Gereja Damai Kristus, Kampung Duri atau yang bernama lengkap resmi Gereja Paroki Damai Kristus, Kampung Duri adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Jakarta. Gereja ini berada dalam naungan Keuskupan Agung Jakarta dan didedikasikan kepada Damai Kristus.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Gereja Damai Kristus | |
|---|---|
| Gereja Damai Kristus, Paroki Kampung Duri | |
Gereja Damai Kristus, Kampung Duri | |
Koordinat: 6°9′33.4775″S 106°48′16.4592″E / 6.159299306°S 106.804572000°E / -6.159299306; 106.804572000Lihat peta diperbesar Koordinat: 6°9′33.4775″S 106°48′16.4592″E / 6.159299306°S 106.804572000°E / -6.159299306; 106.804572000Lihat peta diperkecil | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Jl. Duri Selatan V, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Jakarta |
| Negara | Indonesia |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Arsitektur | |
| Status | Gereja paroki |
| Status fungsional | Aktif |
| Administrasi | |
| Paroki | Kampung Duri |
| Dekenat | Barat I |
| Keuskupan Agung | Jakarta |
| Provinsi | Jakarta |
| Klerus | |
| Uskup Agung | Ignatius Kardinal Suharyo |
Gereja Damai Kristus, Kampung Duri atau yang bernama lengkap resmi Gereja Paroki Damai Kristus, Kampung Duri adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Jakarta. Gereja ini berada dalam naungan Keuskupan Agung Jakarta dan didedikasikan kepada Damai Kristus.[1]
Wilayah Kampung Duri awalnya merupakan bagian dari Gereja Bunda Hati Kudus, Kemakmuran. Pada tahun 1967, dibeli sebuah lahan empang di daerah Jamblang. Di atas lahan tersebut kemudian didirikan sekolah dan gereja. Pada 22 November 1987, status gereja ditingkatkan menjadi paroki mandiri.[2]
Pada tahun 1999, sempat direncanakan untuk membangun gedung gereja yang lebih memadai. Pada 24 November 2002, Sekretaris Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia, R.D. Christophe Zakhia El-Kassis memberkati gedung gereja yang mengalami renovasi.[3]
Pada tahun 2007, sempat terjadi penolakan dari masyarakat sekitar saat hendak mengajukan izin mendirikan bangunan. Izin mendirikan bangunan kemudian terbit pada 20 Desember 2021 dalam sebuah seremoni yang dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo.[4] Satu hari setelahnya, izin mendirikan bangunan juga diberikan kepada Gereja Kalvari, Lubang Buaya. Gedung gereja yang baru diberkati pada 16 April 2023 oleh Kardinal Suharyo.
Pada altar gereja, terdapat relikui Santo Paus Yohanes Paulus II berupa darah yang menempel pada peluru pada saat ia ditembak oleh Mehmet Ali Agca. Di sekitar altar terdapat dua buah patung, yakni Patung Bunda Maria dan Patung Hati Kudus Yesus. Sebuah patung Hati Kudus Yesus juga terdapat di balkon gereja. Di dalam gereja juga terdapat patung Pieta.