pon) pada betina.[5]

Rambut jaguar berkisar dari warna kuning pucat hingga cokelat muda atau kuning kemerahan, dengan bagian bawah yang keputihan dan dipenuhi bintik-bintik hitam. Bintik-bintik dan bentuknya bervariasi: pada bagian sisi tubuh, bintik tersebut menjadi roset yang mungkin mencakup satu atau beberapa titik di dalamnya. Bintik-bintik di kepala dan leher umumnya padat, begitu pula pada ekor, di mana bintik-bintik tersebut mungkin menyatu membentuk pita di dekat ujung dan menciptakan ujung berwarna hitam. Bintik-bintik ini memanjang di bagian tengah punggung, sering kali terhubung membentuk garis tengah, dan tampak berbercak di bagian perut.[5] Pola-pola ini berfungsi sebagai kamuflase di area dengan vegetasi lebat dan bayangan yang tidak merata.[42] Jaguar yang hidup di hutan sering kali lebih gelap dan jauh lebih kecil daripada yang hidup di area terbuka, kemungkinan karena jumlah mangsa herbivora besar yang lebih sedikit di daerah hutan.[43]

Jaguar sangat mirip dengan macan tutul tetapi umumnya lebih kekar, dengan tungkai yang lebih gempal dan kepala yang lebih kotak. Roset pada rambut jaguar lebih besar, lebih gelap, jumlahnya lebih sedikit, dan memiliki garis yang lebih tebal, dengan bintik kecil di tengahnya.[40] Hewan ini memiliki rahang yang kuat dengan kekuatan gigitan tertinggi ketiga dari semua felid, setelah harimau dan singa.[44] Jaguar memiliki kekuatan gigitan rata-rata di ujung taring sebesar 887,0 Newton dan koefisien kekuatan gigitan di ujung taring sebesar 118,6.[45] Seekor jaguar seberat 100 kg (220 pon) dapat menggigit dengan kekuatan 4.939 kN (1.110.000 lbf) menggunakan gigi taring dan 6.922 kN (1.556.000 lbf) pada celah karnesial.[46]

Variasi warna

Jaguar melanistik juga dikenal sebagai macan kumbang. Morf hitam lebih jarang ditemukan daripada morf berbintik.[47] Jaguar hitam telah didokumentasikan di Amerika Tengah dan Selatan. Melanisme pada jaguar disebabkan oleh delesi pada gen reseptor melanokortin 1 dan diwariskan melalui alel dominan.[48] Jaguar hitam ditemukan dalam kepadatan yang lebih tinggi di hutan hujan tropis dan lebih aktif pada siang hari. Hal ini mengindikasikan bahwa melanisme memberikan kamuflase di tengah vegetasi lebat dengan pencahayaan tinggi.[49]

Pada tahun 2004, sebuah kamera jebak di pegunungan Sierra Madre Occidental memotret jaguar hitam pertama yang terdokumentasi di Meksiko Utara.[50] Jaguar hitam juga terpotret di Cagar Biologis Alberto Manuel Brenes di Kosta Rika, di pegunungan Cordillera de Talamanca, di Taman Nasional Barbilla, dan di Panama bagian timur.[49][51][52][53]

Sebaran dan habitat

Seekor jaguar betina di Sungai Piquirí, negara bagian Mato Grosso, Brasil
Seekor jaguar di Sungai São Lourenço

Pada tahun 1999, daerah sebaran historis jaguar pada pergantian abad ke-20 diperkirakan seluas 19.000.000 km2 (7.300.000 sq mi), membentang dari bagian selatan Amerika Serikat melewati Amerika Tengah hingga ke selatan Argentina. Menjelang pergantian abad ke-21, sebaran globalnya telah menyusut menjadi sekitar 8.750.000 km2 (3.380.000 sq mi), dengan penurunan terbesar terjadi di selatan Amerika Serikat, Meksiko utara, Brasil utara, dan Argentina selatan.[54] Daerah sebarannya saat ini terbentang dari Amerika Serikat, Meksiko, melalui Amerika Tengah hingga Amerika Selatan yang mencakup Belize, Guatemala, Honduras, Nicaragua, Kosta Rika, khususnya di Semenanjung Osa, Panama, Kolombia, Venezuela, Guyana, Suriname, Guyana Prancis, Ekuador, Peru, Bolivia, Brasil, Paraguay, dan Argentina. Hewan ini dianggap telah punah secara lokal di El Salvador dan Uruguay.[2]

Jaguar sesekali terlihat di Arizona, New Mexico, dan Texas, dengan 62 laporan tercatat pada abad ke-20.[55][56] Antara tahun 2012 dan 2015, seekor jaguar jantan pengembara tercatat di 23 lokasi di Pegunungan Santa Rita.[57] Delapan ekor jaguar berhasil dipotret di barat daya AS antara tahun 1996 dan 2024.[58]

Jaguar menyukai hutan lebat dan biasanya menghuni hutan peluruh kering, hutan daun lebar lembap tropis dan subtropis, hutan hujan, dan hutan kabut di Amerika Tengah dan Selatan; lahan basah terbuka yang banjir secara musiman, padang rumput kering, dan secara historis juga hutan ek di Amerika Serikat. Hewan ini telah tercatat berada pada ketinggian hingga 3.800 m (12.500 ft) namun menghindari hutan pegunungan. Ia menyukai habitat tepian sungai dan rawa dengan tutupan vegetasi yang rapat.[43] Di hutan Maya di Meksiko dan Guatemala, 11 jaguar yang dipasangi kalung GPS lebih menyukai habitat lebat yang tidak terganggu dan jauh dari jalan raya; betina bahkan menghindari area dengan tingkat aktivitas manusia yang rendah, sedangkan jantan tampak kurang terganggu oleh kepadatan populasi manusia.[59] Seekor jaguar jantan muda juga tercatat di Sierra de San Carlos yang semi-gersang pada sebuah lubang air.[60]

Daerah sebaran sebelumnya

Pada abad ke-19, jaguar masih terlihat di Sungai North Platte 48–80 km (30–50 mi) di sebelah utara Longs Peak di Colorado, di pesisir Louisiana, Arizona utara, dan New Mexico.[61] Sejumlah laporan zoologi yang terverifikasi mengenai jaguar diketahui di California, dua di antaranya mencapai utara hingga Monterey pada tahun 1814 dan 1826. Satu-satunya catatan mengenai sarang jaguar aktif dengan induk yang berkembang biak dan anak-anaknya di Amerika Serikat berada di Pegunungan Tehachapi di California sebelum tahun 1860.[62] Jaguar bertahan di California hingga sekitar tahun 1860.[56] Jaguar terakhir yang terkonfirmasi di Texas ditembak pada tahun 1948, 4,8 km (3 mi) di tenggara Kingsville, Texas.[63] Di Arizona, seekor betina ditembak di Pegunungan White pada tahun 1963. Menjelang akhir 1960-an, jaguar dianggap telah musnah di Amerika Serikat. Arizona melarang perburuan jaguar pada tahun 1969, tetapi saat itu tidak ada betina yang tersisa, dan selama 25 tahun berikutnya hanya dua pejantan yang terlihat dan dibunuh di negara bagian tersebut. Pada tahun 1996, seorang peternak dan pemandu berburu dari Douglas, Arizona berpapasan dengan seekor jaguar di Pegunungan Peloncillo dan menjadi peneliti jaguar, menempatkan kamera jebak, yang merekam empat jaguar lainnya.[64]

Perilaku dan ekologi

Jaguar sebagian besar aktif pada malam hari dan selama aram temaram.[37][65][66] Namun, jaguar yang hidup di wilayah hutan lebat Hutan hujan Amazon dan Pantanal sebagian besar aktif pada siang hari, sedangkan jaguar di Hutan Atlantik terutama aktif pada malam hari.[67] Pola aktivitas jaguar selaras dengan aktivitas spesies mangsa utamanya.[68] Jaguar adalah perenang yang andal serta bermain dan berburu di dalam air, kemungkinan lebih sering daripada harimau. Mereka tercatat berpindah antara pulau dan pantai, berenang menempuh jarak setidaknya 1,3 km.[69] Jaguar juga pandai memanjat pohon tetapi melakukannya lebih jarang dibandingkan dengan puma.[5]

Perburuan dan pola makan

Jaguar memiliki gigitan kuat yang memungkinkannya menembus cangkang mangsa yang terlindungi.
Jaguar membunuh dan memakan seekor kaiman yacare

Jaguar adalah karnivora obligat dan hanya bergantung pada daging untuk kebutuhan nutrisinya. Analisis terhadap 53 studi yang mendokumentasikan pola makan jaguar mengungkapkan bahwa berat mangsanya berkisar antara 1 hingga 130 kg (2,2 hingga 286,6 pon); ia lebih menyukai mangsa dengan berat 45–85 kg (99–187 pon), dengan kapibara dan trenggiling raksasa sebagai mangsa yang paling sering dipilih. Jika tersedia, ia juga memangsa rusa rawa, tamandua selatan, pekari berkalung, dan agouti hitam.[34] Di dataran banjir, jaguar secara oportunistik memangsa reptil seperti anakonda hijau, kura-kura, dan kaiman.[70][71] Konsumsi reptil tampaknya lebih sering dilakukan oleh jaguar dibandingkan kucing besar lainnya.[70] Satu populasi terpencil di Pantanal Brasil tercatat terutama memakan reptil air dan ikan.[72] Jaguar juga memangsa hewan ternak di daerah peternakan sapi di mana mangsa liar langka.[73][74] Kebutuhan makanan harian jaguar dalam penangkaran seberat 34 kg (75 pon) diperkirakan sebanyak 14 kg (31 pon) daging.[75]

Kekuatan gigitan jaguar memungkinkannya menembus karapas kura-kura sungai amazon berbintik kuning dan kura-kura kaki kuning.[75][76] Hewan ini menggunakan metode pembunuhan yang tidak biasa: ia menggigit mangsa mamalia langsung menembus tengkorak di antara kedua telinga untuk memberikan gigitan fatal pada otak.[77] Ia membunuh kapibara dengan menancapkan gigi taringnya melalui tulang temporal tengkoraknya, mematahkan lengkung zigomatik dan rahang bawah, serta menembus otaknya, sering kali melalui telinga.[78] Hal ini dihipotesiskan sebagai adaptasi untuk memecahkan cangkang kura-kura; reptil bersisik keras mungkin telah membentuk basis mangsa yang melimpah bagi jaguar setelah kepunahan Pleistosen akhir.[75] Namun, hal ini diperdebatkan, karena bahkan di daerah tempat jaguar memangsa reptil, mereka masih relatif jarang diambil dibandingkan mamalia meskipun jumlah reptil lebih melimpah.[70]

Antara Oktober 2001 dan April 2004, 10 ekor jaguar dipantau di Pantanal selatan. Pada musim kemarau dari April hingga September, mereka membunuh mangsa dengan interval berkisar antara satu hingga tujuh hari; dan berkisar antara satu hingga 16 hari pada musim hujan dari Oktober hingga Maret.[79]

Jaguar menggunakan strategi mengendap-dan-menyergap saat berburu alih-alih mengejar mangsa. Kucing besar ini akan berjalan perlahan menyusuri jalan setapak hutan, mendengarkan dan mengintai mangsa sebelum menyerbu atau menyergap. Jaguar menyerang dari tempat perlindungan dan biasanya dari titik buta target dengan terkaman cepat; kemampuan menyergap spesies ini dianggap hampir tak tertandingi di dunia hewan baik oleh penduduk asli maupun peneliti lapangan dan kemungkinan merupakan produk dari perannya sebagai predator puncak di beberapa lingkungan yang berbeda. Jaguar juga menyergap dengan melompat ke air untuk mengejar mangsanya, karena jaguar cukup mampu membawa hasil buruan besar sambil berenang; kekuatannya sedemikian rupa sehingga bangkai sebesar sapi dara dapat diseret ke atas pohon untuk menghindari ketinggian banjir. Setelah membunuh mangsa, jaguar akan menyeret bangkainya ke semak belukar atau tempat tersembunyi lainnya. Ia mulai makan dari leher dan dada. Jantung dan paru-paru dikonsumsi, diikuti oleh bahu.[80]

