Santo Matias Rasul adalah salah seorang dari 12 rasul yang merupakan murid Yesus. Ia dipilih menjadi rasul menggantikan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Ketika Yudas mati bunuh diri, para rasul bersepakat untuk memilih orang untuk mengisi tempat Yudas sebagai rasul. Syaratnya adalah orang itu haruslah menjadi pengikut Yesus sejak baptisan Yesus hingga menyaksikan kebangkitan Yesus. Kemudian ada dua orang yang memenuhi syarat tersebut, Matias dan Yustus yang disebut Barsabas. Matias kemudian terpilih menjadi rasul. Sebagaimana rasul lainnya, ia menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta. Akan tetapi, karya dan kehidupannya selanjutnya tidak diketahui. Dikisahkan bahwa ia pertama-tama berkhotbah di daerah Yudea, tetapi kemudian ia berkarya di Kapadokia dan di sekitar Laut Kaspia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Santo Matias | |
|---|---|
| Rasul | |
| Lahir | Abad ke-1 Masehi Yudea (masa kini Israel) |
| Meninggal | sekitar 80 Masehi Yerusalem atau Colchis (masa kini Georgia) |
| Dihormati di | Gereja Katolik Roma Gereja Ortodoks Timur Gereja Anglikan Gereja Lutheran |
| Pesta | 14 Mei (Gereja Katolik Roma, Gereja Anglikan) 9 Agustus (Gereja Ortodoks Timur) 24 Februari (pre-1970 Kalender Romawi, Gereja Episkopal, Gereja Lutheran) |
| Atribut | kapak[1] |
| Pelindung | alkoholik; tukang bangunan |
Santo Matias Rasul adalah salah seorang dari 12 rasul yang merupakan murid Yesus.[2] Ia dipilih menjadi rasul menggantikan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus.[2][3] Ketika Yudas mati bunuh diri, para rasul bersepakat untuk memilih orang untuk mengisi tempat Yudas sebagai rasul.[2][3] Syaratnya adalah orang itu haruslah menjadi pengikut Yesus sejak baptisan Yesus hingga menyaksikan kebangkitan Yesus.[2] Kemudian ada dua orang yang memenuhi syarat tersebut, Matias dan Yustus yang disebut Barsabas.[2] Matias kemudian terpilih menjadi rasul.[2] Sebagaimana rasul lainnya, ia menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta.[2] Akan tetapi, karya dan kehidupannya selanjutnya tidak diketahui.[2] Dikisahkan bahwa ia pertama-tama berkhotbah di daerah Yudea, tetapi kemudian ia berkarya di Kapadokia dan di sekitar Laut Kaspia.[2]
(sumber: Kisah Para Rasul 1:15–26)