Batalyon Para Komando 464/Nanggala atau Yon Parako 464/Kopasgat adalah salah satu pasukan elit berkualifikasi Para Komando yang bermarkas di Pangkalan TNI AU Abdulrahman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan berada di bawah kendali Wing Komando II/Harda Marutha. Yonko 464 Paskhas/Nanggala Berdiri pada 11 Desember 1981. Dalam masa tugasnya mempunyai visi dan misi yang bertujuan untuk membangkitkan semangat prajurit. Sesuai Radiogram Komandan Jenderal Kopasgat Nomor: T / 974 / 1981 tanggal 11 Desember 1981, Batalyon 464 Pasgat resmi menjadi Batalyon 464 Pasgat/Nanggala. Nama ”Nanggala” yang dipakai sebagai tunggul Batalyon Komando 464 /Nanggala tersebut diambil dari nama sebuah senjata sakti berbentuk tombak pemberian dewa brahmana milik Prabu Baladewa seorang raja dari kerajaan Madura yang merupakan kakak kandung dari Prabu Kresna.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Batalyon Para Komando 464/Nanggala | |
|---|---|
Lambang Yonko Kopasgat 464/Nanggala | |
| Dibentuk | 11 Desember 1981 |
| Cabang | Kopasgat |
| Tipe unit | Satuan Tempur Dirgantara |
| Peran | Pasukan Senapan Udara |
| Bagian dari | Wing Para Komando II Kopasgat |
| Markas | Kabupaten Malang, Jawa Timur |
| Julukan | Yon Parako 464/Nanggala |
| Moto | Any Where, Any time, Any Action, Do The Best |
| Baret | Jingga |
| Ulang tahun | 11 Desember |
| Situs web | Kopasgat TNI AU |
Batalyon Para Komando 464/Nanggala atau Yon Parako 464/Kopasgat adalah salah satu pasukan elit berkualifikasi Para Komando yang bermarkas di Pangkalan TNI AU Abdulrahman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan berada di bawah kendali Wing Komando II/Harda Marutha. Yonko 464 Paskhas/Nanggala Berdiri pada 11 Desember 1981. Dalam masa tugasnya mempunyai visi dan misi yang bertujuan untuk membangkitkan semangat prajurit. Sesuai Radiogram Komandan Jenderal Kopasgat Nomor: T / 974 / 1981 tanggal 11 Desember 1981, Batalyon 464 Pasgat resmi menjadi Batalyon 464 Pasgat/Nanggala. Nama ”Nanggala” yang dipakai sebagai tunggul Batalyon Komando 464 /Nanggala tersebut diambil dari nama sebuah senjata sakti berbentuk tombak pemberian dewa brahmana milik Prabu Baladewa seorang raja dari kerajaan Madura yang merupakan kakak kandung dari Prabu Kresna.[1]
Pada bulan Juni 1984 Nama Batalyon 464 Pasgat berubah menjadi Skadron 464 Paskhas, hal ini sesuai dengan Keputusan Pangab Nomor/ Kep / 10 / II 1984 tanggal 3 Maret 1984 mengikuti perubahan Kopasgat yang tadinya Kotama Ops menjadi Badan Pelaksana Pusat menjadi Puspaskhas.[2]
Era Kopasgat
Era Puspaskhas
Era Korpaskhas
(Indonesia) Batalyon Komando 464/Nanggala Diarsipkan 2015-02-02 di Wayback Machine.