Aktivitas sosial

Jaguar jantan dan betina

Jaguar umumnya merupakan hewan soliter kecuali betina dengan anak-anaknya. Pada tahun 1977, kelompok yang terdiri dari seekor jantan, betina dan anak-anak, serta dua betina dengan dua jantan terlihat beberapa kali di area studi di lembah Sungai Paraguay; seekor betina berkalung radio bergerak dalam daerah jelajah seluas 25–38 km2 (9,7–14,7 sq mi), yang sebagian tumpang tindih dengan betina lain. Daerah jelajah pejantan di area studi ini tumpang tindih dengan beberapa betina.[81] Di Llanos Venezuela dan Pantanal Brasil, koalisi jantan terdeteksi, yang menandai, mempertahankan, dan menginvasi wilayah bersama-sama, berburu bersama, dan kawin dengan beberapa betina.[82]

Jaguar menggunakan bekas garukan, urin, dan feses untuk menandai wilayahnya.[83][84] Ukuran daerah jelajah bergantung pada tingkat deforestasi dan kepadatan populasi manusia. Daerah jelajah betina bervariasi dari 153 km2 (59 sq mi) di Pantanal hingga 536 km2 (207 sq mi) di Amazon dan 2.335 km2 (902 sq mi) di Hutan Atlantik. Daerah jelajah jaguar jantan bervariasi dari 25 km2 (9,7 sq mi) di Pantanal hingga 1.803 km2 (696 sq mi) di Amazon hingga 5.914 km2 (2.283 sq mi) di Hutan Atlantik dan 8.074 km2 (3.117 sq mi) di Cerrado.[85] Studi yang menggunakan telemetri GPS pada tahun 2003 dan 2004 menemukan kepadatan hanya enam hingga tujuh jaguar per 100 km (62 mi) di wilayah Pantanal, dibandingkan dengan 10 hingga 11 menggunakan metode tradisional; hal ini mengindikasikan bahwa metode pengambilan sampel yang digunakan secara luas mungkin menghasilkan estimasi yang berlebih terhadap jumlah individu sebenarnya di area sampel.[86] Perkelahian antarpejantan terjadi tetapi jarang, dan perilaku penghindaran telah diamati di alam liar.[83] Dalam satu populasi lahan basah dengan batas wilayah yang terdegradasi dan kedekatan sosial yang lebih tinggi, individu dewasa dengan jenis kelamin yang sama lebih toleran satu sama lain dan terlibat dalam interaksi yang lebih bersahabat dan kooperatif.[72]

Jaguar dalam penangkaran yang bersuara saat bermain

Jaguar mengaum/mendengus untuk berkomunikasi jarak jauh;[5][75] rangkaian saling memanggil yang intens antarindividu telah diamati di alam liar.[75] Vokalisasi ini dideskripsikan sebagai suara "parau" dengan lima atau enam nada gutural.[5] Dengusan khas (chuffing) dihasilkan oleh individu saat menyapa, selama percumbuan, atau oleh induk yang menenangkan anak-anaknya. Suara ini digambarkan sebagai dengusan berintensitas rendah, yang mungkin dimaksudkan untuk menandakan ketenangan dan kepasifan.[87][88] Anak-anak jaguar tercatat mengembik, berdeguk, dan mengeong.[5]

Reproduksi dan siklus hidup

Jaguar sedang kawin di Pantanal utara
Jaguar betina sedang mengangkat anaknya

Dalam penangkaran, jaguar betina tercatat mencapai kematangan seksual pada usia sekitar 2,5 tahun. Estrus berlangsung selama 7–15 hari dengan siklus estrus selama 41,8 hingga 52,6 hari. Selama estrus, betina menunjukkan kegelisahan yang meningkat dengan berguling-guling dan mengeluarkan vokalisasi yang berkepanjangan.[89] Ia adalah ovulator terinduksi namun juga dapat berovulasi secara spontan.[90][91] Masa kehamilan berlangsung selama 91 hingga 111 hari.[92] Pejantan matang secara seksual pada usia tiga hingga empat tahun.[93] Volume ejakulat rata-ratanya adalah 8,6±1,3 ml.[94] Panjang generasi jaguar adalah 9,8 tahun.[95]

Di Pantanal, pasangan kawin diamati tinggal bersama hingga lima hari. Betina melahirkan satu hingga dua anak.[96] Anak-anak jaguar lahir dengan mata tertutup tetapi membukanya setelah dua minggu. Anak-anak jaguar disapih pada usia tiga bulan tetapi tetap berada di sarang kelahiran selama enam bulan sebelum pergi untuk menemani induknya berburu.[97] Jaguar tinggal bersama induknya hingga dua tahun. Mereka tampaknya jarang hidup lebih dari 11 tahun, tetapi individu di penangkaran dapat hidup hingga 22 tahun.[5]

Pada tahun 2001, seekor jaguar jantan membunuh dan memakan sebagian dua ekor anak jaguar di Taman Nasional Emas. Tes paternitas DNA terhadap sampel darah mengungkapkan bahwa pejantan tersebut adalah ayah dari anak-anak itu.[98] Dua kasus infantisida lainnya didokumentasikan di Pantanal utara pada tahun 2013.[99] Untuk mempertahankan diri dari infantisida, betina menyembunyikan anak-anaknya dan mengalihkan perhatian pejantan dengan perilaku bercumbu.[100]

Serangan terhadap manusia

Informasi lebih lanjut: Hewan pemakan manusia § Jaguar

Para konquistador Spanyol merasa gentar terhadap jaguar. Menurut Charles Darwin, masyarakat adat Amerika Selatan menyatakan bahwa manusia tidak perlu takut pada jaguar selama persediaan kapibara masih melimpah.[101] Catatan resmi pertama mengenai jaguar yang membunuh manusia di Brasil berasal dari bulan Juni 2008.[102] Dua orang anak diserang oleh jaguar di Guyana.[103] Sebagian besar serangan terhadap manusia yang diketahui terjadi ketika hewan tersebut terpojok atau terluka.[104]

Ancaman

Seekor jaguar Amerika Selatan yang dibunuh oleh Theodore Roosevelt

Jaguar terancam oleh hilangnya habitat dan fragmentasi habitat, pembunuhan ilegal sebagai bentuk pembalasan atas pemangsaan ternak, dan perdagangan ilegal bagian tubuh jaguar. Spesies ini terdaftar sebagai spesies Hampir Terancam dalam Daftar Merah IUCN sejak tahun 2002, karena populasi jaguar kemungkinan telah menurun sebesar 20–25% sejak pertengahan 1990-an. Deforestasi adalah ancaman utama bagi jaguar di seluruh wilayah sebarannya. Hilangnya habitat terjadi paling cepat di wilayah yang lebih kering seperti pampa Argentina, padang rumput gersang di Meksiko, dan Amerika Serikat bagian barat daya.[2]

Pada tahun 2002, diperkirakan bahwa daerah sebaran jaguar telah menyusut hingga sekitar 46% dari daerah sebarannya pada awal abad ke-20.[54] Pada tahun 2018, diperkirakan bahwa daerah sebarannya telah menurun sebesar 55% pada abad terakhir. Satu-satunya benteng pertahanan yang tersisa adalah hutan hujan Amazon, sebuah wilayah yang dengan cepat terfragmentasi akibat deforestasi.[105] Antara tahun 2000 dan 2012, hilangnya hutan di daerah sebaran jaguar mencapai 83.759 km2 (32.340 sq mi), dengan fragmentasi yang meningkat khususnya di koridor antara Unit Konservasi Jaguar (JCU).[106] Menjelang tahun 2014, hubungan langsung antara dua JCU di Bolivia hilang, dan dua JCU di Argentina utara menjadi terisolasi sepenuhnya akibat deforestasi.[107]

Di Meksiko, jaguar terutama terancam oleh perburuan liar. Habitatnya terfragmentasi di Meksiko utara, di Teluk Meksiko, dan Semenanjung Yucatán, yang disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan, pembangunan jalan, dan infrastruktur pariwisata.[108] Di Panama, 220 dari 230 jaguar dibunuh sebagai pembalasan atas pemangsaan ternak antara tahun 1998 dan 2014.[109] Di Venezuela, jaguar telah musnah di sekitar 26% daerah sebarannya di negara tersebut sejak tahun 1940, sebagian besar di sabana kering dan semak belukar tak produktif di wilayah timur laut Anzoátegui.[110] Di Ekuador, jaguar terancam oleh berkurangnya ketersediaan mangsa di daerah-daerah tempat perluasan jaringan jalan memfasilitasi akses pemburu manusia ke hutan.[111] Di hutan Atlantik Alto Paraná, setidaknya 117 jaguar dibunuh di Taman Nasional Iguaçu dan Provinsi Misiones yang berdekatan antara tahun 1995 dan 2008.[112] Sejumlah Afro-Kolombia di Departemen Chocó, Kolombia, memburu jaguar untuk konsumsi dan penjualan daging.[113] Antara tahun 2008 dan 2012, setidaknya 15 jaguar dibunuh oleh peternak di Belize tengah.[114]

Perdagangan internasional kulit jaguar meledak antara akhir Perang Dunia II dan awal 1970-an.[115] Penurunan signifikan terjadi pada tahun 1960-an, karena lebih dari 15.000 jaguar dibunuh setiap tahun untuk diambil kulitnya di Amazon Brasil saja; perdagangan kulit jaguar menurun sejak 1973 ketika Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Terancam Punah diberlakukan.[116] Survei wawancara dengan 533 orang di Amazon Bolivia barat laut mengungkapkan bahwa penduduk setempat membunuh jaguar karena rasa takut, sebagai pembalasan, dan untuk perdagangan.[117] Antara Agustus 2016 dan Agustus 2019, kulit dan bagian tubuh jaguar terlihat dijual di pasar wisata di kota Lima, Iquitos, dan Pucallpa di Peru.[118] Konflik manusia-satwa liar, perburuan oportunistik, dan perburuan untuk perdagangan di pasar domestik adalah pendorong utama pembunuhan jaguar di Belize dan Guatemala.[119] Laporan penyitaan menunjukkan bahwa setidaknya 857 jaguar terlibat dalam perdagangan antara tahun 2012 dan 2018, termasuk 482 individu di Bolivia saja; 31 jaguar disita di Tiongkok.[120] Antara tahun 2014 dan awal 2019, 760 taring jaguar yang berasal dari Bolivia dan ditujukan ke Tiongkok disita. Investigasi penyamaran mengungkapkan bahwa penyelundupan bagian tubuh jaguar dijalankan oleh warga Tiongkok yang tinggal di Bolivia.[121]

Konservasi

Jaguar terdaftar dalam Lampiran I CITES, yang berarti bahwa semua perdagangan komersial internasional jaguar atau bagian tubuhnya dilarang. Perburuan jaguar dilarang di Argentina, Brasil, Kolombia, Guyana Prancis, Honduras, Nikaragua, Panama, Paraguay, Suriname, Amerika Serikat, dan Venezuela. Perburuan jaguar dibatasi di Guatemala dan Peru.[2] Di Ekuador, perburuan jaguar dilarang, dan hewan ini diklasifikasikan sebagai terancam punah.[122] Di Guyana, hewan ini dilindungi sebagai spesies terancam punah, dan memburunya adalah ilegal.[123]

El Jefe, seekor jaguar di Arizona

Pada tahun 1986, Suaka Margasatwa Cockscomb Basin didirikan di Belize sebagai kawasan lindung pertama di dunia untuk konservasi jaguar.[124]

Unit Konservasi Jaguar

Pada tahun 1999, para ilmuwan lapangan dari 18 negara sebaran jaguar menentukan area paling penting bagi konservasi jaguar jangka panjang berdasarkan status unit populasi jaguar, stabilitas basis mangsa, dan kualitas habitat. Area-area ini, yang disebut "Unit Konservasi Jaguar" (Jaguar Conservation Units: JCU), cukup luas untuk setidaknya 50 individu yang berkembang biak dan ukurannya berkisar dari 566 hingga 67.598 km2 (219 hingga 26.100 sq mi); 51 JCU ditetapkan di 36 wilayah geografis termasuk:[54]

  • Sierra Madre Occidental dan Sierra de Tamaulipas di Meksiko
  • hutan tropis Selva Maya yang membentang di Meksiko, Belize, dan Guatemala
  • hutan lembap Chocó–Darién dari Honduras dan Panama hingga Kolombia
  • Llanos Venezuela
  • Cerrado utara dan cekungan Amazon di Brasil
  • Andes Tropis di Bolivia dan Peru
  • Provinsi Misiones di Argentina

