Hubungan Aljazair dengan Kenya adalah hubungan bilateral antara Aljazair dan Kenya. Aljazair memiliki kedutaan besar di Nairobi. Kenya juga memiliki kedutaan besar di Aljir.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Aljazair |
Kenya |
|---|---|
| Misi diplomatik | |
| Kedutaan Besar Aljazair, Nairobi | Kedutaan Besar Kenya, Aljir |
Hubungan Aljazair dengan Kenya adalah hubungan bilateral antara Aljazair dan Kenya. Aljazair memiliki kedutaan besar di Nairobi. Kenya juga memiliki kedutaan besar di Aljir.[1]
Pada bulan Desember 2013, dalam kunjungan lima harinya ke Aljazair, Ketua Majelis Nasional Kenya, Justin Muturi, bertemu dengan Perdana Menteri Aljazair, Abdelmalek Sellal. Dalam perundingan tersebut, kedua negara sepakat untuk membentuk komisi gabungan Aljazair-Kenya yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan kedua negara.[2]
Pada bulan Februari 2015, Presiden Uhuru Kenyatta melakukan kunjungan kenegaraan selama 3 hari ke Aljazair atas undangan Presiden Abdelaziz Bouteflika.[3] Selama kunjungannya, Kenyatta membuka Kedutaan Besar Kenya di Aljazair.[4]
Aljazair dan Kenya sepakat untuk mengembangkan bidang ekonomi, teknologi, dan politik serta cara dan sarana untuk memperkuat hubungan dan mengembangkan kedua negara. Kedua negara telah menandatangani dua pakta kerja sama dan konsultasi politik.[5]
Dalam pertemuan dengan Menteri Energi Aljazair Addelhamid Senouci Bereksi, disepakati bahwa Aljazair akan melatih warga Kenya mengenai produksi minyak dan gas sementara Kenya akan membuka pintunya bagi warga Aljazair untuk mengikuti pelatihan mengenai energi panas bumi dan energi terbarukan.[5]
Dalam pertemuan lain dengan Perdana Menteri Aljazair, Abdelmalek Sellal, kedua pemimpin berjanji untuk terus bekerja sama untuk membendung terorisme melalui pembagian informasi penting.[5]
Pada tahun 2013, Kenya mengekspor barang senilai KES. 545 juta (EUR. 5,3 juta) dibandingkan dengan impor sebesar KES. 13 juta (EUR. 126.000).[1]