Dewan Perdagangan dan Teknologi Uni Eropa-Amerika Serikat merupakan forum antara negara-negara Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk mengkoordinasikan pendekatan terhadap isu-isu global utama mengenai perdagangan, ekonomi, dan teknologi, serta memperdalam hubungan perdagangan dan ekonomi trans-atlantik berdasarkan nilai-nilai bersama. Forum ini mulai didirikan pada Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa-Amerika Serikat 15 Juni 2021 di Brussels. Forum TTC ini dijalankan di bawah kepemimpinan lima ketua bersama, antara lain Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Valdis Dombrovskis, Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa yang juga sekaligus Kepala Persaingan Ekonomi Uni Eropa Margrethe Vestager, Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Dewan Perdagangan dan Teknologi Uni Eropa-Amerika Serikat (bahasa Inggris: The EU-US Trade and Technology Council; TTC) merupakan forum antara negara-negara Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk mengkoordinasikan pendekatan terhadap isu-isu global utama mengenai perdagangan, ekonomi, dan teknologi, serta memperdalam hubungan perdagangan dan ekonomi trans-atlantik berdasarkan nilai-nilai bersama. Forum ini mulai didirikan pada Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa-Amerika Serikat (bahasa Inggris: EU-US Summit) 15 Juni 2021 di Brussels.[1] Forum TTC ini dijalankan di bawah kepemimpinan lima ketua bersama (bahasa Inggris: co-chairs), antara lain Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Valdis Dombrovskis, Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa yang juga sekaligus Kepala Persaingan Ekonomi Uni Eropa Margrethe Vestager, Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai.[2]
Pada Desember 2020, Komisi Eropa mengusulkan pendirian Dewan Perdagangan dan Teknologi Uni Eropa-Amerika Serikat (EU-US TTC) untuk memfasilitasi perdagangan, memperluas investasi, mengembangkan standar yang kompatibel, mendorong inovasi, dan memperkuat kepemimpinan teknologi dan industri para mitra, serta memimpin transformasi ekonomi dan teknologi berbasis nilai.[3]
Hal tersebut juga sejalan dengan kondisi perdagangan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat yang terus berlanjut dan sama pentingnya seperti sebelumnya, telah membentuk hubungan ekonomi bilateral terbesar di dunia dengan aliran data global terbesar melintasi Atlantik. Meskipun begitu, dalam beberapa tahun terakhir, hubungan perdagangan trans-atlantik dan kebijakan teknologi antara keduanya menunjukkan rendahnya tingkat kerja sama dan adanya kemunculan beberapa sumber ketegangan. Pergantian pemerintahan Amerika Serikat pada tahun 2021 kemudian menyegarkan kembali hubungan antara keduanya.[3]
Pada 15 Juni 2021, diselenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Pendirian Dewan Perdagangan dan Teknologi yang juga didasari oleh Agenda Bersama trans-atlantik era pasca-pandemi, yang mana memperbarui kemitraan trans-atlantik antara negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Dengan dibentuknya forum ini, negara-negara yang tergabung dalam forum tersebut berkomitmen untuk mewujudkan reformasi dan penegakan sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan.[4]
Dalam melaksanakan kerjanya, TTC terdiri dari kelompok kerja yang dipimpin oleh departemen, layanan, atau lembaga terkait, untuk mengoperasikan keputusan politik dan mengoordinasikan pekerjaan teknis. Terdapat 10 kelompok kerja sesuai dengan fokus yang spesifik yang tergabung dalam TTC.[1]
