Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Dei Verbum

Dei Verbum atau Konstitusi Dogmatis tentang Wahyu Ilahi adalah salah satu dokumen utama dari Konsili Vatikan Kedua, yang memiliki pokok-pokok mendasar mengenai sumber ajaran dan tindakan Gereja. Dan sumber itu adalah wahyu ilahi atau penyingkapan diri Allah sendiri kepada manusia. Dalam Gereja Katolik wahyu ilahi itu diterima dari dua saluran: Tradisi pengajaran lisan para rasul dan kemudian setelah sebagian dari pengajaran itu dituliskan, Kitab Suci. Maka Gereja Katolik melalui dokumen Dei Verbum menyerukan keseimbangan perhatian pada kedua macam saluran wahyu ilahi: Tradisi dan Kitab Suci. Konstitusi ini disetujui oleh para Uskup dalam sebuah pemungutan suara 2.344 berbanding 6, dan diresmikan oleh Paus Paulus VI pada 18 November 1965.

Wikipedia article
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dei Verbum atau Konstitusi Dogmatis tentang Wahyu Ilahi adalah salah satu dokumen utama dari Konsili Vatikan Kedua, yang memiliki pokok-pokok mendasar mengenai sumber ajaran dan tindakan Gereja. Dan sumber itu adalah wahyu ilahi atau penyingkapan diri Allah sendiri kepada manusia. Dalam Gereja Katolik wahyu ilahi itu diterima dari dua saluran: Tradisi pengajaran lisan para rasul dan kemudian setelah sebagian dari pengajaran itu dituliskan, Kitab Suci. Maka Gereja Katolik melalui dokumen Dei Verbum menyerukan keseimbangan perhatian pada kedua macam saluran wahyu ilahi: Tradisi dan Kitab Suci. Konstitusi ini disetujui oleh para Uskup dalam sebuah pemungutan suara 2.344 berbanding 6, dan diresmikan oleh Paus Paulus VI pada 18 November 1965.

Judul Dei Verbum berarti Sabda Allah (dalam Bahasa Inggris:"Word of God") diambil dari kata-kata pertama dokumen berbahasa Latin, sebagaimana biasanya dokumen Gereja Katolik dinamai.

Daftar Isi Dokumen

Dokumen Dei Verbum memiliki susunan sebagai berikut (nomor-nomor dalam tanda kurung adalah nomor-nomor sub-bab yang merupakan pasal referensi yang biasa digunakan sewaktu mengutip dokumen ini):

  1. Pendahuluan (1)
  2. Tentang Wahyu Sendiri (2-6)
  3. Meneruskan Wahyu Ilahi (7-10)
  4. Ilham Ilahi Kitab Suci dan Penafsirannya (11-13)
  5. Perjanjian Lama (14-16)
  6. Perjanjian Baru (17-20)
  7. Kitab Suci dalam Kehidupan Gereja (21-26)

Ikhtisar

Gereja Katolik mengajarkan bahwa Allah, pencipta dan Tuhan, dapat diketahui dengan akal budi manusia dari semua karya ciptaanNya (Katekismus Gereja Katolik no 47). Namun, pengetahuan itu saja tidak menjelaskan "mengapa" dan "untuk apa". Maka "Dalam kebaikan dan kebijaksanaanNya Allah berkenan mewahyukan diriNya dan memaklumkan rahasia kehendakNya" (Dei Verbum 2). Untuk itu Ia mengutus PuteraNya yang terkasih, Yesus Kristus dan Roh Kudus (Katekismus Gereja Katolik no. 50).

Allah menghendaki agar semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (1Tim 2:4), maka "Kristus Tuhan...memerintahkan kepada para rasul, supaya Injil...mereka wartakan kepada semua orang, sebagai sumber segala kebenaran yang menyelamatkan serta memberi ajaran kesusilaan" (Dei Verbum 7). Kehendak Allah itu dilaksanakan dalam dua cara: secara lisan (disebut Tradisi) oleh para rasul dan pengganti-penggantinya, dan kemudian secara tertulis, setelah "para rasul dan tokoh-tokoh rasuli, atas ilham Roh Kudus juga telah membukukan amanat keselamatan" (Dei Verbum 7).

