Universitas Negeri Yogyakarta merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia. Kampus utama universitas ini terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. UNY sebelumnya merupakan bagian dari salah satu fakultas di Universitas Gadjah Mada yang akhirnya membentuk sebuah institusi tersendiri bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yogyakarta.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Universitas Negeri Yogyakarta | |
|---|---|
ꦈꦤꦶꦮ꦳ꦼꦂꦱꦶꦠꦱ꧀ꦤꦒꦫꦶꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ
| |
Lambang Universitas Negeri Yogyakarta | |
Nama sebelumnya |
|
| Moto | Unggul, Kreatif, dan Inovatif |
Moto dalam bahasa Inggris | Leading the Future Education |
| Jenis | Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum |
| Didirikan | Mei 21, 1964 (1964-05-21) |
Lembaga induk | Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia |
| Rektor | Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO. |
Staf akademik | 1.107 (2019)[1] |
| Jumlah mahasiswa | 28.726 (2019)[2] |
Jumlah mahasiswa lain | 1,20a |
| Lokasi | 7°46′17″S 110°22′39″E / 7.7713847°S 110.3774998°E / -7.7713847; 110.3774998[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Universitas_Negeri_Yogyakarta¶ms=7.7713847_S_110.3774998_E_type:edu_region:ID_dim:2000 <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">7°46′17″S</span> <span class=\"longitude\">110°22′39″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">7.7713847°S 110.3774998°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-7.7713847; 110.3774998</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwDQ\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt14\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwDg\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwDw\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Universitas_Negeri_Yogyakarta&params=7.7713847_S_110.3774998_E_type:edu_region:ID_dim:2000\" class=\"external text\" id=\"mwEA\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwEQ\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEg\"><span class=\"latitude\" id=\"mwEw\">7°46′17″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwFA\">110°22′39″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwFQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFg\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFw\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwGA\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwGQ\">7.7713847°S 110.3774998°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwGg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwGw\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwHA\">-7.7713847; 110.3774998</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwHQ\"/></span>"}' id="mwHg"/> |
| Kampus | Urban multikampus, 432.613 meter persegi (43,2613 ha) (lihat daftar) |
| Warna | Biru tua |
| Julukan |
|
| Afiliasi | |
| Situs web | www |
Koordinat: 7°46′34.0680″S 110°23′15.4176″E / 7.776130000°S 110.387616000°E / -7.776130000; 110.387616000Lihat peta diperbesar Koordinat: 7°46′34.0680″S 110°23′15.4176″E / 7.776130000°S 110.387616000°E / -7.776130000; 110.387616000Lihat peta diperkecil | |
Universitas Negeri Yogyakarta (disingkat UNY) (bahasa Jawa: ꦈꦤꦶꦮ꦳ꦼꦂꦱꦶꦠꦱ꧀ꦤꦒꦫꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠcode: jv is deprecated , translit. Universitas Nagara Ngayogyakarta) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia. Kampus utama universitas ini terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. UNY sebelumnya merupakan bagian dari salah satu fakultas di Universitas Gadjah Mada yang akhirnya membentuk sebuah institusi tersendiri bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yogyakarta (IKIP Yogyakarta).[3]
Universitas Negeri Yogyakarta juga telah dianggap sebagai salah satu perguruan tinggi bidang ilmu pendidikan terbaik di Indonesia, bersama Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung dan Universitas Negeri Malang di Malang.[4][5][6]
Latar belakang berdirinya Universitas Negeri Yogyakarta merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1950 tertanggal 23 Januari 1951 mengenai pembentukan universitas yang menjadi dasar hukum penyelenggaraan kependidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara institusional, sejarah ini bermula dari pembentukan Bagian Pedagogik dari Fakultas Sastra, Pedagogik, dan Filsafat (FSPF) Universitas Gadjah Mada yang dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1950 tertanggal 14 Agustus 1950.[7][8][9][10] Tanggal ini kemudian diresmikan menjadi hari lahir Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY pada 2010.[7][11]
