Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Decakan kontur tekanan paru-paru

Decakan kontur tekanan paru-paru atau pulmonis, juga sering disebut konsonan lidah-pulmonis sekuensial, merupakan konsonan yang bertransisi dari decakan menjadi suara tekanan paru-paru (pulmonis, atau lebih tepatnya, memiliki jeda antar keduanya yang terdengar antara pelepasan depan dan belakang dari decakan. Semua tipe decakan memiliki varian lidah-pulmonis yang terjadi sebagai hentian maupun gesekan, dan ditemukan dalam empat tope fonasi: halus, bersuara, teraspirasikan dan gumaman. Terdapat juga fonasi nirsuara dari konsonan lidah-pulmonis yang ditemukan dalam semua bahasa-bahasa Khoisan yang dituturkan di Afrika bagian, juga terdapat di bahasa Bantu Yeyi di daerah yang sama, tetapi konsonan tersebut tidak terjadi pada bahasa yang sama di daerah yang lain.

Wikipedia article
Diperbarui 15 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022)
Artikel utama: Konsonan decak
Hentian lidah-pulmonis rongga-gigi halus
ǃ͡q
Hentian lidah-pulmonis gigi bersuara
ǀ͡ɢ
Hentian-sisi lidah-pulmonis teraspirasikan
ǁ͡qʰ
Hentian lidah-pulmonis langit-langit hembus
ǂ͡ɢʱ
Gesekan lidah-pulmonis bibir nirsuara
ʘ͡χ
Gesekan lidah-pulmonis tarik-belakang bersuara
‼͡ʁ

Decakan kontur tekanan paru-paru atau pulmonis, juga sering disebut konsonan lidah-pulmonis sekuensial, merupakan konsonan yang bertransisi dari decakan menjadi suara tekanan paru-paru (pulmonis, atau lebih tepatnya, memiliki jeda antar keduanya yang terdengar antara pelepasan depan dan belakang dari decakan. Semua tipe decakan (decak rongga-gigi ǃ, gigi ǀ, sisi ǁ, langit-langit ǂ, tarik-belakang ‼, dan dwibibir ʘ) memiliki varian lidah-pulmonis (linguo-pulnonis) yang terjadi sebagai hentian maupun gesekan, dan ditemukan dalam empat tope fonasi: halus, bersuara, teraspirasikan dan gumaman (suara hembusan). Terdapat juga fonasi nirsuara dari konsonan lidah-pulmonis yang ditemukan dalam semua bahasa-bahasa Khoisan yang dituturkan di Afrika bagian (rumpun bahasa Khoe, Tuu, dan Kxʼa), juga (dilaporkan) terdapat di bahasa Bantu Yeyi di daerah yang sama, tetapi konsonan tersebut tidak terjadi pada bahasa yang sama di daerah yang lain.

Analisis

Sebelumnya decakan kontur dipercaya sebagai konsonan tekak pada artikulasi belakangnya, sedangkan decakan non-kontur diyakini sebagai konsonan langit-langit belakang. Akan tetapi, pada saat ini diketahui bahwa semua decakkan merupakan konsonan tekak, setidaknya pada bahasa yang telah diteliti, dan artikulasi pada decakan ini lebih kompleks dari apa yang ada pada bahasa lain, tetapi tidak terdapat pada daerah lainnya. Miller (2011) menganalisis konsonan tersebut sebagai kontur decak (di mana konsonan ini berfungsi sebagai transisi satu jenis suara ke suara lainnnya pada satu konsonan saja), sedangkan Nakagawa (2006)[1] menganalisis konsonan tersebut sebagai rentetan decakan yang diikuti oleh konsonan tekak (di mana berperan sebagai gugus konsonan). Dampak positif adanya analisis gugus konsonan tersebut menyebabkan turunnya jumlah kotak konsonan secara drastis dari suatu bahasa. Sebagai contoh, Taa memiliki 164 konsonan yang diketahui, termasuk 111 (dan potensial sebesar 115) decakan, dan juga bahasa Ubykh yang memiliki kotak konsonan non-decak yang sangat besar, sekitar 80 (84 jika ditambahkan dengan kata pinjam) konsonan. Dengan adanya analisis gugus konsonan, decakan yang ada pada bahasa Taa turun menjadi 43, dan hanya ada 87 konsonan pada Ubykh yang justru membuatnya bertambah.[2][a] Akan tetapi, terdapat beberapa kelemahan dari analisis gugus konsonan: Walaupun himpunan decakan dan himpunan nirdecak sering dijajarkan, dalam beberapa bahasa disana yang memiliki konsonan yang dianggap sebagai gugusan tidak pernah terjadi sendiri-sendiri, sehingga tidak menyebabkannya terjadi dengan konsonan jenis lain. Juga, semua bahasa lain di dunia yang memperbolehkan munculnya himpunan obstruen (seperti s dan t pada steep, dan gugus decak dapat ditemukan dalam bentuk serupa) juga memperbolehkan terjadinya gugus konsonan dengan sonoran didalamnya (seperti r dalam kreteg dalam bahasa Jawa). Walaupun begitu, tidak ada bahasa rumpun Khoisan yang memperbolehkan terjadinya gugus dalam konsonan manapun, decak maupun tidak, dengan sonoran seperti l, r, y atau w. Miller menyimpulkan bahwa jumlah konsonan yang sangat besar dalam bahasa-bahasa ini merupakan konsonan nyata, sebagai konsekuensi dari jumlah permutasi decakan yang lebih besar, di mana ada dua tempat artikulasi yang dapat dimanipulasi secara independen.[b]

Karakteristik konsonan

Secara fonetis, konsonan lidah-pulmonis merupakan sebuah decakan yang artikulasi depan dan belakang dilepaskan secara sendiri-sendiri. Artikulasi depan dibuat dengan lidah depan ataupun bibir dan dilepaskan dengan aliran udara lingual seperti layaknya decakan manapun. Akan tetapi, artikulasi belakang ditahan lebih lama dan menghasilkan aliran udara paru-paru saat dilepaskan (konsonan lidah-sembur hampir sama dengannya, kecuali jika pelepasan kedua adalah konsonan sembur). Konsonan seperti itu memiliki hentakan pelepasan ganda, satu merupakan ingresif (udara ditarik oleh lidah) dan yang lainnya egresif (udara didorong oleh paru-paru). Artikulasi belakang muncul sebagai keduanya: hal ini membantu dalam membuat isapan yang kuat pada awalnya dan kemudian dengan sendirinya dilepaskan untuk fase kedua. Karena lidah bagian belakang berfungsi di artikulator dan bagian tekak ataupun faringal dari mulut untuk membuat hentakan dan kedua hentian hampir dilepaskan secara bersamaan dalam satu waktu, dan pelepasan kedua dari konsonan juga merupakan konsonan tekak.

Catatan

  1. ↑ Dalam analisa Naumann, tidak hanya decakan kontur yang dinilai sebagai gugus konsonan, tetapi juga 20 fonem lainnya dianalisa sebagai hal yang sama.
  2. ↑ Terdapat juga konsonan yang lebih kompleks, seperti konsonan langit-langit belakang dwibibir [k͡p], [ɡ͡b], dan [ŋ͡m], tetapi dalam kasus seperti ini, kedua daerah artikulasi tidak dilepaskan secara sendiri-sendiri.

Referensi

  1. ↑ Nakagawa, 2006. Aspects of the phonetic and phonological structure of the G|ui language. Ph.D. dissertation, University of Witwatersrand.
  2. ↑ Naumann, Christfied (2008). "The Consonantal System of West ǃXoon". 3rd International Symposium on Khoisan Languages and Linguistics. Riezlern.

Daftar pustaka

  • Amanda Miller, 2011. "The Representation of Clicks". In Oostendorp et al. eds., The Blackwell Companion to Phonology.
  • l
  • b
  • s
Alfabet Fonetik Internasional (Bagan)
Topik-topik IPA
IPA
  • Asosiasi Fonetik Internasional
  • Sejarah
  • Simbol lanjutan untuk IPA (extIPA)
  • Simbol-simbol Kualitas Suara (VoQS)
  • Journal of the IPA (JIPA)
Topik khusus
  • Bentuk kursif
  • Variasi besar-kecil
  • Simbol lama dan simbol yang tidak digunakan lagi
  • Tata penamaan
  • Ekstensi simbol khusus untuk pengkajian
  • Ortografi Dunia
  • Carta IPA untuk dialek bahasa Inggris
Pengekodan karakter
  • pengekodan ASCII
    • SAMPA
    • X-SAMPA
    • Kirshenbaum
  • TIPA
  • Simbol-simbol fonetik dalam Unicode
  • Braille IPA
Konsonan
Konsonan tekanan paru-paru
Daerah → Bibir Lidah tengah akar lidah Laring
Cara ↓ Dwibibir Bibir
gigi
Lidah ­bibir Gigi Rongga­gigi Pasca­ronggi Tarik­ bel. Ronggi­lidah Lelangit Lelangit­lunak Tekak Katup
nafas
hulu
ker.
Celah suara
Sengau m̥ m ɱ n̼ n̥ n ɳ̊ ɳ ɲ̊ ɲ ŋ̊ ŋ ɴ
Letup p b p̪ b̪ t̼ d̼ t d ʈ ɖ c ɟ k ɡ q ɢ ʡ ʔ
Gesek desis ts dz t̠ʃ d̠ʒ ʈʂ ɖʐ tɕ dʑ
Gesek tak desis pɸ bβ p̪f b̪v t̪θ d̪ð tɹ̝̊ dɹ̝ t̠ɹ̠̊˔ d̠ɹ̠˔ cç ɟʝ kx ɡɣ qχ ɢʁ ʡʢ ʔh
Geseran desis s z ʃ ʒ ʂ ʐ ɕ ʑ
Geseran tak desis ɸ β f v θ̼ ð̼ θ ð θ̠ ð̠ ɹ̠̊˔ ɹ̠˔ ɻ˔ ç ʝ x ɣ χ ʁ ʜ ʢ ħ ʕ h ɦ
Hampiran ʋ ɹ ɻ j ɰ ʔ̞
Kepakan ⱱ̟ ⱱ ɾ̼ ɾ̥ ɾ ɽ̊ ɽ ɢ̆ ʡ̆
Getar ʙ̥ ʙ r̥ r ɽ̊r̥ ɽr ʀ̥ ʀ ʜ ʢ
Konsonan gesek sisi tɬ dɮ ʈɭ̊˔ ɖɭ˔ cʎ̝̊ ɟʎ̝ kʟ̝̊ ɡʟ̝
Geseran sisi ɬ ɮ ɭ̊˔ ɭ˔ ʎ̝̊ ʎ̝ ʟ̝̊ ʟ̝
Hampiran sisi l ɭ ʎ ʟ ʟ̠
Kepakan sisi ɺ̥ ɺ ɭ̥̆ ɭ̆ ʎ̆ ʟ̆
  • Bantuan IPA
  •  audio
  • grafik lengkap
  • templat