Mengenai Hubungan antara Tradisi dan Kitab Suci

Pada Bab Kedua mengenai "Meneruskan Wahyu Ilahi", Konstitusi ini menyatakan secara khusus kesetaraan peran Tradisi Suci dean Kitab Suci.

Jadi Tradisi suci dan Kitab suci berhubungan erat sekali dan berpadu. Sebab keduanya mengalir dari sumber ilahi yang sama, dan dengan cara tertentu bergabung menjadi satu dan menjurus ke arah tujuan yang sama. Sebab Kitab suci itu pembicaraan Allah sejauh itu termaktub dengan ilham Roh ilahi. Sedangkan oleh Tradisi suci sabda Allah, yang oleh Kristus Tuhan dan Roh Kudus dipercayakan kepada para Rasul, disalurkan seutuhnya kepada para pengganti mereka, supaya mereka ini dalam terang Roh kebenaran dengan pewartaan mereka memelihara, menjelaskan dan menyebarkannya dengan setia. Dengan demikian gereja menimba kepastian tentang segala sesuatu yang diwahyukan bukan hanya melalui Kitab Suci. Maka dari itu keduanya (baik Tradisi maupun Kitab suci) harus diterima dan dihormati dengan cita-rasa kesalehan dan hormat yang sama (DV9).

Mengenai Sumber Ilham dari Kitab Suci dan Penafsirannya

Dalam Bab Ketiga mengenai "Ilham Ilahi Kitab Suci dan Penafsirannya", Konstitusi menyatakan bahwa:

  • Kitab Suci dikarang sendiri oleh Allah melalui orang-orang yang digunakanNya dengan memakai kecakapan dan kemampuan mereka sendiri.
  • Segala pernyataan yang dikarang oleh pengarang yang diilhami harus dipandang sebagai pernyataan Roh Kudus.
  • Kitab-kitab dalam Alkitab adalah teguh, setia, dan tanpa kekeliruan kebenaran, yang mengajar untuk keselamatan manusia.

Kutipan dari Konstitusi:

Yang diwahyukan oleh Allah dan yang termuat serta tersedia dalam Kitab suci telah ditulis dengan ilham Roh Kudus. Sebab Bunda Gereja yang kudus, berdasarkan iman para Rasul, memandang Kitab-kitab Perjanjian Lama maupun Baru secara keseluruhan, beserta semua bagian-bagiannya, sebagai buku-buku yang suci dan kanonik, karena ditulis dengan ilham Roh Kudus (lihat Yoh 20:31; 2Tim 3:16; 2Pet 1:19-21; 3:15-16), dan mempunyai Allah sebagai pengarangnya, serta dalam keadaannya demikian itu diserahkan kepada Gereja. Namun, dalam mengarang kitab-kitab suci itu Allah memilih orang-orang, yang digunakan-Nya sementara mereka memakai kecakapan dan kemampuan mereka sendiri, supaya – sementara Dia berkarya dalam dan melalui mereka, - semua itu dan hanya itu yang dikehendaki-Nya sendiri dituliskan oleh mereka sebagai pengarang yang sungguh-sungguh.
Oleh sebab itu, karena segala sesuatu, yang dinyatakan oleh para pengarang yang ilhami atau hagiograf (penulis suci), harus dipandang sebagai pernyataan Roh Kudus, maka harus diakui, bahwa buku-buku Alkitab mengajarkan dengan teguh dan setia serta tanpa kekeliruan kebenaran, yang oleh Allah dikehendaki supaya dicantumkan dalam kitab-kitab suci demi keselamatan kita. Oleh karena itu “seluruh Alkitab diilhami oleh Allah dan berguna untuk mengajar, meyakinkan, menegur dan mendidik dalam kebenaran: supaya manusia (hamba) Allah menjadi sempurna, siap sedia bagi segala pekerjaan yang baik” (2Tim 3:16-17 Yunani)." (Dei Verbum 11)
Adapun karena Allah dalam Kitab suci bersabda melalui manusia secara manusia, maka untuk menangkap apa yang oleh Allah akan disampaikan kepada kita penafsir Kitab suci harus menyelidiki dengan cermat, apa yang sebenarnya mau disampaikan oleh para penulis suci, dan apa yang mau ditampakkan oleh Allah dengan kata-kata mereka. Untuk menemukan maksud para pengarang suci antara lain perlu diperhatikan juga “jenis-jenis sastra”. Sebab dengan cara yang berbeda-beda kebenaran dikemukakan dan diungkapkan dalam nas-nas yang dengan aneka cara bersifat historis, atau profetis, atau poetis, atau dengan jenis sastra lainnya. Selanjutnya penafsiran harus mencari arti, yang hendak diungkapkan dan ternyata jadi diungkapkan oleh pengarang suci dalam keadaan tertentu, sesuai dengan situasi jamannya dan kebudayaannya, melalui jenis-jenis sastra yang ketika itu digunakan. Sebab untuk mengerti dengan saksama apa yang oleh pengarang suci hendak dinyatakan dengan tulisannya perlu benar-benar diperhatikan baik cara-cara yang lazim dipakai oleh orang-orang pada zaman pengarang itu dalam merasa, berbicara atau bercerita, maupun juga cara-cara yang pada zaman itu biasanya dipakai dalam pergaulan antar manusia.
Akan tetapi Kitab suci ditulis dalam Roh Kudus dan harus dibaca dan ditafsirkan Roh itu juga. Maka untuk menggali dengan tepat arti nas-nas suci, perhatian yang sama besarnya harus diberikan kepada isi dan kesatuan seluruh Alkitab, dengan mengindahkan Tradisi hidup seluruh Gereja serta analogi iman(Dei Verbum 12).
Maka dalam Kitab suci itu – sementara kebenaran dan kesucian Allah tetap utuh – terlihatlah dengan jelas “turunnya” kebijaksanaan kekal yang menakjubkan, “supaya kita mengenal kebaikan Allah yang tak terperikan, dan bagaimana Ia melembutkan bahasa-Nya, dengan sepenuhnya memperhatikan serta mengindahkan kekurangan kodrat kita.” Sebab sabda Allah, yang diungkapkan dengan bahasa manusia, telah menyerupai pembicaraan manusiawi, seperti dulu Sabda Bapa yang kekal, dengan mengenakan daging kelemahan manusiawi, telah menjadi serupa dengan manusia (Dei Verbum 13).

Ajakan

Adapun demikian besarlah daya dan kekuatan sabda Allah, sehingga bagi Gereja merupakan tumpuan serta kekuatan, dan bagi putera-puteri Gereja menjadi kekuatan iman, santapan jiwa, sumber jernih dan kekal hidup rohani (Dei Verbum 21). Bagi kaum beriman kristiani jalan menuju Kitab suci harus terbuka lebar-lebar (Dei Verbum 22).
Adapun Kitab suci mengemban sabda Allah, dan karena diilhami memang sungguh-sungguh sabda Allah. Maka dari itu pelajaran Kitab suci hendaklah bagaikan jiwa Teologi suci[37]. Namun dengan sabda Alkitab juga pelayanan sabda, yakni pewartaan pastoral, ketekese dan semua pelajaran kristiani – diantaranya homili liturgis harus sungguh diistimewakan – mendapat bahan yang sehat dan berkembang dengan suci (Dei Verbum 24).
Gereja "mendesak dengan sangat dan istimewa semua orang beriman, terutama para religius, supaya dengan sering kali membaca kitab-kitab ilahi memperoleh “pengertian yang mulia akan Yesus Kristus” (Flp 3:8). “Sebab tidak mengenal Alkitab berarti tidak mengenal Kristus” (st Hieronimus) (Dei Verbum 25).

Referensi

  • KWI, Dokumen Konsili Vatikan II. Terutama bagian tulisan "Konsili Vatikan II: 1962-1965" (hal. xix) dan naskah dokumen "Konstitusi Dogmatis tentang Wahyu Ilahi" (hal. 317-336).
  • Dr Tom Jacobs SY, Komentar tentang Dei Verbum. Kanisius.
  • Katekismus Gereja Katolik no 47-133.
  • (Inggris) The Gift of Scripture, "Published as a teaching document of the Bishops' Conferences of England, Wales and Scotland" (2005), The Catholic Truth Society, Ref. SC 80, ISBN 1-86082-323-8.

Pranala luar

  • Pranala luar Dokumen Vatikan II dalam bahasa Indonesia Diarsipkan 2007-02-02 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Konstitusi Dogmatis tentang Wahyu Ilahi Dei Verbum di Situs Web Tahta Suci
  • (Inggris) Arthur Wells, Bishop Christopher Butler OSB – His Rôle in Dei Verbum, Part 1[pranala nonaktif permanen] – Part 2[pranala nonaktif permanen]
  • (Inggris) Bernard Orchard OSB, Dei Verbum and the Synoptic Gospels (1990) Diarsipkan 2008-05-07 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Matt, Dei Verbum – Analysis of the Gospel's historicity (paragraphs 18-19) (1998)
  • (Inggris) Brian W. Harrison, O.S., On Rewriting the Bible (2002) Diarsipkan 2019-01-11 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Dokumen Konsili Vatikan II
Konstitusi [4]
  • Dei Verbum (11)
  • Gaudium et Spes (16)
  • Lumen Gentium (3)
  • Sacrosanctum Concilium (1)
Dekrit [9]
  • Ad Gentes (14)
  • Apostolicam Actuositatem (12)
  • Christus Dominus (6)
  • Inter Mirifica (2)
  • Optatam Totius (8)
  • Orientalium Ecclesiarum (4)
  • Perfectæ Caritatis (7)
  • Presbyterorum Ordinis (15)
  • Unitatis Redintegratio (5)
Pernyataan [3]
  • Dignitatis Humanæ (13)
  • Gravissimum Educationis (9)
  • Nostra Ætate (10)
Catatan: Nomor dalam tanda kurung () di akhir nama setiap dokumen adalah urutan peresmian dokumen selama Konsili.
  • l
  • b
  • s
Gereja Katolik
  • Indeks
  • Garis Besar
  • Glosarium
  • Tokoh Umat
Sejarah
(Linimasa
Gerejawi
Kehakiman)
Gereja Perdana
  • Yesus
    • Karya Pelayanan
    • Penyaliban
    • Kebangkitan
    • Amanat Agung
  • Para Rasul
    • Suksesi
    • Keutamaan Petrus
  • Bapa Gereja
    • Bapa Apostolik
  • Sejarah Lembaga Kepausan
    • Keutamaan
Gereja Raya
  • Masa Pranikea
  • Konstantinus
  • Saptakonsili Oikumene
    • Nikea I
    • Kalsedon
  • Akhir Abad Kuno
  • Kanon Alkitab
  • Kerahiban
Abad Pertengahan
  • Penaklukan Islam
  • Paus Gregorius I
  • Negara Gereja
  • Skisma (1054)
  • Konstroversi Investritur
  • Perang Salib
  • Skisma (1378)
  • Inkuisisi
  • Universitas
  • Skolastisisme
  • Abad Penjelajahan
Zaman Modern
  • Protestantisme
    • Reformasi Protestan
    • Reformasi Katolik
      • Trento
  • Perang Tiga Puluh Tahun
  • Pencerahan
  • Revolusi Prancis
  • Nazisme
  • Vatikan II
  • Komunisme
  • Skandal Pelecehan Seksual
  • Islam
  • Pandemi COVID-19
Teologi
(Alkitab
Tradisi
Katekismus)
Umum
  • Allah
    • Tritunggal
    • Kerajaan
  • Tubuh dan Jiwa
  • Rahmat Allah
  • Dogma
  • Syahadat Nikea
  • Dosa Asal
  • Para Kudus
  • Keselamatan
  • Khotbah di Bukit
  • Dasatitah
  • Vulgata
  • Alkitab Resmi
    • Vulgata Sistina
    • Vulgata Sisto-Klementina
    • Nova Vulgata
  • Ibadat
Eklesiologi
  • Communitas Perfecta
  • Konsili
  • Oikumenisme
  • Empat Ciri
    • Satu Gereja Sejati
    • Katolik
  • Infalibilitas
  • Mystici Corporis Christi
  • Umat Allah
  • Tiga Status
  • Subsistit In
  • Dalam Hukum Kanon
Sakramen
  • Baptis
  • Krisma
  • Ekaristi
  • Tobat
  • Minyak Suci
    • Ritus Terakhir
  • Imamat
  • Perkawinan
Mariologi
  • Diangkat ke Surga
  • Sejarah
  • Dikandung Tanpa Noda
  • Mariologi Para Paus
  • Mariologi Para Kudus
  • Bunda Allah
  • Selalu Perawan
  • Penghormatan
  • Baca juga:
  • Yosefologi
Filsafat
  • Hukum Kodrati
  • Teologi Moral
  • Personalisme
  • Ajaran Sosial
  • Filsuf
  • Filsafat Hukum Kanonik
  • Baca juga:
  • Ilmu Pengetahuan
    • Evolusi
  • Keterpisahan Gereja dari Negara
    • Relasi
    • Politik
Para Kudus
  • Keluarga Kudus
    • Maria
    • Yosef
  • Bapa Bangsa
  • Nabi
  • Malaikat Agung
  • Martir
  • Pujangga Gereja
  • Penginjil
  • Pengaku Iman
  • Murid
  • Perawan
Organisasi
(Hierarki
Hukum Kanon
Umat Awam
Jenjang Kehormatan
Menurut Negara)
Takhta Suci
(Daftar Paus)
  • Sri Paus Leo XIV
  • Konsili Oikumene
  • Dewan Kardinal
    • Daftar
    • Penasihat
  • Kuria Roma
    • Dikasteri
  • Sinode Para Uskup
  • Properti
Kota Vatikan
  • Indeks
  • Garis-garis besar
  • Istana Apostolik
  • Perjanjian Lateran
  • Rota Romana
  • Basilika Santo Petrus
  • Garda Swiss
  • Museum Vatikan
Politas (Imamat)
  • Keuskupan
    • Konferensi Waligereja
    • Eparki
  • Uskup
    • Batrik
    • Mayor
    • Primat
    • Metropolit
    • Uskup Agung
    • Diosesan
    • Koajutor
    • Auksilier
    • Tituler
    • Emeritus
  • Paroki
  • Imam
  • Diakon
Hidup Bakti
  • Religius:
  • Superior
    • Abas, Abdis
    • Pemimpin Umum
    • Pemimpin Provinsial
    • Prior
  • Guru Besar
  • Bruder
    • Frater
    • Rahib
  • Suster
    • Biarawati
  • Eremit
  • Novis
    • Pembimbing Novis
    • Oblat
    • Postulan
Gereja Partikular
Sui Iuris
  • Gereja Latin
  • Gereja-Gereja Katolik Timur
    • Albania
    • Armenia
    • Belarusia
    • Bulgaria
    • Kaldaya
    • Kubti
    • Kroasia dan Serbia
    • Eritrea
    • Etiopia
    • Georgia
    • Yunani
    • Hongaria
    • Albania-Italia
    • Makedonia
    • Maruni
    • Malaki
    • Rumania
    • Rusia
    • Rutenia
    • Slowakia
    • Suryani
    • Suryani-Malabar
    • Suryani-Malangkara
    • Ukraina
Liturgi Katolik
  • Liturgi Katolik Timur
    • Aleksandria
    • Antiokhia
    • Armenia
    • Bizantin
    • Suryani Timur
    • Suryani Barat
      • Malangkara
  • Latin
    • Ambrosian
    • Braga
    • Muzarabi
    • Romawi
      • Paulus VI
      • Tridentina
      • Anglikan
      • Zaire
Budaya
  • Seni Rupa
    • Mariawi
  • Seniman
  • Sastrawan
  • Gedung Gereja
    • Karya Seni Altar
  • Agama Katolik Rakyat
  • Perpustakaan
  • Museum
  • Musik
  • Tanda Penghargaan
  • Peran dalam Peradaban
  • Baca juga:
  • Kritik terhadap Gereja Katolik
  • Anti-Katolik
Media
  • Biro Percetakan dan Penerbitan Takhta Suci
  • Media Vatikan
    • Vatican News
    • Stasiun Televisi Vatikan
    • Radio Vatikan
  • Percetakan dan Penerbitan Multibahasa Vatikan
  • L'Osservatore Romano
  • Acta Apostolicae Sedis
  • Annuario Pontificio
Tarekat,
Institut,
Serikat Religius
  • Asumsionis
  • Anunsiasionis
  • Agustinian
  • Basilian
  • Benediktin
  • Betlehemit
  • Turkin
  • Kamaldulensis
  • Kamilian
  • Karmelit
  • Kartusian
  • Sistersien
  • Klaris
  • Konsepsionis
  • Salib Suci
  • Dominikan
  • Fransiskan
  • Suster Gembala Baik
  • Hieronimit
  • Yesuit
  • Legiuner
  • Mersedarian
  • Minim
  • Olivetan
  • Oratorian
  • Piaris
  • Premonstratensian
  • Redemptoristin
  • Servit
  • Teatin
  • Trapis
  • Trinitarian
  • Visitandin
Serikat
Umat Beriman
  • Konfreria
    • Awam
    • Mariawi
    • Orang Muda
    • Pekerja
  • Ordo Ketiga
    • Santo Dominikus
    • Karmelit Awam
      • Tak Berkasut
    • Santo Fransiskus
      • Sekuler
  • Ordo militer
  • Fimcap
  • Aksi Katolik
  • Pembaharuan Karismatik
  • Comunione e Liberazione
  • Sant'Egidio
  • Focolare
  • Aliansi Internasional Kesatria Katolik
  • Kepanduan
  • Legio Maria
  • Jalan Neokatekumen
  • Opus Dei
  • Schoenstatt
Amal Kasih
  • Aid to the Church in Need
  • Caritas
  • Catholic Charities
  • Home Mission
  • Relief Services
  • CIDSE
  • Pax Christi
  • Serikat Sosial Vinsensius
  • Baca juga:
  • Pelayanan Kesehatan
  • Sekolah
  • Universitas
  •  Portal Katolik
  • Category Kategori
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • GND

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Daftar Isi Dokumen
  2. Ikhtisar
  3. Mengenai Hubungan antara Tradisi dan Kitab Suci
  4. Mengenai Sumber Ilham dari Kitab Suci dan Penafsirannya
  5. Ajakan
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Lembaga Biblika Indonesia

organisasi kekristenan di Indonesia

Katekismus Gereja Katolik

senses). Kembalinya ke eksegesis atau tafsir rohani ini didasarkan pada Dei verbum, konsitusi dogmatis yang dikeluarkan Konsili Vatikan II pada 1965, yang

Doa Malaikat Tuhan

Doa dalam Gereja Katolik

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026