Gempol adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Pasuruan yang terletak di barat. Gempol merupakan kecamatan dengan penduduk terbanyak di Kabupaten Pasuruan yaitu sekitar 133 ribu jiwa pada tahun 2024. Gempol adalah pintu masuk Pasuruan dari arah Surabaya, serta berbatasan langsung dengan Sidoarjo di utara dan Mojokerto di barat. Kecamatan ini terletak di persimpangan jalur-jalur strategis, ke arah timur terdapat Jalur Pantura, sedangkan ke arah selatan adalah jalur ke arah Pandaan dan Malang. Gempol juga terhubung dengan jalan tol yang melintasi kota-kota besar tersebut seperti Jalan Tol Surabaya–Gempol. Karena lokasinya yang strategis, Gempol menjadi salah satu pusat industri di Pasuruan. Salah satu yang terbesar adalah pabrik rokok Gudang Garam. Selain industri, Gempol juga dikenal dengan adanya Pusat Pendidikan Brimob di Watukosek.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gempol | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Pasuruan | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Hadi Mulyono, S.H | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 133.197 jiwa | ||||
| Kode pos | 67155 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.14.12 | ||||
| Kode BPS | 3514130 | ||||
| Luas | 64,92 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 15 | ||||
| |||||
Gempol (bahasa Jawa: ꦒꦼꦩ꧀ꦥꦺꦴꦭ꧀) adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Pasuruan yang terletak di barat. Gempol merupakan kecamatan dengan penduduk terbanyak di Kabupaten Pasuruan yaitu sekitar 133 ribu jiwa pada tahun 2024.[1] Gempol adalah pintu masuk Pasuruan dari arah Surabaya, serta berbatasan langsung dengan Sidoarjo di utara dan Mojokerto di barat. Kecamatan ini terletak di persimpangan jalur-jalur strategis, ke arah timur terdapat Jalur Pantura, sedangkan ke arah selatan adalah jalur ke arah Pandaan dan Malang.[2] Gempol juga terhubung dengan jalan tol yang melintasi kota-kota besar tersebut seperti Jalan Tol Surabaya–Gempol.[3] Karena lokasinya yang strategis, Gempol menjadi salah satu pusat industri di Pasuruan. Salah satu yang terbesar adalah pabrik rokok Gudang Garam.[4][5] Selain industri, Gempol juga dikenal dengan adanya Pusat Pendidikan Brimob di Watukosek.
Gempol juga dikenal dengan wisata sejarahnya seperti Candi atau Petirtaan Belahan. Bangunan tersebut adalah sebuah pemandian kuno yang dibangun sekitar abad ke-11 pada masa Raja Airlangga. Pemandian ini memiliki keunikan karena air di pemandian keluar dari payudara arca Dewi Lakshmi, sehingga masyarakat juga menyebut situs ini sebagai Sumber Tetek.[6] Peninggalan sejarah lainnya adalah Prasasti Cunggrang berangka tahun 851 Saka (929 Masehi). Pada masa itu, Mpu Sindok memindahkan ibu kota Kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Mpu Sindok juga mengeluarkan puluhan prasasti, salah satunya Prasasti Cunggrang. Prasasti ini cukup penting karena menjadi dasar dari hari jadi Kabupaten Pasuruan yaitu 18 September 929 M. Hal ini karena prasasti tersebut merupakan bukti tertua adanya pemukiman dan peradaban maju di wilayah Pasuruan.[7][8]

Gempol adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Pasuruan bagian barat. Kecamatan Gempol berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo di utara dan Kabupaten Mojokerto di barat. Perbatasan dengan Porong dibatasi Kali Porong, sedangkan perbatasan dengan Jabon dibatasi oleh Kali Mati atau Kali Bangiltak. Sebagian besar wilayah Gempol memiliki geografi dataran rendah, kecuali bagian ujung barat daya yang berada di lereng Gunung Penanggungan yaitu Desa Wonosunyo.[1] Wilayah lereng dan kaki Penanggungan di Gempol terdapat penambangan galian C (pasir dan batu), banyak diantaranya merupakan tambang ilegal. Bekas areal tambang nantinya menghijau dan banyak dikunjungi masyarakat contohnya seperti area Lembah Dieng.[9]
Gempol dilintasi banyak jalur penting dan ramai, dari arah utara ke selatan adalah jalan nasional penghubung Surabaya dengan Pandaan dan Malang, sedangkan ke arah timur adalah lanjutan dari Jalur Pantura ke arah Bangil, Kota Pasuruan, kemudian berlanjut hingga ujung timur Pulau Jawa di Banyuwangi. Beberapa persimpangan ikonik di Gempol diantaranya Simpang 3 Kejapanan yang menjadi pertemuan jalur Surabaya-Malang dengan jalur dari arah Mojokerto di barat, dan di persimpangan ini terdapat Pasar Kejapanan yang ramai. Persimpangan terkenal lainnya adalah Bundaran Legok dan Bundaran Apollo yang juga berfungsi sebagai akses memasuki jalan tol, kedua bundaran tersebut terhubung oleh Jalan Bypass.