Mulai 15 September 1955, dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Nomor 53759, yang dimuat dalam Laporan Tahunan Presiden UGM tahun akademik 1954/1955, disebutkan bahwa FSPF kemudian dipecahkembangkan menjadi tiga fakultas, yaitu Fakultas Sastera (FS), Fakultas Filsafat (FF), dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) atau disebut Fakultas Pedagogik.[7][11] Pada awal perkembangannya, FIP UGM terdiri dari dua bagian utama, yaitu Bagian Pendidikan dan Bagian Pendidikan Jasmani.[12] Pada 19 September 1955, ditetapkan dekan FIP UGM pertama, A. Sigit.[7][11]
Seiring meningkatnya kebutuhan akan tenaga pendidik, pada 2 Februari 1962, FIP UGM dikembangkan menjadi tiga fakultas yang terpisah, yakni Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Pendidikan Djasmani (FPD), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Namun, pada tahun 1963, FPD dipisahkan dari UGM dan dimasukkan ke dalam lingkungan Departemen Olahraga untuk kemudian diubah statusnya menjadi Sekolah Tinggi Olahraga (STO). Pada periode ini, minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi keguruan tercatat cukup tinggi, di mana FKIP UGM pada tahun 1962 tercatat memiliki mahasiswa sebanyak 1.469 orang.[3]
Guna merespons tingginya kebutuhan tenaga pengajar, pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 92 Tahun 1962 tentang pendirian Institut Pendidikan Guru (IPG). Munculnya IPG Surakarta di samping FKIP UGM menciptakan dualisme kelembagaan yang kemudian diatasi melalui Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1963 tertanggal 3 Januari 1963 dan Instruksi Menteri tahun 1964.[11] Keputusan tersebut menetapkan penyatuan FKIP UGM dan IPG Surakarta, yang kemudian diikuti dengan penggabungan FIP UGM ke dalam struktur institusi baru yang dinamakan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta.[3][9][10]
IKIP Yogyakarta resmi berdiri sendiri dan lepas dari naungan Universitas Gadjah Mada pada 21 Mei 1964.[3][11] Pada masa awal pembentukannya, kepemimpinan institusi ini masih memiliki keterikatan kuat dengan UGM, di mana posisi rektor pada tahun-tahun awal dijabat oleh para Guru Besar dari UGM.[13][14] Pada September 1965, IKIP Yogyakarta memiliki lima fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE), Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS), Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (FKIS), dan Fakultas Keguruan Teknik (FKT). Selama masa ini, perkuliahan masih dilaksanakan dengan menumpang di gedung milik UGM, berbagai sekolah di Yogyakarta, serta bangunan milik Keraton Yogyakarta karena belum tersedianya gedung milik sendiri.[3]
Perkembangan penting terjadi pada 1 Januari 1971 dengan berdirinya Perpustakaan Pusat di IKIP Yogyakarta yang pembinaannya dilakukan langsung di bawah rektor. Mulai tahun 1972, IKIP Yogyakarta menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS) yang diikuti dengan perubahan sistem pendaftaran perkuliahan menjadi dua kali dalam setahun (semesteran) sejak tahun 1973. Pada tahun 1977, Sekolah Tinggi Olahraga (STO) Yogyakarta diintegrasikan kembali ke dalam struktur IKIP Yogyakarta dengan nama Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan (FKIK).[12]
Ekspansi ke jenjang pascasarjana dimulai pada tahun akademik 1981/1982 melalui pembukaan program studi S2 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan yang berafiliasi dengan IKIP Jakarta.[3] Pengembangan ini berlanjut dengan pembukaan S2 Pendidikan Fisika pada 7 September 1982 melalui kerja sama dengan UGM, serta S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan pada 16 September 1983.[3] Pada tahun 1982, terjadi restrukturisasi yang menghasilkan enam fakultas utama, yakni Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP),[11] Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS),[15][16] Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK), dan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK).[12] Hingga tahun 1996, jumlah program studi di lembaga ini telah berkembang menjadi 37 program studi.[3]
Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 93 Tahun 1999, IKIP Yogyakarta memperoleh perluasan mandat untuk bertransformasi menjadi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).[3] Perubahan status ini membawa pergeseran orientasi program yang tidak hanya berfokus pada kebutuhan dalam negeri, tetapi juga diarahkan menuju wawasan global melalui program internasionalisasi universitas. UNY tetap mempertahankan jati diri sebagai lembaga kependidikan sembari menyelenggarakan berbagai program studi non-kependidikan.
