Gadis Sampul 2004 adalah kontes remaja wanita Gadis Sampul yang diselenggarakan kedelapanbelas kalinya oleh majalah GADIS, yang bertujuan untuk mencari wajah-wajah baru yang akan menghiasi sampul majalah GADIS. Diikuti oleh 20 peserta dan dijuarai oleh Putrinda Damayanti dari Jakarta.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Gadis Sampul 2004 | |
|---|---|
| Tanggal | 15 Juli 2004 |
| Tempat | Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta |
| Pembawa acara | Tika Panggabean Udjo Yossi Mokalu |
| Pengisi acara | Krisdayanti Sheila on 7 Audy Guy Sebastian |
| Stasiun televisi | RCTI |
| Pemenang | Putrinda Damayanti (Jakarta) |
| GADIS Sampul Favorit 2004 | Anastasia Waroka (Banten) |
| GADIS Sampul Berbakat 2004 | Sheila Schulze (Bali) |
| Miss Rejoice GADIS Sampul 2004 | Rahmania Kannesia Dahuri (Bogor) |
| Penghargaan khusus | GADIS Sampul Favorit 2004 |
| Penghargaan khusus | GADIS Sampul Berbakat 2004 |
Gadis Sampul 2004 adalah kontes remaja wanita Gadis Sampul yang diselenggarakan kedelapanbelas kalinya oleh majalah GADIS, yang bertujuan untuk mencari wajah-wajah baru yang akan menghiasi sampul majalah GADIS. Diikuti oleh 20 peserta dan dijuarai oleh Putrinda Damayanti dari Jakarta.
GADIS Sampul 2004 mengambil tema "In The School Zone" dengan banyak unsur unsur kehidupan remaja dan sekolah. Pemilihan GADIS Sampul 2004 disponsori dan didukung oleh oleh RCTI, Rejoice dari Procter & Gamble, Mi Seduh Instan Migelas dari Mayora Indah, H&R (Hani & Roberts) dari PT Tira Fashion, Green Sands dari Multi Bintang Indonesia, Prambors, dan MTV Indonesia. Pada tahun ini, pemilihan GADIS Sampul 2004 ditayangkan di RCTI dalam acara "Road to GADIS Sampul 2004" yang tayang pada hari Sabtu, mulai tanggal 12 Juni 2004. Selain itu, kembalinya acara jumpa fans yang diadakan di EX Plaza Indonesia.
Karantina GADIS Sampul 2004 diadakan selama 7 hari, dari Sabtu, 10 Juli 2004, hingga Jumat, 16 Juli 2004. Kegiatan-kegiatan yang disusun agar bisa membekali para finalis untuk penampilan di malam final dan karir di dunia hiburan.
Hari Sabtu, 10 Juli 2004, kantor redaksi GADIS di Kuningan didatangi 20 gadis-gadis cantik yang siap mengikuti karantina GADIS Sampul 2004. Mereka datang dari 10 kota di Indonesia dan berkenalan dengan teman-teman baru dan mendapatkan banyak hadiah tetapi berpisah dengan keluarga tercinta.
Pada hari pertama karantina, para finalis diminta hadir pada jam 07:00 WIB untuk mengikuti pembukaan karantina GADIS Sampul 2004. Namun, Adelya Catherine (Dea C.) sudah mendatangi kantor redaksi GADIS pada jam 06:10 WIB. Ia mengaku lebih baik datang lebih awal dibandingkan harus terlambat. Disiplin waktu merupakan hal yang penting untuk menjaga konsistensi acara. Seperti para panitia GADIS Sampul yang harus mengundurkan acara pembukaan karantina karena salah satu finalis, Tracy Eve Sabatini Langitan (Tracy) datang pada jam 08:00. Alasan keterlambatan Tracy adalah ia harus pergi ke gereja dahulu.
Setelah semua finalis lengkap, Pia Alisjahbana, pendiri majalah GADIS, dan Palupi Ambardini, pemimpin redaksi majalah GADIS, segera membuka acara pembukaan karantina GADIS Sampul 2004. Dalam sesi ini, para finalis berkenalan dengan kru redaksi majalah GADIS yang menjadi panitia pemilihan GADIS Sampul 2004 dan memperkenalkan diri mereka masing-masing. Selain itu, orang tua para finalis pun diberikan kesempatan untuk bertanya kepada pihak panitia, seperti ayah dari Jelita Septriasa (Acha) yang bertanya peraturan untuk orang tua finalis agar mereka tidak menyalahi aturan karantina.
Perpisahan selalu menjadi saat yang paling menyedihkan. Namun untuk sesuatu yang istimewa, para finalis harus rela tidak bertemu keluarga mereka selama satu minggu. Karena alasan ini, tidak heran jika mereka terlihat sedih saat berpamitan dengan orang tua mereka. Seperti Rahmania Kannesia Dahuri (Nia), yang tidak berhenti menangis karena ia sedih harus berpisah dengan orang tuanya.
Berbeda cerita dengan Sheila Schulze. Tidak hanya Sheila Schulze yang sedih, tetapi sang ibu pun merasa berat berpisah dengan putri satu-satunya. Sementara finalis lain sibuk berpamitan dengan orang tua mereka, Amila Alistiawati (Mila) menghabiskan waktu dengan menelpon melalui handphone miliknya. Maklum selama satu minggu, semua finalis tidak diperbolehkan menggunakan alat komunikasi apapun. Mila pun berkata ia menelpon sang ayah dan dua sahabat dekatnya.
Setelah acara perpisahan dengan kedua orang tua selesai, kedua puluh finalis mendapatkan briefing dari para chaperone dan koordinator liputan mengenai kegiatan menyenangkan yang akan mereka jalani selama satu minggu. Beberapa finalis masih ada yang terlihat sedih tetapi banyak finalis lain yang mulai tersenyum sambil menikmati roti dari BreadTalk.
Berikut adalah momen yang terdokumentasi:
Meskipun baru hari pertama karantina, tetapi para finalis GADIS Sampul 2004 langsung diajarkan oleh Ari Tulang mengenai cara menjadi model yang baik. Di sesi awal, Ari Tulang meminta para finalis untuk memperkenalkan diri dengan sikap dan intonasi suara yang benar. Ia meminta agar finalis tidak menggoyangkan badan agar terlihat sungguh-sungguh.
Selain itu, para finalis diajarkan cara berjalan di atas catwalk sesuai dengan blocking yang akan digunakan pada Malam Final GADIS Sampul 2004. Para finalis masih tampak masih canggung dan tegang saat berjalan. Maklum, mereka baru belajar jalan pada hari itu. Namun, sudah ada finalis yang tampak percaya diri berjalan di atas catwalk, seperti Ninda, Putri, dan Tracy.
Setelah selesai dengan teknik catwalking, para finalis diajari teknik melakukan pose yang baik. Mera diminta berdiri di depan cermin dan menunjukkan 5 pose terbaik mereka. Para finalis sempat kebingungan mau bergaya apa lagi. Seperti Derisa Eka Putrie (Deris) yang mendapatkan julukan "Mbak Uut" dari Ari Tulang akibat gayanya mirip dengan "goyang ngebor" milik Uut Permatasari, salah satu penyanyi dangdut.
Selesai dengan urusan blocking dan pose, Ari Tulang memberikan briefing kepada para finalis. Meskipun masih banyak finalis yang terlihat kaku dan tegang saat berjalan di catwalk, tetapi Ari Tulang memuji mereka karena mulai mengingat koreografi yang diajarkan.
Berikut adalah momen saat latihan pertama yang didokumentasikan:
Setelah belajar teknik modeling, para finalis juga berkesempatan belajar ilmu komunikasi, yang diberikan oleh IBSC (Indonesian-British School of Communication). Dalam kursus singkat ini, para finalis diajarkan oleh Cici Panda (presenter acara Katakan Cinta) yang ditemani oleh Daniel (produser acara Katakan Cinta) untuk mempelajari tentang first impression atau kesan pertama. Selain itu, Daniel dan Panda juga menekankan pentingnya mengasah kelebihan dalam diri, khususnya kepada para finalis.
Finalis juga diajarkan teknik pemanasan yang dapat membantu mengurangi stres saat sedang bicara di depan umum. Cara pemanasannya lucu. Ada teknik pemanasan yang disebut Lion Face, di mana mereka harus memejamkan mata dan mengepalkan tangan yang kemudian dibuka, sambil membelakangi mata dan menjulurkan lidah.
Berikut adalah momen-momen yang diabadikan saat mengikuti kelas dari IBSC:
Aktivitas yang membuat heboh 20 finalis GADIS Sampul di hari pertama karantina adalah berbelanja gratis dengan voucher sebesar Rp1.500.000 di Matahari Department Store yang berada di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Sejak mereka duduk di bus, mereka memikirkan barang apa yang ingin mereka beli. Meskipun keadaan Cilandak Town Square pada Sabtu malam sangat ramai, gadis-gadis remaja ini tetap teguh "menaklukan" Matahari Department Store.
Setelah instruksi untuk berbelanja diberikan, para finalis langsung menyebar ke hampir seluruh bagian Matahari. Seperti Tracy yang langsung sibuk memilih rok atau Anash yang sibuk memilih parfum, yang sudah mereka rencanakan di dalam perjalanan menuju Cilandak Town Square.
Selain itu, ada Tita dan Sheila Marcia yang selalu kompak dalam memilih barang. Mereka berdua kompak membeli boneka anjing yang besar sebagai pengganti guling untuk tidur di hotel dan membeli rok. Sementara itu, Tasya dan Mila memilih memakai voucher untuk membelikan ibu mereka tas.
Meskipun awalnya sempat bingung karena tidak tahu barang apa yang ingin dibeli, para finalis membelanjakan voucher mereka sampai tidak bersisa. Seperti Ninda Felina D. Y. (Ninda). Awalnya, ia sempat bingung ingin membeli apa dengan voucher yang ia dapatkan tetapi setelah beberapa waktu, ia kepergok membawa kantong belanja yang berisi sebuah tas bermerk Guess.
Proses mencari siapa yang memiliki jumlah belanja terbanyak itu sulit. Karena barang belanjaan 20 finalis sangatlah banyak. Namun, tim panitia GADIS Sampul 2004 berhasil menemukan siapa yang banyak menghabiskan voucher mereka, yaitu Nadya Wulan Febiana (Wulan), Anash, dan Andrearin Agustin (Dea A.), yang masing-masing menghabiskan sebesar Rp1.300.000. Dea A. memakai voucher untuk membeli sepatu, baju untuk ayahnya, jaket untuk adiknya, celana, pakaian dalam, lip gloss, parfum, dan maskara. Sementara Anash menghabiskan voucher untuk membeli jam tangan Guess, parfum 2 buah, t-shirt, kuteks, dan karet rambut.
Berapa pun hasil belanja 20 finalis, mereka berhasil membuat kru redaksi majalah GADIS iri. Namun, asal finalis bahagia, staff redaksi bahagia. Setelah selesai berbelanja selama 2 jam, para finalis berkumpul pada jam 21:00 dengan barang belanjaan yang banyak.
Berikut adalah momen kehebohan belanja yang berhasil terdokumentasi:
Setelah padatnya aktivitas di hari pertama karantina, para finalis di bawa ke hotel tempat mereka menginap selama 7 hari 6 malam di Hotel Atlet Century Park. Uniknya, setiap kamar diisi oleh dua orang finalis yang kepribadiannya berbeda-beda. Namun, itulah arti sebenarnya dari hubungan pertemanan. Masing-masing finalis harus saling beradaptasi, sehingga bisa memiliki kepribadian yang lebih baik.
Berikut adalah pembagian kamar untuk para finalis:
Acara hari kedua (11 Juli), para finalis diajak menonton film bersama di Plaza Senayan. Mereka akan menonton film Mean Girls bersama pemenang "Kuis Nonton Bareng GADIS". Para finalis senang karena bisa menonton film ini sebelum diputar di seluruh bioskop.
Sejak jam 09:00, para pemenang kuis Nonton Bareng GADIS sudah berkumpul di lobi Cinema 21 Plaza Senayan. Sementara, acara nonton bersama baru dimulai jam 10:00. Para pemenang kuis sayang bersama teman, kakak, adik, pacar, bahkan bersama ibu mereka. Beberapa finalis GADIS Sampul, yaitu Anash, Tasya, Fanny, dan Sheila Marcia, pun sudah datang terlebih dahulu. Mereka datang langsung ke Plaza Senayan setelah kebaktian di gereja. Sibuknya karantina tidak membuat keempat gadis ini melupakan kegiatan ibadah mereka.
Saat 20 finalis berkumpul, suasana semakin meriah. Mereka mengobrol, berfoto, atau melihat poster-poster film yang dipasang. Bahkan ketika masuk ke dalam teater bioskop, mereka saling berebut untuk mendapatkan posisi menonton gang paling pas. Sebelum film dimulai, beberapa finalis dimintai foto bareng oleh pemenang kuis nonton bareng. Salah satunya adalah Tracy. Finalis asal Manado ini dimintai Ressy, salah satu pemenang kuis nonton bareng, berfoto bersama.
Film yang dibintangi oleh Lindsay Lohan ini menggambarkan sekali kehidupan remaja, khususnya remaja putri. Film ini bercerita tentang seorang gadis bernama Cady yang harus beradaptasi di lingkungan sekolah baru dan berurusan dengan geng gadis-gadis populer, The Plastics, yang terdiri dari Regina, Gretchen dan Karen. Ditambah tuntutan dari dua teman baru Cady, Janis dan Damian. Beruntungnya, Cady dapat bertahan dari segala masalah dan berpacaran dengan pemuda idamannya, Aaron.
Setelah selesai menonton film, bukan berarti acara untuk para finalis selesai. Mereka dimintai foto bersama. Saat semua permintaan selesai dipenuhi, mereka menyempatkan diri berfoto dengan gambar The Plastics, geng gadis-gadis terkenal di film Mean Girls.
Berikut adalah testimoni dua pemenang nonton bareng dan dua finalis GADIS Sampul 2004:
Acara makan malam di hari kedua tidak kalah heboh. Karena makan malam istimewa ini diadakan di Furaibo Restoran yang terletak di Kemang. Ditambah dress code yang diminta adalah pink, sehingga dari kepala hingga kaki semua serba pink.
Saat 20 finalis tiba di Furaibo, mereka disambut oleh Sigi Wimala (GADIS Sampul 1999) dan Daniel Mananta yang sudah sampai sebelum 20 finalis. Ternyata banyak finalis yang adalah fans Sigi. Setelah finalis sampai di restoran, datanglah Andhara Early. Sambil menyantap makanan yang dihidangkan, Early membagikan pengalaman saat karantina. Saat mereka asyik menyantap hidangan, tiba-tiba Baim muncul. Baim pun langsung diajak mengobrol oleh para finalis yang rata-rata bawel. Setelah selesai makan malam bersama, mereka berfoto bersama.
Berikut dua momen yang diabadikan:
Di hari ketiga karantina (12 Juli 2004), mereka mengikuti salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh para finalis GADIS Sampul. Kegiatan tersebut adalah pemotretan mode. Pemotretan ini dilakukan di EX Plaza Indonesia. Finalis sangat semangat mengikuti pemotretan. Apalagi mereka bergaya di depan kamera sembari window shopping.
Para finalis harus bekerja keras untuk pemotretan ini. Setelah selesai gladi resik acara meet and greet, mereka bergegas menuju lantai 4 Plaza Indonesia untuk berganti baju di ruangan yang dipinjam sebagai ruang ganti. Di ruang ganti, tim dari Centro2+ Salon menunggu finalis hadir untuk merias wajah mereka menjadi lebih cantik dan pengarah gaya majalah GADIS, yang sudah siap dengan pakaian dari Rangga, Titi Boutique, dan Point Break yang akan dikenakan oleh para finalis untuk pemotretan kali ini.
Saat tahu pemotretan akan dilakukan di mall, mata Sheila Marcia (yang dipanggil "Bawang Merah" oleh finalis karena wajahnya mirip Nia Ramadhani pemeran Bawang Merah di sinetron Bawang Merah Bawang Putih) berbinar-binar. Sementara itu, Tita mengaku bahwa ia senang dengan baju dan dandan untuk pemotretan kali ini. Berbeda cerita dengan Awah yang terlihat sendu dan menutupi badannya dengan jaket rapat-rapat karena ia tidak percaya diri akibat baju yang ia pakai terbuka di bagian bahu sehingga ia merasa malu untuk di foto di tempat umum.
Sesi pemotretan kali ini dibagi menjadi 3 grup. Grup pertama yang terdiri dari Putri, Tita, Sheila Schulze, Deris, Ayu, Sheila Marcia, dan Wulan yang ditemani dua model pria, Gerry dan Firman, dipotret di lapangan parkir belakang gedung EX Plaza Indonesia. Dachri MS (fotografer) dan Seira Meutia Isa (pengarah gaya) sengaja memilih lokasi ini untuk mengambil background gedung EX Plaza Indonesia yang warna-warni dan bentuknya unik, sesuai dengan warna baju yang dikenakan oleh para finalis.