Rute perjalanan optimal antara unit populasi inti jaguar diidentifikasi di seluruh sebarannya pada tahun 2010 untuk menerapkan koridor satwa liar yang menghubungkan JCU. Koridor ini mewakili area dengan jarak terpendek antara populasi jaguar yang berkembang biak, membutuhkan input energi seminimal mungkin bagi individu yang menyebar, dan menimbulkan risiko kematian yang rendah. Wilayah tersebut mencakup area seluas 2.600.000 km2 (1.000.000 sq mi) dan panjangnya berkisar dari 3 hingga 1.102 km (1,9 hingga 684,8 mi) di Meksiko dan Amerika Tengah serta dari 48.914 hingga 1.607 km (30.394 hingga 999 mi) di Amerika Selatan.[125] Kerja sama dengan pemilik tanah lokal serta badan-badan kota, negara bagian, atau federal sangat penting untuk mempertahankan populasi yang terhubung dan mencegah fragmentasi baik di JCU maupun koridor.[126] Tujuh dari 13 koridor di Meksiko berfungsi dengan lebar setidaknya 1.425 km (885 mi) dan panjang tidak lebih dari 320 km (200 mi). Koridor lainnya mungkin menghambat pelintasan, karena lebih sempit dan lebih panjang.[127]

Pada Agustus 2012, Dinas Perikanan dan Satwa Liar Amerika Serikat menyisihkan 838.232 ac[convert: unit tak dikenal] di Arizona dan New Mexico untuk perlindungan jaguar.[128] Rencana Pemulihan Jaguar diterbitkan pada April 2019, yang mana Interstate 10 dianggap membentuk batas utara Unit Pemulihan Jaguar di Arizona dan New Mexico.[129]

Di Meksiko, strategi konservasi nasional dikembangkan sejak tahun 2005 dan diterbitkan pada tahun 2016.[108] Populasi jaguar Meksiko meningkat dari perkiraan 4.000 individu pada tahun 2010 menjadi sekitar 4.800 individu pada tahun 2018. Peningkatan ini dipandang sebagai dampak positif dari langkah-langkah konservasi yang diterapkan melalui kerja sama dengan lembaga pemerintah dan non-pemerintah serta pemilik tanah.[130]

Evaluasi terhadap JCU dari Meksiko hingga Argentina mengungkapkan bahwa unit-unit tersebut tumpang tindih dengan habitat berkualitas tinggi bagi sekitar 1.500 mamalia dalam berbagai tingkatan. Karena mamalia yang hidup berdampingan mendapat manfaat dari pendekatan JCU, jaguar disebut sebagai spesies payung.[131] JCU Amerika Tengah tumpang tindih dengan habitat 187 dari 304 spesies amfibi dan reptil endemik regional, yang mana 19 amfibi di antaranya hanya terdapat di daerah sebaran jaguar.[132]

Pendekatan

Seekor jaguar di Belize

Dalam pembentukan cagar alam yang dilindungi, upaya umumnya juga harus dipusatkan pada wilayah di sekitarnya, karena jaguar cenderung tidak membatasi pergerakannya hanya di dalam batas kawasan konservasi, terutama jika ukuran populasinya sedang meningkat. Sikap masyarakat di wilayah sekitar cagar alam serta hukum dan peraturan untuk mencegah perburuan liar sangatlah penting agar kawasan konservasi dapat berjalan efektif.[133]

Untuk memperkirakan ukuran populasi di wilayah tertentu dan memantau individu jaguar, penggunaan kamera jebak dan telemetri pelacakan satwa liar dilakukan secara luas; selain itu, feses juga dikumpulkan dengan bantuan anjing pelacak untuk mempelajari kesehatan dan pola makan jaguar.[86][134]

Upaya konservasi saat ini sering kali berfokus pada edukasi para pemilik peternakan dan promosi ekowisata.[135]

Para konservasionis dan profesional di Meksiko dan Amerika Serikat telah mendirikan Cagar Jaguar Utara seluas 56,000 ekar (22,662 ha) di Meksiko bagian utara. Advokasi untuk reintroduksi jaguar ke daerah sebaran sebelumnya di Arizona dan New Mexico didukung oleh dokumentasi migrasi alami individu jaguar ke wilayah selatan kedua negara bagian tersebut, belum lamanya kepunahan lokal dari wilayah tersebut akibat ulah manusia, serta argumen pendukung yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati, ekologi, manusia, dan pertimbangan praktis.[136]

Dalam budaya dan mitologi

Patung jaguar Moche yang berasal dari tahun 300 M, di Museum Larco di Lima, Peru
Prajurit jaguar dalam budaya Aztek
Informasi lebih lanjut: Jaguar dalam budaya Mesoamerika dan Dewa jaguar Maya

Di Amerika pra-Columbus, jaguar adalah simbol kekuasaan dan kekuatan. Di Andes, kultus jaguar yang disebarkan oleh budaya Chavín awal diterima di sebagian besar wilayah Peru saat ini pada tahun 900 SM.[137] Budaya Moche yang muncul kemudian di Peru utara menggunakan jaguar sebagai simbol kekuasaan dalam banyak keramik mereka.[138] Dalam agama Muisca di Altiplano Cundiboyacense, jaguar dianggap sebagai hewan suci, dan orang-orang mengenakan kulit jaguar selama ritual keagamaan.[139] Kulit tersebut diperdagangkan dengan orang-orang di Wilayah Orinoquía yang berdekatan.[140] Nama penguasa Muisca Nemequene berasal dari kata-kata bahasa Chibcha nymy dan quyne, yang berarti "kekuatan jaguar".[141][142]

Patung-patung dengan motif "manusia-jaguar Olmec" ditemukan di Semenanjung Yucatán di Veracruz dan Tabasco; patung-patung ini menampilkan jaguar yang digayakan dengan wajah setengah manusia.[143] Dalam peradaban Maya selanjutnya, jaguar dikenal sebagai balam atau bolom dalam banyak bahasa Maya, dan digunakan untuk melambangkan prajurit dan kelas elit karena sifatnya yang berani, buas, dan kuat.[144] Hewan ini dikaitkan dengan dunia bawah dan citranya digunakan untuk menghiasi makam dan bejana bekal kubur.[145]

Peradaban Aztek menyebut jaguar ocelotl dan menganggapnya sebagai raja binatang. Hewan ini diyakini buas dan pemberani, tetapi juga bijaksana, bermartabat, dan berhati-hati. Militer memiliki dua kelas prajurit, ocelotl atau prajurit jaguar dan cuauhtli atau prajurit elang, dan masing-masing berpakaian seperti hewan representatif mereka. Selain itu, anggota kelas kerajaan akan berhias menggunakan kulit jaguar. Jaguar dianggap sebagai hewan totem dari dewa-dewa kuat Tezcatlipoca[144] dan Tepeyollotl.[145]

Sebuah gorget (hiasan leher) cangkang keong yang menggambarkan seekor jaguar ditemukan di sebuah gundukan pemakaman di Benton County, Missouri. Gorget tersebut menampilkan garis-garis yang diukir rata dan berukuran 104 mm × 98 mm (4,1 in × 3,9 in).[61]

Gambar cadas yang dibuat oleh suku Hopi, Anasazi, dan Pueblo di seluruh wilayah gurun dan chaparral di Amerika Barat Daya menunjukkan kucing berbintik yang eksplisit, mungkin seekor jaguar, karena digambar jauh lebih besar daripada seekor ocelot.[56]

