Hubungan Kenya dengan Maroko adalah hubungan bilateral antara Kenya dan Maroko.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kenya |
Maroko |
|---|---|
Hubungan Kenya dengan Maroko adalah hubungan bilateral antara Kenya dan Maroko.
Kenya menandatangani pakta perdagangan dengan Maroko untuk meningkatkan perdagangan antara kedua negara. Pemerintah kedua wilayah juga menandatangani perjanjian yang memungkinkan penerbangan langsung antara kedua negara.[1]
Perdagangan antara kedua negara telah meningkat sejak tahun 1998, dengan Kenya menjual barang senilai Kes.1,5 juta ($20.000). Pada tahun yang sama, negara ini mengimpor barang senilai Kes.13 juta ($150.000) dari Maroko.[1]
Pada tahun 2011, Kenya mengekspor barang senilai Kes.305 juta ($3,3 juta) ke Maroko, di mana perdagangan meningkat drastis sementara impor dari Maroko mencapai titik tertinggi sebesar Kes.3,4 miliar ($37,3 juta). Namun, pada tahun 2012, perdagangan menurun karena ekspor ke Maroko mencapai Kes.283 juta ($3,1 juta), sementara impor dari Maroko senilai Kes.312 juta ($3,4 juta).
Pada bulan November 2014, Ketua Senat Kenya, David Ekwe Ethuro mengunjungi Maroko untuk meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara. Ketua Senat bertemu dengan Perdana Menteri Maroko Abdelilah Benkirane dan membahas berbagai isu termasuk beasiswa pendidikan tinggi di bidang medis dan teknik. Benkirane juga mengatakan bahwa Maroko tertarik untuk memperdalam kerja sama dengan negara-negara Afrika lainnya dan membantu memacu pembangunan di benua tersebut.[2]
Maroko memiliki kedutaan besar di Nairobi. Selain itu, kedutaan besar Kenya di Kairo merangkap untuk Maroko.
Pada bulan Februari 2014 ketika Republik Demokratik Arab Sahrawi membuka kedutaan besarnya di Nairobi,[3] Kenya mengalami perselisihan diplomatik dengan Maroko mengenai masalah tersebut.[4]