Ketujuh finalis, dua model pria, pengarah gaya, dan fotografer berjalan cukup jauh menuju lokasi pemotretan dari ruang ganti. Ditambah para model berfoto di atas kumpulan pipa saluran air. Seira Isa pengarah gaya, mengingatkan agar para finalis menjaga agar sepatu yang mereka kenakan tidak basah terkena air. Namun, cuaca yang panas terik berubah menjadi membuat sesi pemotretan grup pertama ini dipindahkan ke dalam gedung EX Plaza Indonesia.
Grup kedua ini berisi Awah (Farah), Dea A., Tasya, Acha, Nia, Fina, dan Anash dengan pengarah gaya bernama Ayu Sawitri. Lokasi yng dipilih adalah pintu masuk dekat lapangan parkir bawah tanah. Mereka harus bersabar karena ada mobil yang berlalu-lalang atau orang-orang yang hendak keluar atau masuk ke dalam gedung, yang membuat pemotretan sempat ditunda sebentar. Tasya sempat kesakitan akibat sepatu boots untuk pemotretan terasa sempit. Beruntungnya, Acha berbaik hati menukar sepatu yang ia pakai dengan sepatu yang Tasya pakai dan ternyata sepatu yang Acha akan pakai pas di kaki Tasya. Saat lokasi pemotretan dipindahkan ke ruang indoor yang dingin akibat air conditioner, para finalis yang bajunya agak terbuka harus menahan dingin tetapi tetap tersenyum. Mereka lebih heboh saat mereka dipotret di jembatan penghubung antara Plaza Indonesia dan EX. Karena pemotretan dilakukan pada jam makan siang sehingga mereka dilihat banyak orang dan membuat kepadatan di area jembatan penghubung. Beberapa turis yang lewat pin sempat berhenti dan mengabadikan mereka.
Sementara grup tiga yang berisi Fanny, Ninda, Mila, Nindy, Tracy, dan Dea C. diarahkan oleh Margie Aziz. Mereka berfoto di salah satu dinding EX Plaza Indonesia yang dihiasi TV Wall yang terus memutar acara Road to GADIS Sampul. Sehingga mereka mencuri kesempatan untuk melihat ke arah TV Wall sambil menunggu wajah mereka muncul.
Berikut adalah keriuhan saat pemotretan yang berhasil diabadikan:
Setelah pemotretan, para finalis langsung disambut ramah oleh kru-kru Red Pepper Restaurant, tempat makan siang para finalis yang berada di Basement Plaza Indonesia. Para finalis bebas memilih menu makan siang mereka di berbagai konter makanan yang ditandai oleh balon-balon. Finalis dibuat bingung memilih menu makan siang mereka karena pilihan menu makan siang yang dihidangkan banyak dan terlihat enak.
Anash menyerbu menu kerang. Ayu memilih chicken katsu dari Koryo Korean Food. Fany memilih steak ayam. Tita dan Mila memesan nasi hainan. Nindy dan Tracy melihat beberapa stand dahulu sebelum memilih menu yang diinginkan. Acara makan siang semakin ramai karena mereka ditemani TOFU (Fla, Anton, Arief), Evan Sanders, dan Cathy Sharon yang menemani mereka makan siang. Semua langsung heboh meminta foto bersama dengan kamera saku mereka. Setelah makan siang di Red Pepper, 20 finalis pun siap dan tambah semangat untuk tampil di acara Meet and Greet yang diadakan pada sore hari.
Berikut adalah beberapa momen kenangan saat makan siang sebelum tampil di acara Meet and Greet:
Setelah tampil maksimal di acara Meet and Greet, para finalis langsung ditraktir di BreadTalk Plaza Indonesia, salah satu toko roti asal Singapura yang sedang populer di Jakarta. Mata para finalis langsung berbinar setelah tampil di panggung. Mereka boleh ambil 3 potong roti sesuka hati mereka.
Para finalis langsung sibuk mengambil baki dan menyebar ke rak-rak yang berisi roti dan kue yang ada di konter BreadTalk. Dea C. bingung dan menggaruk kepala sebelum memilih roti, sementara Ayu dan Awah menghampiri rak roti abon yang terkenal dan langsung mengambil roti dengan nama "Fire Floss" tersebut. Putri, Nia, dan Tasya memilih cake-cake yang disajikan dalam pendingin seperti tiramisu, opera cake, dan cheese cake sebagai makanan pengganjal perut. Fina yang hanya mengambil satu muffin coklat karena ia berkata takut kekenyangan saat makan malam nanti. Berbeda dengan Fina, finalis lain menganut prinsip "diet dimulai esok hari". Selama mereka memilih roti dan kue, mereka menjadi bahan tontonan orang-orang yang lalu lalang di Plaza Indonesia.
Dua finalis yang beruntung adalah Ninda dan Wulan karena mereka mendapatkan kesempatan masuk ke dapur dan ikut membuat 20 potong roti abon. Wulan mengoles roti dengan saus dan Ninda bertugas menaburkan abon ke atas roti. Mereka berdua harus memakai seragam karyawan yang membuat mereka digoda oleh sesama finalis.
Selain puas memilih roti dan kue di gerai BreadTalk, para finalis mendapatkan snack roti dan kue dari BreadTalk saat masa karantina.
Berikut adalah cuplikan keseruan para finalis saat memilih roti dan kue:
Cool dan Cozy! Dua hal itu yang finalis rasakan saat memasuki Time Break Café and Travel Music Lounge yang terletak di lantai dasar Plaza Semanggi. Setelah mereka duduk di tempat yang mereka pilih, mereka langsung histeris gara-gara Intan Nuraini (Runner-up 1 GADIS Sampul 2001) muncul. Disusul dengan kedatangan Samuel Rizal, Adi Nugroho, Jihan Fahira (finalis GADIS Sampul 1993), dan Novita Angie (finalis GADIS Sampul 1992). Anash yang adalah fans Samuel Rizal mendekap mulutnya sambil setengah berteriak. Adi Nugroho yang bisa meramal ditanyai oleh finalis tentang kehidupan asmara mereka.
Menu makan malam yang dihidangkan malam itu seperti nasi goreng, nasi putih, spageti bolognese, calamari, chicken katsu, puding, dan aneka minuman ringan membuat suasana mengobrol lebih menyenangkan. Selain hidangan yang disebutkan restoran ini menyediakan variasi makanan dari seluruh dunia, seperti makanan Vietnam, makanan Jepang, makanan Eropa, hingga makanan Indonesia. Ditambah ada penampilan live music.
Berikut beberapa momen yang berhasil ditangkap:
Walau harus menjalani berbagai kegiatan yang melelahkan, menjadi finalis GADIS Sampul 2004 adalah momen yang menyenangkan. Khususnya saat mereka bisa puas memborong semua produk yang ada di konter H@R (Hani and Roberts) Rimo Departement Store Mal Taman Anggrek.
Selasa, 13 Juli 2004, jam 10:30 WIB, dengan bermodalkan voucher belanja sebesar Rp300.000, para finalis menyerbu konter H&R. Namun sebelum mereka kalap berbelanja, Susy dari H&R mengingatkan agar mereka memilih produk yang sesuai dengan karakter masing-masing dan tidak membeli karena ikut-ikutan teman.
Namanya juga perempuan, untuk urusan belanja pasti susah berhenti. Hal ini membuat banyak finalis yang total belanjanya melebihi jumlah voucher yang didapat. Seperti Putri yang harus menombok dengan uangnya sendiri karena total belanjanya mencapai Rp339.300.
Jika Putri menombok, Ayu sangat senang saat menemukan sebuah baju yang ia taksir. Baju yang ia taksir adalah baju yang dipakai Putri saat pemotretan sampul majalah GADIS bersama 19 finalis lainnya. Saking bingungnya, Ayu membeli dua baju dengan model yang sama tetapi dengan warna yang berbeda.
Selain Putri dan Ayu, ada Tita yang sempat tidak bersemangat karena tidak bisa belanja banyak, padahal banyak barang yang ingin dibeli. Ia merasa dompetnya tertinggal di hotel karena ia takut voucher tidak bisa mencukupi hasrat belanjanya. Namun rasa tidak bersemangatnya hilang saat ia menemukan dompetnya berada di dalam tas.
Setelah puas berbelanja, para finalis melanjutkan perjalanan ke restoran Mangkok Putih. Di dalam bus, semuanya tertidur pulas karena lelah setelah puas berbelanja.
Berikut adalah hasil dokumentasi saat 20 gadis cantik ini "memburu" koleksi H&R:
Setelah berbelanja di konter H&R di Rimo Mall Taman Anggrek, para finalis langsung diundang makan siang di restoran Mangkok Putih yang terletak di Kemang, Jakarta Selatan. Selain makan siang, mereka bertemu dengan para alumni GADIS Sampul, seperti Dewi Rezer (finalis GADIS Sampul 1995) dan Ardina Rasti (Runner-up 1 GADIS Sampul 1999). Mereka juga bertemu langsung dengan personel grup musik Taboo, yang saat itu menjadi artis ekslusif MTV Indonesia.
Kesempatan makan siang dengan alumni yang memiliki pengalaman yang banyak ini menjadi saat yang tidak akan dilewatkan oleh para finalis. Beberapa finalis tampak asyik mengobrol dengan alumni GADIS Sampul, sementara Tasya, Acha, Deris, Mila, dan Putri yang duduk di kursi yang terletak di ujung meja makan malah kebingungan karena "dikerjai" oleh Arie, personel Taboo, dengan permainan kartunya.
Sesi mengobrol dengan para artis memang menyenangkan. Namun apa pendapat mereka tentang finalis GADIS Sampul 2004? Menurut Dewi Rezer, finalis GADIS Sampul 2004 terlihat lebih heboh dan tidak malu dibandingkan dengan angkatannya. Sementara Arie memberikan tips bertahan di dunia hiburan kepada para finalis yaitu jadilah diri sendiri.
Berikut adalah momen menyenangkan saat makan siang di Mangkok Putih:
Setelah puas borong produk H&R dan makan siang di Mangkok Putih, para finalis kembali berkonsentrasi mengikuti latihan di Hotel Atlet Century Park untuk malam final.
Saat latihan jalan kali ini, para finalis mulai diajarkan cara blocking untuk unjuk kebolehan di malam final nanti. Nia sempat grogi ketika ia harus memainkan lagu "Kisah Kasih di Sekolah" dengan biolanya, sehingga salah dalam memainkan nadanya. Salah satu chaperone, Imel, memberikan dorongan agar Nia tidak grogi. Alasan Nia grogi karena ia jarang bermain di depan banyak orang.
Selain para finalis, kali ini para presenter sekaligus model pengisi acara juga ikutan latihan blocking. Saat model senior sedang latihan, Ninda heboh karena ia adalah fans Fedi Nuril, salah satu model yang ikut memeriahkan acara malam final GADIS Sampul.
Setelah selesai latihan, mereka fitting baju H&R yang akan dipakai di malam final. Terjadi sebuah insiden lucu. Saat menunggu giliran fitting, beberapa finalis ada yang membuka sepatu untuk meregangkan jari-jari kakinya. Maksud para finalis itu biar kaki tidak lelah, tetapi satu ruangan bau kaki.
Berikut ini adalah keseriusan para finalis saat berlatih untuk malam final:
Setelah seharian mengikuti jadwal yang padat, para finalis makan malam di Cafe Dixie yang terletak di Kampung Tenda Semanggi dengan menu lezat dan atmosfer ruangan yang romantis.
Makan malam kali ini, 20 remaja wanita yang ceria ini ditemani oleh Nadia Saphira (finalis GADIS Sampul 2003), Zee Zee Shahab dan Inka Noverita (finalis GADIS Sampul 2001), Andrew White, Tommy Kurniawan, dan Astrid Tiar (GADIS Sampul 2000) yang datang bersama kekasihnya, Gading Marten. Kesempatan ini langsung dipakai oleh 20 finalis untuk bertanya tentang pengalaman di dunia hiburan, bertanya tentang keseharian mereka, hingga bertanya tentang pengalaman alumni GADIS Sampul saat menghadapi penjurian. Maklum, keesokan harinya mereka akan menghadapi penjurian.
Berikut adalah momen romantis yang berhasil direkam:
Hari kelima karantina (14 Juli 2004), sehari menjelang Malam Final GADIS Sampul 2004. Seperti tradisi pada beberapa tahun sebelumnya, para finalis dan seluruh pengisi acara menjalani latihan bersama sekaligus gladi kotor di Pusat Kegiatan Olahraga (PKO) Senayan. Hal ini bertujuan untuk memantapkan kesiapan 20 finalis dan seluruh pengisi acara sebelum gladi resik dan acara malam final.
20 finalis GADIS Sampul 2004 datang tepat jam 08:00 dan mereka disambut oleh Revaldo―yang datang terlalu pagi. Selain para finalis dan pengisi acara seperti MC, model dan bintang tamu, gladi kotor hari itu diikuti juga oleh anggota cheerleaders yang terpilih dari beberapa sekolah menengah atas dan sekolah menengah pertama. Setelah kedatangan para anggota cheerleaders, para pengisi acara lainnya tiba. Dari alumni GADIS Sampul, para model pria, trio pembaaa acara yang disingkat TIKUS (Tika Panggabean, Udjo, dan Yossi), Evan Sanders, dan Cathy Sharon. Ditambah kedatangan empat finalis Indonesian Idol―yang menyita perhatian anggota cheerleaders yang sedang beristirahat.
Seperti biasa, Ari Tulang memimpin latihan dan gladi kotor dengan menanamkan disiplin yang tinggi. Beruntungnya, para finalis dan pengisi acara tampil prima. Hal ini membuat koreksi yang dilakukan tidaklah banyak.
Berikut adalah suasana saat gladi kotor yang berhasil diabadikan:
Setelah selesai latihan di PKO Senayan, 20 finalis dibawa ke kantor redaksi GADIS di Kuningan. Para finalis yang baru selesai berlatih, langsung dibawa untuk mengikuti penjurian GADIS Sampul 2004. Saat di bus, para finalis merasakan rasa tegang ditambah mereka hanya memiliki waktu satu jam untuk merias wajah mereka di ruang serbaguna Gedung Femina yang diubah menjadi ruang tata rias dadakan.
Dalam sekejap, kesibukan yang heboh terjadi di ruangan tersebut. Para finalis saling berebut untuk meminjam alat kosmetik dan saling mendandani teman mereka. Banyak finalis yang sudah mahir dalam berdandan sehingga semua finalis tambah cantik. Seperti Sheila Marcia yang tampak cantik dengan baju bak bangsawan Eropa yang dijahitkan oleh sang ibu yang terinspirasi dari peserta Miss Universe.
Semua finalis tampak grogi dan penasaran dengan apa yang akan terjadi di ruang penjurian. Fany bertanya berapa pertanyaan yang akan ditanya kepada finalis dan Nia mengungkapkan kekhawatirannya tentang kritik atau komentar juri dengan penampilannya saat bermain biola. Palupi Ambardhini atau yang akrab disapa Didin Ambardhini, berusaha menenangkan finalis yang cemas.
Ninda dan Putri adalah dua finalis pertama yang dipanggil. Sambil menunggu penjurian, finalis lain diwawancarai Nadia Saphira dan kru dari Azura untuk acara Road to GADIS Sampul 2004.
Wajah-wajah finalis yang semula tegang langsung berubah menjadi lebih santai saat mendengar sapaan ramah dari dewan juri. Hal ini membuat penjurian jauh dari kesan menyeramkan. Berikut adalah juri untuk GADIS Sampul 2004:
Semua pertanyaan juri berkisar pada hobi dan kegiatan sehari-hari para finalis. Karena para finalis takut ditanya hal yang sulit, mereka sempat diam saat ditanyai hal-hal yang ringan. Hal yang ditanyakan seputar siapa yang menyiapkan baju penjurian mereka atau kegiatan sepulang sekolah. 20 finalis juga diminta menunjukkan bakat mereka. Seperti Tasya yang mendeklamasikan puisi, Sheila Marcia yang menunjukkan bakat menyanyi, Nia memainkan biola hingga Putri yang mempraktekan cara menulis Aksara Han.
Setelah penjurian selesai, semua wajah finalis langsung menunjukkan ekspresi lega. Para finalis dan dewan juri, kecuali Nia Dinata yang harus pergi menuju acara lain, makan malam bersama. Para finalis pun menyumbangkan lagu untuk menghibur di acara makan malam. Mereka menyanyikan lagu populer milik Ada Band, Masih (Sahabatku Kekasihku) yang disambung lagu Kopi Dangdut. Semua yang hadir tampak berjoget dengan lagu yang dibawakan oleh para finalis.
Berikut adalah momen-momen saat penjurian yang berhasil direkam:
Pada acara pemilihan GADIS Sampul 2004, ada penjurian spesial setelah penjurian utama. Penjurian tersebut adalah pemilihan Miss Rejoice - GADIS Sampul 2004. Para juri terdiri dari:
Mereka bertiga harus bekerja keras memilih siapakah finalis yang memiliki rambut indah dan sehat. Kriteria penilaian Miss Rejoice adalah keindahan rambut, kesehatan rambut, dan pengetahuan para finalis tentang perawatan rambut. Apalagi rambut adalah mahkota bagi perempuan, khususnya calon model.
Banyak cerita lucu dari para finalis tentang kondisi rambut mereka dan bagaimana cara mereka merawat rambut. Seperti Sheila Marcia dan Sheila Schulze yang memiliki problem rambut yang kemerahan dan agak kering. Problem mereka disebabkan hobi berselancar di pantai. Putri sempat tidak percaya diri dengan rambut afro miliknya sehingga memilih melakukan rebonding. Namun, akhirnya Putri percaya diri dengan tipe rambutnya.
Selain itu, ada finalis yang hobi mencatok rambut. Seperti Ayu yang sempat khawatir karena ia lupa membawa alat pencatok rambut dari rumah sehingga sang ibu harus mengambil alat pencatok rambut dan menitipkan alat itu melalui chaperone. Ayu juga menceritakan bahwa ia mencatok rambut di jam 03:00 dan pernah kesal karena rambutnya mendadak ikal karena kehujanan. Dea A. yang rela mengecat rambutnya menjadi hitam karena ia tidak suka warna rambut aslinya yang kemerahan.
Di antara para finalis, masih ada finalis yang tidak melupakan perawatan rambut secara tradisional. Misalnya, Tracy yang rajin mengoleskan rambut panjangnya dengan santan kelapa atau Deris yang sering mengoleskan lidah buaya yang keluarganya tanam di rumah. Sementara itu, Nia mengaku rambut panjangnya belum pernah dibuat keriting atau dibuat lurus di salon. Acha mengaku rambutnya sempat dipotong cepak. Namun, Acha agak kapok karena tumbuh panjangnya lama.
Para finalis dengan santai menjawab pertanyaan bahkan bercerita kepada juri tentang rambut mereka. Ditambah mereka bertanya bagaimana cara merawat rambut dengan baik. Jacky Timortius tidak hanya menilai penampilan rambut, ia juga memberikan tips merawat rambut sesuai dengan jenis rambut para finalis.
Berikut ini hasil tangkapan kamera saat penjurian Miss Rejoice:
Hari terakhir karantina (Jumat, 16 Juli 2004), para finalis GADIS Sampul makan siang di Café Wien, Plaza Senayan. Menu yang disediakan antara lain Asparagus Soup, Caesar Salad, Beef A'la Bourgolaise, atau Wiener Backhuhn. Untuk pencuci mulut, ada tiga pilihan rasa es krim (coklat, stroberi, atau vanila) yang bisa dipilih lengkap dengan hiasan krim kocok dan buah ceri di atasnya. Makan siang ini ditemani oleh Raffi Ahmad yang mengaku baru pulang syuting jam 04:00 pagi. Raffi Ahmad mengaku ia adalah fans salah satu pemenang GADIS Sampul 2004.
Berikut ini adalah momen saat makan siang di hari terakhir karantina:
Akhirnya setelah 7 hari di karantina, para finalis bertemu dengan orang tua dan keluarga masing-masing di kantor redaksi GADIS. Sebelum pulang, mereka mendapatkan banyak pesan yang berguna, terutama bahwa mereka telah menjadi bagian dari keluarga besar GADIS dan harus menjaga nama baik GADIS. Selain itu, mereka otomatis tergabung di bawah agensi F&G Model & Talent Agency yang masih berada di dalam Femina Group.
Sebelum berpisah, para chaperone yang sudah menemani finalis selama 7 hari mengumumkan finalis favorit mereka yang jatuh kepada Ayushita. Dia terpilih karena memiliki sifat yang suka menolong dan memiliki keinginan keras untuk berubah menjadi lebih baik. Selain chaperone yang memberikan penghargaan kepada finalis, finalis pun memberikan gelar kepada para chaperone. Chaperone tergalak jatuh kepada Desiyanti Hariana (Desi) dan Imelda Achaningtias (Imel), sedangkan chaperone terbaik diberikan kepada Yenny Glenny (Glenny) dan Meninaputri Wismurti (Putri). Ditambah peenghargaan lain untuk chaperone, seperti kakak terlucu kepada Mellisa Miranda (Mellisa), kakak tergaya kepada Mbak Yaya, dan kakak terfavorit untuk Mbak Titaz.
Acara karantina pun selesai dan para finalis tidak rela berpisah. Mereka saling berpelukan sambil menangis. Karena selama 7 hari terciptalah kekerabatan yang erat. Para finalis berjanji untuk selalu berhubungan. Meskipun harus berpisah, tetapi persahabatan tidak pernah putus.
Berikut adalah momen di penutupan masa karantina:
Senin, 12 Juli 2004. Hari ketiga karantina GADIS Sampul 2004 ini membuat semua finalis berdebar. Pada hari ini, finalis akan show untuk pertama kalinya di depan umum sebagai GADIS Sampul. Acara ini mengakrabkan wajah para finalis dengan pembaca sebelum mereka memilih GADIS Sampul Favorit mereka juga sebagai uji coba pertama para finalis GADIS Sampul dalam memperagakan busana dan tampil di depan umum.
Tidak heran jika acara Meet and Greet yang berlangsung di EX-Plaza Indonesia ini dipenuhi pengunjung yang penasaran ingin melihat secara langsung para finalis GADIS Sampul 2004. Kedatangan para finalis yang sudah didandani dan berjalan berbaris rapi menuju EX dari Plaza Indonesia langsung menyita perhatian pengunjung. Ketika sampai di atrium EX, rasa tegang mulai melanda para finalis. Stephanie Raharja Utama (Fany) merasa lensa kontaknya teriritasi, Sheila Schulze yang mengaku gemetar, Andrearin Agustin (Dea A.) yang terlihat sangat gugup, bahkan Cantika Ramona Felder (Tita) yang sudah sering berada di panggung pun mendadak kalang kabut. Alasan Tita adalah ia pertama kali berdiri di atas panggung bukan sebagai penyanyi. Sementara itu, finalis lain sibuk bernyanyi sendiri atau melambaikan tangan kepada keluarga atau teman yang menonton mereka. Bahkan Anastasia Waroka (Tasya) dan Putrinda Damayanti (Putri) diajak berfoto oleh fans.
Pada pukul 15:00 WIB, grup band Asian Groceries membuka acara. Band tersebut membawakan lagu-lagu terkenal yang membuat semua hadir, termasuk finalis, ikut bernyanyi. Saat band Asian Groceries membawakan lagu hit dari Maroon 5, para finalis muncul dari lantai atas menuju ke panggung dengan menuruni eskalator. Para finalis tampak sporty dengan busana dari Point Break sambil menari diiringi musik berirama latin yang menghentak. Tidak terlihat bahwa mereka sempat gugup dan bingung mau bergaya apa saat di belakang panggung.
Dinantiar Anditra (Nindy) yang kalem tiba-tiba loncat-loncat sembari berteriak seru ketika tampil maju ke depan panggung. Rahmania Kannesia Dahuri (Nia) dan Fanny, 2 finalis asal Bogor yang pemalu, tiba-tiba luwes bergaya. Semua finalis dan pengisi acara tampil heboh. Apalagi mereka juga ditonton oleh keluarga masing-masing. Finalis yang paling disambut heboh adalah Jelita Septriasa (Acha) yang fans dan suporternya langsung berteriak keras saat ia tampil di depan panggung. Ditambah mereka tampil bersama beberapa model pria, Fedi Nuril, Vino G. Bastian, dan Yogi Finanda yang langsung disambut jepretan kamera dari penonton.
Evan Sanders dan Cathy Sharon langsung mewawancarai finalis dengan pertanyaan seru dan usil. Misalnya, Tita yang ditanya mengapa ia ikut GADIS Sampul meskipun sudah terkenal sebagai penyanyi cilik. Tita pun menjawab ia ingin mengembangkan bakat di bidang modeling dan ingin merasakan nikmatnya ikut karantina GADIS Sampul. Setelah wawancara finalis nomor 1 hingga 10, acara dilanjutkan dengan Vino G. Bastian, Fedi Nuril, dan Yogi Finanda membagikan hadiah untuk penonton yang beruntung. Acara berlanjut dengan Soul ID menghibur penonton dengan lagu andalan mereka ditambah mereka juga membagikan poster dan menyanyikan lagu "Yeah" yang dipopulerkan Usher.