Pada tahun 1997, dibuka dua belas program studi non-kependidikan jenjang strata satu dan diploma tiga pada tiga fakultas di FPBS, FPMIPA, FPTK sebagai tahap lanjutan yang dikerjakan IKIP Yogyakarta. Pada tahun akademik 1999/2000, dibuka dua program studi di FPIPS dan satu di FFPOK. Pada tanggal 14 Agustus 1999, UNY telah dinyatakan sah menjadi perguruan tinggi negeri yang berkedudukan di Yogyakarta dengan menyelenggarakan enam fakultas, yakni Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE), dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).[17][15][3] Pada perkembangannya, FISE berkembang dan dipisah menjadi dua fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Fakultas Ekonomi (FE), dengan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja UNY pada tanggal 22 Juni 2011.
Seiring dengan transformasi, terjadi reorganisasi fakultas di UNY. FIP dikembangkan menjadi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), FBS berubah menjadi Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB), FIK menjadi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), sementara FE berubah menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Di bidang sosial, terjadi dinamika di mana FIS yang berkembang menjadi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik (FISHIPOL) seiring dengan penambahan program studi baru di bidang hukum dan politik.
Pada 20 Oktober 2022, UNY ini memasuki babak baru dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2022. Melalui regulasi tersebut, UNY resmi beralih status dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Status ini memberikan otonomi penuh dalam pengelolaan akademik, keuangan, dan sumber daya manusia secara mandiri.[18][19][20][21]
Tahun 2023, UNY meresmikan dua kampus daerah baru khusus untuk Fakultas Vokasi (FV), yaitu Kampus Semanu di Semanu, Gunungkidul dan Kampus Wates di Wates, Kulon Progo untuk memperluas akses pendidikan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.[22][23][24] Penetapan UNY sebagai PTN-BH memicu restrukturisasi besar pada nomenklatur fakultas. Sebagai respon terhadap kebutuhan tenaga medis nasional, UNY secara resmi membuka Fakultas Kedokteran (FK) pada 9 Mei 2023.[25][26][27][28] Selain itu, FIP yang sempat berubah menjadi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), kembali menjadi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) setelah bidang Psikologi memisahkan diri menjadi Fakultas Psikologi (FP) pada 2 Mei 2025.[29] Di saat yang sama, FISHIPOL mengalami perubahan menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), sebelum akhirnya bidang Hukum memisahkan diri menjadi Fakultas Hukum (FH) yang berdiri mandiri.[29][30]

Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru melalui mekanisme seleksi nasional, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), serta seleksi mandiri. Seleksi mandiri yang tersedia di universitas meliputi Seleksi Mandiri Prestasi S-1, Seleksi Mandiri Prestasi D-IV, dan Seleksi Mandiri Kerjasama, dimana dilakukan penjaringan prestasi akademik melalui skema kerja sama antar lembaga dengan universitas.[31]
Publikasi internasional terindeks merupakan bagian penting dari perwujudan visi Universitas Negeri Yogyakarta menjadi universitas kependidikan kelas dunia atau World Class University.[32] Namun demikian, dalam kurun waktu satu dasawarsa terakhir, jumlah dosen di universitas yang memublikasikan artikel ilmiahnya di jurnal atau prosiding internasional terindeks masih relatif sedikit. Hal ini disebabkan oleh kurangnya motivasi maupun rekognisi publikasi internasional terindeks. Oleh karena itu, universitas memandang perlu memberikan program fasilitasi publikasi internasional. Tim yang menangani program fasilitasi publikasi internasional ini dinamakan Tim Fasilitasi Publikasi Internasional Terindeks atau disingkat Tim Fasilitasi Publikasi.[32]
Jurnal elektronik atau e-journal mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta merupakan wadah untuk publikasi karya ilmiah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta menindaklanjuti surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nomor: 152/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012 perihal Publikasi Karya Ilmiah sebagai persyaratan bagi mahasiswa untuk dapat lulus program sarjana, magister dan doktor. Jurnal elektronik tersebut berisi artikel jurnal hasil penelitian mahasiswa jenjang S-1 hingga S-3 dari tujuh puluh tujuh program studi, terdiri dari enam puluh program studi S-1, dua belas program studi S-2, dan lima program studi S-3. Naskah publikasi ini dikategorikan dalam delapan kategori, yaitu Pendidikan, Teknik , Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Sosial, Ekonomi, Bahasa dan Sastra, Olahraga dan Pascasarjana.

