Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Konsonan tak desis gesek bibir-gigi nirsuara

Konsonan tak desis gesek bibir-gigi nirsuara dan dilepaskan sebagai konsonan desis bibir-gigi nirsuara.

Wikipedia article
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Konsonan tak desis gesek bibir-gigi nirsuara
p̪f
Sampel suara
noicon
sumber · bantuan

Konsonan tak desis gesek bibir-gigi nirsuara ([p̪͡f] merupakan sebuah konsonan gesek yang langka dalam Alfabet Fonetik Internasional dan diinisiasikan sebagai konsonan hentian bibir-gigi) [p̪] dan dilepaskan sebagai konsonan desis bibir-gigi nirsuara [f].

Konsonan gesek ini contohnya terdapat pada dialek XiNkuna dari bahasa Tsonga, seperti [tiɱp̪͡fuβu] "Kuda nil (jamak)" dan juga dalam bentuk berhembus, seperti [ɱp̪͡fʰuka]}} "jarak" (sedangkan [ɱfutsu] adalah "penyu", yang menunjukkan bahwa hentian ini tidaklah epentetik), dan juga terdapat konsonan tak desis gesek bibir-gigi bersuara, [b̪͡v], seperti dalam [ʃileb̪͡vu] "dagu" dalam bahasa Ini. Tidak ada konsonan desis bibir-gigi nirsuara [f] dalam dialek ini, hanya berupa konsonan desis dwibibir nirsuara [ɸ]

Terdapat suara yang hampir serupa dalam Bahasa Jerman dengan /p͡f/, yakni Pfeffer /ˈp͡fɛfɐ/ ('merica') dan Apfel /ˈap͡fəl/ ('apel'). Konsonan ini secara fonotaktik tidak terjadi setelah vokal panjang, diftong, atau /l/. Konsonan ini beragam penuturannya, dari konsonan gesek bibir-gigi murni yang dimulai dengan bagian dwibibir, tetapi kemudia bibir bawah sedikit ditarik kebelakang untuk menghasilkan frikatif.

Konsonan ini juga biasanya terjadi dalam bahasa Inggris di mana jika suatu suku kata berakhiran dengan "p" bertemu dengan suku kata dengan awalan "f", seperti dalam helpful /ˈhɛlp.fʊl/, /ˈhɛlp.fəl/ ('senang menolong').

Konsonan ini tidak terdapat pada kotak fonem bahasa Indonesia.

Karakteristik konsonan

Karakteristik konsonan dari konsonan tak desis gesek bibir-gigi nirsuara adalah:

  • Cara artikulasinya adalah gesek (afrikat), yang berarti dihasilkan dengan pertama tama menghentikan aliran udara secara keseluruhan, kemudian melepaskan aliran udara tersebut melalui saluran yang berkontraksi ataupun menyempit di tempat artikulasi, yang menghasilkan turbulensi.
  • Terdapat dua varian dari komponen konsonan letup:
    • Dwibibir, yang berarti diartikulasikan dengan kedua bibir. Konsonan gesek dengan komponen letup/hentian seperti ini disebut konsonan dwibibir—bibir-gigi.
    • Bibir-gigi (Labiodental), yang berarti diartikulasikan dengan bibir bawah dan gigi atas.
  • Komponen frikatif dari konsonan gesek ini adalah bibir-gigi, yang berarti diartikulasikan dengan bibir bawah dan gigi atas.
  • Fonasinya tidak bersuara atau nirsuara, yang berarti dihasilkan tanpa getaran pita suara. Dalam beberapa bahasa pita suara secara aktif terpisah, sehingga selalu menghasilkan artikulasi nirsuara. Di bahasa lain, pita suara kendor, sehingga dapat menyuarakan suara-suara yang berdekatan.
  • Ini adalah konsonan lisan, yang berarti aliran udara hanya melalui mulut
  • Ini adalah konsonan pusat, yang berarti dihasilkan dengan mengarahkan aliran udara di sepanjang bagian tengah lidah, bukan ke samping.
  • Mekanisme aliran udaranya adalah tekanan paru-paru, yang berarti diartikulasikan dengan mendorong udara hanya dengan paru-paru dan diafragma, seperti pada kebanyakan bunyi.

Kata-kata

BahasaKataIPAArtiCatatan
Bahasa InggrisBeberapa pembicarahelpful|[ˈhɛɫp̚ˌp̪͡fəɫ]'helpful'Terjadi untuk beberapa pembicara dalam gugus konsonan /pf/
dalamfo[ˈɪɱˌp̪͡fəʊ̯]'info'Alofon /f/ setelah konsonan nasal untuk beberapa penutur sebagai bentuk epenthesis; biasanya terjadi selama berbicara cepat dan santai.
JermanStandar[1]Pfirsichecode: de is deprecated [ˈp͡fɪɐ̯zɪçə] (bantuan·info)'persik'Bilabial-labiodental. [1] Muncul sebagai refleks /p/ pada Pergeseran bunyi Jerman Tinggi abad ke-8.[2] Lihat Fonologi bahasa Jerman Standar
Dialek Swiss[3][4]Soipfecode: gsw is deprecated [ˈz̥oi̯p͡fə]'sabun'Bilabial-labiodental. Contoh kata berasal dari dialek Zurich.
ItaliaBeberapa dialek tengah-selatan[5]infatticode: it is deprecated [iɱˈp̪͡fät̪̚t̪i]'memang'Labiodental, alofon /f/ setelah nasal.[5] Lihat fonologi Italia
Luksemburg[6]Kampfcode: lb is deprecated [ˈkʰɑmp͡f]'bertarung'Hanya muncul dalam kata pinjaman bahasa Jerman.[6] Lihat fonologi bahasa Luksemburg
Ngiti[7]pfɔ̀mvɔcode: niy is deprecated [p̪͡fɔ̀ɱ(b̪)vɔ̄]'roh air'Lebih jarang [p͡ɸ][8]
Kinyarwandagupfundikira[gup̪͡fu:ndiciɾa]'untuk menutup, segel'
Mandarin Dialek Xi'an 猪/豬 zhūcode: zh is deprecated [p̪͡fú²¹] 'babi' Dari labialisasi perhentian tarik belakang di Tionghoa Tengah
Bahasa Slovenia pfenigcode: sl is deprecated [ˈp̪féːnìk] 'pfennig' Jarang terjadi, kebanyakan dalam kata pinjaman Jerman. Lihat fonologi bahasa Slovenia
Sopvoma[9]ōpfǒcode: nbi is deprecated [o̞˧p̪͡fo̞˦]'ayah'Penghembusan menjadi [p̪͡fʰ] dalam beberapa kata, dalam variasi bebas. "ǒ" mewakili nada "Tengah yang Lebih Tinggi" antara nada Tengah dan Tengah Rendah yang ditemukan di beberapa penutur.
TsongaDialek XiNkunatimpfuvu[tiɱp̪͡fuβu]'hippopotami'Kontras dengan bentuk berhembus.

