Jabatan Adat Istiadat Negara merupakan departemen pemerintah di bawah Jabatan Perdana Menteri yang berfungsi untuk menjamin pemeliharaan Adat Istiadat Kerajaan Brunei Darussalam secara berkesinambungan. Secara harfiah, JAIN diterjemahkan menjadi Pejabat Bea Cukai Negara, Departemen Bea Cukai Negara, atau Departemen Bea dan Tradisi Negara. Untuk menjamin agar praktik dan pelaksanaan Istiadat Diraja, selalu sesuai dengan falsafah Melayu Islam Beraja, maka secara berkala diselenggarakan dakwah dan pengajaran kepada masyarakat melalui ceramah, pengarahan, dan lokakarya tentang Adat Istiadat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Lambang nasional Brunei Darussalam | |
Kantor pusat JAIN di Pusat Bandar, Brunei | |
| Informasi lembaga | |
|---|---|
| Dibentuk | 1 Juli 1954 (1954-07-01) |
| Wilayah hukum | Pemerintah Brunei |
| Kantor pusat | Gedung Adat Istiadat Negara, Jalan Bendahara, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam BS8611 |
| Pejabat eksekutif |
|
| Lembaga induk | Jabatan Perdana Menteri |
| Situs web | www.adat-istiadat.gov.bn |
Jabatan Adat Istiadat Negara (disingkat: JAIN) merupakan departemen pemerintah di bawah Jabatan Perdana Menteri yang berfungsi untuk menjamin pemeliharaan Adat Istiadat Kerajaan Brunei Darussalam secara berkesinambungan.[1] Secara harfiah, JAIN diterjemahkan menjadi Pejabat Bea Cukai Negara,[2] Departemen Bea Cukai Negara,[3] atau Departemen Bea dan Tradisi Negara.[4] Untuk menjamin agar praktik dan pelaksanaan Istiadat Diraja, selalu sesuai dengan falsafah Melayu Islam Beraja, maka secara berkala diselenggarakan dakwah dan pengajaran kepada masyarakat melalui ceramah, pengarahan, dan lokakarya tentang Adat Istiadat.[5][6]
Setiap penambahan atau modifikasi baru pada Bahasa Dalam memerlukan persetujuan JAIN. Dokumentasi sangat penting untuk penyebaran pengetahuan Bahasa Dalam. Disarankan agar otoritas terkait, seperti Dewan Bahasa dan Pustaka, menerbitkan buku-buku dengan glosarium Bahasa Dalam dengan bantuan JAIN.[7] Berikut ini adalah peran dan tugas JAIN:[8]