Gereja Santo Albertus Agung adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Kelurahan Medansatria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta. Secara parokial, Gereja ini merupakan Paroki Harapan Indah. Gereja Santo Albertus Agung dinamai menurut Albertus Agung, yang dikenal sebagai salah seorang pujangga gereja dan pelindung para ilmuwan. Gereja ini berada dalam reksa pastoral para imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Gereja Santo Albertus Agung | |
|---|---|
| Gereja Santo Albertus Agung, Paroki Harapan Indah | |
Tampak depan Gereja Santo Albertus Agung pada Juli 2025 | |
Koordinat: 6°10′31.7532″S 106°58′27.3324″E / 6.175487000°S 106.974259000°E / -6.175487000; 106.974259000Lihat peta diperbesar Koordinat: 6°10′31.7532″S 106°58′27.3324″E / 6.175487000°S 106.974259000°E / -6.175487000; 106.974259000Lihat peta diperkecil | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Jalan Boulevard Raya Kav. 23, Medansatria, Kota Bekasi 17182 |
| Negara | Indonesia |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Situs web | www |
| Sejarah | |
| Dedikasi | Santo Albertus Agung |
| Tanggal konsekrasi | 26 Juni 2011 |
| Arsitektur | |
| Status | Paroki |
| Status fungsional | Aktif |
| Administrasi | |
| Paroki | Harapan Indah |
| Dekenat | Bekasi |
| Keuskupan Agung | Jakarta |
| Provinsi | Jakarta |
| Klerus | |
| Uskup Agung | Ignatius Kardinal Suharyo |
| Jumlah imam | 3 |
| Imam kepala | R.D. Joseph Biondi Mattovano |
| Imam rekan | R.D. Yusuf Daniel Kusumah R.D. Agustinus Heri Wibowo |
Gereja Santo Albertus Agung adalah sebuah gereja paroki Katolik yang berlokasi di Kelurahan Medansatria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Jakarta. Secara parokial, Gereja ini merupakan Paroki Harapan Indah. Gereja Santo Albertus Agung dinamai menurut Albertus Agung, yang dikenal sebagai salah seorang pujangga gereja dan pelindung para ilmuwan. Gereja ini berada dalam reksa pastoral para imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta.
Pada awalnya, Gereja Santo Albertus Agung merupakan bagian dari Paroki Kranji. Umat mulai bersatu dalam ibadat rutin sejak tahun 1990. Pada 23 Juni 1996, Stasi Harapan Indah dibentuk, dengan memilih Santo Albertus sebagai pelindungnya. Setelah itu, Panitia Pembangunan Gereja mulai dibentuk, yang berbuah dengan didapatnya lahan di kawasan Harapan Indah sebagai hasil kerja sama dengan pengembang PT Hasana Damai Putra.[1]
Izin mendirikan bangunan (IMB) didapatkan pada 6 Februari 2008. Dalam pembangunan, beberapa bagian dari proyek pembangunan gereja sempat mengalami insiden pembakaran oleh sejumlah oknum pada tanggal 17 Desember 2009.[2][3] Gedung gereja diresmikan pada 25 Juni 2011 oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Semara Duran Antonius, yang bertindak atas nama Menteri Agama Republik Indonesia. Gereja ini diberkati oleh Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo keesokan harinya dalam Misa Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.[4] Pada 14 Mei 2015, status Stasi Harapan Indah ditingkatkan menjadi Paroki Harapan Indah.[5] Sejak saat itu, pengelolaan Gereja Santo Albertus Agung beralih dari sebelumnya oleh tarekat Serikat Sabda Allah menjadi kepada para imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta.
Pada tahun 2016, gedung pastoran diresmikan. Setahun kemudian, pembangunan gedung karya pastoral mulai dibangun dan selesai dalam waktu satu tahun. Pada tahun 2023, taman doa Gereja Santo Albertus dibuka. Taman doa tersebut terdiri atas jalan salib, patung pieta, Gua Maria, dan kapel adorasi. Dalam pembukaan itu juga dibentuk prasasti toleransi Kota Bekasi.[6] Adapun prastasi tersebut berisikan kata-kata dari para tokoh lintas agama dan pejabat pemerintahan, yang total berjumlah sembilan orang.[7]
Pada bagian kiri sisi depan gereja, terdapat tulisan Sabda Bahagia berdasarkan Injil Matius (bab 5 ayat 2 hingga 12). Sementara itu, pada bagian kanan sisi depan terdapat lukisan Santo Albertus sebagai pelindung gereja. Bagian depan gereja berbentuk segitiga yang melambangkan kemah, yakni saat Bangsa Israel berjalan menuju tanah Kanaan.
Kapasitas di dalam gereja kurang lebih menampung 2.000 umat, termasuk dengan balkon yang ada di dalam gereja. Balkon ada di sisi tengah, kiri, dan kanan gereja.