Referensi

  1. 1 2 Mangold (2005), hlm. 45.
  2. ↑ Fausto Cercignani , The Consonants of German: Synchrony and Diachrony, Milano, Cisalpino, 1979.
  3. ↑ Fleischer & Schmid (2006), hlm. 244.
  4. ↑ Marti (1985), hlm. ?.
  5. 1 2 Canepari (1992), hlm. 71.
  6. 1 2 Gilles & Trouvain (2013), hlm. 72.
  7. ↑ Kutsch Lojenga (1992), hlm. 31.
  8. ↑ Kutsch Lojenga (1992), hlm. 45.
  9. ↑ Giridhar, P P. "Mao Naga Grammar." 1994, hal. 26. https://archive.org/details/dli.language.2262/page/n9/mode/2up
IPA: Konsonan tekanan paru-paru
Daerah → Bibir Lidah tengah akar lidah Laring
Cara ↓ Dwibibir Bibir
gigi
Lidah ­bibir Gigi Rongga­gigi Pasca­ronggi Tarik­ bel. Ronggi­lidah Lelangit Lelangit­lunak Tekak Katup
nafas
hulu
ker.
Celah suara
Sengau m̥ m ɱ n̼ n̥ n ɳ̊ ɳ ɲ̊ ɲ ŋ̊ ŋ ɴ
Letup p b p̪ b̪ t̼ d̼ t d ʈ ɖ c ɟ k ɡ q ɢ ʡ ʔ
Gesek desis ts dz t̠ʃ d̠ʒ ʈʂ ɖʐ tɕ dʑ
Gesek tak desis pɸ bβ p̪f b̪v t̪θ d̪ð tɹ̝̊ dɹ̝ t̠ɹ̠̊˔ d̠ɹ̠˔ cç ɟʝ kx ɡɣ qχ ɢʁ ʡʢ ʔh
Geseran desis s z ʃ ʒ ʂ ʐ ɕ ʑ
Geseran tak desis ɸ β f v θ̼ ð̼ θ ð θ̠ ð̠ ɹ̠̊˔ ɹ̠˔ ɻ˔ ç ʝ x ɣ χ ʁ ʜ ʢ ħ ʕ h ɦ
Hampiran ʋ ɹ ɻ j ɰ ʔ̞
Kepakan ⱱ̟ ⱱ ɾ̼ ɾ̥ ɾ ɽ̊ ɽ ɢ̆ ʡ̆
Getar ʙ̥ ʙ r̥ r ɽ̊r̥ ɽr ʀ̥ ʀ ʜ ʢ
Konsonan gesek sisi tɬ dɮ ʈɭ̊˔ ɖɭ˔ cʎ̝̊ ɟʎ̝ kʟ̝̊ ɡʟ̝
Geseran sisi ɬ ɮ ɭ̊˔ ɭ˔ ʎ̝̊ ʎ̝ ʟ̝̊ ʟ̝
Hampiran sisi l ɭ ʎ ʟ ʟ̠
Kepakan sisi ɺ̥ ɺ ɭ̥̆ ɭ̆ ʎ̆ ʟ̆
  • Bantuan IPA
  •  audio
  • grafik lengkap
  • templat

Dalam satu sel tabel, simbol-simbol di sebelah kanan adalah bersuara, di sebelah kiri adalah tidak bersuara atau nirsuara. Petak-petak yang digelapkan menandakan penyebutan yang dianggap mustahil.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Karakteristik konsonan
  2. Kata-kata
  3. Referensi

Artikel Terkait

Konsonan geser rongga-gigi nirsuara

Konsonan geser rongga-gigi nirsuara adalah jenis dari suara konsonan rongga-gigi yang digunakan dalam berbagai bahasa. Simbol IPAnya adalah ⟨s⟩. Dalam

Konsonan desis

konsonan geser atau gesek, dengan amplitudo dan nada yang lebih tinggi, dibuat dengan mengarahkan aliran udara dengan lidah ke arah tepi tajam gigi, yang dipegang berdekatan

Konsonan geser bibir-gigi bersuara

Konsonan geser bibir-gigi bersuara adalah jenis dari suara konsonan bibir gigi yang digunakan dalam berbagai bahasa. Simbol IPAnya adalah ⟨v⟩. Dalam bahasa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026