Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gibah (Islam)

Ghibah yaitu pembicaraan yang mungkin benar tapi tidak penting tentang seseorang yang tidak hadir. Prinsip utamanya adalah kata-kata yang dapat menyakiti hati orang yang dibicarakan. Menurut agama Islam ghibah adalah sebuah dosa. Istilah ghibah mirip dengan gosip, fitnah, dan buhtan. Jika pembicaraan jahat tentang seseorang tidak benar, maka dosanya disebut buhtan, yaitu dosa yang lebih besar daripada ghibah. Dalam agama Islam, ghibah adalah dosa besar jika dilakukan terhadap seorang muslim yang saleh. Namun, jika ghibah dilakukan terhadap muslim berdosa, itu tidak selalu merupakan dosa besar.

perilaku membicarakan keburukan orang lain, yang belum tentu benar
Diperbarui 18 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Untuk film, lihat Ghibah (film).
Untuk topik yang sama dalam sudut pandang yang umum, lihat Gosip.
Bagian dari seri
Islam
Rukun Iman
  • Keesaan Allah
  • Malaikat
  • Kitab-kitab Allah
  • Nabi dan Rasul Allah
  • Hari Kiamat
  • Qada dan Qadar
Rukun Islam
  • Syahadat
  • Salat
  • Zakat
  • Puasa
  • Haji
  • Sumber hukum Islam
  • al-Qur'an
  • Sunnah (Hadis, Sirah)
  • Tafsir
  • Akidah
  • Fikih
  • Syariat
Sejarah
  • Garis waktu
  • Muhammad
  • Ahlulbait
  • Sahabat Nabi
  • Khulafaur Rasyidin
  • Khalifah
  • Imamah
  • Ilmu pengetahuan Islam abad pertengahan
  • Penyebaran Islam
  • Penerus Muhammad
Budaya dan masyarakat
  • Akademik
  • Akhlak
  • Anak-anak
  • Dakwah
  • Demografi
  • Ekonomi
  • Feminisme
  • Filsafat
  • Hari raya
  • Hewan
  • Kalender
  • Khitan
  • LGBT
  • Madrasah
  • Masjid
  • Musik
  • Pendidikan
  • Perbankan syariah
  • Rukiah
  • Firkah, manhaj, dan mazhab
  • Seni
  • Politik
  • Puisi/syair
  • Perbudakan
  • Sains
  • Tasawuf
  • Wanita
Topik lainnya
  • Murtad
  • Kritik
    • Muhammad
    • al-Qur'an
    • Hadis
  • Agama lain
  • Islamisme
  • Kekerasan
    • Terorisme
    • Perang
  • Islamofobia
  • Jihad
    • Jihadisme
    • Peraturan perang
  • Daftar istilah
  •  Portal Islam
  • l
  • b
  • s

Ghibah (bahasa Arab: غِيبَةcode: ar is deprecated , translit. ḡība, har. 'gunjing') yaitu pembicaraan yang mungkin benar tapi tidak penting tentang seseorang yang tidak hadir. Prinsip utamanya adalah kata-kata yang dapat menyakiti hati orang yang dibicarakan. Menurut agama Islam ghibah adalah sebuah dosa. Istilah ghibah mirip dengan gosip, fitnah, dan buhtan.[1] Jika pembicaraan jahat tentang seseorang tidak benar, maka dosanya disebut buhtan, yaitu dosa yang lebih besar daripada ghibah.[2] Dalam agama Islam, ghibah adalah dosa besar jika dilakukan terhadap seorang muslim yang saleh. Namun, jika ghibah dilakukan terhadap muslim berdosa, itu tidak selalu merupakan dosa besar.[1]

Dalam alqur'an dan hadis Nabi Muhammad, konsep ghibah disamakan dengan memakan bangkai saudaranya sendiri:[3][4]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ (12)

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (Al Hujarat: 12)[5]

Contoh-contoh ghibah

Ghibah dapat berbentuk apa saja yang tidak disukai oleh orang yang dibicarakan. Contoh yang dapat dianggap sebagai ghibah adalah frasa-frasa berikut:

  • Dia pendek
  • Dia juling
  • Dia kasar
  • Dia terlalu suka tidur
  • Rumahnya selalu berantakan
  • Anaknya kurang ajar
  • Dia dikendalikan oleh istrinya
  • Dia terlalu gemuk
  • Dia tidak memiliki selera yang baik
  • Mobilnya jelek[6]

Kasus-kasus ketika ghibah diizinkan

Para ulama menyatakan bahwa ghibah diizinkan dalam situasi tertentu:

  1. Seseorang yang dizalimi diperbolehkan mengeluh kepada penguasa atau hakim atau orang lain yang berwenang atau mampu menyelesaikan masalah dengan orang yang menganiayanya.
  2. Mencari bantuan untuk mengubah kejahatan dan membawa orang berdosa kembali ke jalan yang benar.
  3. Meminta nasihat atau fatwa, dengan mengatakan kepada mufti (ulama), “Orang ini menganiaya saya dengan melakukan ini dan itu, apakah dia berhak melakukan itu? Bagaimanakah saya bisa menyelesaikan masalah ini dan menghindari kerugiannya dari saya?”
  4. Memperingatkan kaum muslimin tentang tingkah laku jahat. Ini juga termasuk memperingatkan seseorang yang membeli barang cacat, atau seseorang yang menemani pencuri atau pezina dan sejenisnya. Orang harus diberi tahu tentang perkara berbahaya dengan nasihat yang tulus, tanpa tujuan menyebabkan kerugian.
  5. Jika seseorang secara terang-terangan melakukan kejahatan atau mengikuti bidah, seperti minum alkohol dan merampas kekayaan orang.
  6. Sebagai tanda pengenal, jika seseorang dikenal dengan nama panggilan seperti si rabun, atau si buta atau si bermata satu atau si lumpuh, maka dibolehkan untuk mengidentifikasi orang tersebut dengan sebutan itu. Namun, adalah haram untuk menyebutkannya dengan cara meremehkan, dan jika mungkin untuk mengenalinya dengan cara lain, itu lebih baik.[7]

Ghibah dalam agama lain

Meskipun kata ghibah pada mulanya adalah istilah Islam, namun kata ini mempunyai padanan dalam bahasa lain dan dapat termasuk dalam kategori gunjing. Perkara ini telah dianalisis oleh ulama agama lain.

Agama Islam

Ka'ab ra mengatakan bahwa aku membaca disebuah kitab bahwa siapa yang mati dalam keadaan bertaubat dari ghibah adalah orang yang terakhir masuk surga, dan siapa yang mati dalam keadaan terus melakukan ghibah adalah orang yang pertama masuk neraka.[8]

Agama Buddha

Dalam agama Buddha, ghibah bertentangan dengan ideal Ucapan Benar (sammä-väcä).

Salah satu cara untuk menghindari menyakiti diri sendiri dan orang lain dalam agama Buddha adalah menggunakan Ucapan Benar – komponen ketiga dari Jalan Utama Berunsur Delapan. Sang Buddha mengajarkan untuk menghindari ucapan palsu, ucapan fitnah, ucapan kasar, dan ucapan kosong – yang terakhir termasuk gunjing. Sang Buddha menyuruh untuk menahan diri dari obrolan kosong atau gosip.[9]

Agama Hindu

Menurut agama Hindu kebiasaan buruk ini hanya menciptakan banyak konflik dan kesalahpahaman. Gunjing merupakan Karma yang sangat buruk menurut kitab suci Hindu.[10]

Gunjing dan gosip yang menyakitkan adalah pemborosan atau disipasi kekuatan spiritual kreatif. Pembuangan energi itu buruk, tetapi orang-orang melakukannya ketika mereka bergosip.[11]

Referensi

  1. 1 2 "Gossip (Ghibah), Slander (Buhtan), and Talebearing (Namimah)". www.islam.ms (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-16. Diakses tanggal 2021-08-13.
  2. ↑ Islam-Risalyat.ru (2017-04-13). "Злословие и сплетни". МЕСТНАЯ РЕЛИГИОЗНАЯ ОРГАНИЗАЦИЯ «Община мусульман «Рисалят» (dalam bahasa Rusia). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-16. Diakses tanggal 2021-08-13.
  3. ↑ Gıybet (dedikodu) - [Arap Reklamı], diarsipkan dari asli tanggal 2016-04-09, diakses tanggal 2021-08-13
  4. ↑ "Surah Al Hujurat ayat 12 [QS. 49:12] » Tafsir Alquran (Surah nomor 49 ayat 12)". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-01. Diakses tanggal 2021-08-13.
  5. ↑ Al Qur'anul Karim, Al Hujarat: 11
  6. ↑ "Gossip (Ghibah) and Tale-Bearing (Namimah)". Darulfatwa Australia (dalam bahasa Australian English). 2021-02-27. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-16. Diakses tanggal 2021-08-13.
  7. ↑ "Situations in Which Gheebah ("Backbiting") is Permitted - Islam Question & Answer". islamqa.info (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-16. Diakses tanggal 2021-08-13.
  8. ↑ Al Ghozali, Imam Abu Hamid (2020). Intisari Ilmu Tasawuf Imam AL Ghozali, Terjemah dari Kitab MUkasyafatul Qulub AL Muqarribu ila Hadroti Alaamil Ghuyuub. Depok: Darul Abidin Publisher. hlm. 792. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ "The Importance of Right Speech in Buddhism and its Relevance" (PDF). Journal of Religion and Theology. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-08-01. Diakses tanggal 2021-08-13.
  10. ↑ "Ideals and Values/Gossiping, Backbiting - Hindupedia, the Hindu Encyclopedia". www.hindupedia.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-16. Diakses tanggal 2021-08-13.
  11. ↑ "Swearing and Backbiting and Gossip". Hinduism Today (dalam bahasa American English). 2001-01-01. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-16. Diakses tanggal 2021-08-13.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Contoh-contoh ghibah
  2. Kasus-kasus ketika ghibah diizinkan
  3. Ghibah dalam agama lain
  4. Agama Islam
  5. Agama Buddha
  6. Agama Hindu
  7. Referensi

Artikel Terkait

Moral

ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya

Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Korintus

Alkitab Kristen. Surat Korintus yang pertama ditulis setelah Paulus menerima kabar buruk dari orang-orang Kloe. Berita buruk tersebut adalah timbulnya persoalan-persoalan

Persetubuhan

tindakan yang dilakukan demi reproduksi, kenikmatan seksual, atau keduanya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026