Lihat pula

  • Daftar kucing terbesar

Referensi

  1. 1 2 Seymour, K. (1993). "Size change in North American Quaternary jaguars" [Perubahan ukuran pada jaguar Kuarter Amerika Utara]. Dalam Martin, R. A.; Barnosky, A. D. (ed.). Morphological change in Quaternary mammals of North America [Perubahan morfologis pada mamalia Kuarter di Amerika Utara]. Cambridge University Press. hlm. 343–372. doi:10.1017/CBO9780511565052.014. ISBN 978-0-521-40450-1.
  2. 1 2 3 4 5 Quigley, H.; Foster, R.; Petracca, L.; Payan, E.; Salom, R. & Harmsen, B. (2017). "Panthera onca" e.T15953A123791436. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-3.RLTS.T15953A50658693.en. ; ;
  3. 1 2 3 Wozencraft, W. C. (2005). "Species Panthera onca". Dalam Wilson, D. E.; Reeder, D. M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Johns Hopkins University Press. hlm. 546–547. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  4. ↑ Guggisberg, C. A. W. (1975). "Jaguar Panthera onca (Linnaeus, 1758)". Wild Cats of the World. New York: Taplinger Publishing. hlm. 247–265. ISBN 978-0-8008-8324-9.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Seymour, K. L. (1989). "Panthera onca" (PDF). Mammalian Species (340): 1–9. doi:10.2307/3504096. JSTOR 3504096. S2CID 253932256. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 20 June 2010.
  6. ↑ Labat, J.B. (1731). "Once, espèce de Tigre". Voyage du chevalier Des Marchais en Guinée, isles voisines, et à Cayenne, fait en 1725, 1726 & 1727. Vol. III. Amsterdam: La Compagnie. hlm. 285. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 13 August 2020.
  7. ↑ Ray, J. (1693). "Pardus an Lynx brasiliensis, Jaguara". Synopsis Methodica Animalium Quadrupedum et Serpentini Generis. Vulgarium Notas Characteristicas, Rariorum Descriptiones integras exhibens. London: S. Smith & B. Walford. hlm. 168.
  8. ↑ Liddell, H. G. & Scott, R. (1940). πάνθηρ. A Greek-English Lexicon (Edisi Revised and augmented). Oxford: Clarendon Press. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 April 2008. Diakses tanggal 20 February 2021.
  9. ↑ Qualls, E. J. (2012). "The dialects of English". The Qualls Concise English Grammar. Danaan Press. ISBN 978-1-890000-09-7.
  10. ↑ "Jaguar". Kamus Cambridge. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 November 2020. Diakses tanggal 16 November 2021.
  11. 1 2 Linnaeus, C. (1758). "Felis onca". Systema naturæ per regna tria naturæ, secundum classes, ordines, genera, species, cum characteribus, differentiis, synonymis, locis (dalam bahasa Latin). Vol. I (Edisi Decima, reformata). Holmiae: Laurentius Salvius. hlm. 42.
  12. 1 2 Pocock, R. I. (1939). "The races of jaguar (Panthera onca)". Novitates Zoologicae. 41: 406–422.
  13. ↑ Blainville, H. M. D. de (1843). "F. leo nubicus". Ostéographie ou description iconographique comparée du squelette et du système dentaire des mammifères récents et fossils pour servir de base à la zoologie et la géologie (dalam bahasa Prancis). Vol. II. Paris: J. B. Baillière et Fils. hlm. Plate VIII. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 13 August 2020.
  14. ↑ Gray, J. E. (1857). "Notice of a new species of jaguar from Mazatlan, living in the gardens of the Zoological Society". Proceedings of the Zoological Society of London. 25: 278.
  15. ↑ Ameghino, F. (1888). "Formación Pampeana". Los Mamíferos fósiles de la República Argentina (dalam bahasa Spanyol). Buenos Aires: Pablo E. Coni é hijos. hlm. 473–493.
  16. 1 2 Mearns, E. A. (1901). "The American Jaguars". Proceedings of the Biological Society of Washington. 14: 137–143.
  17. ↑ Hollister, N. (1915). "Two new South American jaguars". Proceedings of the United States National Museum. 48 (2069): 169–170. doi:10.5479/si.00963801.48-2069.169.
  18. ↑ Goldman, E. A. (1932). "The jaguars of North America". Proceedings of the Biological Society of Washington. 45: 143–146.
  19. ↑ Nelson, E. W. & Goldman, E. A. (1933). "Revision of the jaguars". Journal of Mammalogy. 14 (3): 221–240. doi:10.2307/1373821. JSTOR 1373821.
  20. 1 2 Eizirik, E.; Kim, J. H.; Menotti-Raymond, M.; Crawshaw P. G. Jr.; O'Brien, S. J. & Johnson, W. E. (2001). "Phylogeography, population history and conservation genetics of jaguars (Panthera onca, Mammalia, Felidae)". Molecular Ecology. 10 (1): 65–79. Bibcode:2001MolEc..10...65E. doi:10.1046/j.1365-294X.2001.01144.x. PMID 11251788. S2CID 3916428.
  21. ↑ 3.0.CO;2-E"}},"i":0}}]}' id="mwBnQ"/>Larson, S. E. (1997). "Taxonomic re-evaluation of the jaguar". Zoo Biology. 16 (2): 107–120. doi:10.1002/(SICI)1098-2361(1997)16:2<107::AID-ZOO2>3.0.CO;2-E.
  22. ↑ Ruiz-Garcia, M.; Payan, E.; Murillo, A. & Alvarez, D. (2006). "DNA microsatellite characterization of the jaguar (Panthera onca) in Colombia". Genes & Genetic Systems. 81 (2): 115–127. doi:10.1266/ggs.81.115. PMID 16755135. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 December 2014. Diakses tanggal 13 December 2014.
  23. ↑ Kitchener, A. C.; Breitenmoser-Würsten, C.; Eizirik, E.; Gentry, A.; Werdelin, L.; Wilting, A.; Yamaguchi, N.; Abramov, A. V.; Christiansen, P.; Driscoll, C.; Duckworth, J. W.; Johnson, W.; Luo, S.-J.; Meijaard, E.; O'Donoghue, P.; Sanderson, J.; Seymour, K.; Bruford, M.; Groves, C.; Hoffmann, M.; Nowell, K.; Timmons, Z. & Tobe, S. (2017). "A revised taxonomy of the Felidae: The final report of the Cat Classification Task Force of the IUCN Cat Specialist Group" (PDF). Cat News. Special Issue 11: 70–71. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 30 July 2018. Diakses tanggal 13 May 2018.
  24. ↑ Srigyan, M.; Schubert, B.W.; Bushell, M.; Santos, S.H.D.; Figueiró, H.V.; Sacco, S.; Eizirik, E.; Shapiro, B. (2024). "Mitogenomic analysis of a late Pleistocene jaguar from North America". Journal of Heredity. 115 (4): 424–431. doi:10.1093/jhered/esad082. PMC 11235123. PMID 38150503.
  25. 1 2 3 Johnson, W. E.; Eizirik, E.; Pecon-Slattery, J.; Murphy, W. J.; Antunes, A.; Teeling, E. & O'Brien, S. J. (2006). "The late miocene radiation of modern Felidae: A genetic assessment". Science. 311 (5757): 73–77. Bibcode:2006Sci...311...73J. doi:10.1126/science.1122277. PMID 16400146. S2CID 41672825. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 October 2020. Diakses tanggal 24 November 2021.
  26. 1 2 Werdelin, L.; Yamaguchi, N.; Johnson, W. E. & O'Brien, S. J. (2010). "Phylogeny and evolution of cats (Felidae)". Dalam Macdonald, D. W. & Loveridge, A. J. (ed.). Biology and Conservation of Wild Felids. Oxford, UK: Oxford University Press. hlm. 59–82. ISBN 978-0-19-923445-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 September 2018. Diakses tanggal 24 November 2021.
  27. 1 2 Li, G.; Davis, B. W.; Eizirik, E. & Murphy, W. J. (2016). "Phylogenomic evidence for ancient hybridization in the genomes of living cats (Felidae)". Genome Research. 26 (1): 1–11. doi:10.1101/gr.186668.114. PMC 4691742. PMID 26518481.
  28. ↑ Davis, B. W.; Li, G. & Murphy, W. J. (2010). "Supermatrix and species tree methods resolve phylogenetic relationships within the big cats, Panthera (Carnivora: Felidae)". Molecular Phylogenetics and Evolution. 56 (1): 64–76. Bibcode:2010MolPE..56...64D. doi:10.1016/j.ympev.2010.01.036. PMID 20138224. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 November 2021. Diakses tanggal 24 November 2021.
  29. ↑ Mazák, J. H.; Christiansen, P.; Kitchener, A. C. & Goswami, A. (2011). "Oldest known pantherine skull and evolution of the tiger". PLOS ONE. 6 (10) e25483. Bibcode:2011PLoSO...625483M. doi:10.1371/journal.pone.0025483. PMC 3189913. PMID 22016768.
  30. ↑ Argant, A. & Argant, J. (2011). "The Panthera gombaszogensis story: the contribution of the Château Breccia (Saône-et-Loire, Burgundy, France)". Quaternaire (Hors-serie 4): 247–269. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 24 November 2021.
  31. ↑ Jiangzuo, Q. & Liu, J. (2020). "First record of the Eurasian jaguar in southern Asia and a review of dental differences between pantherine cats". Journal of Quaternary Science. 35 (6): 817–830. Bibcode:2020JQS....35..817J. doi:10.1002/jqs.3222. S2CID 219914902.
  32. ↑ Chatar, N.; Michaud, M.; Fischer, V. (2022). "Not a jaguar after all? Phylogenetic affinities and morphology of the Pleistocene felid Panthera gombaszoegensis". Papers in Palaeontology. 8 (5) e1464. Bibcode:2022PPal....8E1464C. doi:10.1002/spp2.1464. hdl:2268/294237. S2CID 252489047.
  33. ↑ Chahud, A.; Okumura, M. (2020). "The presence of Panthera onca Linnaeus 1758 (Felidae) in the Pleistocene of the region of Lagoa Santa, State of Minas Gerais, Brazil". Historical Biology. 33 (10): 2496–2503. doi:10.1080/08912963.2020.1808975. S2CID 225408043.
  34. 1 2 Hayward, M. W.; Kamler, J. F.; Montgomery, R. A. & Newlove, A. (2016). "Prey Preferences of the Jaguar Panthera onca Reflect the Post-Pleistocene Demise of Large Prey". Frontiers in Ecology and Evolution. 3: 148. Bibcode:2016FrEEv...3..148H. doi:10.3389/fevo.2015.00148.
  35. ↑ Hope, M. K. & Deem, S. L. (2006). "Retrospective Study of Morbidity and Mortality of Captive Jaguars (Panthera onca) in North America: 1982–2002" (PDF). Zoo Biology. 25 (6): 501–512. doi:10.1002/zoo.20112. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 September 2018. Diakses tanggal 12 September 2018.
  36. ↑ Rich, M.S. (1976). "The jaguar". Zoonoz. Vol. 49, no. 9. hlm. 14–17.
  37. 1 2 Scognamillo, D.; Maxit, I. E.; Sunquist, M. & Polisar, J. (2003). "Coexistence of jaguar (Panthera onca) and puma (Puma concolor) in a mosaic landscape in the Venezuelan llanos". Journal of Zoology. 259 (3): 269–279. doi:10.1017/S0952836902003230.
  38. 1 2 Nowak, R.M. (1999). Walker's Mammals of the World. Vol. 2. Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 831. ISBN 978-0-8018-5789-8.
  39. ↑ Burnie, D. & Wilson, D.E. (2001). Animal: The Definitive Visual Guide to the World's Wildlife. New York City: Dorling Kindersley. ISBN 978-0-7894-7764-4.
  40. 1 2 Gonyea, W.J. (1976). "Adaptive differences in the body proportions of large felids". Acta Anatomica. 96 (1): 81–96. doi:10.1159/000144663. PMID 973541.
  41. ↑ Nuanaez, R.; Miller, B. & Lindzey, F. (2000). "Food habits of jaguars and pumas in Jalisco, Mexico". Journal of Zoology. 252 (3): 373–379. doi:10.1111/j.1469-7998.2000.tb00632.x. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 August 2016. Diakses tanggal 8 September 2006.
  42. ↑ Allen, W.L.; Cuthill, I.C.; Scott-Samuel, N.E. & Baddeley, R. (2010). "Why the leopard got its spots: relating pattern development to ecology in felids". Proceedings of the Royal Society B. 278 (1710): 1373–1380. doi:10.1098/rspb.2010.1734. PMC 3061134. PMID 20961899.
  43. 1 2 Nowell, K. & Jackson, P. (1996). "Jaguar, Panthera onca (Linnaeus, 1758)" (PDF). Wild Cats. Status Survey and Conservation Action Plan. Gland, Switzerland: IUCN/SSC Cat Specialist Group. hlm. 118–122. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 7 August 2007. Diakses tanggal 31 August 2006.
  44. ↑ Wroe, S.; McHenry, C. & Thomason, J. (2006). "Bite club: comparative bite force in big biting mammals and the prediction of predatory behavior in fossil taxa". Proceedings of the Royal Society B. 272 (1563): 619–625. doi:10.1098/rspb.2004.2986. PMC 1564077. PMID 15817436.
  45. ↑ Christiansen, P. (2007). "Canine morphology in the larger Felidae: implications for feeding ecology". Biological Journal of the Linnean Society. 91 (4): 573–592. doi:10.1111/j.1095-8312.2007.00819.x.
  46. ↑ Hartstone-Rose, A.; Perry, J.M.G. & Morrow, C.J. (2012). "Bite Force Estimation and the Fiber Architecture of Felid Masticatory Muscles". The Anatomical Record: Advances in Integrative Anatomy and Evolutionary Biology. 295 (8): 1336–1351. doi:10.1002/ar.22518. PMID 22707481. S2CID 35304260.
  47. ↑ Brown, D.E. & Lopez-Gonzalez, C.A. (2001). Borderland jaguars: tigres de la frontera. Salt Lake City, UT: University of Utah Press.
  48. ↑ Eizirik, E.; Yuhki, N.; Johnson, W.E.; Menotti-Raymond, M.; Hannah, S.S. & O'Brien, S.J. (2003). "Molecular Genetics and Evolution of Melanism in the Cat Family". Current Biology. 13 (5): 448–453. Bibcode:2003CBio...13..448E. doi:10.1016/S0960-9822(03)00128-3. PMID 12620197. S2CID 19021807.
  49. 1 2 Mooring, M. S.; Eppert, A. A. & Botts, R. T. (2020). "Natural Selection of Melanism in Costa Rican Jaguar and Oncilla: A Test of Gloger's Rule and the Temporal Segregation Hypothesis". Tropical Conservation Science. 13 1940082920910364: 1–15. doi:10.1177/1940082920910364.
  50. ↑ Dinets, V. & Polechla, P.J. (2005). "First documentation of melanism in the jaguar (Panthera onca) from northern Mexico". Cat News. 42: 18. Diarsipkan dari asli tanggal 26 September 2006.
  51. ↑ Núñez, M.C. & Jiménez, E.C. (2009). "A new record of a black jaguar, Panthera onca (Carnivora: Felidae) in Costa Rica". Brenesia. 71: 67–68. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 12 April 2021.
  52. ↑ Sáenz-Bolaños, C.; Montalvo, V.; Fuller, T.K. & Carrillo, E. (2015). "Records of black jaguars at Parque Nacional Barbilla, Costa Rica". Cat News (62): 38–39.
  53. ↑ Yacelga, M. & Craighead, K. (2019). "Melanistic jaguars in Panama". Cat News (70): 39–41. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 17 April 2021.
  54. 1 2 3 Sanderson, E. W.; Redford, K. H.; Chetkiewicz, C. L. B.; Medellin, R. A.; Rabinowitz, A. R.; Robinson, J. G. & Taber, A. B. (2002). "Planning to save a species: the jaguar as a model". Conservation Biology. 16 (1): 58–72. Bibcode:2002ConBi..16...58S. doi:10.1046/j.1523-1739.2002.00352.x. PMID 35701976. S2CID 3955250.
  55. ↑ Brown, D. E. & González, C. A. L. (2000). "Notes on the occurrences of jaguars in Arizona and New Mexico". The Southwestern Naturalist. 45 (4): 537–542. Bibcode:2000SWNat..45..537B. doi:10.2307/3672607. JSTOR 3672607.
  56. 1 2 3 Pavlik, S. (2003). "Rohonas and spotted Lions: The historical and cultural occurrence of the Jaguar, Panthera onca, among the native tribes of the American Southwest". Wíčazo Ša Review. 18 (1): 157–175. doi:10.1353/wic.2003.0006. JSTOR 1409436. S2CID 161236104.
  57. ↑ Culver, M. (2016). "Jaguar surveying and monitoring in the United States". Open-File Report (Report). 2016-1095. Reston, VA: U.S. Geological Survey. doi:10.3133/ofr20161095.
  58. ↑ "Endangered jaguar previously unknown to U.S. is caught on camera in Arizona". CBS News. 2024. Diakses tanggal June 21, 2024.
  59. ↑ Colchero, F.; Conde, D. A.; Manterola, C.; Chávez, C.; Rivera, A. & Ceballos, G. (2011). "Jaguars on the move: modeling movement to mitigate fragmentation from road expansion in the Mayan Forest" (PDF). Animal Conservation. 14 (2): 1–9. Bibcode:2011AnCon..14..158C. doi:10.1111/J.1469-1795.2010.00406.X. S2CID 62820463. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 26 January 2021. Diakses tanggal 14 March 2021.
  60. ↑ Caso, A. & Domínguez, E. F. (2018). "Confirmed presence of jaguar, ocelot and jaguarundi in the Sierra of San Carlos, Mexico". Cat News (68): 31–32.
  61. 1 2 Daggett, P. M. & Henning, D. R. (1974). "The Jaguar in North America". American Antiquity. 39 (3): 465–469. doi:10.2307/279437. JSTOR 279437. S2CID 160927286.
  62. ↑ Merriam, C.H. (1919). "Is the Jaguar entitled to a place in the Californian fauna?". Journal of Mammalogy. 1 (1): 38–42. doi:10.1093/jmammal/1.1.38. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 November 2018. Diakses tanggal 18 November 2018.
  63. ↑ Schmidly, D. J.; Bradley, R. D. (2016). The Mammals of Texas (Edisi Seventh). Lubbock: University of Texas Press. doi:10.7560/308868. ISBN 978-1-4773-1002-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 January 2023. Diakses tanggal 9 October 2023.
  64. ↑ Rizzo, W. (2005). "Return of the Jaguar?". Majalah Smithsonian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 23 November 2011.
  65. ↑ Harmsen, B. J.; Foster, R. J.; Silver, S. C.; Ostro, L. E. T. & Doncaster, C. P. (2009). "Spatial and temporal interactions of sympatric jaguars (Panthera onca) and pumas (Puma concolor) in a neotropical forest". Journal of Mammalogy. 90 (3): 612–620. doi:10.1644/08-MAMM-A-140R.1.
  66. ↑ Foster, V.C.; Sarmento, P.; Sollmann, R.; Tôrres, N.; Jácomo, A. T.; Negrões, N.; Fonseca, C. & Silveira, L. (2013). "Jaguar and Puma Activity Patterns and Predator-Prey Interactions in Four Brazilian Biomes". Biotropica. 45 (3): 373–379. Bibcode:2013Biotr..45..373F. doi:10.1111/btp.12021. S2CID 86338173. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 28 February 2021.
  67. ↑ Astete, S.R.; Sollmann, R. & Silveira, L. (2008). "Comparative ecology of jaguars in Brazil". Cat News (Special Issue 4): 9–14. CiteSeerX 10.1.1.528.3603.
  68. ↑ Harmsen, B.J.; Foster, R.J.; Silver, S. C.; Ostro, L.E.T. & Doncaster, C.P. (2011). "Jaguar and puma activity patterns in relation to their main prey". Mammalian Biology – Zeitschrift für Säugetierkunde. 76 (3): 320–324. Bibcode:2011MamBi..76..320H. doi:10.1016/j.mambio.2010.08.007.
  69. ↑ Le Page, Michael. "Jaguar breaks records by swimming at least 1.3 kilometres". New Scientist (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-14.
  70. 1 2 3 Miranda, E.; Menezes, J. & Rheingantz, M. L. (2016). "Reptiles as principal prey? Adaptations for durophagy and prey selection by jaguar (Panthera onca)". Journal of Natural History. 50 (31–32): 2021–2035. Bibcode:2016JNatH..50.2021M. doi:10.1080/00222933.2016.1180717. S2CID 89150920. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 28 February 2021.
  71. ↑ Leite Pitman, R.; Tor, B.; Moreno Gimenes, V.; Mendoza, A.; Nunonca Sencia, E.; Huaman, L.; Jongeneel, A. (2019). "Feeding on giants: consumption of anacondas by jaguars". Cat News. 70: 41–43.
  72. 1 2 Eriksson, C.; Kantek, D.L.; Miyazaki, S.S.; Morato, R.G.; dos Santos-Filho, M.; Ruprecht, J.S.; Peres, C.A. & Levi, T. (2022). "Extensive aquatic subsidies lead to territorial breakdown and high density of an apex predator". Ecology. 103 (1): e03543. Bibcode:2022Ecol..103E3543E. doi:10.1002/ecy.3543. PMID 34841521. S2CID 242197640.
  73. ↑ Amit, R.; Gordillo-Chávez, E.J. & Bone, R. (2013). "Jaguar and puma attacks on livestock in Costa Rica". Human-Wildlife Interactions. 7 (1): 77–84.
  74. ↑ Zarco-González, M.M.; Monroy-Vilchis, O. & Alaníz, J. (2013). "Spatial model of livestock predation by jaguar and puma in Mexico: conservation planning". Biological Conservation. 159: 80–87. Bibcode:2013BCons.159...80Z. doi:10.1016/j.biocon.2012.11.007.
  75. 1 2 3 4 5 Emmons, L. H. (1987). "Comparative feeding ecology of fields in a neotropical rain forest". Behavioral Ecology and Sociobiology. 20 (4): 271–283. Bibcode:1987BEcoS..20..271E. doi:10.1007/BF00292180. S2CID 24990860. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 13 April 2021.
  76. ↑ Emmons, L. H. (1989). "Jaguar predation on chelonians". Journal of Herpetology. 23 (3): 311–314. doi:10.2307/1564460. JSTOR 1564460.
  77. ↑ Rosa, C. L. de la & Nocke, C. C. (2000). "Jaguar (Panthera onca)". A guide to the carnivores of Central America: natural history, ecology, and conservation. University of Texas Press. hlm. 39–?. ISBN 978-0-292-71604-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 28 February 2021.
  78. ↑ Schaller, G.B. & Vasconselos, J.M.C. (1978). "Jaguar predation on capybara" (PDF). Zeitschrift für Säugetierkunde. 43: 296–301. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 25 June 2021. Diakses tanggal 16 August 2020.
  79. ↑ Cavalcanti, S. M. C. & Gese, E. M. (2010). "Kill rates and predation patterns of jaguars (Panthera onca) in the southern Pantanal, Brazil". Journal of Mammalogy. 91 (3): 722–736. doi:10.1644/09-MAMM-A-171.1.
  80. ↑ Baker, W. K. Jr. "Guidelines for Captive Management of Jaguars". Dalam Law, C. (ed.). Jaguar Species Survival Plan (PDF). Association of Zoos and Aquariums. hlm. 8–16. Diarsipkan dari versi asli pada 13 January 2012.
  81. ↑ Schaller, G. B. & Crawshaw, P. G. Jr. (1980). "Movement patterns of Jaguar". Biotropica. 12 (3): 161–168. Bibcode:1980Biotr..12..161S. doi:10.2307/2387967. JSTOR 2387967.
  82. ↑ Jędrzejewski, W.; Hoogesteijn, R. & Devlin, A. L. (2022). "Collaborative behaviour and coalitions in male jaguars (Panthera onca) – evidence and comparison with other felids". Behavioral Ecology and Sociobiology. 76 (9): 121. Bibcode:2022BEcoS..76..121J. doi:10.1007/s00265-022-03232-3. S2CID 251713323.
  83. 1 2 Rabinowitz, A. R. & Nottingham, B.G. Jr. (1986). "Ecology and behaviour of the Jaguar (Panthera onca) in Belize, Central America". Journal of Zoology. 210 (1): 149–159. doi:10.1111/j.1469-7998.1986.tb03627.x.
  84. ↑ Harmsen, B. J.; Foster, R.J.; Gutierrez, S.M.; Marin, S.Y. & Doncaster, C.P. (2007). "Scrape-marking behavior of jaguars (Panthera onca) and pumas (Puma concolor)". Journal of Mammalogy. 91 (5): 1225–1234. doi:10.1644/09-mamm-a-416.1.
  85. ↑ Morato, R.G.; Stabach, J.A.; Fleming, C.H.; Calabrese, J.M.; De Paula, R.C.; Ferraz, K.M.; Kantek, D.L.; Miyazaki, S.S.; Pereira, T.D.; Araujo, G.R. & Paviolo, A. (2016). "Space use and movement of a neotropical top predator: the endangered Jaguar". PLOS ONE. 11 (12) e0168176. Bibcode:2016PLoSO..1168176M. doi:10.1371/journal.pone.0168176. PMC 5193337. PMID 28030568.
  86. 1 2 Soisalo, M.K. & Cavalcanti, S.M.C. (2006). "Estimating the density of a Jaguar population in the Brazilian Pantanal using camera-traps and capture-recapture sampling in combination with GPS radio-telemetry" (PDF). Biological Conservation. 129 (4): 487–496. Bibcode:2006BCons.129..487S. doi:10.1016/j.biocon.2005.11.023. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 13 January 2022. Diakses tanggal 29 November 2021.
  87. ↑ Peters, G. & Tonin-Leyhausen, B. (1999). "Evolution of Acoustic Communication Signals of Mammals: Friendly Close-Range Vocalizations in Felidae (Carnivora)". Journal of Mammalian Evolution. 6 (2): 129–159. doi:10.1023/A:1020620121416. S2CID 25252052.
  88. ↑ Leuchtenberger, C.; Crawshaw, P. G.; Mourão, G. & Lehn, C. R. (2009). "Courtship behavior by Jaguars in the Pantanal of Mato Grosso do Sul". Natureza & Conservação. 7 (1): 218–222. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 13 February 2021.
  89. ↑ Wildt, D. E.; Platz, C. C.; Chakraborty, P. K. & Seager, S. W. J. (1979). "Oestrous and ovarian activity in a female jaguar (Panthera onca)". Reproduction. 56 (2): 555–558. doi:10.1530/jrf.0.0560555. PMID 383976.
  90. ↑ Barnes, S. A.; Teare, J. A.; Staaden, S.; Metrione, L. & Penfold, L. M. (2016). "Characterization and manipulation of reproductive cycles in the jaguar (Panthera onca)". General and Comparative Endocrinology. 225: 95–103. doi:10.1016/j.ygcen.2015.09.012. PMID 26399935.
  91. ↑ Jorge-Neto, P. N.; Luczinski, T. C.; Ribeiro de Araújo, G.; Salomão, J.; de Souza Traldi, A.; Melo dos Santos, J. A.; Requena, L. A.; Machado Gianni, M. C.; De Deco-Souza, T.; Schilbach Pizzutto, C. & Baldassarre, H. (2020). "Can jaguar (Panthera onca) ovulate without copulation?". Theriogenology. 147: 57–61. doi:10.1016/j.theriogenology.2020.02.026. PMID 32092606.
  92. ↑ Hemmer, H. (1976). "Gestation period and postnatal development in felids". Dalam Eaton, R. L. (ed.). The World's Cats. Vol. 3. Contributions to Biology, Ecology, Behavior and Evolution. Seattle: Carnivore Research Institute, University of Washington. hlm. 143–165.
  93. ↑ Mondolfi, E. & Hoogesteijn, R. (1986). "Notes on the biology and status of the jaguar (Panthera onca) in Venezuela". Dalam Miller, S.D. & Everett, D.D. (ed.). Cats of the world: biology, conservation and management. Washington, DC: National Wildlife Federation. hlm. 85–123. ISBN 978-0-912186-79-5.
  94. ↑ Morato, R. G.; Guimaraes, M.A.B.; Ferriera, F.; Verreschi, I.T.d.N. & Barnabe, R.C. (1999). "Reproductive characteristics of captive male jaguars". Brazilian Journal of Veterinary Research and Animal Science. 36 (5). doi:10.1590/S1413-95961999000500008.
  95. ↑ Pacifici, M.; Santini, L.; Di Marco, M.; Baisero, D.; Francucci, L.; Grottolo Marasini, G.; Visconti, P. & Rondinini, C. (2013). "Generation length for mammals". Nature Conservation. 5 (5): 87–94. doi:10.3897/natureconservation.5.5734.
  96. ↑ Cavalcanti, S. M. C. & Gese, E. M. (2009). "Spatial ecology and social interactions of jaguars (Panthera onca) in the southern Pantanal, Brazil". Journal of Mammalogy. 90 (4): 935–945. doi:10.1644/08-MAMM-A-188.1.
  97. ↑ Egerton, J. (2006). "Jaguars: Magnificence in the Southwest" (PDF). Wild Tracks. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 21 July 2011. Diakses tanggal 6 December 2009.
  98. ↑ Soares, T. N.; Telles, M. P.; Resende, L.V.; Silveira, L.; Jácomo, A.T.A.; Morato, R. G.; Diniz-Filho, J.A.F.; Eizirik, E.; Brondani, R. P. & Brondani, C. (2006). "Paternity testing and behavioral ecology: A case study of jaguars (Panthera onca) in Emas National Park, Central Brazil". Genetics and Molecular Biology. 29 (4): 735–740. doi:10.1590/S1415-47572006000400025.
  99. ↑ Tortato, F.R.; Devlin, A.L.; Hoogesteijn, R.; Júnior, J.A.M.; Frair, J.L.; Crawshaw, P.G.; Izzo, T.J. & Quigley, H.B. (2017). "Infanticide in a jaguar (Panthera onca) population – does the provision of livestock carcasses_increase_the_risk?". Acta Ethologica. 20 (1): 69–73. doi:10.1007/s10211-016-0241-4. S2CID 34002056. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 27 February 2021.
  100. ↑ Stasiukynas, D. C.; Boron, V.; Hoogesteijn, R.; Barragán, J.; Martin, A.; Tortato, F.; Rincón, S.; Payán, E. (2021). "Hide and flirt: observed behavior of female jaguars (Panthera onca) to protect their young cubs from adult males". Acta Ethologica. 25 (3): 179–183. doi:10.1007/s10211-021-00384-9. S2CID 239539707.
  101. ↑ Porter, J. H. (1894). "The Jaguar". Wild beasts; a study of the characters and habits of the elephant, lion, leopard, panther, jaguar, tiger, puma, wolf, and grizzly bear. New York: C. Scribner's sons. hlm. 174–195.
  102. ↑ De Paula, R.; Campos Neto, M. F. & Morato, R. G. (2008). "First official record of Human killed by Jaguar in Brazil". Cat News (49): 31–32.
  103. ↑ Iserson, K. V. & Francis, A. M. (2015). "Jaguar attack on a child: Case report and literature review". Western Journal of Emergency Medicine. 16 (2): 303–309. doi:10.5811/westjem.2015.1.24043. PMC 4380383. PMID 25834674.
  104. ↑ Seidensticker, J. & Lumpkin, S. (2016). Cats in Question: The Smithsonian Answer Book. Washington, D.C.: Smithsonian Institution. ISBN 978-1-58834-546-2.
  105. ↑ De La Torre, J.A.; González-Maya, J.F.; Zarza, H.; Ceballos, G. & Medellín, R.A. (2018). "The jaguar's spots are darker than they appear: assessing the global conservation status of the jaguar Panthera onca". Oryx. 52 (2): 300–315. Bibcode:2018Oryx...52..300D. doi:10.1017/S0030605316001046.
  106. ↑ Olsoy, P.J.; Zeller, K.A.; Hicke, J.A.; Quigley, H.B.; Rabinowitz, A.R. & Thornton, D.H. (2016). "Quantifying the effects of deforestation and fragmentation on a range-wide conservation plan for jaguars". Biological Conservation. 203: 8–16. Bibcode:2016BCons.203....8O. doi:10.1016/j.biocon.2016.08.037. and_fragmentation_on_a_range-wide_conservation_plan_for_jaguars Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 13 April 2021.
  107. ↑ Thompson, J.J. & Velilla, M. (2017). "Modeling the effects of deforestation on the connectivity of jaguar Panthera onca populations at the southern extent of the species' range" (PDF). Endangered Species Research. 34: 109–121. Bibcode:2017ESRes..34..109T. doi:10.3354/esr00840. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 8 March 2021. Diakses tanggal 2 March 2021.
  108. 1 2 Ceballos, G.; Zarza, H.; Chávez, C. & González-Maya, J.F. (2016). "Ecology and Conservation of Jaguars in Mexico". Dalam Aguirre, A. & Sukumar, R. (ed.). Tropical conservation: Perspectives on local and global priorities. Oxford University Press. hlm. 273–289. ISBN 978-0-19-976698-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 28 February 2021.
  109. ↑ Moreno, R.; Meyer, N.; Olmos, M.; Hoogesteijn, R. & Hoogesteijn, A.L. (2015). "Causes of jaguar killing in Panama – a long term survey using interviews" (PDF). Cat News (62): 40–42. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 18 November 2021. Diakses tanggal 18 November 2021.
  110. ↑ Jędrzejewski, W.; Boede, E.O.; Abarca, M.; Sánchez-Mercado, A.; Ferrer-Paris, J.R.; Lampo, M.; Velásquez, G.; Carreño, R.; Viloria, Á.L.; Hoogesteijn, R.; Robinson, H.S.; Stachowicz, I.; Cerda, H.; Weisz, M. del Mar; Barros, T.R.; Rivas, Gilson A.; Borges, G.; Molinari, J.; Lew, D.; Takiff, H. & Schmidt, K. (2017). "Predicting carnivore distribution and extirpation rate based on human impacts and productivity factors; assessment of the state of jaguar (Panthera onca) in Venezuela". Biological Conservation. 206: 132–142. Bibcode:2017BCons.206..132J. doi:10.1016/j.biocon.2016.09.027. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 28 February 2021.
  111. ↑ Espinosa, S.; Celis, G. & Branch, L.C. (2018). "When roads appear jaguars decline: Increased access to an Amazonian wilderness area reduces potential for jaguar conservation". PLOS ONE. 13 (1) e0189740. Bibcode:2018PLoSO..1389740E. doi:10.1371/journal.pone.0189740. PMC 5751993. PMID 29298311.
  112. ↑ Paviolo, A.; De Angelo, C.D.; Di Blanco, Y.E. & Di Bitetti, M.S. (2008). "Jaguar Panthera onca population decline in the Upper Paraná Atlantic Forest of Argentina and Brazil". Oryx. 42 (4): 554–561. doi:10.1017/S0030605308000641. hdl:11336/61266.
  113. ↑ Balaguera-Reina, S. & Gonzalez-Maya, J.F. (2008). "Occasional jaguar hunting for subsistence in Colombian Chocó". Cat News (48): 5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 28 February 2021.
  114. ↑ Foster, R.J.; Harmsen, B.J.; Urbina, Y. L.; Wooldridge, R.L.; Doncaster, C.P.; Quigley, H. & Figueroa, O.A. (2020). "Jaguar (Panthera onca) density and tenure in a critical biological corridor". Journal of Mammalogy. 101 (6): 1622–1637. doi:10.1093/jmammal/gyaa134. PMC 7816682. PMID 33505226.
  115. ↑ Broad, S. (1987). The harvest of and trade in Latin American spotted cats (Felidae) and otters (Lutrinae). Cambridge: IUCN Conservation Monitoring Centre. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 January 2020. Diakses tanggal 21 February 2018.
  116. ↑ Weber, W. & Rabinowitz, A. (1996). "A global perspective on large carnivore conservation" (PDF). Conservation Biology. 10 (4): 1046–1054. Bibcode:1996ConBi..10.1046W. doi:10.1046/j.1523-1739.1996.10041046.x. Diarsipkan dari versi asli pada 26 April 2012.
  117. ↑ Knox, J.; Negrões, N.; Marchini, S.; Barboza, K.; Guanacoma, G.; Balhau, P.; Tobler, M.W. & Glikman, J.A. (2019). "Jaguar persecution without "cowflict": insights from protected territories in the Bolivian Amazon". Frontiers in Ecology and Evolution. 7 494. Bibcode:2019FrEEv...7..494K. doi:10.3389/fevo.2019.00494.
  118. ↑ Braczkowski, A.; Ruzo, A.; Sanchez, F.; Castagnino, R.; Brown, C.; Guynup, S.; Winter, S.; Gandy, D. & O'Bryan, C. (2019). "The ayahuasca tourism boom: An undervalued demand driver for jaguar body parts?". Conservation Science and Practice. 1 (12) e126. Bibcode:2019ConSP...1E.126B. doi:10.1111/csp2.126. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 28 February 2021.
  119. ↑ Arias, M.; Hinsley, A. & Milner-Gulland, E.J. (2020). "Characteristics of, and uncertainties about, illegal jaguar trade in Belize and Guatemala". Biological Conservation. 250 108765. Bibcode:2020BCons.25008765A. doi:10.1016/j.biocon.2020.108765. S2CID 224967913. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 18 November 2021.
  120. ↑ Morcatty, T.Q.; Bausch Macedo, J.C.; Nekaris, K.A.I.; Ni, Q.; Durigan, C.C.; Svensson, M.S. & Nijman, V. (2020). "Illegal trade in wild cats and its link to Chinese-led development in Central and South America". Conservation Biology. 34 (6): 1525–1535. Bibcode:2020ConBi..34.1525M. doi:10.1111/cobi.13498. PMID 32484587.
  121. ↑ Earth League International (2020). Unveiling the criminal networks behind jaguar trafficking in Bolivia (PDF) (Report). Amsterdam: IUCN National Committee of the Netherlands. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 26 July 2021. Diakses tanggal 26 July 2021.
  122. ↑ Zapata Ríos, G.; Araguillin, E.; Cevallos, J.; Moreno, F.; Ortega, A.; Rengel, J. & Valarezo, N. (2014). Plan de Acción para la Conservación del Jaguar en el Ecuador [Rencana Aksi Konservasi Jaguar di Ekuador] (PDF) (dalam bahasa Spanyol). Quito: Ministerio del Ambiente y Wildlife Conservation Society Ecuador. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 23 September 2020. Diakses tanggal 13 February 2021.
  123. ↑ Kerman, I. (2010). Felix, M.-L. (ed.). Exploitation of the jaguar, Panthera onca and other large forest cats in Suriname (PDF). Paramaribo: WWF Guianas. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 18 September 2021. Diakses tanggal 3 March 2021.
  124. ↑ Weckel, M.; Giuliano, W. & Silver, S. (2006). "Cockscomb revisited: jaguar diet in the Cockscomb Basin Wildlife Sanctuary, Belize". Biotropica. 38 (5): 687–690. Bibcode:2006Biotr..38..687W. doi:10.1111/j.1744-7429.2006.00190.x. S2CID 85151201.
  125. ↑ Rabinowitz, A. & Zeller, K.A. (2010). "A range-wide model of landscape connectivity and conservation for the jaguar, Panthera onca" (PDF). Biological Conservation. 143 (4): 939–945. Bibcode:2010BCons.143..939R. doi:10.1016/j.biocon.2010.01.002. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 14 March 2021.
  126. ↑ Zeller, K.A.; Rabinowitz, A.; Salom-Perez, R. & Quigley, H. (2013). "The Jaguar Corridor Initiative: A range-wide conservation strategy" (PDF). Dalam Ruiz-Garcia, M. & Shostell, J.M. (ed.). Molecular population genetics, evolutionary biology and biological conservation of Neotropical carnivores. New York: Nova Science Publishers. hlm. 629–657. ISBN 978-1-62417-071-3. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 14 March 2021.
  127. ↑ Rodríguez-Soto, C.; Monroy-Vilchis, O. & Zarco-González, M.M. (2013). "Corridors for jaguar (Panthera onca) in Mexico: Conservation strategies". Journal for Nature Conservation. 21 (6): 438–443. Bibcode:2013JNatC..21..438R. doi:10.1016/j.jnc.2013.07.002. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 November 2021. Diakses tanggal 18 November 2021.
  128. ↑ Department of the Interior Fish and Wildlife Service (2012). "Designation of Critical Habitat for Jaguar; Proposed Rule" (PDF). Federal Register. 77 (161): 50214–50242. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 14 February 2020. Diakses tanggal 13 March 2021.
  129. ↑ Sanderson, E.W.; Fisher, K.; Peters, R.; Beckmann, J.P.; Bird, B.; Bradley, C.M.; Bravo, J.C.; Grigione, M.M.; Hatten, J.R.; González, C.A.L.; Menke, K.; Miller, J.R.B.; Miller, P.S.; Mormorunni, C.; Robinson, M.J.; Thomas, R.E. & Wilcox, S. (2021). "A systematic review of potential habitat suitability for the jaguar Panthera onca in central Arizona and New Mexico, USA". Oryx. 56: 116–127. doi:10.1017/S0030605320000459.
  130. ↑ Ceballos, G.; Zarza, H.; González-Maya, J.F.; de la Torre, J.A.; Arias-Alzate, A.; Alcerreca, C.; Barcenas, H.V.; Carreón-Arroyo, G.; Chávez, C.; Cruz, C. & Medellín, D. (2021). "Beyond words: From jaguar population trends to conservation and public policy in Mexico". PLOS ONE. 16 (10) e0255555. Bibcode:2021PLoSO..1655555C. doi:10.1371/journal.pone.0255555. PMC 8494370. PMID 34613994.
  131. ↑ Thornton, D.; Zeller, K.; Rondinini, C.; Boitani, L.; Crooks, K.; Burdett, C.; Rabinowitz, A. & Quigley, H. (2016). "Assessing the umbrella value of a range-wide conservation network for jaguars (Panthera onca)" (PDF). Ecological Applications. 26 (4): 1112–1124. Bibcode:2016EcoAp..26.1112T. doi:10.1890/15-0602. hdl:11573/893793. JSTOR 24818150. PMID 27509752. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 16 November 2021. Diakses tanggal 16 November 2021.
  132. ↑ Figel, J.J.; Castañeda, F.; Calderón, A.P.; Torre, J.; García-Padilla, E. & Noss, R.F. (2018). "Threatened amphibians sheltered under the big cat's umbrella: conservation of jaguars Panthera onca (Carnivora: Felidae) and endemic herpetofauna in Central America". Revista de Biología Tropical. 66 (4): 1741–1753. doi:10.15517/rbt.v66i4.32544.
  133. ↑ Gutierrez-Gonzalez, C.E.; Gomez-Ramirez, M.A.; Lopez-Gonzalez, C.A. & Doherty, P.F. (2015). "Are Private Reserves Effective for Jaguar Conservation?". PLOS ONE. 10 (9) e0137541. Bibcode:2015PLoSO..1037541G. doi:10.1371/journal.pone.0137541. PMC 4580466. PMID 26398115.
  134. ↑ Furtado, M.M.; Carrillo-Percastegui, S.E.; Jácomo, A.T.A.; Powell, G.; Silveira, L.; Vynne, C. & Sollmann, R. (2008). "Studying jaguars in the wild: past experiences and future perspectives" (PDF). Cat News (Special Issue 4): 41–47. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2 February 2019. Diakses tanggal 2 February 2019.
  135. ↑ Estévez, E. (2009). "Jaguar Refuge in the Llanos Ecoregion". World Wildlife Fund. Diarsipkan dari asli tanggal 17 December 2014. Diakses tanggal 1 September 2006.
  136. ↑ Sanderson, E. W.; Beckmann, J. P.; Beier, P.; Bird, B.; Bravo, J. C.; Fisher, K.; Grigione, M. M.; Lopez Gonzalez, C. A.; Miller, J. R.; Mormorunni, C.; Paulson, L.; Peters, R.; Polisar, J.; Povilitis, T.; Robinson, M. J. & Wilcox, S. (2021). "The case for reintroduction: The jaguar (Panthera onca) in the United States as a model". Conservation Science and Practice. 3 (6) e392. Bibcode:2021ConSP...3E.392S. doi:10.1111/csp2.392.
  137. ↑ Bulliet, R.W.; Crossley, P.; Headrick, D.; Hirsch, S. & Johnson, L., ed. (2000). The Earth and Its Peoples: A Global History. Vol. A 1: To 1200 (Edisi Fifth). Houghton Mifflin. hlm. 75–76. ISBN 978-1-4390-8476-2.
  138. ↑ Park, Y. (2012). Mirrors of Clay: Reflections of Ancient Andean Life in Ceramics from the Sam Olden Collection. University Press of Mississippi. hlm. 49. ISBN 978-1-61703-795-5.
  139. ↑ Ocampo López, J. (2007). Grandes culturas indígenas de América [Great indigenous cultures of the Americas] (dalam bahasa Spanyol). Bogotá, Colombia: Plaza & Janes Editores Colombia S.A. hlm. 231. ISBN 978-958-14-0368-4.
  140. ↑ Kruschek, M.H. (2003). The evolution of the Bogotá chiefdom: A household view (PDF) (PhD thesis). Pittsburgh: University of Pittsburgh. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 15 August 2016. Diakses tanggal 12 January 2017.
  141. ↑ "nymy" (dalam bahasa Spanyol). Muysc cubun Dictionary Online. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 October 2020. Diakses tanggal 11 January 2017.
  142. ↑ "quyne" (dalam bahasa Spanyol). Muysc cubun Dictionary Online. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 January 2017. Diakses tanggal 11 January 2017.
  143. ↑ Metcalf, G. & Flannery, K.V. (1967). "An Olmec "were-jaguar" from the Yucatan Peninsula". American Antiquity. 32 (1): 109–111. doi:10.2307/278787. JSTOR 278787. S2CID 164201137.
  144. 1 2 Saunders, N.J. (1994). "Predators of culture: Jaguar symbolism and Mesoamerican elites". World Archaeology. 26 (1): 104–117. doi:10.1080/00438243.1994.9980264. JSTOR 124867.
  145. 1 2 Benson, E. P. (2013). "The lord, the ruler: Jaguar symbolism in the Americas". Dalam Saunders, N. J. (ed.). Icons of Power: Feline Symbolism in the Americas. London: Routledge. hlm. 64–66. ISBN 978-1-136-60513-0.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Panthera onca.
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Panthera onca.
Lihat entri Panthera onca di kamus bebas Wikikamus.
  • "Jaguar Panthera onca". IUCN Cat Specialist Group. Diarsipkan dari asli tanggal 7 March 2015. Diakses tanggal 15 December 2014.
  • "Jaguars: Born free". BBC Natural World. 2013. Diakses tanggal 13 August 2021.
  • People and Jaguars a Guide for Coexistence
  • Felidae Conservation Fund
  •  "Jaguar" . Encyclopedia Americana. 1920.
  • l
  • b
  • s
Spesies Carnivora yang masih hidup
  • Kingdom: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Mammalia
  • Infrakelas: Eutheria
  • Superordo: Laurasiatheria
Feliformia (carnivora "mirip kucing")
Feliformia
  • Musang palem afrika (N. binotata)
Feloidea
Prionodon (Linsang asiatik)
  • Musang congkok (P. linsang)
  • Linsang tutul (P. pardicolor)
Felidae (kucing)
Pantherinae
Neofelis
  • Macan dahan sunda (N. diardi)
  • Macan dahan (N. nebulosa)
Panthera
  • Singa (P. leo)
  • Jaguar (P. onca)
  • Macan tutul (P. pardus)
  • Harimau (P. tigris)
  • Macan tutul salju (P. uncia)
Felinae sensu stricto
Garis keturunan
kucing merah
Pardofelis
  • Kucing batu (P. marmorata)
Catopuma
  • Kucing merah (C. badia)
  • Kucing emas asia(C. temminckii)
Garis keturunan
karakal
  • Serval (Leptailurus serval)
Caracal
  • Kucing emas (C. aurata)
  • Karakal (C. caracal)
Leopardus
  • Kucing pampa (L. colocola)
  • Kucing geoffroy (L. geoffroyi)
  • Kodkod (L. guigna)
  • Kucing harimau selatan (L. guttulus)
  • Kucing andes (L. jacobita)
  • Oselot (L. pardalis)
  • Oncilla (L. tigrinus)
  • Margay (L. wiedii)
Lynx
  • Lynx kanada (L. canadensis)
  • Lynx eurasia (L. lynx)
  • Lynx iberia (L. pardinus)
  • Bobcat (L. rufus)
Garis keturunan
puma
Acinonyx
  • Citah (A. jubatus)
  • Jaguarundi (H. yagouaroundi)
Puma
  • Cougar (P. concolor)
Garis keturunan
kucing kuwuk
  • Kucing pallas (O. manul)
Prionailurus
  • Kucing kuwuk (P. bengalensis)
  • Kucing kuwuk sunda (P. javanensis)
  • Kucing tandang (P. planiceps)
  • Kucing totol (P. rubiginosus)
  • Kucing bakau (P. viverrinus)
Felis
  • Kucing gunung tiongkok (F. bieti)
  • Kucing domestik (F. catus)
  • Kucing hutan(F. chaus)
  • Kucing liar afrika (F. lybica)
  • Kucing pasir(F. margarita)
  • Kucing berkaki hitam (F. nigripes)
  • Kucing liar eropa (F. silvestris)
Viverroidea
    • lihat dibawah↓
Viverroidea
Viverridae
Hemigalinae
  • Musang owston (C. owstoni)
  • Musang air (C. bennettii)
  • Musang gunung (D. hosei)
  • Musang belang (H. derbyanus)
Paradoxurinae
  • Binturung (A. binturung)
  • Musang akar (A. trivirgata)
  • Musang sulawesi (M. musschenbroekii)
  • Musang bulan (P. larvata)
Paradoxurus
  • Musang luwak (P. hermaphroditus)
  • Musang cokelat (P. jerdoni)
  • Musang emas (P. zeylonensis)