Setelah penampilan Soul ID, finalis nomor 11 hingga 20 muncul dengan busana dari Titi Boutique yang didominas oleh unsur preppy. Evan Sanders pun menguji kemampuan Sheila Schulze berbahasa asing (Sheila Schulze fasih berbicara dalam Bahasa Inggris, Bahasa Perancis, dan sedikit Bahasa Jerman). Sementara itu, Tasya mengaku bahwa ia tidak takut jerawat meskipun ia model karena ia mementingkan inner beauty. Lain dengan Acha yang diuji kebolehan akting dengan memarahi Evan Sanders yang ketahuan pacaran. Saking seriusnya Acha berakting marah, Evan Sanders sampai terpojok di pinggir panggung. Ditambah Dhaifina Alkatirie (Fina) yang ditanya bagian tubuh yang membuatnya kesal dan meminta menunjukkannya. Dengan spontan, ia langsung menjawab betisnya yang ia anggap besar seperti pemain sepak bola. Fina bahkan tidak malu mengangkat sedikit celana panjangnya dan menunjukkan betisnya ke penonton.
Selama acara, ada acara pembagian hadiah kuis via SMS yang hasilnya diumumkan di akhir acara. Sebelum acara selesai, pengunjung dan finalis dihibur oleh grup Brown Sugar yang tampil membawakan lagu top 40 seperti "Seniorita" (Justin Timberlake), "Baby Boy" (Beyoncé feat Sean Paul), dan "Hey Ya" (OutKast). Sebagai penutup, Tofu membawakan lagu hit mereka seperti "Hidup Cuma Sekali", "Cinta Abadi", dan "Cinta Semu".
Berikut adalah keseruan yang terjadi saat acara Meet & Greet:
Malam Final GADIS Sampul 2004 dengan tema "In The School Zone" diadakan di hari keenam karantina GADIS Sampul 2004, 15 Juli 2004. Acara ini dimulai pada pukul 19:00, setelah pintu Ballroom Hotel Mulia Senayan dibuka. Semua penonton Malam Final GADIS Sampul 2004 bergegas masuk ke dalam "kelas" agar tidak tertinggal pelajaran hari ini.[1]
Acara malam final dimulai dengan munculnya Tika (Tika Panggabean) yang terlambat masuk sekolah. Saking paniknya, ia berlari menuju panggung yang didesain dengan latar belakang rumus matematika, fisika, dan kimia. Setelah itu, tampil 29 orang anggota cheerleaders GADIS School yang merupakan hasil audisi dari beberapa sekolah di Jakarta membuka acara. Penampilan para anggota cheerleaders memukau penonton. Apalagi penampilan ini sesuai dengan tema pesta penobatan GADIS Sampul 2004, "In The School Zone".
Operet tahun ini bercerita tentang GADIS School yang akan mengadakan acara prom night. Di sekolah ini terdapat beberapa murid seperti Tika, ketua OSIS yang sok sibuk, Yosi (Yosi Mokalu), anggota basket yang mengaku memiliki sekolah dan senang menggoda Udjo (Djoni Permato), si anak pintar. Ditambah Aldo (Revaldo), ketua seksi acara prom night yang sering menghilang. Ditambah dengan Sigi (Sigi Wimala), siswi idola di GADIS School, dan Pak Guru Arie Dagienkz yang heboh.
Agar acara prom night sekolah mereka keren, panitia prom night sibuk mengaudisi artis yang akan tampil. Peserta audisi yang mengikuti audisi ini bukanlah sembarang nama. Peserta pertama audisi adalah Guy Sebastian, pemenang Australian Idol. Ia membawakan lagu "All I Need is You" dan "Angels Brought Me Here" membuat semua penonton terpesona. Peserta kedua audisi adalah alumni GADIS School, Krisdayanti yang menyanyikan lagu "Pilihlah Aku". Audy Item, peserta ketiga, turut meramaikan panggung dengan menyumbangkan "Lagu Sendu" dan "Arti Hadirmu". Ditambah penampilan peserta terkahir, Sheila on 7, yang membuat penonton menyanyi bersama dengan lagu "Menyelamatkanmu", "Itu Aku...", "Pejantan Tangguh", dan "Melompat Lebih Tinggi". Panitia pun bingung siapa artis yang dipilih.
Selain panitia yang sibuk. Ada 10 alumni GADIS Sampul ―La Saras, Raihaanun, Adhitya Putri, Selansia Griffith, Dinda Kanyadewi, Zee Zee Shahab, Soraya Larasati, Hayria Lontoh, Inka Noverita, dan Karina― ditambah 6 model pria ―Dwi Andhika, Fedi Nuril, Arifin Putra, Vino G. Bastian, Raffi Ahmad, dan Yogi Finanda― yang membuat satu sekolah (penonton) histeris. Apalagi mereka tampak cantik dan tampan dalam balutan busana dari koleksi H&R, Rangga, Titi Boutique, Point Break, dan NVU. Namun, yang menjadi pusat perhatian penonton adalah 20 gadis terpopuler tahun ini. 20 gadis itu adalah finalis GADIS Sampul 2004. Saat perkenalan mereka memakai busana dari Titi Boutique dan sepatu boots koleksi Rotteli. Selain memperkenalkan diri, mereka mengguncang kembali panggung malam final dengan penampilan kedua mereka di sesi "Talenta Extravaganza" dengan memakai koleksi H&R dan sepatu dari Skechers.
Sesi "Talenta Extravaganza" adalah acara unjuk bakat para finalis yang menampilkan banyak bakat terpendam yang dimiliki finalis. Berikut adalah unjuk bakat yang dipresentasikan di sesi "Talenta Extravaganza":
Saat yang paling heboh di sesi prom night adalah saat memilih siapa pemenang dari 20 gadis remaja cantik. 20 finalis GADIS Sampul 2004 tampil cantik dengan gaun penobatan, sepatu, dan aksesoris yang dirancang oleh Adjie Notonegoro. Setelah kemunculan finalis dengan balutan gaun karya Adjie Notonegoro, Tika, Udjo dan Yosi mulai memanggil nama-nama yang akan membacakan pengumuman pemenang.
Pengumuman pertama adalah pengumuman Miss Rejoice GADIS Sampul 2004 yang dibacakan oleh Eross dari Sheila on 7 dan Inka Noverita. Pemenang kategori ini adalah Rahmania Kannesia Dahuri dari Bogor. Ditambah pengumuman kejutan yang disiapkan juri untuk tahun ini dengan pengumuman pemenang penghargaan khusus dari dewan juri untuk GADIS Sampul Berbakat 2004. Vino G. Bastian, Raffi Ahmad, dan Yogi Finanda mengumumkan Sheila Schulze sebagai pemenang untuk kategori spesial ini.
Untuk para pemenang utama GADIS Sampul 2004, yang membacakan pengumuman adalah beberapa pemenang di ajang kompetisi lain. Evan Sanders dan Cathy Sharon yang memenangkan kompetisi MTV VJ Hunt mengumumkan nama Anastasia Waroka sebagai GADIS Sampul Favorit 2004. Ada 8 kontestan Indonesian Idol, yang menyanyikan reff lagu "Ekspresi" dan disambut oleh jeritan penonton, memanggil Adelya Catherine sebagai Runner-up II GADIS Sampul 2004. Guy Sebastian dan Soraya Larasati membacakan nama pemenang Runner-up I GADIS Sampul 2004 yang jatuh ke tangan Farah Debby.
Dan yang terakhir, yang paling mendebarkan dan membuat merinding. Malam Final GADIS Sampul 2004 kali ini sangatlah spesial. Karena penyanyi asli dan pencipta lagu GADIS Sampul tampil langsung.
Krisdayanti dengan iringan piano Yovie Widianto menyanyikan lagu gema GADIS Sampul mengiringi langkah Coreana Agashi, GADIS Sampul 2003, berjalan berkeliling mencari penggantinya. Di akhir lagu, ia mendekati Putrinda Damayanti yang terpilih sebagai GADIS Sampul 2004. Saking syoknya, Putri hampir terjatuh saat tangannya digandeng Coreana Agashi untuk berjalan ke depan.
Setelah penobatan pemenang, acara malam ini berakhir dengan sesi foto para finalis bersama dewan juri, pengisi acara, dan keluarga. Acara pesta penobatan telah berakhir tetapi perjalanan karir untuk 20 finalis GADIS Sampul 2004 masih dalam tahap permulaan.
