Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiDatu Haji Batu
Artikel Wikipedia

Datu Haji Batu

Syekh Abdul Malik adalah seorang ulama yang hidup pada abad ke-16 dan meninggal pada tahun 1640 Masehi di daerah Kesultanan Banjar. Ada yang berpendapat bahwa dia berasal dari Samudera Pasai-Aceh bila dilihat dari tipologis makamnya di Kompleks Makam Sultan Suriansyah dan mungkin termasuk ulama yang mengembangkan tarekat Naqsyabandiyah. Dia pernah belajar di Makkah dan berdiam di daerah Martapura, sebelum akhirnya berdiam di daerah Kuin, Banjarmasin sampai akhir hayatnya.

ulama Kesultanan Banjar
Diperbarui 7 Oktober 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Datu Haji Batu
Infobox orangDatu Haji Batu

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kematian1640 Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanKompleks Makam Sultan Suriansyah Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanulama Suntingan nilai di Wikidata
Makam Datu Haji Batu di Kompleks Makam Sultan Suriansyah

Syekh Abdul Malik (atau dikenal dengan nama Haji Batu) adalah seorang ulama yang hidup pada abad ke-16 dan meninggal pada tahun 1640 Masehi di daerah Kesultanan Banjar. Ada yang berpendapat bahwa dia berasal dari Samudera Pasai-Aceh bila dilihat dari tipologis makamnya di Kompleks Makam Sultan Suriansyah dan mungkin termasuk ulama yang mengembangkan tarekat Naqsyabandiyah. Dia pernah belajar di Makkah dan berdiam di daerah Martapura, sebelum akhirnya berdiam di daerah Kuin, Banjarmasin sampai akhir hayatnya.[1][2]

Gelar "Haji Batu" diperoleh Syekh Abdul Malik karena memiliki kemampuan pada tangannya yang keras seperti batu setelah pulang dari Makkah.[1] Menurut Yusliani Noor, kemampuan ini mencerminkan kekuatan zikir Ismun A'zam yang sering diamalkan penganut tarekat Naqsabandiyah yang melafalkan kalimat "Huwa-Huwa" di dalam hati. Huwa atau Ha-Marbutah (Ha-Kurung) sebagai Lam-Jalallah yang diyakini mampu melindungi seorang mukmin dari berbagai macam marabahaya.[2]

Referensi

  1. 1 2 Tim Sahabat (2014). Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan (Edisi 8). Kandangan: Penerbit "SAHABAT" Mintra Pengetahuan. ISBN 9786021988374.
  2. 1 2 Noor, Yusliani (2016). Islamisasi Banjarmasin (Abad ke-15 sampai ke-19). Yogyakarta: Ombak. ISBN 9786022583561.
  • l
  • b
  • s
Datu di Kalimantan Selatan
Kota Banjarmasin
  • Datu Muning
  • Datu Pantun
  • Datu Haji Batu
Kota Banjarbaru
  • n/a
Barito Kuala
  • n/a
Banjar
  • Datu Abulung
  • Datu Landak
  • Datu Kaya
  • Datu Kelampaian
  • Datu Panjang
  • Datu Tungku
Tapin
  • Datu Gadung
  • Datu Karipis
  • Datu Niang Thalib
  • Datu Nuraya
  • Datu Sanggul
  • Datu Suban
  • Datu Ujung
  • Datu Aling
  • Datu Murkat
Hulu Sungai Selatan
  • Datu Ahmad Balimau
  • Datu Hamawang
  • Datu Panglima Bukhari
  • Datu Taniran
  • Hampang Datu
Hulu Sungai Tengah
  • n/a
Hulu Sungai Utara
  • Datu Pujung Amuntai
  • Datu Alabio
  • Datu Haji Dullah (Abdullah)
  • Datu Nihing Amuntai
  • Datu Candi Amuntai
  • Datu Sumsum Amuntai
  • Datu Sulaiman Amuntai
Tabalong
  • Datu Kartamina
  • Datu Kasan
  • Datu Magat Harung
  • Datu Nafis
Balangan
  • Datu Kandang Haji
Tanah Laut
  • Datu Pamulutan
  • Datu Tungkaran
Tanah Bumbu
  • n/a
Kotabaru
  • Datu Bumburaya
Pembagian datu berdasarkan lokasi ini menurut tempat mereka dimakamkan

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026