Kelompok Kerja 1 berfokus pada Standar Teknologi. Kelompok kerja ini bertugas untuk mengembangkan pendekatan untuk koordinasi dan kerja sama dalam standar teknologi kritis dan yang sedang berkembang termasuk kecerdasan buatan dan teknologi berkembang lainnya. Kelompok kerja ini akan mendukung pengembangan standar teknis yang sejalan dengan nilai-nilai inti dari Uni Eropa dan Amerika Serikat, serta mengenali pentingnya standardisasi internasional yang yang didukung oleh prinsip Organisasi Perdagangan Dunia.[5]
Kelompok Kerja 2 berfokus pada Iklim dan Teknologi Bersih. Kelompok kerja ini bertugas untuk mengenali peluang, langkah-langkah, dan insentif terhadap dukungan pengembangan teknologi, perdagangan, serta investasi dalam teknologi, produk, dan layanan jasa yang netral iklim, termasuk kolaborasi dengan negara di luar Uni Eropa maupun Amerika Serikat, riset dan inovasi, serta eksplorasi metode, alat, maupun teknologi untuk mengalkulasi emisi gas rumah kaca dalam perdagangan global.[6]
Kelompok Kerja 3 berfokus pada Rantai Pasok yang Aman. Kelompok kerja ini bertugas untuk meningkatkan kekuatan dan keamanan rantai pasok Uni Eropa dan Amerika Serikat dalam sektor-sektor utama untuk mewujudkan transisi hijau dan digital, serta untuk menjamin perlindungan warganya. Fokus utamanya adalah meningkatkan kekuatan rantai pasok pada sektor semikonduktor, dan sektor-sektor seperti energi bersih, obat-obatan, dan material-material penting lainnya.[7]
Kelompok Kerja 4 berfokus pada Keamanan dan Daya Saing Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kelompok kerja ini bertugas untuk melanjutkan usaha memastikan keamanan, keberagaman, interoperabilitas, dan kekuatan pada seluruh rantai pasok teknologi informasi dan komunikasi, termasuk area-area kritis dan sensitif, seperti 5G, kabel bawah laut, pusat-pusat data, dan infrastruktur penyimpanan cloud. Selain itu, kelompok kerja ini juga bertugas untuk memperkuat kerja sama pada riset dan inovasi untuk sistem internet 5G dan 6G. Pada kelompok kerja ini, pemerintah Uni Eropa dan Amerika Serikat bekerja sama dengan pemangku kepentingan yang relevan, yang mampu mengembangkan visi dan peta jalan untuk mempersiapkan teknologi komunikasi generasi berikutnya menuju 6G. Tugas lain dari kelompok kerja ini adalah membahas keamanan data.[8]
Kelompok Kerja 5 berfokus pada Tata Kelola Data dan Platform Teknologi. Kelompok kerja ini bertugas dalam pertukaran informasi masing-masing mengenai pendekatan terhadap tata kelola data dan tata kelola platform teknologi, dengan mempertimbangkan konsistensi dan interoperabilitas yang memungkinkan. Uni Eropa dan Amerika Serikat bermaksud untuk melakukan pertukaran informasi dan pandangan mengenai regulasi saat ini maupun yang akan datang dengan tujuan untuk mengatasi kekhawatiran bersama. Isu yang umumnya menjadi kekhawatiran, di antaranya konten ilegal dan berbahaya dan amplifikasi algoritmanya, transparansi, serta akses terhadap data platform untuk peneliti.[9]
Kelompok Kerja 6 berfokus pada Penyalahgunaan Teknologi yang Mengancam Keamanan dan Hak Asasi Manusia. Kelompok kerja ini bertugas untuk melawan pengawasan yang sewenang-wenang dan melawan hukum, termasuk pada platform sosial media. Kelompok kerja ini akan mengeksplorasi mekanisme efektif untuk merespon penutupan akses internet, yang sejalan dengan G7 dan negara lainnya. Kelompok kerja ini akan terus mengeksplorasi upaya untuk melindungi pembela hak asasi manusia secara daring, dan meningkatkan kerja sama kerja sama trans-atlantik untuk mengatasi manipulasi informasi asing, termasuk disinformasi, dan gangguan terhadap proses demokrasi. Kelompok kerja ini juga ditugaskan untuk menangani sistem penilaian sosial dan berkolaborasi pada proyek yang memajukan pengembangan AI yang dapat dipercaya.[10]