Viverrinae
sensu lato
Viverrinae
sensu stricto
  • Musang rase (V. indica)
  • Musang afrika (C. civetta)
Viverra
  • Musang tutul-besar malabar (V. civettina)
  • Musang tutul-besar (V. megaspila)
  • Musang tenggalung (V. tangalunga)
  • Musang kesturi (V. zibetha)
Genettinae
Poiana
(African linsangs)
  • Oyan afrika tengah (P. richardsonii)
  • Oyan afrika barat (P. leightoni)
Genetta
(Rabah)
  • Rabah abisinia (G. abyssinica)
  • Rabah angola (G. angolensis)
  • Rabah bourlon (G. bourloni)
  • Rabah serval berjambul (G. cristata)
  • Rabah umum(G. genetta)
  • Rabah johnston (G. johnstoni)
  • Rabah letaba (G. letabae)
  • Rabah tutul-besar (G. maculata)
  • Rabah macan tutul(G. pardina)
  • Rabah air(G. piscivora)
  • Rabah raja (G. poensis)
  • Rabah serval (G. servalina)
  • Rabah hausa (G. thierryi)
  • Rabah tanjung (G. tigrina)
  • Rabah hutan raksasa (G. victoriae)
  • Rabah tutul-kecil afrika selatan(G. felina)
Herpestoidea
    • see below↓
Herpestoidea
Hyaenidae
(hyena)
Proteles
  • Serigala tanah (P. cristata)
Hyaeninae
(hyena penghancur tulang)
  • Hiena bergaris (H. hyaena)
  • Hiena cokelat (P. brunnea)
Crocuta
  • Dubuk (C. crocuta)
Herpestidae sensu lato
Eupleridae
(Malagasy
carnivorans)
Euplerinae
(Malagasy civets)
  • Fosa (Cryptoprocta ferox)
  • Musang malagasi (F. fossana)
Eupleres (falanoucs)
  • Falanouc timur (E. goudotii)
  • Falanouc barat (E. major)
Galidiinae
(vontsira)
  • Vontsira ekor-cincin (G. elegans)
Galidictis
  • Garangan malagasi loreng-lebar (G. fasciata)
  • Garangan grandidier (G. grandidieri)
  • Garangan loreng-ramping (Mungotictis decemlineata)
Salanoia
  • Garangan ekor-cokelat (S. concolor)
  • Vontsira durrell (S. durrelli)
Herpestidae sensu stricto (mongooses)
Mungotinae
Suricata
  • Mirkat (S. suricatta)
  • Garangan liberia (Liberiictus kuhni)
Mungos
  • Garangan gambia (M. gambianus)
  • Garangan belang (M. mungo)
  • Garangan pousargues (Dologale dybowskii)
Helogale
  • Garangan kerdil etiopia (H. hirtula)
  • Garangan kerdil umum (H. parvula)
Crossarchus
(kusimanse)
  • Kusimanse alexander (C. alexandri)
  • Kusimanse angola (C. ansorgei)
  • Kusimanse umum (C. obscurus)
  • Kusimanse kepala-datar (C. platycephalus)
Herpestinae
  • Garangan rawa (Atilax paludinosus)
  • Garangan hidung panjang (Xenogale naso)
Urva
(garangan asia)
  • Garangan kecil india (U. auropunctata)
  • Garangan ekor pendek (U. brachyura)
  • Garangan abu-abu india (U. edwardsii)
  • Garangan cokelat india (U. fusca)
  • Garangan jawa (U. javanica)
  • Garangan berkerah (U. semitorquata)
  • Garangan ruddy (U. smithii)
  • Garangan pemakan kepiting(U. urva)
  • Garangan leher-belang (U. vitticolla)
  • Garangan ekor putih (Ichneumia albicauda)
  • Garangan kuning (Cynictis penicillata)
  • Garangan selous (Paracynictis selousi)
  • Garangan meller (Rhynchogale melleri)
Bdeogale
  • Garangan ekor lebat (B. crassicauda)
  • Garangan jackson (B. jacksoni)
  • Garangan kaki-hitam (B. nigripes)
Herpestes
(slender mongooses)
  • Garangan ramping angola (H. flavescens)
  • Garangan mesir (H. ichneumon)
  • Garangan ramping somalia (H. ochracea)
  • Garangan abu-abu tanjung (H. pulverulenta)
  • Garangan ramping umum (H. sanguinea)
Caniformia (carnivora "mirip anjing")
Canidae (anjing)
Urocyon
  • Rubah kelabu (U. cinereoargenteus)
  • Rubah pulau abu-abu (U. littoralis)
Vulpini
  • Rubah telinga kelelawar (Otocyon megalotis)
Nyctereutes
  • Anjing rakun (N. procyonoides)
  • Anjing rakun jepang (N. viverrinus)
Vulpes
(rubah)
  • Rubah benggala (V. bengalensis)
  • Rubah blanford (V. cana)
  • Rubah tanjung (V. chama)
  • Rubah korsak (V. corsac)
  • Rubah tibet (V. ferrilata)
  • Rubah arktik (V. lagopus)
  • Rubah kit (V. macrotis)
  • Rubah pucat (V. pallida)
  • Rubah rüppell (V. rueppelli)
  • Rubah cepat (V. velox)
  • Rubah merah (V. vulpes)
  • Rubah fennec (V. zerda)
Canini
(anjing sejati)
Cerdocyonina
(zorro)
  • Serigala bersurai (C. brachyurus)
Speothos
  • Anjing semak (S. venaticus)
  • Anjing telinga-pendek (A. microtis)
  • Rubah pemakan kepiting (C. thous)
Lycalopex
  • Culpeo (L. culpaeus)
  • Rubah darwin (L. fulvipes)
  • Rubah kelabu amerika selatan (L. griseus)
  • Rubah pampa (L. gymnocercus)
  • Rubah sechura (L. sechurae)
  • Rubah beruban (L. vetulus)
Canina
(canid mirip serigala)
Lupulella
  • Jakal loreng-sisi (L. adustus)
  • Jakal punggung-hitam (L. mesomelas)
  • Iganyana (L. pictus)
  • Ajak (C. alpinus)
Canis
  • Jakal emas (C. aureus)
  • Anjing domestik (C. familiaris)
  • Koyote (C. latrans)
  • Serigala afrika (C. lupaster)
  • Serigala (C. lupus)
  • Serigala timur (C. lycaon)
  • Serigala merah (C. rufus)
  • Serigala etiopia (C. simensis)
Arctoidea
Ursidae
(beruang)
Ailuropoda
  • Panda raksasa (A. melanoleuca)
Tremarctos
  • Beruang berkacamata (T. ornatus)
Ursinae
  • Beruang kungkang (M. ursinus)
  • Beruang madu (H. malayanus)
Ursus
  • Beruang hitam amerika (U. americanus)
  • Beruang cokelat (U. arctos)
  • Beruang kutub (U. maritimus)
  • Beruang hitam asia (U. thibetanus)
Mustelida
Pinnipedia (anjing laut)
    • lihat dibawah↓
Musteloidea
    • lihat dibawah↓
Pinnipedia (anjing laut)
Odobenidae
  • Walrus (Odobenus rosmarus)