Batas wilayah Kecamatan Gempol adalah sebagai berikut:[1]
| Utara | |
| Timur | Kecamatan Beji |
| Selatan | Kecamatan Pasuruan dan Kecamatan Prigen |
| Barat |
Kecamatan Gempol terdiri dari 15 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun. Banyak desa di Gempol yang memakai kata Kepala Wilayah (Kawil) atau Pelaksana Teknis Kewilayahan (Peltekwil) sebagai jabatan yang setara dengan Kepala Dusun (Kasun). Dusun-dusun tersebut yakni sebagai berikut:[10]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Bulusari | Bulu, Bendomungal, Blimbing, Jembrung I, Jembrung II, Jurang Pelen I, Jurang Pelen II, Pakem, Pentongan, Sukci, Sumber Pandan | [10][11] |
| 2 | Carat | Carat, Raos Baru | [10] |
| 3 | Gempol | Gempol, Bandaran, Gempol Joyo, Kauman Baru, Kisik, Patuk, Tanjung, Wonoayu | [10] |
| 4 | Jerukpurut | Jeruk Purut, Diyeng, Dieng Tegalan, Gedang, Genengan, Karangnongko, Pojok | [10] |
| 5 | Karangrejo | Karangrejo, Bangkok, Janti, Karangbangkal, Kuwung, Legupit, Mlaten, Ngetal, Sangglud, Sejo | [10][12] |
| 6 | Kejapanan | Kejapanan, Arjosari, Balun, Bandulan, Besuki, Melian, Ngasem, Pabean, Pandean, Penanggungan, Tawangsari, Warurejo | [10] |
| 7 | Kepulungan | Kepulungan I, Kepulungan II, Arcopodo, Betas, Gondang, Kabunan, Kajang I, Kajang II, Kedamean, Tamanan, Tugusari | [10] |
| 8 | Legok | Legok, Kebonsari, Ngering, Panderejo, Tempel | [10] |
| 9 | Ngerong | Ngerong, Karangploso, Keboireng, Kecicang, Kedanten, Mojorejo, Ngingas, Payaman, Pucang, Putat | [10][13] |
| 10 | Randupitu | Randupitu, Babat, Gesing | [10] |
| 11 | Sumbersuko | Sumbersuko 1, Sumbersuko 2, Bumbungan, Jatikunci, Kaliputih, Kaliputih Teles, Karang Tengah, Kemuning, Klurak, Kriyan, Ngadisono, Ngipik, Sumberbendo, Sumberingin 1, Sumberingin 2, Wonogriyo | [10] |
| 12 | Watukosek | Watukosek, Ngelawang, Sumberejo, Tamping | [10] |
| 13 | Winong | Winong, Baran, Dliring, Grogolan, Kaliondo, Kemranggen, Nampon | [10] |
| 14 | Wonosari | Wonosari, Jlumbang, Karangan, Talang, Wonolilo | [10] |
| 15 | Wonosunyo | Wonosunyo 1, Wonosunyo 2, Badut, Belahan Jowo, Belahan Nongko, Betro | [10] |