Kelompok Kerja 7 berfokus pada Pengendalian Ekspor. Kelompok kerja ini bertujuan untuk memfasilitasi konsultasi teknis dalam pengembangan regulasi dan urusan legislatif, pertukaran informasi mengenai asesmen risiko dan praktik perizinan, serta kepatuhan penegakan hukum, mempromosikan pendekatan kontrol konvergen pada teknologi penggunaan ganda yang sensitif, dan melakukan penjangkauan industri bersama tentang kontrol ekspor penggunaan ganda.[11]
Kelompok Kerja 8 berfokus pada Screening Investasi. Kelompok kerja ini bertujuan untuk melakukan pertukaran informasi mengenai tren-tren investasi yang berdampak pada keamanan, termasuk tren strategis dalam industri tertentu, asal investasi, dan tipe transaksi. Lebih lanjut, kelompok ini berfokus pada praktik terbaik, termasuk analisis risiko dan langkah-langkah mitigasi risiko dengan fokus terhadap teknologi menyangkut data sensitif, yang mungkin di dalamnya terdapat data personal. Secara bersamaan dengan kelompok kerja lainnya, kelompok kerja ini juga berfokus untuk mengembangkan pandangan holistik dari alat-alat kebijakan yang menangani risiko berkenaan dengan teknologi spesifik.[12]
Kelompok Kerja 9 berfokus pada Mempromosikan Akses dan Penggunaan Teknologi Digital bagi Usaha Kecil dan Menengah. Kelompok kerja ini bertugas untuk meluncurkan kegiatan penjangkauan yang akan menawarkan peluang bagi usaha-usaha kecil dan menengah dan masyarakat yang kurang memadai, serta perwakilannya, untuk berbagi kebutuhan, pengalaman, strategi, dan praktik terbaiknya dengan pembuat kebijakan di lingkup Atlantik dengan pandangan untuk memastikan pemahaman yang lebih baik dari hambatan terhadap pemberdayaan digital mereka. Selain itu, rangkaian pelatihan daring dan sesi dengar untuk usaha kecil dan menengah di Uni Eropa dan Amerika Serikat juga dilaksanakan sepanjang tahun 2022.[13]
Terakhir, Kelompok Kerja 10 berfokus pada Tantangan Perdagangan Global. Kelompok kerja ini ditugaskan untuk memfokuskan tantangan-tantangan dari kebijakan dan praktik ekonomi non-pasar, serta menghindari hambatan teknis dalam produk dan layanan teknologi baru. Kelompok ini secara lebih lanjut akan berfokus mempromosikan dan melindungi hak-hak pekerja serta pekerjaan yang layak, serta memperjuangan isu-isu perdagangan dan lingkungan.[14]

Konferensi Tingkat Tinggi ini menandai awal dari diperbaruinya kemitraan trans-atlantik dan diaturnya agenda bersama antara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Pada Konferensi Tingkat Tinggi ini, Uni Eropa direpresentasikan oleh Charles Michel selaku presiden Dewan Eropa dan Ursula von der Leyen selaku presiden Komisi Eropa, sedang Amerika Serikat direpresentasikan oleh Presiden Joe Biden.[4] Selain itu, pertemuan ini juga dihadiri oleh delegasi yang kemudian ditunjuk menjadi ketua bersama dari kedua belah pihak.[15]
Pada Konferensi Tingkat Tinggi ini pula EU-US TTC pertama kali dibentuk secara formal. Tujuan utama dari dibuatnya forum ini, antara lain:[16]
Pada Konferensi Tingkat Tinggi ini pula, 10 kelompok kerja dibentuk untuk mengoperasikan keputusan-keputusan politis menjadi hasil yang diharapkan, mengoordinasikan pekerjaan teknis, dan melaporkan ke pihak-pihak di level politis.[16] Kelompok kerja tersebut, antara lain:
Secara paralel, Uni Eropa dan Amerika Serikat telah mengatur sebuah dialog kebijakan bersama mengenai persaingan teknologi yang akan difokuskan pada pengembangan pendekatan umum dan menguatkan kerja sama dalam kebijakan penyelenggaraan dan persaingan kebijakan dalam sektor teknologi.[16]