Berikut ini adalah daftar fakultas dan sebaran program studi yang terdapat di Universitas Negeri Yogyakarta.
| Fakultas | Departemen/Jurusan/Program Studi | Program | Kampus | Situs web |
|---|---|---|---|---|
| Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) | Sarjana
Magister
Doktoral
|
Sarjana, Magister, Doktoral, Profesi Guru, International Undergraduate,[33] dan Double Degree[34] | Kampus Karangmalang, Kampus Bantul, Kampus Mandala | fip |
| Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) | Sarjana
Magister
Doktoral
|
Sarjana, Magister, Doktoral, Profesi Guru, dan International Undergraduate[33] | Kampus Karangmalang | fbsb |
| Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) | Sarjana
Sarjana
Doktoral
|
Sarjana, Magister, Doktoral, Profesi Guru, International Undergraduate[33] | Kampus Karangmalang | fmipa |
| Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) | Sarjana
Magister
Doktoral
|
Sarjana, Magister, Doktoral, Profesi Guru, International Undergraduate[33] | Kampus Karangmalang | fisip |
| Fakultas Teknik (FT) | Sarjana
Magister
Doktoral
|
Sarjana, Magister, Doktoral, Profesi Guru, Profesi Insinyur, International Undergraduate,[33] dan Double Degree[35] | Kampus Karangmalang | ft |
| Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) | Sarjana
Magister
Doktoral
|
Sarjana, Magister, Doktoral, Profesi Guru, International Undergraduate[33] | Kampus Karangmalang | fikk |
| Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) | Sarjana
Magister
Doktoral
|
Sarjana, Magister, Doktoral, Profesi Guru, International Undergraduate[33] | Kampus Karangmalang | feb |
| Fakultas Kedokteran (FK) | Sarjana
|
Sarjana, Profesi Dokter | Kampus Karangmalang | fk |
| Fakultas Psikologi (FP) | Sarjana
Magister
|
Sarjana, Magister | Kampus Karangmalang | fp |
| Fakultas Hukum (FH) | Sarjana
|
Sarjana | Kampus Karangmalang | fh |
| Fakultas Vokasi (FV) |
|
Sarjana Terapan dan Diploma[33] | Kampus Wates, Kampus Gunungkidul | fv |
Berikut ini adalah daftar sekolah dan sebaran program studi yang terdapat di Universitas Negeri Yogyakarta.
