City of Tomorrow atau biasa disingkat menjadi Cito, adalah sebuah superblok yang terletak di Surabaya. Pengembang superblok ini adalah PT Lippo Karawaci Tbk.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
![]() | |
| Lokasi | Jawa Timur, Indonesia |
|---|---|
| Koordinat | 7°20′44″S 112°43′39″E / 7.34543°S 112.72759°E / -7.34543; 112.72759 |
| Alamat | Jl. Ahmad Yani No.288, Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya 60234 |
| Dibuka | 2007 (2007) |
| Pengembang | PT. Lippo Karawaci Tbk |
| Manajemen | Lippo Malls |
| Pemilik | Lippo Group |
| Arsitek | Anggara Architeam |
| Luas lantai | 170.000 m2 (total)[1] |
| Jumlah lantai | 4 (mal), 13 (kantor), 40 (apartemen) |
| Situs web | Situs resmi |
City of Tomorrow atau biasa disingkat menjadi Cito, adalah sebuah superblok yang terletak di Surabaya. Pengembang superblok ini adalah PT Lippo Karawaci Tbk.[2]
Superblok ini terletak di sudut barat laut Bundaran Waru, berseberangan dengan markas Komando Resor Militer 084, dekat dengan perbatasan Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo serta Bandara Juanda.[3] Superblok ini dirancang oleh Anggara Architeam dan dibangun oleh Total Bangun Persada.[4] Didirikan pada tahun 2007, Cito menempati lahan seluas 2,6 hektare dan memiliki total luas bangunan mencapai 170.000 m2.[1] Superblok City of Tomorrow merupakan superblok milik Lippo Malls satu-satunya di wilayah Indonesia bagian timur.
Cito terdiri atas mal, apartemen, dan gedung perkantoran.[5] Mal City of Tomorrow memiliki 4 lantai, dengan luas gedung sebesar 111.633 m2 yang mampu menampung 1.300 unit retail.[6] Di atas mal, terdapat 6 gedung perkantoran yang masing-masing memiliki 13 lantai. Sementara itu, apartemen Aryaduta Residences menempati ujung barat kompleks Cito. Apartemen 40 lantai ini menawarkan 246 unit untuk dijual.[7] Sebelumnya, terdapat rencana untuk membuka hotel bernama Hotel Aryaduta Surabaya, tetapi rencana tersebut belum terwujudkan sampai sekarang.[8]
Pembangunan City of Tomorrow sempat memicu kontroversi, dikarenakan superblok tersebut memiliki gedung setinggi 115 meter, melampaui batas 90 meter yang ditetapkan untuk gedung-gedung dalam radius 15 kilometer bandar udara, sementara Cito terletak hanya 8 kilometer dari Bandar Udara Internasional Juanda.[9]