Pertemuan pertama TTC dilaksanakan di Pittsburgh, Pennsylvania pada 29 September 2021. Delegasi Amerika Serikat yang ditunjuk oleh Presiden Biden, antara lain Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai, yang akan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.[17]
Pada pertemuan ini, disepakati agenda dan program kerja yang akan digarap oleh TTC. Selain itu, adanya pernyataan sikap bersama mengenai kecerdasan buatan, rantai pasok semikonduktor, screening investasi, dan pengendalian atas ekspor.[18] Lebih lanjut, pada pertemuan ini juga dibahas mengenai lingkup pekerjaan ke depannya dari sepuluh kelompok kerja yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya bersamaan dengan diresmikannya pembentukan TCC.[19]
Pernyataan bersama yang dikeluarkan dari pertemuan ini mengidentifikasi bahwa semikonduktor merupakan prioritas teratas untuk sekutu dagang transatlantik. Untuk mendukung tujuan ini, Kongres Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang CHIPS pada Januari 2022 untuk meningkatkan prioritas semikonduktor, serta Senat Amerika Serikat mengesahkan Rancangan Undang-Undang yang mengalokasikan $52 miliar untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok semikonduktor. Tak jauh berbeda, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memberikan penekanan tentang tujuan Uni Eropa untuk ketahanan rantai pasok semikonduktor dalam pidato kenegaraannya.[20]

Pertemuan kedua TTC dilaksanakan di Paris-Saclay pada 16 Mei 2022. Pertemuan ini dipimpin oleh Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai, Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Margrethe Vestager dan Valdis Dombrovskis, serta dihadiri oleh Komisaris Eropa Thierry Breton, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, Menteri Ekonomi Prancis Bruno Le Maire, dan Menteri Perdagangan Franck Riester.[21]
Pertemuan ini membahas dan menghasilkan hal berikut:[22]
Di luar poin-poin tersebut, pada pertemuan kedua ini juga diputuskan kerja sama antara Uni Eropa dan Amerika Serikat mengenai standar sistem pengisian megawatt (bahasa Inggris: Megawatt Charging Systems; MCS) untuk kendaraan berat. Hal ini sebagai upaya untuk mencapai standar internasional bersama yang akan diadopsi paling lambat pada tahun 2024 untuk menyediakan tingkat interoperabilitas, keselamatan, dan keamanan tertinggi.[23]
Pertemuan ketiga TTC dilaksanakan di Washington D.C. pada 5 Desember 2022. Pertemuan ini dipimpin oleh Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai, Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Valdis Dombrovskis dan Margrethe Vestager, serta dihadiri oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Amerika Serikat Thea Lee, Menteri Tanpa Portofolio Jamaika Floyd Green, serta Sekretaris Kabinet Kenya untuk Informasi, Komunikasi, dan Ekonomi Digital Eliud Owalo.[23][24]

Pertemuan ini menghasilkan dan membahas hal berikut:[25]
Lebih lanjut, kerja sama dengan Jamaika dilakukan dalam bentuk penyediaan koneksi dan layanan internet yang aman bagi lebih dari 1000 sekolah negeri dan panti asuhan, penguatan kompetensi digital para guru, serta dukungan penggunaan teknologi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Tak hanya layanan internet, kerjasama yang diberikan juga berupa pemberian bantuan bagi perusahaan listrik Jamaika dan pelayanan publik Jamaika dalam memperluas infrastruktur Wi-Fi publik yang reliabel dan terpercaya di lingkungan New Kingston, di ibukota Jamaika, dengan potensi perluasan layanan ke seluruh negeri.[23]