Otariidae
(anjing laut bertelinga:
anjing laut bulu,
singa laut)
Callorhinus
  • Anjing laut bulu utara (C. ursinus)
Otariinae
  • Singa laut steller (E. jubatus)
Zalophus
  • Singa laut california (Z. californianus)
  • Singa laut galápagos (Z. wollebaeki)
  • Singa laut amerika selatan (O. flavescens)
Neophoca
  • Singa laut australia (N. cinerea)
  • Singa laut selandia baru (P. hookeri)
Arctocephalus
  • Anjing laut bulu amerika selatan (A. australis)
  • Anjing laut bulu australasia (A. forsteri)
  • Anjing laut bulu galápagos (A. galapagoensis)
  • Anjing laut bulu antarktik (A. gazella)
  • Anjing laut bulu juan fernández (A. philippii)
  • Anjing laut bulu cokelat (A. pusillus)
  • Anjing laut bulu guadalupe (A. townsendi)
  • Anjing laut bulu subantarktik (A. tropicalis)
Phocidae
(Anjing laut nirtelinga
atau anjing laut sejati)
Phocinae
("anjing laut utara")
  • Anjing laut bejanggut (E. barbatus)
  • Anjing laut bertudung (C. cristata)
Phocini
  • Anjing laut harpa(P. groenlandicus)
  • Anjing laut pita (H. fasciata)
  • Anjing laut abu-abu (H. grypus)
Phoca
  • Anjing laut tutul(P. largha)
  • Anjing laut pelabuhan (P. vitulina)
Pusa
  • Anjing laut kaspia (P. caspica)
  • Anjing laut bercincin (P. hispida)
  • Anjing laut baikal (P. sibirica)
Monachinae
("southern seals")
Monachini
(anjing laut rahib)
  • Anjing laut rahib laut tengah (M. monachus)
Neomonachus
  • Anjing laut hawaii (N. schauinslandi)
Mirounga
(anjing laut gajah)
  • Anjing laut gajah utara (M. angustirostris)
  • Anjing laut gajah selatan (M. leonina)
Lobodontini
(anjing laut antarktik)
  • Anjing laut macan tutul (H. leptonyx)
  • Anjing laut weddell(L. weddellii)
  • Anjing laut pemakan kepiting (L. carcinophagus)
  • Anjing laut ross (O. rossi)
Musteloidea
Ailuridae
  • Panda merah (A. fulgens)
Mephitidae
(sigung)
Conepatus
(sigung hidung-babi)
  • Sigung hidung-babi molina (C. chinga)
  • Sigung hidung-babi humboldt (C. humboldtii)
  • Sigung hidung-babi amerika (C. leuconotus)
  • Sigung hidung-babi loreng (C. semistriatus)
Mephitis
  • Sigung bertudung (M. macroura)
  • Sigung loreng (M. mephitis)
Mydaus
([teledu sigung)
  • Teledu sigung sunda (M. javanensis)
  • Teledu sigung palawan (M. marchei)
Spilogale
(sigung tutul)
  • Sigung tutul selatan (S. angustifrons)
  • Sigung tutul barat (S. gracilis)
  • Sigung tutul timur (S. putorius)
  • Sigung tutul kerdil (S. pygmaea)
Procyonidae
  • Kinkajou (Potos flavus)
Bassariscus
  • Ringtail (B. astutus)
  • Cacomistle (B. sumichrasti)
Procyon
(rakun)
  • Rakun pemakan kepiting (P. cancrivorus)
  • Rakun (P. lotor)
  • Rakun cozumel (P. pygmaeus)
Bassaricyon
(olingo)
  • Olingo dataran rendah timur (B. alleni)
  • Olingo utara (B. gabbii)
  • Olingo dataran rendah barat (B. medius)
  • Olinguito (B. neblina)
Nasuina
(koati)
Nasua
  • Koati hidung-putih (N. narica)
  • Koati amerika selatan (N. nasua)
Nasuella
  • Koati gunung timur (N. meridensis)
  • Koati gunung barat (N. olivacea)
Mustelidae
    • lihat dibawah↓
Mustelidae
Mustelidae
  • Teledu amerika (T. taxus)
Mellivora
  • Teledu madu (M. capensis)
Melinae
(Teledu eurasia)
Arctonyx
  • Babi batang utara (A. albogularis)
  • Babi batang besar (A. collaris)
  • Babi batang sumatra (A. hoevenii)
Meles
  • Teledu jepang (M. anakuma)
  • Teledu kaukasus (M. canescens)
  • Teledu asia (M. leucurus)
  • Teledu eropa (M. meles)
Melogale
(biul)
  • Biul vietnam (M. cucphuongensis)
  • Biul kalimantan (M. everetti)
  • Biul tiongkok (M. moschata)
  • Biul slentek (M. orientalis)
  • Biul burma (M. personata)
  • Biul formosa (M. subaurantiaca)
Guloninae
  • Tayra (Eira barbara)
Pekania
  • Musang ikan (P. pennanti)
Gulo
  • Wolverine (G. gulo)
Martes
(amunin)
  • Amunin amerika (M. americana)
  • Amunin pasifik (M. caurina)
  • Amunin leher-kuning(M. flavigula)
  • Amunin batu (M. foina)
  • Amunin india (M. gwatkinsii)
  • Amunin eropa (M. martes)
  • Amunin jepang (M. melampus)
  • Sable (M. zibellina)
Ictonychinae
Lyncodontini
  • Cerpelai patagonia (L. patagonicus)
Galictis
(grison)
  • Grison kecil (G. cuja)
  • Grison besar (G. vittata)
Ictonychini
(Cerpelai afrika)
Vormela
  • Cerpelai-hitam batu (V. peregusna)
  • Cerpelai-garis afrika (P. albinucha)
Ictonyx
  • Cerpelai-garis sahara (I. libyca)
  • Zorilla (I. striatus)
Lutrinae
(berang-berang)
  • Berang-berang raksasa (P. brasiliensis)
Lontra
  • Berang-berang sungai amerika utara (L. canadensis)
  • Kucing laut (L. felina)
  • Berang-berang neotropis (L. longicaudis)
  • Berang-berang sungai selatan (L. provocax)
Enhydra
  • Berang-berang laut(E. lutris)
  • Berang-berang leher-tutul (H. maculicollis)
Lutra
  • Berang-berang eurasia (L. lutra)
  • Berang-berang sumatra (L. sumatrana)
Lutrogale
  • Berang-berang wregul (L. perspicillata)
Aonyx
  • Berang-berang nircakar afrika (A. capensis)
  • Sero ambrang (A. cinereus)
  • Berang-berang nircakar kongo (A. congicus)
Mustelinae
Neogale
  • Cerpelai amazon (N. africana)
  • Cerpelai kolombia (N. felipei)
  • Cerpelai ekor-panjang (N. frenata)
  • Cerpelai cokelat amerika (N. vison)
Mustela
(cerpelai)
  • Cerpelai-kerdil gigi-tanggal (M. aistoodonnivalis)
  • Cerpelai gunung (M. altaica)
  • Cerpelai ekor-pendek (M. erminea)
  • Cerpelai-hitam padang-rumput (M. eversmannii)
  • Feret (M. furo)
  • Cerpelai ekor-pendek haida (M. haidarum)
  • Cerpelai jepang (M. itatsi)
  • Cerpelai perut-kuning (M. kathiah)
  • Cerpelai coklat eropa (M. lutreola)
  • Cerpelai gunung jawa (M. lutreolina)
  • Cerpelai kaki-hitam (M. nigripes)
  • Cerpelai kecil (M. nivalis)
  • Cerpelai melayu (M. nudipes)
  • European polecat (M. putorius)
  • Cerpelai ekor-pendek amerika (M. richardsonii)
  • Cerpelai siberia (M. sibirica)
  • Cerpelai punggung-garis (M. strigidorsa)
  • Portal Kucing
  • Portal Hewan
  • Portal Biologi
Pengidentifikasi takson
Panthera onca
  • Wikidata: Q35694
  • Wikispecies: Panthera onca
  • ADW: Panthera_onca
  • BioLib: 2015
  • BOLD: 263143
  • CoL: 4CGXQ
  • ECOS: 3944
  • EoL: 328606
  • EPPO: PNTHON
  • GBIF: 5219426
  • iNaturalist: 41970
  • IRMNG: 10201333
  • ITIS: 180593
  • IUCN: 15953
  • MDD: 1006021
  • MSW: 14000240
  • NatureServe: 2.103664
  • NCBI: 9690
  • Observation.org: 83736
  • Open Tree of Life: 42322
  • Paleobiology Database: 49735
  • Species+: 6385
  • TSA: 12800
  • Xeno-canto: Panthera-onca
Felis onca
  • Wikidata: Q122170157
  • GBIF: 2435226
  • ZooBank: 51146A50-7A07-4DEF-A027-6F68813970EC
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Taksonomi dan evolusi
  3. Taksonomi
  4. Evolusi
  5. Deskripsi
  6. Variasi warna
  7. Sebaran dan habitat
  8. Daerah sebaran sebelumnya
  9. Perilaku dan ekologi
  10. Perburuan dan pola makan
  11. Aktivitas sosial
  12. Reproduksi dan siklus hidup
  13. Serangan terhadap manusia
  14. Ancaman
  15. Konservasi
  16. Unit Konservasi Jaguar

Artikel Terkait

Kucing

hewan peliharaan

Kucing besar

Kucing besar adalah istilah yang digunakan untuk spesies dari kelompok kucing yang memiliki kemampuan untuk mengaum. Spesies ini utamanya meliputi harimau

Kucing persia

ras kucing

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026