Hubungan Denmark dengan Yunani mengacu pada hubungan saat ini dan historis antara Denmark dan Yunani. Denmark memiliki kedutaan besar di Athena. Yunani memiliki kedutaan besar di Kopenhagen. Kedua negara tersebut adalah anggota penuh Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara, dan Uni Eropa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Denmark |
Yunani |
|---|---|
Hubungan Denmark dengan Yunani mengacu pada hubungan saat ini dan historis antara Denmark dan Yunani. Denmark memiliki kedutaan besar di Athena. Yunani memiliki kedutaan besar di Kopenhagen. Kedua negara tersebut adalah anggota penuh Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara, dan Uni Eropa.
Kontak pertama antara bangsa Denmark dan Yunani terjadi pada abad ke-4 SM, ketika pedagang Yunani Pytheas pergi ke Denmark. Pada tahun 1863, Raja Yunani kedua, George I, berasal dari keturunan Denmark, dan para penerusnya, Wangsa Glücksburg, memerintah negara itu hingga tahun 1973/1974.
Pada tahun 1967, Denmark dan tiga negara lainnya mengajukan Perkara Yunani terhadap rezim junta Yunani atas pelanggaran hak asasi manusia.[1]
Ratu Margrethe II dari Denmark menghadiri Olimpiade Athena pada tahun 2004 dan beliau melakukan kunjungan resmi ke Yunani pada bulan Mei 2006.[2]