Sedangkan kerja sama dengan Kenya dilakukan dalam bentuk dukungan terhadap implementasi Rencana Induk Digital Nasional (bahasa Inggris: National Digital Masterplan) 2022-2032 Kenya dengan memperluas konektivitas sekolah di Kenya dan menjembatani kesenjangan dalam konektivitas jarak dekat. Upaya pertama yang dilakukan termasuk pembangunan koneksi serat optik ke sekolah-sekolah di daerah terpencil, penyusunan roadmap kebijakan untuk konektivitas yang terjangkau, aman, dan terpercaya untuk sekolah di daerah terpencil, serta penyediaan opsi pelatihan untuk calon profesional digital.[24]

Pertemuan keempat TTC diselenggarakan di Luleå, Swedia pada 31 Mei 2023. Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Margrethe Vestager dan Valdis Dombrovskis, Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai; serta dihadiri oleh Komisaris Eropa Thierry Breton, dan diselenggarakan oleh Kepresidenan Swedia di Dewan Uni Eropa.[26]
Pertemuan ini dapat disebut sebagai pertemuan paling produktif selama keberlangsungan TTC dilihat dari jumlah bahasan yang dihasilkan, antara lain:[26]
Pertemuan kelimat TTC diselenggarakan di Washington D.C., Amerika Serikat, pada 30 Januari 2024. Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Margrethe Vestager dan Valdis Dombrovskis, Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai; serta dihadiri oleh Komisaris Eropa Thierry Breton dan staf senior Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat.[27]

Pertemuan kelima ini merupakan bentuk progres dari pertemuan yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya di Luleå, Swedia, dengan penekanan pada pentingnya penguatan kolektif pada keamanan ekonomi, termasuk dengan mengurangi risiko dan mendiversifikasi perekonomian Uni Eropa dan Amerika Serikat lebih jauh, membangun rantai pasok yang tangguh, memanfaatkan mekanisme investasi keluar untuk menjaga teknologi terkait keamanan nasional, meningkatkan koordinasi dalam kontrol dan pengawasan ekspor untuk menghindari eksploitasi, dan bersama melawan penggunaan koersi ekonomi dan kebijakan serta praktik non-pasar oleh pelaku otoriter.[27]
Hasil dari bahasan pada pertemuan kelima ini, sebagai berikut:[25]

Pertemuan keempat TTC diselenggarakan di Leuven, Belgia pada 4-5 April 2024. Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Margrethe Vestager dan Valdis Dombrovskis, Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai; serta dihadiri oleh Komisaris Eropa Thierry Breton, dan diselenggarakan oleh Kepresidenan Belgia di Dewan Uni Eropa.[28]
Pertemuan ini membahas dan menghasilkan hal berikut:[1]
Sebelum diresmikannya kerja sama dengan TTC, Jamaika sudah menjalin hubungan erat dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat dalam urusan konektivitas digital. Dalam pertemuan ketiga TTC yang dilaksanakan pada 5 Desember 2022 kemudian secara resmi disepakati kerja sama antara TTC dengan pemerintah Jamaika dan pemangku kebijakan Jamaika lainnya, yang akan direalisasikan mulai tahun 2023, untuk menghubungkan lebih dari 1.000 sekolah negeri dan rumah anak di seluruh Jamaika, untuk menciptakan layanan internet yang kuat, inklusif, dan aman, menguatkan kompetensi digital guru, serta mendukung penggunaan teknologi digital oleh usaha mikro, kecil, dan menengah.[29]
Pertemuan tersebut mengundang Menteri Tanpa Portofolio Jamaika Floyd Green dengan tanggungjawab atas transformasi digital, yang kemudian pada pertemuan tersebut berpartisipasi dalam sesi pembukaan dan menyoroti upaya pemerintah Jamaika untuk meningkatkan konektivitas digital di seluruh negeri dengan jaringan yang terpercaya dan reliabel. Ditegaskan pula bahwa Jamaika mendukung Deklarasi untuk Masa Depan Internet (bahasa Inggris: Declaration for the Future of Internet) pada April 2022 yang mempromosikan visi bersama untuk internet yang terbuka, bebas, interoperabel, reliabel, dan aman.[29]
