Hubungan Denmark dengan Kazakhstan mengacu pada hubungan saat ini dan historis antara Denmark dan Kazakhstan. Denmark mengakui Kazakhstan pada tanggal 31 Desember 1991 dan hubungan diplomatik terjalin pada tanggal 6 Mei 1992. Kedua negara tidak memiliki duta besar tetap. Duta Besar Kazakhstan untuk Britania Raya merangkap sekaligus untuk Denmark. Denmark membuka kantor perwakilan perdagangan di Almaty pada tahun 2005.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Denmark |
Kazakhstan |
|---|---|
Hubungan Denmark dengan Kazakhstan mengacu pada hubungan saat ini dan historis antara Denmark dan Kazakhstan. Denmark mengakui Kazakhstan pada tanggal 31 Desember 1991 dan hubungan diplomatik terjalin pada tanggal 6 Mei 1992. Kedua negara tidak memiliki duta besar tetap. Duta Besar Kazakhstan untuk Britania Raya merangkap sekaligus untuk Denmark.[1][2] Denmark membuka kantor perwakilan perdagangan di Almaty pada tahun 2005.[3]
Pada tahun 2000, dorongan penting bagi perkembangan hubungan bilateral diberikan oleh kunjungan resmi Presiden Nursultan Nazarbayev ke Denmark di mana beliau bertemu dengan Ratu Margrethe II dan Perdana Menteri Poul Nyrup Rasmussen.[2] Pada tanggal 9 Juni 2010, Sekretaris Negara dan Menteri Luar Negeri Kazakhstan Kanat Saudabayev mengunjungi Denmark untuk berbicara dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Denmark Lene Espersen.[4]
Dari tahun 1993 hingga 2003, Denmark menginvestasikan sekitar $1,7 juta dalam perekonomian Kazakhstan. Ekspor Denmark ke Kazakhstan antara tahun 2004 dan 2008 meningkat dari 253 juta menjadi 488 juta DKK. Pada tahun 2009, ekspor tersebut menurun menjadi 297 juta DKK. Impor Denmark pada tahun 2009 berjumlah 247 juta DKK.[5] Kazakhstan mengekspor produk mineral, produk industri kimia, mobil, dan produk industri makanan ke Denmark.[2]
Pada tahun 2007, FLSmidth menandatangani kontrak senilai sekitar 670 juta DKK untuk pasokan pabrik semen di Kokshetau, yang sebagian dimiliki oleh perusahaan Kazakh, East Energy Company.[6][7] Terdapat sejumlah perusahaan Denmark yang beroperasi di Kazakhstan, terutama di bidang energi, farmasi, dan manufaktur.[2]
Pada tahun 1994, delegasi internasional, termasuk Denmark, mengunjungi Laut Aral di Kazakhstan, dan pada tahun 1995 para pemimpin komunitas perikanan Aral mengunjungi Denmark dan menandatangani protokol tujuan bersama.[8][9][10][11]
Perusahaan Denmark Maersk Oil memiliki 60% saham di ladang Dunga dan memiliki 60% saham di ladang Saigak (yang dijual pada tahun 2010). Produksi minyaknya adalah 9.000 barel per hari pada tahun 2009.[12]
Baltic Beverages Holding membeli 76% saham di pabrik bir Kazakhstan Irbis pada tahun 2002, dan telah menginvestasikan 45 juta Euro. 800.000 hektoliter bir telah diproduksi.[13]