Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Genosida-genosida Burundi

Sejak Burundi merdeka pada 1962, terdapat dua peristiwa yang disebut genosida di negara tersebut. Pembunuhan massal 1972 suku Hutu oleh tentara yang didominasi suku Tutsi, dan pembunuhan massal 1993 suku Tutsi oleh penduduk mayoritas Hutu yang disebut sebagai genosida dalam laporan akhir Komisi Penyelidikan Internasional untuk Burundi yang diserahkan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1996.

Wikipedia article
Diperbarui 31 Juli 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bagian dari seri mengenai
Sejarah Burundi
Lambang Burundi
Asal muasal Tutsi / Hutu / Twa
Sipilisasi Urewe
abad ke-5 SM sampai
abad ke-6 Masehi
Kerajaan Burundi Sekitar 1680 – 1966
Afrika Timur Jerman 1891–1919
Ruanda-Urundi 1922–1962
Burundi
(1962–sekarang)
Genosida
  • 1972
  • 1993
Perang Saudara 1993–2005
Perang Kongo Kedua 1998–2003
Pembantaian Titanic Express 2000
Komunitas Afrika Timur 2009-
Dewan Nasional untuk / Pasukan untuk
Pertahanan Demokrasi

Garis waktu
  • l
  • b
  • s

Sejak Burundi merdeka pada 1962, terdapat dua peristiwa yang disebut genosida di negara tersebut. Pembunuhan massal 1972 suku Hutu oleh tentara yang didominasi suku Tutsi,[1] dan pembunuhan massal 1993 suku Tutsi oleh penduduk mayoritas Hutu yang disebut sebagai genosida dalam laporan akhir Komisi Penyelidikan Internasional untuk Burundi yang diserahkan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1996.[2][3]

Latar belakang

Artikel utama: Sejarah Burundi

Demografi Burundi pada 1960an dan 1970an meliputi 86 persen Hutu, 13 persen Tutsi, dan 1 persen Twa (Mann, M., 2005. The Dark Side of Democracy, halaman 431). Pada sebagian besar periode tersebut, Tutsi hampir mengutamakan monopoli atas pemerintahan senior dan jabatan-jabatan militer. Burundi meraih kemerdekaannya dari Belgia pada 1962, dan pemilihan pasca-kemerdekaan pertama diadakan pada Mei 1965. Kandidat-kandidat Hutu meraih kemenangan, menduduki 23 kursi dari total 33 kursi. Namun, setelah melantik seorang perdana menteri Hutu, raja Mwambutsa IV melantik salah satu teman Tutsi-nya. Pada 18 Oktober 1965, suku Hutu, yang marah dengan keputusan raja, mengupayakan sebuah kudeta. Raja melarikan diri dari negara tersebut, tetapi kudeta gagal.

Catatan

  1. ↑ Staff. pastgenocides, Burundi resources Diarsipkan 2017-03-25 di Wayback Machine. on the website of Prevent Genocide International lists the following resources:
    • Michael Bowen, Passing by;: The United States and genocide in Burundi, 1972, (Carnegie Endowment for International Peace, 1973), 49 pp.
    • René Lemarchand, Selective genocide in Burundi (Report - Minority Rights Group ; no. 20, 1974), 36 pp.
    • Rene Lemarchand, Burundi: Ethnic Conflict and Genocide (New York: Woodrow Wilson Center and Cambridge University Press, 1996), 232 pp.
    • Edward L. Nyankanzi, Genocide: Rwanda and Burundi (Schenkman Books, 1998), 198 pp.
    • Christian P. Scherrer, Genocide and crisis in Central Africa: conflict roots, mass violence, and regional war; foreword by Robert Melson. Westport, Conn.: Praeger, 2002.
    • Weissman, Stephen R. "Preventing Genocide in Burundi Lessons from International Diplomacy Diarsipkan 2009-03-11 di Wayback Machine.", United States Institute of Peace
  2. ↑ International Commission of Inquiry for Burundi (1996). Paragraphs 85,496. in UN Security Council report S/1996/682
  3. ↑ Security Council document S/1996/682 pdf: http://www.un.org/Docs/journal/asp/ws.asp?m=S/1996/682 Diarsipkan 2016-12-20 di Wayback Machine.