Dalam pertemuan yang sama, TTC juga mengundang Sekretaris Kabinet Kenya Eliud Owalo untuk membahas kerja sama antara TTC dengan Kenya dalam hal ekonomi digital serta teknologi informasi dan komunikasi. Pada dasarnya, Kenya sudah memiliki Rencana Induk Digital Nasional 2022-2032 sehingga kerja sama yang dilakukan antara TTC dan Kenya berbentuk dukungan untuk realisasi rencana induk tersebut dengan memperluas konektivitas sekolah di Kenya dan menjembatani kesenjangan konektivitas di daerah-daerah terluar Kenya.[30]
Upaya pertama yang dilakukan adalah pengkajian terkait solusi dalam skala tertentu untuk memperluas konektivias sekolah di Kenya, membangun koneksi fiber optik untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil, penyusunan roadmap kebijakan untuk konektivitas yang terjangkau, aman, terpercaya, dan bermakna, serta penyediaan opsi-opsi pelatihan untuk pengembangan generasi berikutnya dari profesional dalam bidang digital.[30]
Selama berjalannya forum, TTC telah meraih pencapaian sebagai platform untuk berkoordinasi di tingkat global, yang mana perannya sebagai batu loncatan memungkinkan untuk adanya forum internasional yang mewadahi koordinasi tindakan yang mengarah pada kerja sama yang berhasil dalam badan-badan penetapan standar, penentuan jabatan di lingkup internasional, atau peluncuran diskusi seperti halnya mengenai kode etik kecerdasan buatan yang kemudian diwujudkan dalam forum G7.[25]
Dalam hal teknologi, pencapaian yang telah diraih, antara lain adanya pemajuan kepemimpinan trans-atlantik dalam teknologi yang sedang berkembang, yang mana di era perlombaan keunggulan teknologi secara geopolitik, TTC membantu memastikan demokrasi tetap menjadi yang terdepan dalam bidang-bidang teknologi seperti kecerdasan buatan, 6G, kuantum, atau bioteknologi.[25]
Beranjak dari standar, TTC telah sampai pada tahap tata kelola digital yang demokratis dengan memfasilitasi pendekatan trans-atlantik yang sedang bertumbuh untuk memastikan bahwa transformasi digital tetap menghormati pasar bebas dan nilai-nilai demokratis yang dianut pada area seperti kecerdasan buatan yang andal dan dapat dipercaya serta platform yang akuntabel. Selain itu, TTC juga mempromosikan konektivitas infrastruktur digital yang aman ke seluruh dunia melalui vendor-vendor terpercaya, yang mana telah sukses diimplementasikan di Kenya, Jamaika, Kosta Rika, dan Filipina.[25]
Dalam hal ekonomi, pada dasarnya TTC telah meningkatkan perdagangan dan investasi di lingkup trans-atlantik yang merupakan hubungan bilateral terbesar di dunia. Tak hanya memfasilitasi dan memprosikan perdagangan trans-atlantik, TTC juga meningkatkan perdagangan dan investasi ramah lingkungan, baik itu barang maupun jasa, serta mendukung transisi menuju ekonomi karbon rendah. Selain itu, di lingkup usaha kecil dan menengah, TTC juga mempromosikan pendekatan bagi pekerja dan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam menciptakan kebijakan. Organisasi sektoral, serikat pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya dilibatkan dalam penyusunan rekomendasi konkret bagi para pembuat kebijakan. Melalui TTC juga, keamanan ekonomi mengalami upaya peningkatan dengan adanya kerja sama dalam penanganan risiko keamanan teknologi dan kebocoran teknologi dalam hal pengendalian ekspor, screening investasi dan investasi keluar, serta mempromosikan rantai pasok semikonduktor yang kuat dan ramah lingkungan.[25]
Secara geopolitik, TTC juga turut mengurusi agresi Rusia terhadap Ukraina melalui tindakan-tindakan pembatasan terhadap Rusia dan melawan operasi disinformasi yang tersebar di seluruh dunia.[25]