Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Dewan Perdagangan dan Teknologi Uni Eropa

Dewan Perdagangan dan Teknologi Uni Eropa-Amerika Serikat merupakan forum antara negara-negara Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk mengkoordinasikan pendekatan terhadap isu-isu global utama mengenai perdagangan, ekonomi, dan teknologi, serta memperdalam hubungan perdagangan dan ekonomi trans-atlantik berdasarkan nilai-nilai bersama. Forum ini mulai didirikan pada Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa-Amerika Serikat 15 Juni 2021 di Brussels. Forum TTC ini dijalankan di bawah kepemimpinan lima ketua bersama, antara lain Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Valdis Dombrovskis, Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa yang juga sekaligus Kepala Persaingan Ekonomi Uni Eropa Margrethe Vestager, Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai.

Wikipedia article
Diperbarui 20 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dewan Perdagangan dan Teknologi Uni Eropa
Ketua bersama Dewan Perdagangan dan Teknologi Uni Eropa-Amerika Serikat

Dewan Perdagangan dan Teknologi Uni Eropa-Amerika Serikat (bahasa Inggris: The EU-US Trade and Technology Council; TTC) merupakan forum antara negara-negara Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk mengkoordinasikan pendekatan terhadap isu-isu global utama mengenai perdagangan, ekonomi, dan teknologi, serta memperdalam hubungan perdagangan dan ekonomi trans-atlantik berdasarkan nilai-nilai bersama. Forum ini mulai didirikan pada Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa-Amerika Serikat (bahasa Inggris: EU-US Summit) 15 Juni 2021 di Brussels.[1] Forum TTC ini dijalankan di bawah kepemimpinan lima ketua bersama (bahasa Inggris: co-chairs), antara lain Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Valdis Dombrovskis, Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa yang juga sekaligus Kepala Persaingan Ekonomi Uni Eropa Margrethe Vestager, Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai.[2]

Latar belakang

Pada Desember 2020, Komisi Eropa mengusulkan pendirian Dewan Perdagangan dan Teknologi Uni Eropa-Amerika Serikat (EU-US TTC) untuk memfasilitasi perdagangan, memperluas investasi, mengembangkan standar yang kompatibel, mendorong inovasi, dan memperkuat kepemimpinan teknologi dan industri para mitra, serta memimpin transformasi ekonomi dan teknologi berbasis nilai.[3]

Hal tersebut juga sejalan dengan kondisi perdagangan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat yang terus berlanjut dan sama pentingnya seperti sebelumnya, telah membentuk hubungan ekonomi bilateral terbesar di dunia dengan aliran data global terbesar melintasi Atlantik. Meskipun begitu, dalam beberapa tahun terakhir, hubungan perdagangan trans-atlantik dan kebijakan teknologi antara keduanya menunjukkan rendahnya tingkat kerja sama dan adanya kemunculan beberapa sumber ketegangan. Pergantian pemerintahan Amerika Serikat pada tahun 2021 kemudian menyegarkan kembali hubungan antara keduanya.[3]

Pada 15 Juni 2021, diselenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Pendirian Dewan Perdagangan dan Teknologi yang juga didasari oleh Agenda Bersama trans-atlantik era pasca-pandemi, yang mana memperbarui kemitraan trans-atlantik antara negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Dengan dibentuknya forum ini, negara-negara yang tergabung dalam forum tersebut berkomitmen untuk mewujudkan reformasi dan penegakan sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan.[4]

Kelompok kerja

Dalam melaksanakan kerjanya, TTC terdiri dari kelompok kerja yang dipimpin oleh departemen, layanan, atau lembaga terkait, untuk mengoperasikan keputusan politik dan mengoordinasikan pekerjaan teknis. Terdapat 10 kelompok kerja sesuai dengan fokus yang spesifik yang tergabung dalam TTC.[1]

Kelompok Kerja 1 berfokus pada Standar Teknologi. Kelompok kerja ini bertugas untuk mengembangkan pendekatan untuk koordinasi dan kerja sama dalam standar teknologi kritis dan yang sedang berkembang termasuk kecerdasan buatan dan teknologi berkembang lainnya. Kelompok kerja ini akan mendukung pengembangan standar teknis yang sejalan dengan nilai-nilai inti dari Uni Eropa dan Amerika Serikat, serta mengenali pentingnya standardisasi internasional yang yang didukung oleh prinsip Organisasi Perdagangan Dunia.[5]

Kelompok Kerja 2 berfokus pada Iklim dan Teknologi Bersih. Kelompok kerja ini bertugas untuk mengenali peluang, langkah-langkah, dan insentif terhadap dukungan pengembangan teknologi, perdagangan, serta investasi dalam teknologi, produk, dan layanan jasa yang netral iklim, termasuk kolaborasi dengan negara di luar Uni Eropa maupun Amerika Serikat, riset dan inovasi, serta eksplorasi metode, alat, maupun teknologi untuk mengalkulasi emisi gas rumah kaca dalam perdagangan global.[6]

Kelompok Kerja 3 berfokus pada Rantai Pasok yang Aman. Kelompok kerja ini bertugas untuk meningkatkan kekuatan dan keamanan rantai pasok Uni Eropa dan Amerika Serikat dalam sektor-sektor utama untuk mewujudkan transisi hijau dan digital, serta untuk menjamin perlindungan warganya. Fokus utamanya adalah meningkatkan kekuatan rantai pasok pada sektor semikonduktor, dan sektor-sektor seperti energi bersih, obat-obatan, dan material-material penting lainnya.[7]

Kelompok Kerja 4 berfokus pada Keamanan dan Daya Saing Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kelompok kerja ini bertugas untuk melanjutkan usaha memastikan keamanan, keberagaman, interoperabilitas, dan kekuatan pada seluruh rantai pasok teknologi informasi dan komunikasi, termasuk area-area kritis dan sensitif, seperti 5G, kabel bawah laut, pusat-pusat data, dan infrastruktur penyimpanan cloud. Selain itu, kelompok kerja ini juga bertugas untuk memperkuat kerja sama pada riset dan inovasi untuk sistem internet 5G dan 6G. Pada kelompok kerja ini, pemerintah Uni Eropa dan Amerika Serikat bekerja sama dengan pemangku kepentingan yang relevan, yang mampu mengembangkan visi dan peta jalan untuk mempersiapkan teknologi komunikasi generasi berikutnya menuju 6G. Tugas lain dari kelompok kerja ini adalah membahas keamanan data.[8]

Kelompok Kerja 5 berfokus pada Tata Kelola Data dan Platform Teknologi. Kelompok kerja ini bertugas dalam pertukaran informasi masing-masing mengenai pendekatan terhadap tata kelola data dan tata kelola platform teknologi, dengan mempertimbangkan konsistensi dan interoperabilitas yang memungkinkan. Uni Eropa dan Amerika Serikat bermaksud untuk melakukan pertukaran informasi dan pandangan mengenai regulasi saat ini maupun yang akan datang dengan tujuan untuk mengatasi kekhawatiran bersama. Isu yang umumnya menjadi kekhawatiran, di antaranya konten ilegal dan berbahaya dan amplifikasi algoritmanya, transparansi, serta akses terhadap data platform untuk peneliti.[9]

Kelompok Kerja 6 berfokus pada Penyalahgunaan Teknologi yang Mengancam Keamanan dan Hak Asasi Manusia. Kelompok kerja ini bertugas untuk melawan pengawasan yang sewenang-wenang dan melawan hukum, termasuk pada platform sosial media. Kelompok kerja ini akan mengeksplorasi mekanisme efektif untuk merespon penutupan akses internet, yang sejalan dengan G7 dan negara lainnya. Kelompok kerja ini akan terus mengeksplorasi upaya untuk melindungi pembela hak asasi manusia secara daring, dan meningkatkan kerja sama kerja sama trans-atlantik untuk mengatasi manipulasi informasi asing, termasuk disinformasi, dan gangguan terhadap proses demokrasi. Kelompok kerja ini juga ditugaskan untuk menangani sistem penilaian sosial dan berkolaborasi pada proyek yang memajukan pengembangan AI yang dapat dipercaya.[10]

Kelompok Kerja 7 berfokus pada Pengendalian Ekspor. Kelompok kerja ini bertujuan untuk memfasilitasi konsultasi teknis dalam pengembangan regulasi dan urusan legislatif, pertukaran informasi mengenai asesmen risiko dan praktik perizinan, serta kepatuhan penegakan hukum, mempromosikan pendekatan kontrol konvergen pada teknologi penggunaan ganda yang sensitif, dan melakukan penjangkauan industri bersama tentang kontrol ekspor penggunaan ganda.[11]

Kelompok Kerja 8 berfokus pada Screening Investasi. Kelompok kerja ini bertujuan untuk melakukan pertukaran informasi mengenai tren-tren investasi yang berdampak pada keamanan, termasuk tren strategis dalam industri tertentu, asal investasi, dan tipe transaksi. Lebih lanjut, kelompok ini berfokus pada praktik terbaik, termasuk analisis risiko dan langkah-langkah mitigasi risiko dengan fokus terhadap teknologi menyangkut data sensitif, yang mungkin di dalamnya terdapat data personal. Secara bersamaan dengan kelompok kerja lainnya, kelompok kerja ini juga berfokus untuk mengembangkan pandangan holistik dari alat-alat kebijakan yang menangani risiko berkenaan dengan teknologi spesifik.[12]

Kelompok Kerja 9 berfokus pada Mempromosikan Akses dan Penggunaan Teknologi Digital bagi Usaha Kecil dan Menengah. Kelompok kerja ini bertugas untuk meluncurkan kegiatan penjangkauan yang akan menawarkan peluang bagi usaha-usaha kecil dan menengah dan masyarakat yang kurang memadai, serta perwakilannya, untuk berbagi kebutuhan, pengalaman, strategi, dan praktik terbaiknya dengan pembuat kebijakan di lingkup Atlantik dengan pandangan untuk memastikan pemahaman yang lebih baik dari hambatan terhadap pemberdayaan digital mereka. Selain itu, rangkaian pelatihan daring dan sesi dengar untuk usaha kecil dan menengah di Uni Eropa dan Amerika Serikat juga dilaksanakan sepanjang tahun 2022.[13]

Terakhir, Kelompok Kerja 10 berfokus pada Tantangan Perdagangan Global. Kelompok kerja ini ditugaskan untuk memfokuskan tantangan-tantangan dari kebijakan dan praktik ekonomi non-pasar, serta menghindari hambatan teknis dalam produk dan layanan teknologi baru. Kelompok ini secara lebih lanjut akan berfokus mempromosikan dan melindungi hak-hak pekerja serta pekerjaan yang layak, serta memperjuangan isu-isu perdagangan dan lingkungan.[14]

Pertemuan-pertemuan

Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa-Amerika Serikat, Brussels, 15 Juni 2021

Katherine Tai, Perwakilan Dagang Amerika Serikat (kiri) dan Valdis Dombrovskis, Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa (kanan) pada Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa-Amerika Serikat di Brussels, Belgia, 16 Juni 2021

Konferensi Tingkat Tinggi ini menandai awal dari diperbaruinya kemitraan trans-atlantik dan diaturnya agenda bersama antara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Pada Konferensi Tingkat Tinggi ini, Uni Eropa direpresentasikan oleh Charles Michel selaku presiden Dewan Eropa dan Ursula von der Leyen selaku presiden Komisi Eropa, sedang Amerika Serikat direpresentasikan oleh Presiden Joe Biden.[4] Selain itu, pertemuan ini juga dihadiri oleh delegasi yang kemudian ditunjuk menjadi ketua bersama dari kedua belah pihak.[15]

Pada Konferensi Tingkat Tinggi ini pula EU-US TTC pertama kali dibentuk secara formal. Tujuan utama dari dibuatnya forum ini, antara lain:[16]

  • Memperluas dan memperdalam perdagangan dan investasi bilateral
  • Menghindari batasan teknis dalam perdagangan
  • Bekerja sama dalam kebijakan utama mengenai teknologi, isu-isu digital, dan rantai pasok
  • Mendukung riset kolaboratif
  • Bekerja sama dalam pengembangan standar internasional
  • Memfasilitasi kerja sama dalam kebijakan dan penegakan regulasi
  • Mempromosikan inovasi dan kepimpinan oleh perusahaan-perusahaan negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat

Pada Konferensi Tingkat Tinggi ini pula, 10 kelompok kerja dibentuk untuk mengoperasikan keputusan-keputusan politis menjadi hasil yang diharapkan, mengoordinasikan pekerjaan teknis, dan melaporkan ke pihak-pihak di level politis.[16] Kelompok kerja tersebut, antara lain:

  1. Kerja sama standar teknologi (termasuk kecerdasan buatan dan Internet of Things, di antara teknologi baru lainnya)
  2. Iklim dan teknologi hijau
  3. Rantai pasok yang aman, termasuk di antaranya untuk perdagangan semikonduktor
  4. Keamanan teknologi informasi dan komunikasi, serta daya saing
  5. Tata kelola data dan platform teknologi
  6. Penyalahgunaan teknologi yang mengancam keamanan dan hak asasi manusia
  7. Pengendalian atas ekspor
  8. Screening investasi
  9. Mempromosikan akses dan penggunaan teknologi digital bagi usaha kecil menengah
  10. Tantangan perdagangan global

Secara paralel, Uni Eropa dan Amerika Serikat telah mengatur sebuah dialog kebijakan bersama mengenai persaingan teknologi yang akan difokuskan pada pengembangan pendekatan umum dan menguatkan kerja sama dalam kebijakan penyelenggaraan dan persaingan kebijakan dalam sektor teknologi.[16]

Sesi virtual Konferensi Tingkat Tinggi Pertama TTC di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat pada 29 September 2021

Pertemuan pertama TTC Tingkat Menteri, Pittsburgh, 29 September 2021

Pertemuan pertama TTC dilaksanakan di Pittsburgh, Pennsylvania pada 29 September 2021. Delegasi Amerika Serikat yang ditunjuk oleh Presiden Biden, antara lain Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai, yang akan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.[17]

Pada pertemuan ini, disepakati agenda dan program kerja yang akan digarap oleh TTC. Selain itu, adanya pernyataan sikap bersama mengenai kecerdasan buatan, rantai pasok semikonduktor, screening investasi, dan pengendalian atas ekspor.[18] Lebih lanjut, pada pertemuan ini juga dibahas mengenai lingkup pekerjaan ke depannya dari sepuluh kelompok kerja yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya bersamaan dengan diresmikannya pembentukan TCC.[19]

Pernyataan bersama yang dikeluarkan dari pertemuan ini mengidentifikasi bahwa semikonduktor merupakan prioritas teratas untuk sekutu dagang transatlantik. Untuk mendukung tujuan ini, Kongres Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang CHIPS pada Januari 2022 untuk meningkatkan prioritas semikonduktor, serta Senat Amerika Serikat mengesahkan Rancangan Undang-Undang yang mengalokasikan $52 miliar untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok semikonduktor. Tak jauh berbeda, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memberikan penekanan tentang tujuan Uni Eropa untuk ketahanan rantai pasok semikonduktor dalam pidato kenegaraannya.[20]

Pertemuan kedua TTC Tingkat Menteri, Paris-Saclay, 16 Mei 2022

(dari kiri ke kanan) Thierry Breton, Katherine Tai, Jean-Yves Le Drian, Antony Blinken, Margrethe Vestager, Bruno Le Maire, Gina Raimondo, Valdis Dombrovskis, Franck Riester dalam acara makan malam kerja pada Pertemuan Kedua TTC di Paris-Saclay, 16 Mei 2022

Pertemuan kedua TTC dilaksanakan di Paris-Saclay pada 16 Mei 2022. Pertemuan ini dipimpin oleh Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai, Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Margrethe Vestager dan Valdis Dombrovskis, serta dihadiri oleh Komisaris Eropa Thierry Breton, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, Menteri Ekonomi Prancis Bruno Le Maire, dan Menteri Perdagangan Franck Riester.[21]

Pertemuan ini membahas dan menghasilkan hal berikut:[22]

  • kerja sama kebijakan pada semua lini ekonomi dan teknologi
  • langkah-langkah pembatasan dan pengendalian ekspor terhadap Rusia setelah invasi yang dilakukannya terhadap Ukraina
  • mekanisme informasi standardisasi strategis (bahasa Inggris: Strategic Standardisation Information; SSI) untuk me-monitor perkembangan dan mengkoordinasikan posisi di lembaga dengan standardisasi internasional
  • pembentukan satuan tugas dukungan publik untuk konektivitas dengan negara di luar Uni Eropa maupun Amerika Serikat
  • penetapan dialog mengenai perdagangan dan ketenagakerjaan dengan pekerja maupun pelaku bisnis
  • sumber daya dalam menciptakan usaha kecil dan menengah lebih aman di dunia siber
  • pembentukan sub-kelompok kecerdasan buatan dan perencanaan terkait alat manajemen risiko untuk penggunaan kecerdasan buatan
  • komitmen dalam kerja sama dalam upaya ketahanan rantai pasok yang harus dilakukan bersama dengan sektor swasta untuk mengoptimalkan hasil dan mencegah disrupsi
  • intensifikasi kerja sama dalam area pengadaan publik
  • peluncuran dialog untuk menangani masalah keamanan pangan

Di luar poin-poin tersebut, pada pertemuan kedua ini juga diputuskan kerja sama antara Uni Eropa dan Amerika Serikat mengenai standar sistem pengisian megawatt (bahasa Inggris: Megawatt Charging Systems; MCS) untuk kendaraan berat. Hal ini sebagai upaya untuk mencapai standar internasional bersama yang akan diadopsi paling lambat pada tahun 2024 untuk menyediakan tingkat interoperabilitas, keselamatan, dan keamanan tertinggi.[23]

Pertemuan ketiga TTC Tingkat Menteri, Maryland, 5 Desember 2022

Pertemuan ketiga TTC dilaksanakan di Washington D.C. pada 5 Desember 2022. Pertemuan ini dipimpin oleh Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai, Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Valdis Dombrovskis dan Margrethe Vestager, serta dihadiri oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Amerika Serikat Thea Lee, Menteri Tanpa Portofolio Jamaika Floyd Green, serta Sekretaris Kabinet Kenya untuk Informasi, Komunikasi, dan Ekonomi Digital Eliud Owalo.[23][24]

Sekretaris Negara Anthony Blinken dalam Pertemuan Ketiga TTC Tingkat Menteri di Maryland, 5 Desember 2022

Pertemuan ini menghasilkan dan membahas hal berikut:[25]

  • Roadmap bersama mengenai kecerdasan buatan yang dapat dipercaya serta manajemen risikonya
  • Penerbitan kajian mengenai dampak kecerdasan buatan terhadap tenaga kerja
  • Penandatanganan kesepakatan mengenai transparansi subsidi semikonduktor serta mekanisme peringatan dini rantai pasok
  • Peluncuran Inisiatif Trans-atlantik terhadap Perdagangan Berkelanjutan (bahasa Inggris: Transatlantic Initiative on Sustainable Trade)
  • Pembuatan nota kesepahaman (bahasa Inggris: Memorandum of Understanding) antara Bank Investasi Eropa dengan Perusahaan Keuangan Pembangunan Amerika Serikat (bahasa Inggris: U.S. Development Finance Corporation)
  • Kerja sama terkait konektivitas digital dan layanan teknologi informasi dan komunikasi yang aman dengan Kenya dan Jamaika

Lebih lanjut, kerja sama dengan Jamaika dilakukan dalam bentuk penyediaan koneksi dan layanan internet yang aman bagi lebih dari 1000 sekolah negeri dan panti asuhan, penguatan kompetensi digital para guru, serta dukungan penggunaan teknologi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Tak hanya layanan internet, kerjasama yang diberikan juga berupa pemberian bantuan bagi perusahaan listrik Jamaika dan pelayanan publik Jamaika dalam memperluas infrastruktur Wi-Fi publik yang reliabel dan terpercaya di lingkungan New Kingston, di ibukota Jamaika, dengan potensi perluasan layanan ke seluruh negeri.[23]

Sedangkan kerja sama dengan Kenya dilakukan dalam bentuk dukungan terhadap implementasi Rencana Induk Digital Nasional (bahasa Inggris: National Digital Masterplan) 2022-2032 Kenya dengan memperluas konektivitas sekolah di Kenya dan menjembatani kesenjangan dalam konektivitas jarak dekat. Upaya pertama yang dilakukan termasuk pembangunan koneksi serat optik ke sekolah-sekolah di daerah terpencil, penyusunan roadmap kebijakan untuk konektivitas yang terjangkau, aman, dan terpercaya untuk sekolah di daerah terpencil, serta penyediaan opsi pelatihan untuk calon profesional digital.[24]

Pertemuan keempat TTC Tingkat Menteri, Luleå, 31 Mei 2023

Pertemuan keempat Dewan Perdagangan Teknologi dan Perdagangan di Luleå, Swedia pada 31 Mei 2023

Pertemuan keempat TTC diselenggarakan di Luleå, Swedia pada 31 Mei 2023. Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Margrethe Vestager dan Valdis Dombrovskis, Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai; serta dihadiri oleh Komisaris Eropa Thierry Breton, dan diselenggarakan oleh Kepresidenan Swedia di Dewan Uni Eropa.[26]

Pertemuan ini dapat disebut sebagai pertemuan paling produktif selama keberlangsungan TTC dilihat dari jumlah bahasan yang dihasilkan, antara lain:[26]

  • Identifikasi alat dan teknologi kunci yang krusial dalam invasi ilegal Rusia terhadap Ukraina.
  • Kolaborasi untuk memaksimalkan pengembangan energi bersih, mengakselerasi transisi menuju ekonomi bersih dengan emisi nol paling lambat pada tahun 2050, meningkatkan keamanan rantai pasok untuk teknologi energi bersih, serta mempertahankan dan menciptakan lapangan kerja bergaji tinggi untuk tenaga kerja di lingkup ekonomi trans-atlantik melalui Dialog Insentif Energi Bersih Uni Eropa-Amerika Serikat (bahasa Inggris: US-EU Clean Energy Incentives Dialogue).[26]
  • Berkomitmen untuk melanjutkan berkoordinasi, berbagi pengetahuaan, dan berusaha menyelaraskan pendekataan untuk mengatasi risiko terkait investasi ke luar dalam teknologi sensitif dengan melakukan koordinasi bersama mitra G7.
  • Peningkatan koordinasi untuk melawan koersi ekonomi dan menopang kesiapan dan kekuatan trans-atlantik dalam mendukung pemangku kepentingan.
  • Pengembangan pertukaran informasi dalam kebijakan dan praktik non-pasar yang memengaruhi perdagangan digital, termasuk pembahasan mengenai kebijakan Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk membendung risiko dari pelaku digital non-pasar.
  • Pertukaran informasi dan intelijen pasar untuk menangani dampak dari kebijakan ekonomi non-pasar yang memengaruhi rantai pasok semikonduktor global.
  • Pengoperasian mekanisme peringatan dini bersama terkait disrupsi terhadap rantai pasok semikonduktor.
  • Pemajuan roadmap kecerdasan buatan melalui peluncuran tiga kelompok pakar untuk berfokus pada taksonomi dan terminologi kecerdasan buatan, standar, dan alat untuk mewujudkan kecerdasan buatan yang dapat dipercaya, serta manajemen risiko, monitoring, dan pengukuran risiko kecerdasan buatan. Roadmap tersebut juga akan menekankan pada peluang serta tantangan dari kecerdasan buatan generatif, dan akan melengkapi proses G7 Hiroshima.[26]
  • Penyusunan katalog internal antara agensi ilmiah Komisi Eropa dan pemerintah Amerika Serikat mengenai hasil riset dan sumber daya relevan dalam lima bidang yang merepresentasikan manfaat bersama, antara lain prakiraan iklim dan cuaca ekstrem, manajemen respons darurat, perbaikan kesehatan dan obat-obatan, optimasi energy grid, dan optimasi agrikultur.[26]
  • Peningkatan kerja dalam standar bersama terkait teknologi kritis dan yang sedang berkembang.
  • Berprogres dalam satuan tugas gabungan quantum, termasuk mengeksplorasi timbal balik terhadap riset publik partisipasi Amerika Serikat dan Uni Eropa serta pengembangan program dan aktivitas dalam Post-Quantum Cryptography.
  • Penerbitan rekomendasi teknis bersama untuk implementasi infrastruktur pengisi daya kendaraan elektrik yang didanai pemerintah dan pengembangan visi bersama mengenai standar dari pengisian daya listrik kendaraan berat.
  • Percepatan pengembangan visi bersama dan roadmap industri dalam hal komunikasi nirkabel 6G, dengan fokus pada riset dan pengembangan.
  • Peningkatan kemajuan nota kesepahaman antara Bank Investasi Eropa dengan Perusahaan Keuangan Pembangunan Amerika Serikat (bahasa Inggris: U.S. Development Finance Corporation) untuk meningkatkan skala dukungan bagi peluncuran konektivitas digital yang aman dan tangguh di Kosta Rika, dan implementasi jaringan mandiri 5G serta ketahanan keamanan siber di Filipina.
  • Pendalaman kolaborasi dengan buruh, pelaku bisnis, dan pemerintah melalui dialog perdagangan dan buruh untuk menghapuskan kerja paksa dari rantai pasok global dan menentukan dampak transisi hijau terhadap tenaga kerja, termasuk rekomendasi teknis bersama dari organisasi buruh dan pelaku bisnis mengenai kerja sama trans-atlantik dalam menghapuskan kerja paksa.[26]
  • Pembinaan bakat dan keterampilan dari populasi angkatan kerja Uni Eropa dan Amerika Serikat melalui gugus kendali untuk pengembangan bakat, yang menyatukan pemerintah dan pimpinan sektor swasta dari pelaku bisnis, buruh, dan organisasi yang menyediakan pelatihan dan pengembangan keterampilan untuk mengembangkan praktik terbaik untuk kebijakan keterampilan yang inovatif.[26]
  • Pengembangan pertukaran informasi ancaman terstruktur dalam informasi asing, manipulasi, dan gangguan, serta prinsip tingkat tinggi yang sama untuk mempromosikan lingkungan dalam jaringan yang melindungi, mendukung, dan menghargai generasi muda yang memungkinkan akses yang tepat dan aman terhadap platform data bagi peneliti independen.[26]
  • Ekspansi Perjanjian Kesepakatan Bersama antara Uni Eropa dan Amerika Serikat terkait Praktik Manufaktur Farmasi yang Baik untuk memasukkan obat-obatan kedokteran hewan.

Pertemuan kelima TTC Tingkat Menteri, Washington D.C., 30 Januari 2024

Pertemuan kelimat TTC diselenggarakan di Washington D.C., Amerika Serikat, pada 30 Januari 2024. Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Margrethe Vestager dan Valdis Dombrovskis, Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai; serta dihadiri oleh Komisaris Eropa Thierry Breton dan staf senior Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat.[27]

Pertemuan kelima TTC di Washington, D.C., pada 30 Januari 2024

Pertemuan kelima ini merupakan bentuk progres dari pertemuan yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya di Luleå, Swedia, dengan penekanan pada pentingnya penguatan kolektif pada keamanan ekonomi, termasuk dengan mengurangi risiko dan mendiversifikasi perekonomian Uni Eropa dan Amerika Serikat lebih jauh, membangun rantai pasok yang tangguh, memanfaatkan mekanisme investasi keluar untuk menjaga teknologi terkait keamanan nasional, meningkatkan koordinasi dalam kontrol dan pengawasan ekspor untuk menghindari eksploitasi, dan bersama melawan penggunaan koersi ekonomi dan kebijakan serta praktik non-pasar oleh pelaku otoriter.[27]

Hasil dari bahasan pada pertemuan kelima ini, sebagai berikut:[25]

  • Dukungan penuh terhadap kode etik kecerdasan buatan yang diberlakukan oleh G7.
  • Pengadopsian roadmap industri untuk jaringan 6G.
  • Aktivasi mekanisme peringatan dini terkait rantai pasok semikonduktor.
  • Pertemuan pemangku kebijakan dalam “Membangun Pasar Hijau Transatlantik”.

Pertemuan keenam TTC Tingkat Menteri, Leuven, 4-5 April 2024

Forum Keamanan Kemitraan Mineral pada pertemuan keenam TTC di Leuven, Belgia, pada 5 April 2025.

Pertemuan keempat TTC diselenggarakan di Leuven, Belgia pada 4-5 April 2024. Pertemuan ini dipimpin oleh Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Margrethe Vestager dan Valdis Dombrovskis, Sekretaris Negara Amerika Serikat Antony Blinken, Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Katherine Tai; serta dihadiri oleh Komisaris Eropa Thierry Breton, dan diselenggarakan oleh Kepresidenan Belgia di Dewan Uni Eropa.[28]

Pertemuan ini membahas dan menghasilkan hal berikut:[1]

  • Memajukan kerja sama trans-atlantik di bidang kecerdasan buatan, 6G, serta teknologi teknologi kritis dan yang sedang berkembang. Dalam hal kecerdasan buatan, TTC menegaskan kembali pendekatan berbasis risiko terhadap kecerdasan buatan dan mendukung teknologi kecerdasan buatan yang aman dan dapat dipercaya yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk tantangan global, serta mengumumkan dialog antara Kantor Kecerdasan Buatan Uni Eropa dan Institut Keamanan Kecerdasan Buatan Amerika Serikat. Dalam hal pengembangan teknologi 6G, TTC mengadopsi visi umum mengenai 6G yang mengatur prinsip-prinsip panduan untuk teknologi ini, serta adanya penandatanganan rencana kolaborasi riset ke depannya. Sedangkan dalam hal standar teknologi yang sedang berkembang, TTC merilis Laporan Pemetaan Identitas Digital untuk mengidentifikasi peluang interoperabilitas di lingkup trans-atlantik dan dapat digunakan untuk identitas digital lintas perbatasan. Selain itu, berkenaan dengan teknologi semikonduktor juga telah dilakukan perpanjangan rencana administratif untuk tiga tahun ke depan yang memungkinkan adanya penyusunan rantai pasok semikonduktor yang kuat.[1]
  • Mempromosikan terkait perdagangan di pasar trans-atlantik yang lebih mudah, lebih berkelanjutan, dan lebih aman. Pada pembahasan ini, disepakati untuk memfasilitasi alat digital yang digunakan dalam perdagangan, yang dikoordinasikan dan sejalan dengan standar teknis untuk sistem invoicing elektronik. Dalam hal ini, TTC juga menegaskan kembali pentingnya Inisiasi Perdagangan Berkelanjutan Trans-atlantik dan disetujuinya penerbitan Katalog Bersama tentang Praktik Terbaik Pengadaan Publik Ramah Lingkungan untuk mempercepat penyebaran proyek keberlanjutan yang dibiayai publik. Selain itu, kekhawatiran bersama mengenai tantangan yang dimunculkan dari koersi ekonomi dan praktik non-pasar yang dilakukan oleh negara di luar Uni Eropa maupun Amerika Serikat, pengambilan keputusan untuk melanjutkan upaya mengurangi resiko dan mendiversifikasi hubungan dagang dan investasi juga dilakukan untuk melanjutkan upaya memfasilitasi perdagangan dengan teknologi tinggi yang aman. Berkenaan dengan perdagangan berkelanjutan, TTC menyambut publikasi mengenai rekomendasi untuk kompatibilitas pengisian daya kendaraan elektronik untuk infrastruktur trans-atlantik yang lebih baik. Negosiasi lanjutan juga dilakukan untuk menuju Kesepakatan Mineral Kritis dalam menguatkan rantai pasok mineral kritis untuk baterai kendaraan listrik di lingkup Uni Eropa dan Amerika Serikat, serta menyambut peluncuran Forum Kemitraan Keamanan Mineral.[1]
  • Memperjuangkan hak asasi manusia dan nilai-nilai yang ada di tengah lingkungan digital geopolitik yang sedang berubah. Dalam hal ini, TTC menegaskan kembali dukungannya terhadap demokrasi di seluruh dunia dan untuk melawan manipulasi dan gangguan informasi asing, serta penerbitan bersama mengenai Rekomendasi Tindakan untuk Platform Daring dalam Melindungi Hak Asasi Manusia di Internet. Sejalan dengan hal tersebut, dikembangkan pula serangkaian prinsip-prinsip bersama terkait kekerasan berbasis gender online. Selain itu, TTC juga berkomitmen untuk memfasilitasi akses data dari platform daring dan mempublikasikan mekanisme bagi peneliti untuk mengakses data-data serupa.[1]

Kerja sama lainnya

Jamaika

Sebelum diresmikannya kerja sama dengan TTC, Jamaika sudah menjalin hubungan erat dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat dalam urusan konektivitas digital. Dalam pertemuan ketiga TTC yang dilaksanakan pada 5 Desember 2022 kemudian secara resmi disepakati kerja sama antara TTC dengan pemerintah Jamaika dan pemangku kebijakan Jamaika lainnya, yang akan direalisasikan mulai tahun 2023, untuk menghubungkan lebih dari 1.000 sekolah negeri dan rumah anak di seluruh Jamaika, untuk menciptakan layanan internet yang kuat, inklusif, dan aman, menguatkan kompetensi digital guru, serta mendukung penggunaan teknologi digital oleh usaha mikro, kecil, dan menengah.[29]

Pertemuan tersebut mengundang Menteri Tanpa Portofolio Jamaika Floyd Green dengan tanggungjawab atas transformasi digital, yang kemudian pada pertemuan tersebut berpartisipasi dalam sesi pembukaan dan menyoroti upaya pemerintah Jamaika untuk meningkatkan konektivitas digital di seluruh negeri dengan jaringan yang terpercaya dan reliabel. Ditegaskan pula bahwa Jamaika mendukung Deklarasi untuk Masa Depan Internet (bahasa Inggris: Declaration for the Future of Internet) pada April 2022 yang mempromosikan visi bersama untuk internet yang terbuka, bebas, interoperabel, reliabel, dan aman.[29]

Kenya

Dalam pertemuan yang sama, TTC juga mengundang Sekretaris Kabinet Kenya Eliud Owalo untuk membahas kerja sama antara TTC dengan Kenya dalam hal ekonomi digital serta teknologi informasi dan komunikasi. Pada dasarnya, Kenya sudah memiliki Rencana Induk Digital Nasional 2022-2032 sehingga kerja sama yang dilakukan antara TTC dan Kenya berbentuk dukungan untuk realisasi rencana induk tersebut dengan memperluas konektivitas sekolah di Kenya dan menjembatani kesenjangan konektivitas di daerah-daerah terluar Kenya.[30]

Upaya pertama yang dilakukan adalah pengkajian terkait solusi dalam skala tertentu untuk memperluas konektivias sekolah di Kenya, membangun koneksi fiber optik untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil, penyusunan roadmap kebijakan untuk konektivitas yang terjangkau, aman, terpercaya, dan bermakna, serta penyediaan opsi-opsi pelatihan untuk pengembangan generasi berikutnya dari profesional dalam bidang digital.[30]

Pencapaian

Selama berjalannya forum, TTC telah meraih pencapaian sebagai platform untuk berkoordinasi di tingkat global, yang mana perannya sebagai batu loncatan memungkinkan untuk adanya forum internasional yang mewadahi koordinasi tindakan yang mengarah pada kerja sama yang berhasil dalam badan-badan penetapan standar, penentuan jabatan di lingkup internasional, atau peluncuran diskusi seperti halnya mengenai kode etik kecerdasan buatan yang kemudian diwujudkan dalam forum G7.[25]

Dalam hal teknologi, pencapaian yang telah diraih, antara lain adanya pemajuan kepemimpinan trans-atlantik dalam teknologi yang sedang berkembang, yang mana di era perlombaan keunggulan teknologi secara geopolitik, TTC membantu memastikan demokrasi tetap menjadi yang terdepan dalam bidang-bidang teknologi seperti kecerdasan buatan, 6G, kuantum, atau bioteknologi.[25]

Beranjak dari standar, TTC telah sampai pada tahap tata kelola digital yang demokratis dengan memfasilitasi pendekatan trans-atlantik yang sedang bertumbuh untuk memastikan bahwa transformasi digital tetap menghormati pasar bebas dan nilai-nilai demokratis yang dianut pada area seperti kecerdasan buatan yang andal dan dapat dipercaya serta platform yang akuntabel. Selain itu, TTC juga mempromosikan konektivitas infrastruktur digital yang aman ke seluruh dunia melalui vendor-vendor terpercaya, yang mana telah sukses diimplementasikan di Kenya, Jamaika, Kosta Rika, dan Filipina.[25]

Dalam hal ekonomi, pada dasarnya TTC telah meningkatkan perdagangan dan investasi di lingkup trans-atlantik yang merupakan hubungan bilateral terbesar di dunia. Tak hanya memfasilitasi dan memprosikan perdagangan trans-atlantik, TTC juga meningkatkan perdagangan dan investasi ramah lingkungan, baik itu barang maupun jasa, serta mendukung transisi menuju ekonomi karbon rendah. Selain itu, di lingkup usaha kecil dan menengah, TTC juga mempromosikan pendekatan bagi pekerja dan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam menciptakan kebijakan. Organisasi sektoral, serikat pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya dilibatkan dalam penyusunan rekomendasi konkret bagi para pembuat kebijakan. Melalui TTC juga, keamanan ekonomi mengalami upaya peningkatan dengan adanya kerja sama dalam penanganan risiko keamanan teknologi dan kebocoran teknologi dalam hal pengendalian ekspor, screening investasi dan investasi keluar, serta mempromosikan rantai pasok semikonduktor yang kuat dan ramah lingkungan.[25]

Secara geopolitik, TTC juga turut mengurusi agresi Rusia terhadap Ukraina melalui tindakan-tindakan pembatasan terhadap Rusia dan melawan operasi disinformasi yang tersebar di seluruh dunia.[25]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 European Comission. "EU-US Trade and Technology Council - European Commission". commission.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-23.
  2. ↑ Whitelaw, Kevin; Valero, Jorge (2022-01-07). "EU Eyes May In-Person Meeting of U.S. Technology Council". Bloomberg.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-26.
  3. 1 2 Szczepanski, Marcin (2021). "EU-US Trade and Technology Council: New forum for transatlantic cooperation" (PDF). European Parliament: European Parliamentary Research Service.
  4. 1 2 European Council (2021-06-14). "EU-US summit, Brussels, 15/06/2021". Consilium (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-23.
  5. ↑ European Commission. "Futurium | Working Group 1 - Technology Standards". futurium.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-31.
  6. ↑ European Commission. "Futurium | Working Group 2 - Climate and Clean Tech". futurium.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-31.
  7. ↑ European Commission. "Futurium | Working Group 3 - Secure Supply Chains". futurium.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-03.
  8. ↑ European Commission. "Futurium | Working Group 4 - ICT security and competitiveness". futurium.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-03.
  9. ↑ European Commission. "Futurium | Working Group 5 - Data Governance and Technology Platforms". futurium.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-03.
  10. ↑ European Commission. "Futurium | Working Group 6 - Misuse of Technology Threatening Security and Human Rights". futurium.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-03.
  11. ↑ European Commission. "Futurium | Working Group 7 - Export Controls". futurium.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-03.
  12. ↑ European Commission. "Futurium | Working Group 8 - Investment Screening". futurium.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-03.
  13. ↑ European Commission. "Futurium | Working Group 9 - Promoting SME Access to and Use of Digital Tools". futurium.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-03.
  14. ↑ European Commission. "Futurium | Working Group 10 - Global Trade Challenges". futurium.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-03.
  15. ↑ Office of the United States Trade Representatives (2021-06-11). "Ambassador Katherine Tai to Travel to Belgium, United Kingdom". United States Trade Representative (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-26.
  16. 1 2 3 European Commission. "EU-US launch Trade and Technology Council to lead values-based global digital transformation". European Commission - European Commission. Diakses tanggal 2025-08-23.
  17. ↑ House, The White (2021-09-09). "Statement by NSC Spokesperson Emily Horne Announcing the Inaugural U.S.-EU Trade and Technology Council Meeting". The White House (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-26.
  18. ↑ European Commission. "Factsheet: EU-US Trade and Technology Council (2021-2024) | Shaping Europe's digital future". digital-strategy.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-26.
  19. ↑ Office of the United States Trade Representatives (2021-09-29). "U.S.-EU Trade and Technology Council Inaugural Joint Statement". United States Trade Representative (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-26.
  20. ↑ Nietsche, Carisa (2021-10). "Key takeaways from the inaugural EU-U.S. Trade and Technology Council meeting". Encompass (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-27.
  21. ↑ Malmström, Stuart E. Eizenstat, Bart Szewczyk, Atli Stannard, Lasse Luecke, Cecilia (2022-06-13). "U.S.-EU Trade and Tech Council: Paris Takeaways and Next Steps". Global Policy Watch (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-30. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  22. ↑ Business Roundtable. "BRT and ERT Welcome Progress at Second U.S.-EU Trade and Technology Council Ministers Meeting | Business Roundtable". www.businessroundtable.org. Diakses tanggal 2025-08-27.
  23. 1 2 3 House, The White (2022-12-05). "U.S.-EU Joint Statement of the Trade and Technology Council". The White House (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-27.
  24. 1 2 European Commission. "EU-US Joint Statement of the Trade and Technology Council". European Commission - European Commission. Diakses tanggal 2025-08-27.
  25. 1 2 3 4 5 6 7 European Commission. "EU-US Trade and Technology Council (2021-2024) | Shaping Europe's digital future". digital-strategy.ec.europa.eu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-26.
  26. 1 2 3 4 5 6 7 8 Mission, USEU (2023-06-01). "U.S.-EU Trade and Technology Council Deepens Transatlantic Ties". U.S. Mission to the European Union (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-30.
  27. 1 2 U.S. Department of Commerce. "Readout of U.S.-EU Trade and Technology Council Fifth Ministerial Meeting". U.S. Department of Commerce (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-06.
  28. ↑ Office of the United States Trade Representatives. "U.S-EU Joint Statement of the Trade and Technology Council". United States Trade Representative (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-07.
  29. 1 2 Jamaica Observer (2022-12-13). "Jamaica recognised for digital connectivity cooperation with US, EU - Jamaica Observer". Jamaica Observer (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-07.
  30. 1 2 Office of the United States Trade Representative. "U.S.-EU Joint Statement of the Trade and Technology Council". United States Trade Representative (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-07.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Kelompok kerja
  3. Pertemuan-pertemuan
  4. Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa-Amerika Serikat, Brussels, 15 Juni 2021
  5. Pertemuan pertama TTC Tingkat Menteri, Pittsburgh, 29 September 2021
  6. Pertemuan kedua TTC Tingkat Menteri, Paris-Saclay, 16 Mei 2022
  7. Pertemuan ketiga TTC Tingkat Menteri, Maryland, 5 Desember 2022
  8. Pertemuan keempat TTC Tingkat Menteri, Luleå, 31 Mei 2023
  9. Pertemuan kelima TTC Tingkat Menteri, Washington D.C., 30 Januari 2024
  10. Pertemuan keenam TTC Tingkat Menteri, Leuven, 4-5 April 2024
  11. Kerja sama lainnya
  12. Jamaika
  13. Kenya
  14. Pencapaian
  15. Referensi

Artikel Terkait

Uni Eropa

persekutuan negara di Eropa

Hubungan Indonesia dengan Uni Eropa

negara-negara Eropa dan Indonesia mulai kembali ke tahun 1949. Pada awalnya, hubungan Uni Eropa (Uni Eropa) -Indonesia difasilitasi melalui kerja sama Uni Eropa-Asosiasi

Tarif selama masa jabatan kedua Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat

peningkatan dalam kebijakan perdagangan proteksionis di Amerika Serikat, dengan Presiden Trump mengumumkan serangkaian tarif tinggi atas impor dari semua negara lain.

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026