Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiDatu Muning
Artikel Wikipedia

Datu Muning

Datu Muning merupakan salah satu cerita mengenai riwayat datuk (datu-datu) dalam masyarakat Banjar. Datu-datu dalam masyarakat Banjar digambarkan sebagai orang yang memiliki kekuatan sangat tinggi, kebal senjata dan taat beragama. Bisa dikatakan datuk adalah seorang manusia super. Selain itu datu selalu berbuat baik dan mengasihi sesamanya. Datu Muning disebut juga Datu Suban yang berilmu tinggi. Ia memperoleh ilmunya dari Kitab Laduni. Cerita mengenai riwayat Datu Muning ini akhirnya memelopori cerita-cerita riwayat para muridnya. Murid-muridnya antara lain: Datu Tamongkar, Datu Marukat, Datu Niang Talib, Datu Sanggul, Datu Taruna Barikin, Datu Kalua, Datu Labi Diluman, Datu Harun, dan Datu Pujung. Cerita ini mengisahkan bagaimana Datu Muning memperoleh warisan berupa kitab ilmu agama. Isinya adalah ilmu Keesaan Tuhan yang tertinggi. Kemudian oleh para penerusnya kitab itu disebut kitab Laduni. Untuk dapat menyerap ilmu dari kitab itu, Datu Muning melakukan semadi dan mempelajari dalam-dalam isi kitab tersebut.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Juli 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Datu Muning
Datu Muning, cerita yang berkembang di masyarakat Banjar

Datu Muning merupakan salah satu cerita mengenai riwayat datuk (datu-datu) dalam masyarakat Banjar.[1] Datu-datu dalam masyarakat Banjar digambarkan sebagai orang yang memiliki kekuatan sangat tinggi, kebal senjata dan taat beragama.[2] Bisa dikatakan datuk adalah seorang manusia super. Selain itu datu selalu berbuat baik dan mengasihi sesamanya. Datu Muning disebut juga Datu Suban yang berilmu tinggi. Ia memperoleh ilmunya dari Kitab Laduni. Cerita mengenai riwayat Datu Muning ini akhirnya memelopori cerita-cerita riwayat para muridnya. Murid-muridnya antara lain: Datu Tamongkar, Datu Marukat, Datu Niang Talib, Datu Sanggul, Datu Taruna Barikin, Datu Kalua, Datu Labi Diluman, Datu Harun, dan Datu Pujung. Cerita ini mengisahkan bagaimana Datu Muning memperoleh warisan berupa kitab ilmu agama. Isinya adalah ilmu Keesaan Tuhan yang tertinggi. Kemudian oleh para penerusnya kitab itu disebut kitab Laduni. Untuk dapat menyerap ilmu dari kitab itu, Datu Muning melakukan semadi dan mempelajari dalam-dalam isi kitab tersebut.[1]

Rujukan

  1. 1 2 Hassan Sadhily. Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve. hlm. 759.
  2. ↑ "Kamus Besar Bahasa Indonesia". Diakses tanggal 18 Juni 2014.
  • l
  • b
  • s
Datu di Kalimantan Selatan
Kota Banjarmasin
  • Datu Muning
  • Datu Pantun
  • Datu Haji Batu
Kota Banjarbaru
  • n/a
Barito Kuala
  • n/a
Banjar
  • Datu Abulung
  • Datu Landak
  • Datu Kaya
  • Datu Kelampaian
  • Datu Panjang
  • Datu Tungku
Tapin
  • Datu Gadung
  • Datu Karipis
  • Datu Niang Thalib
  • Datu Nuraya
  • Datu Sanggul
  • Datu Suban
  • Datu Ujung
  • Datu Aling
  • Datu Murkat
Hulu Sungai Selatan
  • Datu Ahmad Balimau
  • Datu Hamawang
  • Datu Panglima Bukhari
  • Datu Taniran
  • Hampang Datu
Hulu Sungai Tengah
  • n/a
Hulu Sungai Utara
  • Datu Pujung Amuntai
  • Datu Alabio
  • Datu Haji Dullah (Abdullah)
  • Datu Nihing Amuntai
  • Datu Candi Amuntai
  • Datu Sumsum Amuntai
  • Datu Sulaiman Amuntai
Tabalong
  • Datu Kartamina
  • Datu Kasan
  • Datu Magat Harung
  • Datu Nafis
Balangan
  • Datu Kandang Haji
Tanah Laut
  • Datu Pamulutan
  • Datu Tungkaran
Tanah Bumbu
  • n/a
Kotabaru
  • Datu Bumburaya
Pembagian datu berdasarkan lokasi ini menurut tempat mereka dimakamkan

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Rujukan

Artikel Terkait

Datu Sanggul

Tokoh asal Indonesia

Stadion Datu Muning

stadion di Indonesia

Muhammad Arsyad al-Banjari

Seorang ulama fiqih mazhab Syafi'i asal Martapura, Kalimantan Selatan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026