Referensi

  • International Commission of Inquiry for Burundi: Final Report Diarsipkan 2023-04-21 di Wayback Machine. by the United States Institute of Peace, United Nations S/1996/682; received from Ambassador Thomas Ndikumana, Burundi Ambassador to the United States, 7 June 2002
  • Lemarchand, René (1996). Burundi: Ethnic Conflict and Genocide, Cambridge University Press, ISBN 0-521-56623-1
  • Lemarchand, René (27 June 2008). Case Study: The Burundi Killings of 1972, Online Encyclopedia of Mass Violence Diarsipkan 2011-03-07 di Wayback Machine. supported by Sciences Po. CERI/CNRS Diarsipkan 2012-08-25 di Wayback Machine.
  • Longman Timothy Paul (1998), Human Rights Watch (Organization), Proxy Targets: Civilians in the War in Burundi, Human Rights Watch, ISBN 1-56432-179-7
  • Totten, Samuel; Parsons, William S. Charny Israel W. (2004) Century of Genocide: Critical Essays and Eyewitness Accounts Routledge, ISBN 0-415-94430-9, ISBN 978-0-415-94430-4

Bacaan tambahan

  • Rutamucero, Diomède (2009). Le génocide contre les Tutsi au Burundi, un crime avoué mais impuni (dalam bahasa French). Bujumbura: Unibook.com. ISBN 9781935038610. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Contains source materials, registers, and statistics.
  • United Nations Committee on the elimination of racial discrimination, Fifty-first session, Summary record of the 1239th meeting . Held at the Palais des Nations, Geneva, 20 August 1997, Seventh to tenth periodic reports of Burundi (continued) (CERD/C/295/Add.1) Diarsipkan 2022-07-07 di Wayback Machine.
    • Concluding Observations of the Committee on the Elimination of Racial Discrimination: Burundi Diarsipkan 2022-06-22 di Wayback Machine.. 18 September 1997.
  • René Lemarchand. "The Burundi Genocide". Century of Genocide. Ed. Samuel Totten et al. New York: Routledge, 2004. 321-337.
  • "Selective Genocide in Burundi" Diarsipkan 2010-12-22 di Wayback Machine., Report on the 1972 genocide by René Lemarchand and David Martin (1974)
  • "Burundi Since the Genocide" Diarsipkan 2010-12-22 di Wayback Machine., Report tracing the consequences of the 1972 genocide, by Reginald Kay (1987)
  • "Burundi Genocide" Diarsipkan 2023-01-17 di Wayback Machine., News about Burundi crimes since 1962, by Agnews (2000)

Templat:Topik Burundi

  • l
  • b
  • s
Topik-topik genosida
Genosida
  • Jumlah korban
  • Penduduk asli Siberia (abad ke-17–18)
  • Ainu (abad ke-17–19)
  • Sikh Pertama (1746)
  • Mongol Dzungar (1750-an)
  • Sikh kedua (1762)
  • Orang kulit putih di Haiti (1804)
  • Adighe (1817–67)
  • Penduduk asli Amerika (1830-an)
  • Moriori (1835–1860-an)
  • Mapuche (1870-an–84)
  • Genosida Selknam
  • Anak aborigin Australia (1900–69)
  • Herero dan Namaqua (1904–07)
  • Yunani (1914–23)
  • Asiria (1914–25)
  • Armenia (1915–23)
  • Holodomor (1932–33)
  • Orang-orang Haiti di Republik Dominika (1937)
  • Pembantaian Nanking (1937–38)
  • Holokaus (1941–44)
  • Generalplan Ost (1941-1945)
  • Porajmos (1941-1945)
  • Suluk (1944)
  • Indonesia (1965–1966)
  • Biafra (1967–70)
  • Moro (1969–)
  • Papua (1969–)
  • Bangladesh (1971)
  • Burundi pertama (1972)
  • Kamboja (1975–79)
  • Chittagong Hill Tracts (1977–97)
  • Guatemala (1981–83)
  • Orang Kurdi di Irak (1986–89)
  • Burundi kedua (1993)
  • Rwanda (1994)
  • Bosnia dan Herzegovina (1995)
  • Darfur (2003–)
  • Yazidi (2014–)
Jenis
  • Otogenosida
  • Genosida budaya
  • Pembersihan etnis
  • Etnosida
  • Pembantaian genosidal
  • Genosida utilitarian
Metode
  • Senjata bio etnis
  • Pemerkosaan genosidal
  • Genosida penduduk asli
Penyangkalan genosida
  • Holokaus
  • Armenia
  • Rwanda
  • Holodomor
  • Pembantaian Nanking
  • Kamboja
Isu
  • Definisi genosida
Tokoh penting
  • Adolf Hitler
  • Talat Pasya
  • Joseph Stalin
  • Pol Pot
  • Omar al-Bashir
  • Augustin Bizimungu
  • Slobodan Milošević
  • Lothar von Trotha
  • Efraín Ríos Montt
  • Saddam Hussein
  • Francisco Macías Nguema
  • Leopold II dari Belgia
  • Mengistu Haile Mariam
  • Michel Micombero
  • Kaisar Qianlong
  • Jean-Jacques Dessalines

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Catatan
  3. Referensi
  4. Bacaan tambahan

Artikel Terkait

Genosida Rwanda

pembersihan etnis di Rwanda (1994)

Genosida

Perilaku Pembunuhan

Daftar genosida

yang telah diklasifikasikan sebagai genosida oleh para akademisi terkemuka. Karena ada berbagai definisi genosida, daftar ini mencakup peristiwa-peristiwa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026