Konsonan sengau bibir-gigi bersuara adalah jenis dari suara konsonan bibir-gigi yang digunakan dalam berbagai bahasa. Simbol IPA-nya adalah ⟨⟩, dan simbol X-SAMPA-nya adalah ⟨F⟩. Simbol IPA-nya adalah huruf m dengan kait yang mengarah ke kiri dari bagian kanan bawah huruf. Terkadang pula ia ditranskripsi sebagai em dengan diakritik gigi: ⟨m̪⟩. Dalam bahasa Indonesia huruf terdapat sebagai alofon dalam kata seperti simfoni dan amfibi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Konsonan sengau bibir-gigi bersuara | |||
|---|---|---|---|
| ɱ | |||
| m̪ | |||
| Nomor IPA | 115 | ||
| Pengodean karakter | |||
| Entitas (desimal) | ɱ | ||
| Unikode (heks) | U+0271 | ||
| X-SAMPA | F | ||
| Kirshenbaum | M | ||
| Braille | |||
| |||
Konsonan sengau bibir-gigi bersuara adalah jenis dari suara konsonan bibir-gigi yang digunakan dalam berbagai bahasa. Simbol IPA-nya adalah ⟨ɱ⟩, dan simbol X-SAMPA-nya adalah ⟨F⟩. Simbol IPA-nya adalah huruf m dengan kait yang mengarah ke kiri dari bagian kanan bawah huruf. Terkadang pula ia ditranskripsi sebagai em dengan diakritik gigi: ⟨m̪⟩. Dalam bahasa Indonesia huruf [ɱ] terdapat sebagai alofon dalam kata seperti simfoni dan amfibi.
Ia diartikulasi seperti konsonan sengau dwibibir bersuara [m], tetapi dengan bibir bagian bawah bersentuhan dengan gigi bagian atas, bukan dengan kedua belah bibir. Penempatan bibir dan gigi adalah sama dengan penempatan untuk konsonan bibir gigi lainnya, seperti [f] (konsonan desis bibir-gigi nirsuara) dan [v] (konsonan desis bibir-gigi bersuara).
Walaupun muncul dengan sering dalam berbagai bahasa, ia muncul secara nonfonemis, secara besar hanya muncul secara terbatas sebelum konsonan bibir gigi lainnya seperti [f] dan [v]. Sebuah /ɱ/ yang terpisah telah dilaporkan dalam dialek Kukuya (Kukwa) dari bahasa Teke, di mana ia kontras fonemis dengan /m, mpf, mbv/ dan "diiringi dengan memajukan kedua belah bibir secara kuat-kuat". Ia berbunyi [ɱʷ] sebelum /a/ dan [ɱ] sebelum /i/ dan /e/, kemungkinan karena labialisasi yang dihasilkan oleh vokal hampar; ia tidak terjadi sebelum vokal belakang (bundar).[1] Namun, ada keraguan apakah sebuah plosif murni dapat dihasilkan dengan pergerakan ini dikarenakan adanya celah antara gigi seri, yang mana kebanyakan penutur akan mengalirkan udara pada saat oklusi;[2] ini penting terutama salah satu kata dengan yang memiliki konsonan ini, /ɱáá/, yang berarti 'celah antara gigi yang diruncingkan',[3] sebuah tradisi masyarakat Teke. Sehingga, /ɱ/ dalam bahasa Teke sebaiknya digolongkan sebagai konsonan Konsonan Hampiran sengau bibir-gigi daripada konsonan nasal.
Bagaimanapun, ia terjadi cukup sering secara fonetis, yaitu sebagai sebuah alofon dari /m/ dan /n/ sebelum konsonan desis bibir-gigi seperti [f] dan [v], contohnya dalam kata bahasa Inggris comfort, circumvent, infinitive, atau invent. Dalam bahasa Angami, ia terjadi sebagai alofon dari /m/ sebelum vokal /ə/.
![]()
Karakteristik konsonan dari konsonan sengau bibir-gigi bersuara adalah:
Konsonan /ɱ/ yang fonemik sangat langka. Namun cukup luas sebagai alofon /m/ sebelum [f] atau [v].
| Bahasa | Kata | IPA | Arti | |
|---|---|---|---|---|
| Belanda[4][5] | omvallen | [ˈʔɔɱvɑlə(n)] | 'terjatuh' | |
| Ceko | tramvaj | [ˈtraɱvaj] | 'trem' | |
| Denmark | symfoni | [syɱfoˈniˀ] | 'simfoni' | |
| Finlandia | kamferi | [ˈkɑɱfe̞ri] | 'kamper' | |
| Frisia Barat | ûnwis | [uːɱʋɪs] | 'tidak yakin' | |
| Ibrani | סימפוניה | [siɱˈfoɲa] | 'simfoni' | |
| Inggris | symphony | [ˈsɪɱfəni] | 'simfoni' | |
| Italia[6] | invece | [iɱˈveːtʃe] | 'sebaliknya' | |
| Katalan | càmfora | [ˈkaɱfuɾə] | 'kamper' | |
| Kukuya | Teke[7] | [ɱíì] | 'mata' (jamak) | |
| Makedonia | трамвај | [traɱˈvaj] | 'trem' | |
| Norwegia | komfyr | [kɔɱˈfyːɾ] | 'kompor' | |
| Polandia | symfonia | [sɨɱˈfɔɲä] | 'simfoni' | |
| Slovenia[8] | simfonija | [siɱfɔˈníːja] | 'simfoni' | |
| Spanyol[9] | influencia | [ĩɱˈflwẽ̞nθja] | 'pengaruh' | |
| Swedia | amfibie | [aɱˈfiːbjɛ] | 'amfibi' | |
| Yunani[10] | έμβρυο émvryo | [ˈe̞ɱvrio̞] | 'embrio' | |