| Sekolah | Departemen/Jurusan/Program Studi | Program | Kampus | Situs web |
|---|---|---|---|---|
| Sekolah Pascasarjana | Magister
Doktoral
|
Magister, Doktoral, dan Double Degree | Kampus Karangmalang (Reguler), Jarak Jauh | sps |
Organisasi mahasiswa di tingkat universitas terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM). Organisasi mahasiswa di tingkat fakultas adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF), sedangkan di tingkat program studi terdapat Himpunan Mahasiswa (HIMA). Sementara itu, untuk mewadahi minat, bakat, dan pembinaan prestasi mahasiswa, terdapat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di tingkat universitas dan fakultas. BEM-KM UNY adalah lembaga eksekutif tertinggi di tingkat universitas yang menjalankan roda pemerintahan mahasiswa.[36]
Pembinaan bidang organisasi mahasiswa dimaksudkan untuk menyalurkan, mengembangkan, dan mengarahkan organisasi mahasiswa baik di tingkat universitas. Pembinaan dilakukan melalui pembimbingan, pendampingan, dan penyediaan dana, serta sarana prasarana yang diperlukan. Untuk menyediakan kantor sekretariat organisasi mahasiswa dan UKM tingkat universitas yang terpadu dan representatif, pada saat ini UNY memiliki gedung Student and Multicultural Center yang telah diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, pada Mei 2008.[37]
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat universitas yang fungsinya untuk mengembangkan berbagai minat, bakat, dan keahlian tertentu bagi para anggota-anggotanya. UKM kegiatan ekstrakurikuler di tingkat perguruan tinggi yang berkaitan dengan penalaran dan keilmuan, minat, bakat dan kegemaran, kesejahteraan mahasiswa serta pengabdian pada masyarakat.[38]
UKM UNY dikelompokkan dalam empat bidang, yaitu bidang penalaran, olahraga, seni, dan kesejahteraan atau khusus. UKM tingkat universitas di antaranya:[39]
Kampus utama UNY dilalui sejumlah jalur dan koridor bus Trans Jogja. Terdapat empat halte yang terletak di dua titik utama yang mengitari kampus, yaitu:

Sejak pembentukannya sebagai Institut Pendidikan Guru Yogyakarta hingga menjadi Universitas Negeri Yogyakarta, universitas telah memiliki dua belas rektor dengan jabatan pertama diisi oleh Ir. Widodo yang menjabat selama satu tahun dari 1964 hingga 1965–menjadikannya rektor dengan masa jabatan tersingkat. Berikut adalah daftar rektor yang pernah memimpin Universitas Negeri Yogyakarta.
| Rektor Universitas Negeri Yogyakarta | |
|---|---|
| Rektor | Periode |
|
| |
| Ir. Widodo | (1964—1965) |
| Ir. Soedewi Samsi Tjokrodigdo | (1965—1966) |
| Prof. Drs. Sutrisno Hadi, M.A. | (1966—1973) |
| Prof. Imam Barnadib, M.A., Ph.D. | (1973—1979) |
| Drs. ST. Vembriarto | (1979—1987) |
| Prof. Arma Abdullah, M.Sc. | (1987—1991) |
| Prof. Dr. Djohar, M.S. | (1991—1999) |
| Prof. Drs. Suyanto, M.Ed., Ph.D. | (1999—2006) |
| Prof. Drs. Sugeng Mardiyanto, M.AppSc., Ph.D. | (2006—2008) |
| Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. | (2008—2017) |
| Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd. | (2017—2021) |
| Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO | (2021—2030) |
Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (IKA UNY), secara historis berdiri dengan nama IKA IKIP Yogyakarta, dibentuk melalui Musyawarah Keluarga Alumni IKIP Yogyakarta pada tanggal 12 Januari 1989 dan disahkan pada Reuni/Musyawarah Nasional Alumni IKIP Yogyakarta pada tanggal 18 Mei 1989. Sehubungan dengan perubahan IKIP Yogyakarta menjadi Universitas Negeri Yogyakarta, maka IKA IKIP Yogyakarta diubah nama menjadi IKA UNY dalam musyawarah nasional alumni UNY pada tanggal 6 Juni 2012.[40]
Universitas Negeri Yogyakarta memiliki satu kampus utama dan empat kampus wilayah yang tersebar di beberapa kota dan kabupaten di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berikut adalah daftar kampus utama dan wilayah Ini Universitas Negeri Yogyakarta:
| Kampus | Nama | Luas | Lokasi |
|---|---|---|---|
| Utama | Kampus Karangmalang | 432.613 m² | Jl. Colombo No. 1, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman |
| UPP I | Kampus Mandala (Kota Yogyakarta) | 6.085 m² | Jl. Kenari No. 6, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta |
| UPP II | Kampus Bantul | 10.166 m² | Jl. Bantul No. 50, Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta |
| UPP III | Kampus Wates (Kulon Progo) | 38.981 m² | Jl. Mandung, Pengasih, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo |
| UPP IV | Kampus Gunungkidul | 46.091 m² | Kepuh, Pacarejo, Semanu, Kabupaten Gunungkidul |
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) merupakan salah satu lembaga pelaksana akademik yang bertugas melaksanakan tugas pokok dan fungsi Universitas Negeri Yogyakarta dalam bidang penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. LPPM berasal dari dua lembaga yang ada di universitas, yaitu Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat. Kedua lembaga didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nomor 0101/O/1993 tanggal 27 Februari 1993 dan diperbaharui dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nomor 0174/O/1995 tanggal 18 Juli 1995 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yogyakarta (IKIP Yogyakarta).[46]
Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) adalah salah satu bagian dari struktur utama di lingkungan Universitas Negeri Yogyakarta. LPMPP berdiri tahun 2011, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 23 tahun 2011, tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Yogyakarta, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 34 Tahun 2011, tentang Statuta Universitas Negeri Yogyakarta. LPMPP merupakan unsur pengembang dan pelaksana strategis di bidang pengembangan pendidikan dan profesi serta penjaminan mutu pendidikan dan profesi. LPMPP memunyai tugas melaksanakan, mengoordinasikan, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan pengembangan dan penjaminan mutu pendidikan serta pengembangan profesi.[47]
Berdasarkan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2011 tentang Organisasi Tata Kerja Universitas Negeri Yogyakarta, salah satu susunan organisasi Universitas (Bab II, Pasal 3) adalah Badan Pengelolaan dan Pengembangan Usaha (BPPU), yang bertugas melaksanakan pengelolaan dan pengembangan unit usaha dan mengoptimalkan pengelolaan sumber-sumber pendanaan universitas. Dalam rangka pengembangan itu, universitas membuka berbagai unit usaha seperti kolam renang, gedung olahraga, UNYQUA, hotel, foodcourt dan sebagainya.
Seiring dengan semakin bertambah banyaknya unit usaha, maka segera melaksanakan OTK dengan mendirikan suatu badan yang mengelola unit-unit usaha tersebut. Dengan diterapkannya Badan Layanan Umum (BLU) pada tahun 2009 semakin terbuka kesempatan universitas untuk mengembangkan usaha karena dengan sistem BLU dapat mengelola sendiri pendapatan, utang dan piutang, investasi, memiliki rekening kas sendiri, dan menetapkan prosedur pengadaan barang dan jasa yang dananya berasal dari pendapatan jasa pelayanan. BPPU di bentuk pada tanggal 6 Februari 2012 sesuai dengan SK Rektor Nomor 4 tahun 2012 tentang Tata Laksana Badan Pengelolaan dan Pengembangan Usaha.[48]
Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) Universitas Negeri Yogyakarta dibentuk pada tahun 2012. KUIK sebelumnya dikenal sebagai Kantor Internasional (KI) Universitas Negeri Yogyakarta. KUIK saat ini menempati lantai tiga gedung rektorat universitas dengan bergabung di dalam bidang IV dan dibawahi secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemitraan, Prof. Suwarsih Madya, Ph.D..
Sejarah KUIK tidak lepas dari keinginan universitas untuk memantapkan sistem kelembagaan dan jejaring kerja yang menunjang fungsi dan otonomi menuju World Class University. Pada awalnya upaya ini berjalan melalui kantor Kerja sama Humas dan Protokol (KKHP) di bawah kepemimpinan Sugirin Ph.D.. Pada Januari 2010, KKHP dipecah menjadi Kantor Internasional (KI) dan Kantor Humas, Promosi dan Protokol (KHPP). Kantor Internasional ini dipimpin oleh Dr. Widyastuti Purbani, M.A hingga akhir 2011. Dengan cakupan tugas yang semakin meluas, KI kemudian berubah menjadi kantor Urusan Internasional dan Kemitraan (KUIK) pada 2012. Untuk saat ini, KUIK dipimpin oleh Dr. Ing. Satoto Endar Nayono, M.Eng., M.Sc..[49]
Dalam pekerjaannya, KUIK dibagi atas beberapa bidang, seperti:

Pada awalnya perpustakaan menempati salah satu ruang di Fakultas Ilmu Pendidikan dengan pegawai empat orang yang terdiri atas kepala, dua staf, dan pembantu umum.[52] Kemudian pada tahun 1970, perpustakaan pindah di gedung Rektorat (sekarang gedung Registrasi Lama) dengan luas bangunan 520 meter persegi (5.600 sq ft). Ruangan tersebut saat ini digunakan untuk ruang Mata Kuliah Umum (MKU) dan Unit Layanan Bimbingan dan Konseling (UPBK).[52]
Dengan Surat Keputusan Rektor Nomor 28/1970 yang menetapkan mulai 1 Januari 1971, perpustakaan menjadi lembaga tersendiri yang statusnya langsung di bawah rektor dan dipimpin oleh seorang direktur. Sejalan dengan itu dikeluarkanlah Surat Keputusan Rektor Nomor 19/1970 tanggal 22 Desember 1970, semua perpustakaan fakultas dan jurusan melebur ke dalam perpustakaan institut, integrasi tersebut baru selesai tahun 1974. Selaras dengan perkembangan jumlah koleksi dan tuntutan layanan, pada 1974 perpustakaan pindah lagi ke gedung baru seluas 1.004 meter persegi (sebelah barat gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi).[52]
Pada 1978, perpustakaan mengalami perubahan status setelah keluarnya Surat Keputusan Rektor Nomor 81/PT27R/C/78, menjadi bagian dan dipimpin oleh seorang kepala bagian di bawah Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan.[52]
Dalam rangka pengembangan, pada tahun 1979–1980 berturut-turut perpustakaan menerima kunjungan tiga konsultan dari Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), yaitu Bjorn Tell bidang jaringan perpustakaan, Lorens bidang pengembangan tenaga, dan FG Pooe bidang perencanaan gedung atau bangunan untuk survei kemungkinan pengembangan perpustakaan. Salah satu realisasinya pada tahun 1986 telah selesai dibangun gedung perpustakaan dengan luas 4.212 meter persegi (45.340 sq ft) dan letaknya strategis dekat gedung Rektorat universitas.[52]
Pada 8 Maret 2018, Menteri Riset dan Teknologi Indonesia, Muhammad Nasir, meresmikan gedung perpustakaan digital atau digital library Universitas Negeri Yogyakarta. Bangunan ini berada di sebelah barat gedung Rektorat dan di sebelah utara gedung perpustakaan lama universitas. Perpustakaan digital ini keseluruhan koleksinya memakai format digital.[53] Perpustakaan digital terdiri dari satu basement dan empat lantai yang luasnya kurang lebih 600 meter persegi (6.500 sq ft). Tata letak ruangan dari bawah ke atas terdiri dari: ruang bawah tanah dengan 100 komputer; lantai 1 untuk lobi; lantai 2 dengan 77 unit komputer dengan fasilitas private room dengan 45 unit komputer, dan lantai 4 untuk seminar atau video conference dengan berkapasitas 300 orang.[53]