Dalam satu sel tabel, simbol-simbol di sebelah kanan adalah bersuara, di sebelah kiri adalah tidak bersuara atau nirsuara. Petak-petak yang digelapkan menandakan penyebutan yang dianggap mustahil.

Konsonan non paru-paru
DB BG G RG PR TB LL LB T F
Sembur Hentian pʼ tʼ ʈʼ cʼ kʼ qʼ ʡʼ
Gesek t̪θʼ tsʼ t̠ʃʼ ʈʂʼ kxʼ qχʼ
Geser ɸʼ fʼ θʼ sʼ ʃʼ ʂʼ ɕʼ xʼ χʼ
Gesek sisian tɬʼ cʎ̝̊ʼ kʟ̝̊ʼ
Geser sisian ɬʼ
Decak Halus ʘ ǀ ǃ Error using {{IPA symbol}}: "𝼊" not found in list ǂ
Bersuara ʘ̬ ǀ̬ ǃ̬ 𝼊̬ ǂ̬
Sengau ʘ̃ ǀ̃ ǃ̃ 𝼊̃ ǂ̃ ʞ
Halus sisian ǁ
Bersuara sisian ǁ̬
Sengau sisian ǁ̃
Letup-
balik
Bersuara ɓ ɗ ᶑ ʄ ɠ ʛ
Nirsuara ɓ̥ ɗ̥ ᶑ̊ ʄ̊ ɠ̊ ʛ̥
  • Bantuan IPA
  • grafik lengkap
  • templat
Konsonan ko-artikulasi
Sengau
n͡m
Rongga-gigi terbibirkan
ŋ͡m
Langit-langit belakang
terbibirkan
Letup
t͡p
d͡b
Rongga-gigi terbibirkan
k͡p
ɡ͡b
Langit-langit belakang
terbibirkan
q͡ʡ
Tekak hulu-kerongkongan
Hampiran
ɥ̊
ɥ
Langit-langit terbibirkan
ʍ
w
Langit-langit belakang
terbibirkan
ɧ
Gabungan antara ʃ dan x
Hampiran sisi
ɫ
Rongga-gigi peletakan
langit-langit belakang
  • Bantuan IPA
  • grafik lengkap
  • templat

Simbol-simbol di sebelah kanan bersifat bersuara, sedangkan yang di sebelah kiri bersifat nirsuara.

Lain-lain
  • Konsonan hampiran bibir – langit-langit belakang sengau [w̃]
  • Konsonan hampiran langit-langit sengau [j̃]
  • Konsonan geser dwigigi nirsuara [h̪͆]
  • Konsonan letup gigi nirsuara dengan penggetaran dwibibir [t̪ʙ̥]
  • Konsonan hampiran celah-suara sengau nirsuara [h̃]
Vokal
Depan Madya Belakang
Tertutup
i
•
y
ɨ
•
ʉ
ɯ
•
u
Hmpr. tutup
ɪ
•
ʏ
ɪ̈
•
ʊ̈
ɯ̽
•
ʊ
1/2 tutup
e
•
ø
ɘ
•
ɵ
ɤ
•
o
Tengah
e̞
•
ø̞
ə
•
ɵ̞
ɤ̞
•
o̞
1/2 buka
ɛ
•
œ
ɜ
•
ɞ
ʌ
•
ɔ
Hmpr. Buka
æ
•
ɐ
•
ɞ̞
Terbuka
a
•
ɶ
ä
•
ɒ̈
ɑ
•
ɒ
  • Bantuan IPA
  •  audio
  • grafik lengkap
  • templat

Templat:Articulation navbox

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Analisis
  2. Karakteristik konsonan
  3. Catatan
  4. Referensi
  5. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Alfabet Fonetik Internasional

sistem alfabetik untuk notasi dan transkripsi fonetik

Decak rongga-gigi

sejenis decakan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026