Dionisius orang Areopagus adalah seorang yang disebut dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen, yang kemudian menjadi martir Kristen pada masa pemerintahan Kaisar Domitian. Ia lahir di Athena. Dionisius mempelajari bidang astronomi di Mesir sehingga ia menjadi seorang astrolog terkenal pada masanya. Usai menimba ilmu di Mesir, ia kembali ke Atena dan di sana Dionisius dipilih menjadi senator di dalam majelis Areopagus. Dionisius menjadi salah satu orang yang menjadi Kristen oleh karena pemberitaan Paulus di Athena. Dengan demikian, ia mengalami dilemma sebagai seorang senator dan seorang Kristen. Sebagai senator, ia harus ikut menyembah dewa-dewa Romawi dan kaisar. Akhirnya, Dionisius memutuskan meninggalkan jabatannya sebagai senator. Dalam Kisah Para Rasul dicatat: "Beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka."
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia



Dionisius orang Areopagus (bahasa Yunani: Διονύσιος ὁ Ἀρεοπαγίτηςcode: el is deprecated ; bahasa Inggris: Dionysius the Areopagitecode: en is deprecated ) adalah seorang yang disebut dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen, yang kemudian menjadi martir Kristen pada masa pemerintahan Kaisar Domitian.[1] Ia lahir di Athena.[1] Dionisius mempelajari bidang astronomi di Mesir sehingga ia menjadi seorang astrolog terkenal pada masanya.[1] Usai menimba ilmu di Mesir, ia kembali ke Atena dan di sana Dionisius dipilih menjadi senator di dalam majelis Areopagus.[1] Dionisius menjadi salah satu orang yang menjadi Kristen oleh karena pemberitaan Paulus di Athena.[1] Dengan demikian, ia mengalami dilemma sebagai seorang senator dan seorang Kristen.[1] Sebagai senator, ia harus ikut menyembah dewa-dewa Romawi dan kaisar.[1] Akhirnya, Dionisius memutuskan meninggalkan jabatannya sebagai senator.[1]
Dalam Kisah Para Rasul dicatat:
"Beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka."[2]
Menurut Dionisius dari Korintus, yang dikutip oleh Eusebius, Dionisius yang di Atena ini kemudian menjadi uskup kedua di Atena.[3] Setelah terjadi berbagai penghambatan terhadap orang-orang Kristen di Athena, Dionisius ikut tertangkap dan diadili di hadapan gubernur Athena.[1] Ia mengalami berbagai penyiksaan karena tidak mau ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa dan kaisar.[1] Oleh Kaisar, Dionisius dijatuhi hukuman mati yaitu hukuman pancung.[1]
Dionisius banyak meninggalkan karya-karya yang ditulisnya selama ia hidup.[4] Beberapa karyanya yang terkenal adalah: