Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Demokratisasi

Demokratisasi adalah transisi ke rezim politik yang lebih demokratis. Transisi ini bisa terjadi dari rezim otoriter ke demokrasi menyeluruh, dari sistem politik otoriter ke semi-demokrasi, atau dari sistem politik semi-otoriter ke demokrasi. Hasilnya bisa menguat seperti di Britania Raya atau mundur seperti di Argentina. Berbagai pola demokratisasi digunakan untuk menjelaskan fenomena politik lain, misalnya apakah negara terlibat dalam perang atau ekonomiya tumbuh. Demokratisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pembangunan ekonomi, sejarah, dan masyarakat madani. Hasil ideal dari demokratisasi adalah menjamin rakyat punya hak memilih dan suara dalam sistem politik negaranya.

Wikipedia article
Diperbarui 13 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Demokratisasi adalah transisi ke rezim politik yang lebih demokratis. Transisi ini bisa terjadi dari rezim otoriter ke demokrasi menyeluruh, dari sistem politik otoriter ke semi-demokrasi, atau dari sistem politik semi-otoriter ke demokrasi.[1] Hasilnya bisa menguat seperti di Britania Raya atau mundur seperti di Argentina. Berbagai pola demokratisasi digunakan untuk menjelaskan fenomena politik lain, misalnya apakah negara terlibat dalam perang atau ekonomiya tumbuh. Demokratisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pembangunan ekonomi, sejarah, dan masyarakat madani. Hasil ideal dari demokratisasi adalah menjamin rakyat punya hak memilih dan suara dalam sistem politik negaranya.

Pemicu

Faktor yang memengaruhi atau membatasi demokratisasi masih diperdebatkan. Banyak hal, termasuk ekonomi, budaya, dan sejarah, yang dianggap memengaruhi demokratisasi. Faktor-faktor yang paling umum adalah:

  • Kekayaan - PDB/kapita yang lebih tinggi berkaitan dengan demokrasi. Meski beberapa pihak mengklaim bahwa negara demokrasi terkaya tidak pernah jatuh ke otoritarianisme, bangkitnya Hitler dan Nazi di Jerman Weimar merupakan contoh pembantah yang menjadikan klaim tersebut sekadar truisme belaka.[2] Ada pula pandangan umum bahwa demokrasi sangat jarang sebelum Revolusi Industri. Penelitian empiris mendorong banyak orang percaya bahwa pembangunan ekonomi meningkatkan kemungkinan transisi ke demokrasi (teori modernisasi) atau menguatkan negara demokrasi yang sudah ada.[2] Sebuah penelitian menemukan bahwa pembangunan ekonomi mendorong demokratisasi dalam jangka menengah saja (10-20 tahun). Hal ini dikarenakan pembangunan dapat memperkuat pemimpin petahana, tetapi menyulitkannya mewariskan negara kepada putranya atau orang kepercayannya setelah masa jabatannya berakhir.[3] Namun demikian, perdebatan tentang apakah demokrasi merupakan akibat dari kekayaan, pencipta kekayaan, atau keduanya tidak berhubungan, masih belum dapat disimpulkan.[4]
  • Kesetaraan sosial - Daron Acemoglu dan James A. Robinson berpendapat bahwa hubungan antara kesetaraan sosial dan transisi demokrasi agak rumit. Rakyat tidak memiliki insentif yang cukup untuk memberontak melawan masyarakat egaliter (contohnya Singapura), jadi kemungkinan demokratisasi semakin rendah. Di masyarakat yang senjang (contohnya Afrika Selatan era Apartheid), redistribusi kekayaan dan kekuasaan di dalam demokrasi akan merugikan kaum elit sehingga mereka berupaya mencegah demokratisasi. Demokratisasi lebih mungkin muncul di tengah-tengah, di negara yang kaum elitnya menawarkan konsesi karena (1) mereka menganggap ancaman revolusi bisa terwujud dan (2) biaya konsesi tidak terlalu tinggi.[5] Perkiraan ini sesuai ddengan penelitian empiris yang menunjukkan bahwa demokrasi lebih stabil di negara-negara yang masyarakatnya egaliter (setara).[2]
  • Budaya - Sejumlah pihak mengklaim bahwa beberapa kebudayaan tertentu lebih mudah menerima nilai demokrasi ketimbang kebudayaan lainnya. Pandangan ini mungkin etnosentris. Biasanya budaya Barat yang dinilai "lebih layak" menikmati demokrasi, sedangkan kebudayaan lainnya dinilai memiliki nilai-nilai yang membuat demokrasi sulit terwujud atau tak diinginkan. Pendapat ini kadang dipakai oleh rezim-rezim non-demokrasi untuk membenarkan kegagalannya menerapkan reformasi demokratis. Di era modern, ada banyak negara demokrasi non-Barat, misalnya India, Jepang, Indonesia, Namibia, Botswana, Taiwan, dan Korea Selatan.
  • Intervensi asing - Negara-negara demokrasi umumnya pernah mengalami intervensi militer, contohnya Jepang dan Jerman pasca-Perang Dunia II.[6][7] Pada kasus lain, dekolonisasi kadang mendorong terbentuknya demokrasi yang digantikan oleh rezim otoriter. Di Amerika Serikat Selatan setelah Perang Saudara, mantan budak tidak mendapat hak pilih menurut hukum Jim Crow setelah Era Rekonstruksi Amerika Serikat; setelah sekian puluh tahun, demokrasi di Amerika Serikat dirombak oleh organisasi sipil (gerakan hak sipil Afrika-Amerika) dan militer (militer Amerika Serikat).

Lihat pula

  • iconPortal Politik
  • Demokrasi Gelombang Ketiga
  • Transisi demokrasi Chile
  • Demokratisasi di Hong Kong
  • Demokratisasi di Uni Soviet
  • Revolusi warna
  • Aktivis demokrasi
  • Demokrasi di Timur Tengah
  • Teori perdamaian demokratik
  • Promosi demokrasi
  • Tata laksana pemerintahan yang baik
  • Metapolitefsi
  • Pembangunan bangsa
  • Revolusi damai
  • Transisi demokrasi Portugal
  • Transisi demokrasi Spanyol
  • Keadilan transisional
  • Transitologi

Referensi

  1. ↑ Arugay, Aries A. (2020). Romaniuk, Scott; Marton, Péter (ed.). Democratic Transitions (dalam bahasa Inggris). Cham: Springer International Publishing. hlm. 1–7. doi:10.1007/978-3-319-74336-3_190-1. ISBN 978-3-319-74336-3.
  2. 1 2 3 Przeworski, Adam; et al. (2000). Democracy and Development: Political Institutions and Well-Being in the World, 1950-1990. Cambridge: Cambridge University Press.
  3. ↑ Treisman, Daniel (2015-10-01). "Income, Democracy, and Leader Turnover". American Journal of Political Science (dalam bahasa Inggris). 59 (4): 927–942. doi:10.1111/ajps.12135. ISSN 1540-5907.
  4. ↑ Traversa, Federico (2014). "Income and the stability of democracy: Pushing beyond the borders of logic to explain a strong correlation?". Constitutional Political Economy, November 2014. doi: 10.1007/s10602-014-9175-x
  5. ↑ Acemoglu, Daron; James A. Robinson (2006). Economic Origins of Dictatorship and Democracy. Cambridge: Cambridge University Press.
  6. ↑ Therborn, Göran (1977). "The rule of capital and the rise of democracy: Capital and suffrage (cover title)". New Left Review. I. 103 (The advent of bourgeois democracy): 3–41. ;
  7. ↑ The Independent

Bacaan lanjutan

  • Thomas Carothers. Aiding Democracy Abroad: The Learning Curve. 1999. Washington, DC: Carnegie Endowment for International Peace.
  • Josep M. Colomer. Strategic Transitions. 2000. Baltimore, Md: The Johns Hopkins University Press.
  • Daniele Conversi. ‘Demo-skepticism and genocide’, Political Science Review, September 2006, Vol 4, issue 3, pp. 247–262
  • Haerpfer, Christian; Bernhagen, Patrick; Inglehart, Ronald; Welzel, Christian (2009), Democratization, Oxford: Oxford University Press, ISBN 9780199233021 .
  • Inglehart, Ronald; Welzel, Christian (2005), Modernization, Cultural Change and Democracy: The Human Development Sequence, New York: Cambridge University Press, ISBN 9780521846950 .
  • Frederic C. Schaffer. Democracy in Translation: Understanding Politics in an Unfamiliar Culture. 1998. Ithaca, NY: Cornell University Press.
  • Fareed Zakaria. The Future of Freedom: Illiberal Democracy at Home and Abroad. 2003. New York: W.W. Norton.
  • Christian Welzel. Freedom Rising: Human Empowerment and the Quest for Emancipation. 2013. New York: Cambridge University Press. ISBN 978-1-107-66483-8.
  • Tatu Vanhanen. Democratization: A Comparative Analysis of 170 Countries. 2003. Routledge. ISBN 0-415-31860-2

Pranala luar

Lihat entri demokratisasi di kamus bebas Wikikamus.
  • International IDEA
  • Did the United States Create Democracy in Germany?
  • l
  • b
  • s
Globalisasi
  • Buku
  • Daftar
  • Garis besar
  • Indeks
  • Istilah
  • Jurnal
  • Organisasi
  • Penulis
  • Studi
Ide utama
  • Alter-globalisasi
  • Anti-globalisasi
  • Deglobalisasi
  • Globalisasi budaya
  • Globalisasi demokratis
  • Globalisasi ekonomi
  • Globalisasi keuangan
  • Globalisasi kontra-hegemoni
  • Globalisasi militer
  • Globalisasi perdagangan
  • Globalisasi politik
  • Globalisasi tenaga kerja
  • Kesehatan global
  • Kewarganegaraan global
    • pendidikan
  • Pemerintahan global
  • Sejarah globalisasi
    • kuno
    • modern awal
Isu
Global
  • Arbitrase kerja
  • Kesenjangan digital
  • Krisis air
  • Pemanasan
  • Penduduk
  • Penyakit
Lainnya
  • Alih keluar
  • Arus keuangan terlarang
  • Bahasa terancam
  • Bantuan pembangunan
  • Hak asasi manusia
  • Keadilan iklim
  • Kejahatan transnasional
  • Kesenjangan digital
  • Kesenjangan ekonomi
  • Kesenjangan Utara–Selatan
  • Pelarian modal
    • terbalik
  • Pembagian kerja internasional baru
  • Perang dunia
  • Perdagangan adil
  • Pertarungan ke bawah
    • surga polusi
  • Perubahan iklim
  • Sengketa investor-negara
  • Spesies invasif
  • Westernisasi
Teori
  • Akumulasi modal
  • Akumulasi primitif
  • Ketergantungan
  • Lokalisme fiskal
  • Modernisasi
    • ekologi
    • sejarah
  • Pembangunan
  • Perubahan sosial
  • Sejarah dunia
  • Sistem bumi
  • Sistem dunia
Pakar
  • Samir Amin
  • Arjun Appadurai
  • K. Anthony Appiah
  • Daniele Archibugi
  • Giovanni Arrighi
  • Ravi Batra
  • Jean Baudrillard
  • Zygmunt Bauman
  • Ulrich Beck
  • Walden Bello
  • Jagdish Bhagwati
  • Robert Brenner
  • Manuel Castells
  • Noam Chomsky
  • Alfred Crosby
  • Christopher Chase-Dunn
  • Andre G. Frank
  • Thomas Friedman
  • Anthony Giddens
  • Peter Gowan
  • Michael Hardt
  • David Harvey
  • David Held
  • Paul Hirst
  • Michael Hudson
  • Paul James
  • Ibn Khaldun
  • Naomi Klein
  • Antonio Negri
  • Jeffrey Sachs
  • Saskia Sassen
  • John R. Saul
  • Vandana Shiva
  • Joseph Stiglitz
  • John Urry
  • Immanuel Wallerstein
  • Portal Portal
  • Category Kategori
  • Commons page Commons
  • WikiProject WikiProject
  • l
  • b
  • s
Revolusi 1989
Latar belakang
dalam
  • Era Stagnasi
  • Komunisme
  • Anti-komunisme
  • Kritisisme komunisme
  • Blok Timur
  • Ekonomi Blok Timur
  • Politik Blok Timur
  • Media dan propaganda Blok Timur
  • Emigrasi dan pengungsian Blok Timur
  • KGB
  • Nomenklatura
  • Ekonomi jangka pendek
  • Totalitarianisme
  • Pemberontakan anti-Komunis Eropa Timur
Latar belakang
internasional
  • Pengukuran aksi
  • Perang Dingin
  • Daftar negara sosialis
  • Prediksi pembubaran Uni Soviet
  • Doktrin Reagan
  • Kekaisaran Soviet
  • Terorisme dan Uni Soviet
  • Penentangan Vatikan
  • Invasi Pakta Warsawa ke Cekoslowakia
  • Revolusi Kekuatan Rakyat
Reformasi
  • Sosialisme dengan karakteristik Tiongkok
  • Perestroika
  • Glasnost
  • Demokratisasi di Uni Soviet
  • Doktrin Sinatra
  • Doi Moi
Pemimpin
pemerintahan
  • Ramiz Alia
  • Nicolae Ceaușescu
  • Mikhail Gorbachev
  • Károly Grósz
  • Erich Honecker
  • János Kádár
  • Miloš Jakeš
  • Egon Krenz
  • Wojciech Jaruzelski
  • Slobodan Milošević
  • Mathieu Kérékou
  • Mengistu Haile Mariam
  • Ne Win
  • Denis Sassou Nguesso
  • Heng Samrin
  • Deng Xiaoping
  • Todor Zhivkov
  • Siad Barre
Metode
perlawanan
  • Pemberontakan sipil
  • Demonstrasi
  • Rantai manusia
  • Magnitizdat
  • Pers bawah tanah Polandia
  • Protes
  • Samizdat
  • Aksi menyerang
Pemimpin
perlawanan
  • Lech Wałęsa
  • Václav Havel
  • Alexander Dubček
  • Ion Iliescu
  • Liu Gang
  • Wu'erkaixi
  • Chai Ling
  • Wang Dan
  • Feng Congde
  • Tank Man
  • Joachim Gauck
  • Sali Berisha
  • Sanjaasürengiin Zorig
  • Vladimir Bukovsky
  • Boris Yeltsin
  • Viacheslav Chornovil
  • Vytautas Landsbergis
  • Zianon Pazniak
  • Zhelyu Zhelev
  • Aung San Suu Kyi
  • Meles Zenawi
  • Isaias Afwerki
Gerakan
perlawanan
  • Federasi Otonomi Pelajar Beijing
  • Piagam 77
  • Forum Baru
  • Forum Sivik
  • Partai Demokrat Albania
  • Demokrat Rusia
  • Inisiatif untuk Perdamaian dan Hak Asasi Manusia
  • Sąjūdis
  • Revolusi Perdamaian
  • Gerakan Rakyat Ukraina
  • Solidaritas
  • Front Populer Latvia
  • Front Populer Estonia
  • Publik Melawan Kekerasan
  • Front Populer Belarusia
  • Liga Nasional untuk Demokrasi
  • Front Keselamatan Nasional
  • Aktivitas politik Gereja Unifikasi
  • Uni Pasukan Demokrat
Peristiwa
menurut lokasi
Eropa Tengah dan Timur
  • Albania
  • Bulgaria
  • Cekoslowakia
  • Jerman Timur
  • Hungaria
  • Polandia
  • Rumania
  • Uni Soviet
  • Yugoslavia
Uni Soviet
  • Armenia
  • Azerbaijan
  • Belarus
  • Chechnya
  • Estonia
  • Georgia
  • Latvia
  • Lithuania
  • Kazakhstan
  • Kyrgyzstan
  • Moldova
  • Russia
  • Tajikstan
  • Turkmenistan
  • Ukraina
  • Uzbekistan
Tempat lainnya
  • Afghanistan
  • Angola
  • Benin
  • Burma
  • Kamboja
  • China
  • Kongo-Brazzaville
  • Etiopia
  • Mongolia
  • Mozambik
  • Somalia
  • Yaman Selatan
Peristiwa
individual
  • Serangan Polandia 1988
  • Tragedi 9 April
  • Januari Hitam
  • Jalur Baltik
  • Ketegangan Tibet 1987–89
  • Demonstrasi Tiananmen 1989
  • Penghapusan pagar perbatasan Hungaria dengan Austria
  • Perjanjian Meja Bundar Polandia
  • Pembicaraan Meja Bundar Hungaria
  • Piknik Pan-Eropa
  • Demonstrasi Senin
  • Demonstrasi Alexanderplatz
  • Konferensi Malta (1989)
  • Reunifikasi Jerman
  • Peristiwa Januari di Lithuania
  • Peristiwa Januari di Latvia
  • Protes 1991 di Belgrade
  • Kudeta Agustus
  • Pembubaran Uni Soviet
Peristiwa selanjutnya
  • Revolusi berwarna
  • Dekomunisasi
  • Lustrasi
  • Demokratisasi
  • Liberalisasi ekonomi
  • Konflik pasca-Soviet
  • Neo-Sovietisme
  • Neo-Stalinisme
  • Pasca-komunisme
  • Peperangan Yugoslavia
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
    • 2
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Korea
  • Israel
Lain-lain
  • IdRef
  • NARA
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pemicu
  2. Lihat pula
  3. Referensi
  4. Bacaan lanjutan
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Pergerakan Demokratisasi Gwangju

Pergerakan Demokratisasi Gwangju, juga dikenal di Korea Selatan sebagai 18 Mei (Hangul: 오일팔code: ko is deprecated ; Hanja: 五一八code: ko is deprecated ;

University of the People

Universitas di Amerika Serikat

Demokrasi di Pakistan

perkembangan kehidupan sosial dan politik di Pakistan, terutama proses demokratisasi atau proses transformasi sistem pemerintahan dari non-demokrasi menuju

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026