Berikut adalah saat-saat yang akan dikenang saat acara malam final:
Di balik ramainya panggung Malam Final GADIS Sampul 2004, terdapat beberapa momen di belakang panggung yang sayang jika dilewatkan. Berikut adalah momen-momen yang tidak bisa dilewatkan:
| Utama | |||
|---|---|---|---|
| Gelar | Kontestan | ||
| GADIS Sampul 2004 | Jakarta - Putrinda Damayanti | ||
| Runner Up I GADIS Sampul 2004 | Jakarta - Farah Debby | ||
| Runner Up II GADIS Sampul 2004 | Jakarta - Adelya Catherine | ||
| Penghargaan khusus | |||
| Gelar | Kontestan | ||
| GADIS Sampul Favorit 2004 | Banten - Anastasia Waroka | ||
| GADIS Sampul Berbakat 2004 | Bali - Sheila Sculze | ||
| Miss Rejoice GADIS Sampul 2004 | Bogor - Rahmania Kannesia Dahuri | ||
Pada tahun ini, jumlah peserta dari formulir yang masuk ke redaksi majalah GADIS berjumlah 10.098 orang. Sehingga dibutuhkan seleksi yang ketat dan penyaringan dari 90 unggulan menjadi 40 semifinalis hingga terpilih sebagai 20 finalis.
20 peserta tampil sebagai finalis pada tahun ini:
| No. Peserta | Peserta | Kota asal | Usia | Sekolah asal |
|---|---|---|---|---|
| 10 | Adelya Catherine | Jakarta | 14 | SMP Al-Azhar Syifa Budi Kemang Jakarta |
| 12 | Amila Alistiawati | Jakarta | 16 | SMA Negeri 81 Jakarta |
| 13 | Anastasia Waroka | Tangerang Selatan | 14 | SMP BPK Penabur 8 Banten |
| 6 | Anasthasia Sinnia Tedja | Jakarta | 13 | Jubilee School Jakarta |
| 4 | Andrearin Agustin | Medan | 16 | SMA Negeri 15 Medan |
| 7 | Ayushita Widyartoeti Nugraha | Jakarta | 15 | SMP St. Bellarminus Jakarta |
| 9 | Cantika Ramona Felder | Jakarta | 14 | SMP Tarakanita 1 Jakarta |
| 5 | Derisa Eka Putrie | Tangerang | 16 | SMA Al-Azhar |
| 17 | Dhaifina Alkatirie | Bandung | 13 | SMP Negeri 13 Bandung |
| 19 | Dinantiar Anditra | Malang | 15 | SMP Negeri 3 Malang |
| 15 | Farah Debby | Jakarta | 15 | SMP Negeri 109 Jakarta |
| 14 | Jelita Septriasa[2] | Jakarta | 14 | SMP Negeri 73 Jakarta |
| 18 | Nadya Wulan Febiana | Surabaya | 15 | SMP Negeri 6 Surabaya |
| 1 | Ninda Felina D. Y. | Lampung | 15 | SMA BPK Penabur Bandar Lampung |
| 2 | Putrinda Damayanti | Jakarta | 17 | Gandhi Memorial International School Jakarta |
| 16 | Rahmania Kannesia Dahuri | Bogor | 15 | SMP Negeri 1 Bogor |
| 3 | Sheila Marcia Joseph[3] | Denpasar | 14 | SMP Taman Rama Bali |
| 11 | Sheila Schulze | Denpasar | 13 | SMP Dyatmika Sekar Bawana Bali |
| 8 | Stephanie Raharja Utama | Bogor | 13 | SMP Mardi Yuana Bogor |
| 20 | Tracy Eve Sabatini Langitan | Manado | 15 | SMA Negeri 1 Manado |
Pengumuman 40 semifinalis GADIS Sampul 2004 diumumkan pada majalah GADIS edisi 17. 40 semifinalis disaring dari 90 peserta unggulan.
| Peserta | Kota asal | Usia | Sekolah asal |
|---|---|---|---|
| Acintya Paramita | Malang | 17 | SMA Negeri 8 Malang |
| Adelya Catherine | Jakarta | 14 | SMP Al Azhar Syifa Budi Kemang Jakarta |
| Adila Megawati Wisnusena | Bandung | 15 | SMA Negeri 10 Bandung |
| Amila Alistiawati | Jakarta | 16 | SMA Negeri 81 Jakarta |
| Anastasia Waroka | Tangerang Selatan | 13 | SMP BPK Penabur 8 Banten |
| Anasthasia Sinnia Tedja | Jakarta | 13 | Jubilee School Jakarta |
| Andrearin Agustin | Medan | 16 | SMA Negeri 15 Jakarta |
| Aninta Pinta Purwanto | Jakarta | 17 | SMA Negeri 73 Jakarta |
| Annisa Saadia Ifat | Bandung | 13 | SMP Taruna Bakti Bandung |
| Ayushita Widyartoeti Nugraha | Jakarta | 15 | SMP St. Bellarminus Jakarta |
| Belda Nurmeyna | Bandung | 14 | SMP Negeri 28 Bandung |
| Cantika Ramona Felder | Jakarta | 14 | SMP Tarakanita 1 Jakarta |
| Citra Saraswati | Bekasi | 17 | SMA Islam Al Azhar Bekasi |
| Dara Astari Humaira | Tangerang | 13 | SMP Negeri 11 Tangerang |
| Derisa Eka Putrie | Tangerang | 16 | SMA Islam Al Azhar Tangerang |
| Dhaifina Alkatirie | Bandung | 14 | SMP Negeri 13 Bandung |
| Dinantiar Anditra | Malang | 15 | SMP Negeri 3 Malang |
| Farah Debby | Jakarta | 15 | SMP Negeri 109 Jakarta |
| Indah Nursetyaningrum | Tangerang | 13 | SMP Negeri 4 Tangerang |
| Jelita Septriasa | Jakarta | 14 | SMP Negeri 73 Jakarta |
| Jessica Santosa | Jakarta | 16 | SMA Seruni Don Bosco Jakarta |
| Nadya Wulan Febiana | Surabaya | 15 | SMP Negeri 6 Surabaya |
| Nancy Sonda Apriany Tampubolon | Bogor | 16 | SMA Mardi Yuana Bogor |
| Natasha Claudia | Bekasi | 14 | SMP Negeri 199 Jakarta |
| Natasha Ghea Permata | Palembang | 17 | SMA Negeri 1 Palembang |
| Ninda Felina D. Y. | Bandar Lampung | 15 | SMAK BPK Penabur Bandar Lampung |
| Nuzulia Rahmi | Jakarta | 16 | SMA Negeri 21 Jakarta |
| Pramadhani Kartika Putri | Semarang | 17 | SMA Negeri 1 Semarang |
| Putrinda Damayanti | Jakarta | 17 | Gandhi Memorial School Jakarta |
| Rahmania Kanesia Dahuri | Bogor | 15 | SMP Negeri 1 Bogor |
| RR. Marissa Dwi Sukmadewi Harsono | Semarang | 16 | SMA Negeri 1 Semarang |
| Sarastika | Medan | 14 | SMP Negeri 1 Medan |
| Sheila Marcia Joseph | Denpasar | 14 | SMP Taman Rama Bali |
| Sheila Schulze | Denpasar | 13 | SMP Sekar Dyatmika Bawana Bali |
| Stephanie Raharja Utama | Bogor | 13 | SMP Mardi Yuana Bogor |
| Stephanie Sara Adriana Patty | Malang | 14 | SMP Katolik Frateran Cekalet 21 Malang |
| Tracy Eve Sabatini Langitan | Manado | 16 | SMA Negeri 1 Manado |
| Trihayu Mitra Karina Soerbakti | Jakarta | 15 | Jakarta International School |
| Yeni Ranita | Yogyakarta | 16 | SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta |
| Yuriko Kobayashi | Tangerang | 14 | SMP Yadika 6 Tangerang |
Catatan: nama-nama yang ditebalkan adalah peserta yang terpilih sebagai finalis dan akan mengikuti karantina.
90 unggulan GADIS Sampul 2004 terbagi atas tiga bagian yang masing masing berisi 30 nama unggulan. Pengumuman unggulan GADIS Sampul 2004 diumumkan pada majalah GADIS edisi 14, 15, dan 16.
