Hubungan Bolivia dengan Denmark mengacu pada hubungan bilateral antara Bolivia dan Denmark. Bolivia merangkap sekaligus untuk Denmark melalui kedutaannya di Berlin, Jerman. Denmark merangkap sekaligus untuk Bolivia melalui kedutaannya di Bogotá, Kolombia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bolivia |
Denmark |
|---|---|
Hubungan Bolivia dengan Denmark mengacu pada hubungan bilateral antara Bolivia dan Denmark. Bolivia merangkap sekaligus untuk Denmark melalui kedutaannya di Berlin, Jerman.[1] Denmark merangkap sekaligus untuk Bolivia melalui kedutaannya di Bogotá, Kolombia.[2]
Hubungan diplomatik terjalin pada tanggal 28 Februari 1930.[3] Pada tanggal 9 November 1931, perjanjian perdagangan ditandatangani, untuk lebih mengembangkan hubungan perdagangan antara Bolivia dan Denmark.[4][5] Pada tahun 1974, perjanjian pinjaman Denmark kepada Bolivia ditandatangani.[6] Pada tahun 1977, perjanjian lain tentang pinjaman kepada Bolivia ditandatangani.[7] Pada bulan Agustus 2000, Bolivia dan Denmark menandatangani perjanjian Pertambangan–Lingkungan, sebuah perjanjian untuk mengurangi dampak lingkungan dan sosial di beberapa kota di Bolivia. Denmark membantu Bolivia dengan $1,54 juta untuk perjanjian tersebut.[8]
Pada tahun 2006, ketika Presiden Bolivia Evo Morales memerintahkan nasionalisasi sumber daya gas Bolivia, Menteri Pembangunan Denmark Ulla Tørnæs mengancam akan menghentikan bantuan tersebut, karena tidak sesuai dengan bantuan pembangunan Denmark.[9] Pada Desember 2009, Presiden Bolivia Evo Morales mengunjungi Denmark untuk Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2009.[10] Setelah konferensi tersebut, Bolivia menuduh Amerika Serikat dan Denmark memotong bantuan ke Bolivia karena penentangan mereka terhadap Kesepakatan Kopenhagen.[11] Pada tahun 2009, ketika Morales mencoba mencabut larangan koka dalam perjanjian Konvensi Tunggal tentang Narkotika Perserikatan Bangsa-Bangsa, Denmark bersama beberapa negara lain menentang gagasan tersebut.[12]
Bolivia dipilih sebagai negara program Denmark pada tahun 1994, karena Bolivia adalah negara termiskin di Amerika Selatan. Denmark mulai membantu Bolivia dengan produk susu. Karena situasi politik di Bolivia, Denmark menangguhkan bantuan tersebut pada tahun 1980. Pada tahun 1993 kerja sama dilanjutkan.[13] Bantuan pembangunan Denmark untuk Bolivia berfokus pada demokrasi, hak asasi manusia, pertanian, pendidikan, dan lingkungan.[13] Pada tahun 2005, DANIDA memangkas bantuan dari 200 juta menjadi 150 juta karena masalah sosial di Bolivia.[14] Pada tahun 2010, setelah 13 tahun kerja sama, bantuan untuk masyarakat adat dihentikan.[15]
Pada tahun 2008, ekspor Denmark ke Bolivia berjumlah 51 juta DKK, dan ekspor Bolivia berjumlah 6 juta DKK.[16]
... and His Excellency the President of the Republic of Bolivia, being equally desirous of furthering the development of commercial relations between Denmark and Bolivia, have decided to conclude a Commercial Treaty with this object