Pusat Komputer (PUSKOM), sebelumnya bernama Unit Komputer (UKOM). Didirikan sekitar tahun 1982, berdasarkan Surat Keputusan Rektor, Unit Komputer di kala itu merupakan salah satu unit teknis yang menyediakan layanan pelatihan komputer, baik untuk pihak internal maupun eksternal universitas. Pada masa itu, universitas memercayakan pengelolaan Unit Komputer kepada Subardjono, yang dibantu beberapa orang staf.[54] Setelah dipimpin kepemimpinan Subardjono, universitas kemudian menunjuk Herminarto Sofyan untuk memimpin Unit Komputer, yang kemudian mengalami pergantian beberapa kali, hingga ke Kepala Pusat Komputer saat ini.[54]
Dalam perkembangannya, pada tahun 2004, Unit Komputer berganti nama menjadi Pusat Komputer. Tidak hanya mengalami pergantian nama, berbagai layanan yang tersedia pun juga bertambah. Selain tetap menyediakan paket pelatihan komputer, layanan baru yang tersedia adalah pendaftaran kawasan bersinyal atau hotspot dan warung internet Layanan Internet Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (LIMUNY).[54]
Universitas Negeri Yogyakarta mendirikan sebuah lembaga penerbitan bernama UNY Press. UNY Press telah berdiri sejak tahun 1984 di bawah koordinasi Media Pendidikan IKIP Yogyakarta, yang kemudian berubah menjadi Unit Penerbitan dan Percetakan (UPP) IKIP Yogyakarta, dan sekarang menjadi Unit Penerbitan dan Percetakan (UPP) Universitas Negeri Yogyakarta (atau dikenal UNY Press).[55]
Unit Pelaksana Teknis Layanan Bimbingan dan Konseling (UPT LBK) Universitas Negeri Yogyakarta yang sebelumnya bernama Unit Pelayanan Bimbingan dan Konseling (UPBK) berdiri sejak tahun 1976 dengan konsentrasi pelayanan bagi mahasiswa universitas. Sejak tahun 1982, UPT LBK menambah cakupan layanannya yaitu di samping pelayanan terhadap mahasiswa universitas, juga melayani karyawan universitas beserta keluarga serta masyarakat umum.
Unit Pelaksana Teknis Layanan Kesehatan (UPT LK) Universitas Negeri Yogyakarta merupakan unit klinik yang dikoordinasikan oleh Wakil Rektor II dan bertanggungjawab kepada Rektor.[56] Tugas utama UPT LK adalah memberikan layanan kesehatan khususnya bagi mahasiswa, dosen dan tenaga administrasi kependidikan di lingkungan universitas serta masyarakat umum.[56]
Saat ini, UPT Layanan Kesehatan Universitas Negeri Yogyakarta menempati gedung baru di sebelah barat gerbang utama atau selatan perpustakaan pusat universitas. Gedung tersebut memiliki empat lantai diperuntukkan sebagai sarana pendidikan dan pengajaran sekaligus sarana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Lantai pertama digunakan sebagai Unit Pelayanan Terpadu Layanan Kesehatan (UPT LK), sedangkan lantai kedua digunakan untuk terapi dan rehabilitasi fisik. Lantai tiga memiliki fasilitas fitness centre, exercise therapy dan adaptive therapy. Lantai empat memiliki fasilitas ruang manajemen HSC dan fasilitas pelayanan VIP.[57]
Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum (UKBH) Universitas Negeri Yogyakarta melalui Surat Keputusan Rektor Nomor 155 Tahun 2001 tanggal 21 Mei 2001 tentang Pembentukan Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum (UKBH) Universitas Negeri Yogyakarta. Berdasarkan Keputusan Rektor tersebut Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum (UKBH) Universitas Negeri Yogyakarta termasuk Unit Non-Struktural pada tingkat Universitas yang bertanggungjawab kepada Rektor.[58]
Unit Layanan Terpadu (ULT) berupaya menjawab kebutuhan masyarakat pengguna informasi dan layanan yang berkenaan dengan eksistensi Universitas Negeri Yogyakarta. Dasar didirikannya ULT adalah Undang-undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Terpadu, dan Peraturan Pemerintah No. 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Indonesia 2010-2025.[59] Masyarakat dapat memanfaatkan layanan di ULT, baik secara langsung dengan berkunjung ke kantor ULT maupun daring (online) melalui akses internet. Layanan utama di ULT adalah permohonan informasi dan beberapa hal lain yang diatur sesuai ketentuan yang berlaku.[59]