Berikut adalah 30 nama peserta unggulan pertama GADIS Sampul 2004 yang akan disaring menjadi 40 semifinalis.
| Nama | Kota asal | Usia | Sekolah asal |
|---|---|---|---|
| Aisha Rahman | Jakarta | 17 | SMA Negeri 71 Jakarta |
| Anastasia Waroka | Tangerang Selatan | 13 | SMP BPK Penabur 8 Banten |
| Annisa Saadia Ifat | Bandung | 13 | SMP Taruna Bakti Bandung |
| Anggita Iriani | Malang | 16 | SMA Negeri 5 Malang |
| Belda Nurmeyna | Bandung | 14 | SMP Negeri 28 Bandung |
| Cininta Setyami | Jakarta | 14 | SMP Bakti Mulya 400 Jakarta |
| Citra Saraswati | Bekasi | 17 | SMA Islam Al Azhar Bekasi |
| Dian Febrianti | Belitung | 16 | SMA Negeri 3 Pangkal Pinang |
| Indah Nursetyaningrum | Tangerang | 13 | SMP Negeri 4 Tangerang |
| Jamiah Siregar | Jakarta | 15 | SMP Al Azhar Jakarta |
| Juwita Maritsa | Jakarta | 13 | SMP Negeri 115 Jakarta |
| Michelle B. Adamy | Jakarta | 14 | SMA Negeri 3 Jakarta |
| Mira Rosmawati | Bogor | 14 | SMP Negeri 6 Bogor |
| Miriam Elga G. D. Zulkarnain | Jakarta | 16 | SMP Labschool Jakarta |
| Natasha Ghea Permata | Palembang | 17 | SMA Negeri 1 Palembang |
| Nirma Ramadhania | Jakarta | 17 | SMA Negeri 14 Jakarta |
| Nurul Husna | Jakarta | 15 | SMA Negeri 55 Jakarta |
| Popy Bunga | Jakarta | 13 | SD Negeri Kreo IV |
| Pramadhani Kartika Putri | Semarang | 17 | SMA Negeri 1 Semarang |
| Putri Vea Desmonda Sari | Jakarta | 16 | SMA Islam PB Soedirman Jakarta |
| Rachmalia Heryaningtyas | Jakarta | 15 | SMA Negeri 93 Jakarta |
| RR. Marissa Dwi Sukmadewi Harsono | Semarang | 16 | SMA Negeri 1 Semarang |
| Sarastika | Medan | 14 | SMP Negeri 1 Medan |
| Sheila Schulze | Denpasar | 13 | SMP Dyatmika Sekar Bawana Bali |
| Syarifa Aulia Husin | Jakarta | 15 | SMP Labschool Jakarta |
| Thalita Annemarie Latief | Tangerang Selatan | 14 | SMP Tirta Marta BPK Penabur Jakarta |
| Trinita Novita Laksmi | Jakarta | 14 | SMP St. Bellarminus Jakarta |
| Victoria Regina Rosalina | Bogor | 14 | SMP Negeri 1 Bogor |
| Yuliana Adhika | Jakarta | 13 | SMP Negeri 13 Jakarta |
Catatan: nama yang ditebalkan adalah nama yang lolos ke babak semifinal.
Berikut adalah 30 nama peserta unggulan kedua GADIS Sampul 2004 yang akan disaring menjadi 40 semifinalis.
| Nama | Kota asal | Usia | Sekolah asal |
|---|---|---|---|
| Amila Alistiawati | Jakarta | 16 | SMA Negeri 81 Jakarta |
| Anasthasia Sinnia Tedja | Jakarta | 13 | Jubilee School |
| Angga Dian | Jakarta | 16 | SMA Negeri 29 Jakarta |
| Aninta Pinta P. | Jakarta | 17 | SMA Negeri 73 Jakarta |
| Ayushita Widyartoeti Nugraha | Jakarta | 15 | SMP St. Bellarminus Jakarta |
| Barbara Hahiyari | Jakarta | 13 | SMP Labschool Jakarta |
| Cantika Ramona Felder | Jakarta | 14 | SMP Tarakanita 1 Jakarta |
| Dara Astari Humaira | Tangerang | 13 | SMP Negeri 11 Tangerang |
| Derisa Eka Putrie | Tangerang | 16 | SMA Islam Al Azhar Tangerang |
| Dhaifina Alkatirie | Bandung | 14 | SMP Negeri 13 Bandung |
| Dziham Khilmi Ayu Firdausi | Belitung | 15 | SMP Negeri 2 Belitung |
| Faiza Dinda Maaruf | Tangerang | 13 | SMP Islamic Centre Tangerang |
| Gitari Paramitha | Jakarta | 15 | SMP St. Vincentius Jakarta |
| Hestin Kezia Octalina Klass | Kupang | 16 | SMA Negeri 1 Kupang |
| Mia Amelia | Garut | 15 | SMP Negeri 1 Garut |
| Nadya Wulan Febiana | Surabaya | 15 | SMP Negeri 6 Surabaya |
| Nikita Vanessa | Jakarta | 13 | Global Islamic School Jakarta |
| Ninda Felina D. Y. | Bandar Lampung | 15 | SMAK BPK Penabur Lampung |
| Nuzulia Rahmi | Jakarta | 16 | SMA Negeri 21 Jakarta |
| Putrinda Damayanti | Jakarta | 17 | Gandhi Memorial School Jakarta |
| Rahmania Kannesia Dahuri | Bogor | 15 | SMP Negeri 1 Bogor |
| Raida Hankina | Jakarta | 16 | SMA Negeri 3 Jakarta |
| Shaheila Nafisa Gianetti Djohar | Jakarta | 15 | SMP Al Ikhlas Jakarta |
| Sheila Marcia Joseph | Denpasar | 14 | SMP Taman Rama Bali |
| Steffy Sabathini Lumban Raja | Medan | 16 | SMA Cahaya Medan |
| Theresia Desty Phikishia | Semarang | 16 | SMA Negeri 1 Semarang |
| Trihayu Mitra Karina | Jakarta | 15 | Jakarta International School |
| Trisna Chirtina | Malang | 16 | SMAK St. Albertus Malang |
| Yana Rusmariana Silondae | Semarang | 15 | SMA Negeri 3 Semarang |
| Yeni Ranita | Yogyakarta | 16 | SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta |
Catatan: nama yang ditebalkan adalah nama yang lolos ke babak semifinal.
Berikut adalah 30 nama peserta unggulan kedua GADIS Sampul 2004 yang akan disaring menjadi 40 semifinalis.
| Nama | Kota asal | Usia | Sekolah asal |
|---|---|---|---|
| Acintya Paramita | Malang | 17 | SMA Negeri 8 Malang |
| Adelya Catherine | Jakarta | 14 | SMP Al Azhar Syifa Budi Kemang Jakarta |
| Adila Megawati Wisnusena | Bandung | 15 | SMA Negeri 10 Bandung |
| Agneshia Meisha Putri | Pekanbaru | 14 | SMP Cendana Rumbai Pekanbaru |
| Anastasia Norma Monica | Bekasi | 16 | SMP St. Bellarminus Jakarta |
| Andrearin Agustin | Medan | 16 | SMA Negeri 15 Medan |
| Armitha S. Hutagalung | Jakarta | 14 | SMP Don Bosco II Jakarta |
| Cecilia Janet A. | Jakarta | 16 | Notre Dame School Jakarta |
| Dinantiar Anditra | Malang | 15 | SMP Negeri 3 Malang |
| Eva Rizki Agusti | Jakarta | 16 | SMA Negeri 31 Jakarta |
| Farah Debby | Jakarta | 15 | SMP Negeri 109 Jakarta |
| Jelita Septriasa | Jakarta | 14 | SMP Negeri 73 Jakarta |
| Jessica Santosa | Jakarta | 16 | SMA Seruni Don Bosco Jakarta |
| Karen Felicia S. | Surabaya | 14 | Ghim Moh Road Singapore |
| Loly Ayu N. | Palembang | 16 | SMA Methodist 1 Palembang |
| Maria Anggraeni Murwiki | Denpasar | 14 | SMP Santo Yoseph Denpasar |
| Marisca Putri | Bandung | 15 | SMP Negeri 13 Bandung |
| Meiriska Dwi Santy | Bandung | 17 | SMA Negeri 6 Bandung |
| Nancy Sonda Apriany Tampubolon | Bogor | 16 | SMA Mardi Yuana Bogor |
| Natasha Claudia | Bekasi | 14 | SMP Negeri 199 Jakarta |
| Putri Sekar Wangi | Jakarta | 14 | SMP Islam Al Azhar Jakarta |
| Rachma Putri Apri Irani | Jakarta | 16 | SMIP Jayawisata Jakarta |
| Rezky Putri Anas | Jakarta | 15 | SMA Dipenogoro Jakarta |
| Shendy Angelina | Bogor | 15 | Pelita Harapan Bukit Sentul Bogor |
| Stephanie Raharja Utama | Bogor | 13 | SMP Mardi Yuana Bogor |
| Stephanie Sara Adriana Patty | Malang | 14 | SMP Katolik Frateran Cekalet 21 Malang |
| Tracy Eve Sabatini Langitan | Manado | 16 | SMA Negeri 1 Manado |
| Winda Maulidina | Tangerang | 16 | SMA Negeri 46 Jakarta |
| Yulita Dwi Stania | Semarang | 16 | SMA Negeri 3 Semarang |
| Yuriko Kobayashi | Tangerang | 14 | SMP Yadika 6 Tangerang |
Catatan: nama yang ditebalkan adalah nama yang lolos ke babak semifinal.